
Setelah beberapa menit berbincang,, Aiden memutuskan untuk kembali ke perusahaan nya karena akan di adakan meeting penting. Setelah Aiden pulang,,Ara pun berbincang dengan ayah arka tentang rencana dia akan pulang ke Indonesia.
"apakah kau yakin? apakah trauma mu sudah hilang?" tanya ayah arka berturut-turut
"iya ayah aku yakin,,lagi pula sudah beberapa tahun aku di Amerika sudah waktunya aku mencari keberadaan adikku" ujar Ara mantap sedangkan ayah arka hanya mengangguk.
"ayah sih tidak apa-apa tapi bagaimana dengan biaya hidup mu? apakah kau sudah menemukan pekerjaan yang baru?" tanya ayah arka kembali. sedangkan Ara diam karena bingung akan memberi tahu identitas sebenarnya atau tidak.
"ayah tidak usah khawatir,,aku sudah mempunyai pekerjaan baru di sana" ujar Ara menenangkan ayahnya,,ayah Ara pun mengangguk pasrah karena dia tidak bisa melarang Ara.
"terserah deh,, percuma dilarang juga pasti keras kepala" ujar ayah arka sedangkan Ara hanya nyengir kuda.
"mwehehe bukan keras kepala, tapi keputusan nya ga bisa diganggu gugat" elak Ara.
ayah arka pun memutar bola mata jengah. "sama aja kali" ketus ayah arka dan beranjak pergi dari ruangan Ara.
Ara pun bersiap-siap untuk membereskan barang-barang nya dan meninggalkan ruangan yang selama ini jadi tempat kesukaannya. setelah membereskan semua barangnya,,Ara pun pergi ke ruangan HRD dan menyerahkan pengunduran diri. setelah mengurus beberapa hal,,Ara pun pulang ke mansion Leonard. Di sepanjang jalan Ara hanya bersiap untuk mendengarkan pertanyaan keluarga Leonard.
setelah sampai,,Ara pun turun dari mobilnya dan di sambut hangat oleh para pelayan dan bodyguard.
"Selamat datang nona" sambut para pelayan dan para bodyguard.
Ara pun melangkah kan kakinya ke ruang keluarga dan duduk di sana. Tak berselang lama,, ayah allan dan ibu glaudi menghampiri Ara yang tengah duduk dan meminum jus.
"tumben udah pulang nak" ujar ibu glaudi. Ara pun menoleh dan tersenyum dan menyalami pada ibu glaudi dan camer nya.
__ADS_1
"iya Bu,,boleh bicara sebentar ga bu?" izin Ara dengan ragu-ragu.
ibu glaudi dan ayah allan pun mengangguk dan duduk di sofa. Ibu glaudi memanggil pelayan dan menyuruhnya mengambil kan jus untuk nya dan ayah allan.
"ada apa nak?" tanya ibu glaudi setelah meminum minuman nya.
"aku akan pulang ke Indonesia Bu" ujar Ara sambil menunduk.
"syukurlah,,apa trauma mu sudah hilang? apa kau sudah mendapatkan pekerjaan disana? jangan lupa loh tentang pernikahan mu yang tinggal seminggu lagi" cerocos ibu glaudi.
"sudah bu,,untuk pernikahan insyaallah Ara siap untuk melepaskan gelar jomblo ini" sahut Ara dan di angguki ibu glaudi
"bagaimana jika kamu tinggal di mansion anata saja? kamu kan akan menjadi menantu keluarga Anata" usul ayah allan.
"tidak deh yah,,Ara mau tinggal di apartemen saja,, Ara tidak mau merepotkan keluarga anata" tolak Ara secara halus,, sedangkan Allan hanya tersenyum mendengar kan tolakan Ara.
ceklek
pintu kamar Ara di buka,,Ara pun melihat seluruh ruangan itu. Sungguh berat jika Ara meninggalkan ruangan itu tapi karena perusahaannya tidak ada yang mengendalikan nya sedangkan para adik adiknya sedang memperbaiki masalah di Perusahaan lain dengan berat hati Ara harus pergi ke Indonesia.
Ara mengemasi barang-barang nya dan mengambil ponselnya yang lama. Dia menghidupkan ponsel itu dan terlihat lah sebuah photo di handphone itu yang menjadi wallpaper lock nya.
"adek kesayangan kakak" gumam Ara sambil mengelus-elus photo tersebut.
Ara pun menyalakan data seluler nya. Ia sangat terkejut banyak sekali pesan dari no yang tak di kenal. Ara membaca semua pesan tersebut lalu ia tersenyum. Ternyata adik kandung Ara mengechat dia. Ara pun mematikan ponselnya kembali dan mengingat alamat tempat tinggal adik,,nenek dan kakeknya.
__ADS_1
Setelah membereskan barang-barang nya dan urusan Axel selesai,,Ara,Axel dan ayah allan pergi menuju Indonesia. mereka menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Anata.
beberapa jam berlalu kini Ara telah berada di negara kelahirannya di Indonesia. Ara tersenyum manis dan mengambil sesuatu dalam tasnya. apalagi klo bukan masker dan topi. Ara memakai masker dan topi tersebut.
"kemarilah nak,,kita jalan bersama" ajak ayah allan dan di angguki Axel.
Ara pun mendekati Axel dan ayah allan. mereka berjalan menuju keluar bandara. ternyata disana sopir tengah menjemputnya. Allan masuk terlebih dahulu sedangkan Axel memperhatikan Ara yang tidak masuk ke dalam mobil.
"kenapa diam saja? ayo" ajak Axel sedangkan Ara pun menggeleng.
"aku akan di jemput seseorang" ucap Ara sambil memperhatikan sekitarnya.
Axel menatap Ara dengan tatapan bingung. Dan terdengar suara klakson mobil dari belakang mobil milik keluarga Anata. seseorang pun turun dari sana dan menghampiri Axel dan Ara.
"selamat siang nyonya Ara,,maaf saya terlambat" ucap orang itu dan membungkuk kan badannya sebagai tanda hormat. Ara pun mengangguk.
"ayah allan,, Axel aku pergi dengan dia saja yaa.. dia adalah orang yang disuruh menjemput ku. besok saat waktunya makan siang aku akan ke mansion anata" tutur Ara.
"baiklah kau jangan lupa ke mansion anata yaa,,dan jaga hati mu itu untuk calon suami mu yang tampan ini" narsis Axel. Ara pun terkekeh.
Ara mencubit gemas pipi Axel. lalu dia melangkah menuju mobil asisten nya. "aku pergi dulu yaa jangan kangen semuanya,, mwuuuach" pamit Ara dan di akhiri kissbay.
Ara pun masuk kedalam mobil itu di susul dengan asistennya. Axel memandangi mobil yang membawa Ara sampai pergi menjauh. setelah mobil itu menghilang dari pandangannya Axel pun masuk ke dalam mobil. Mobil itu melaju memecah jalanan yang cukup padat menuju ke mansion anata.
...----------------...
__ADS_1
hai readers semua,,apa kabar? semoga sehat yaa. Hari ini author up lagi semoga kalian suka yaa. tinggalin jejak like dan komen kalian yaa.. semoga kita ketemu lagi di episode berikutnya,,dahh..👋👋