Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 32


__ADS_3

Setelah Ara tertidur Axel pun bangun dengan perlahan agar tidak menggangu tidur Ara. Secara diam-diam Axel pun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang di ruangan rahasia.


"Bagaimana?" Tanya axel


"Menurut berita yg saya dapatkan nona Ara adalah wanita sederhana tuan,,akan tetapi identitas yang sebenarnya tentang nona orang susah untuk di dapat tuan" lapor orang yang di sebrang yang ternyata adalah orang suruhan Axel.


"Baiklah saya tunggu laporan selanjutnya dan berikan file yang kamu dapat tentang istri ku" Titah Axel yang langsung mematikan telponnya.


Axel pun masuk ke dalam kamar dan membuka laptopnya sambil memandangi wajah cantik Ara yang sedang tertidur.


Karena waktu telah menjelang sore hari Axel pun membangunkan Ara.


"Eungh" lenguh Ara yang baru terbangun.


"Ada apa babby? kenapa membangunkan ku?" Tanya Ara dengan suara khas bangun tidur dan muka bantalnya.


"Apa alergi mu sudah sembuh?" tanya Axel.


Ara pun mengangguk. "Sudah,,mengapa?" ucap Ara. Aku tau jika kamu mencari jati diriku yang sebenarnya,,tapi maaf aku gak mau kamu terlibat masalah gara-gara aku' batin Ara yang mendengar panggilan Axel bersama seseorang.


"Mandi dan bersiap lah kita akan jalan-jalan sore" ujar Axel dengan senyuman manis. 'semoga aku bisa membahagiakan mu dengan cara ini' batin Axel.


Ara pun mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi. 20 menit kemudian Ara sudah keluar dengan jilbab di pundaknya.


Ara langsung duduk di depan meja rias dan mengambil bedak bayi dan lips ice miliknya.


"Ayok beb aku sudah tak sabar untuk ke sana" ajak Ara dengan semangat 45.


"Iya ayok" ujar Axel yang langsung menyambar tangan Ara.


Mereka berdua pun turun ke bawah dan mencari Dika. "Dek kami mau pergi jalan-jalan dulu,,mau ikut ga?" tanya Ara pada adiknya.


"Ngga kalian aja kak,,aku masih punya banyak tugas" ucap Dika.

__ADS_1


"Baiklah kami pergi dulu yaa,,dahh" pamit Ara pada adiknya.


"Dah kakak semoga bersenang-senang" ujar Dika.


Setelah kakaknya pergi Dika pun langsung berlari ke dalam kamarnya. Dika terus menangis tanpa suara apalagi setelah mendengar obrolan kakak-kakaknya tadi siang.


...****************...


Di taman hiburan.


"Bentar dulu ya yank aku mau parkiran motor dulu" ucap Axel.


Ara pun tersenyum dan mengangguk. Setelah memarkirkan motor sport nya Axel pun menghampiri Ara dan mengajak nya bermain di sana.


"Yank main itu yuk" rengek Ara pada Axel saat melihat permainan lempar gelang.


"Ya udah ayok" ajak Axel dan langsung menarik tangan Ara menuju permainan itu.


Ara pun melihat lihat hadiahnya dan menunjuk ke arah boneka beruang yang imut. "Yang itu" ucap Ara dengan nada khas anak kecil miliknya.


Axel mengangguk dan langsung mengarahkan gelang-gelang itu ke arah botol. Benar saja satu lempar saja gelang itu sudah masuk semua.


"Bang yang itu ya hadiahnya" ujar Axel pada pengurus permainan itu.


Pengurus permainan itu pun langsung memberikan boneka yang ditunjuk Ara. Dengan hati yang sangat senang Ara pun mengambil boneka itu dan melupakan masalahnya sesaat.


"Kemana lagi yank?" tanya Axel.


"Naik kincir itu yank" jawab ara dengan semangat 45.


Mereka berdua pun memesan tiket untuk menaiki wahana itu. Meski Axel takut dengan ketinggian tapi demi sang istri Axel pun menyanggupi nya.


"Yank kok gemetaran sih,,liat tuh pemandangannya indah banget" ujar Ara pada Axel.

__ADS_1


Axel pun tersenyum menanggapinya. "Aku phobia ketinggian" ucap Axel pada Ara.


Ara pun menoleh dan memandangi wajah Axel. "Jangan takut ada aku disini" ucap Ara menenangkan Axel.


Setelah Axel tenang akhirnya mereka berdua menikmati wahana itu.


Matahari pun terbenam. Kini Axel dan Ara berada di jalanan menggunakan motor Axel.


"Woah aku udah lama ga naik motor" teriak Ara sambil mengangkat kedua tangannya.


Axel yang mendengar itu pun tersenyum karena dapat membahagiakan istri. Mereka berdua pun menikmati perjalanan pulang. Setelah beberapa menit berkendara akhirnya mereka telah sampai di rumah.


Ara dan Axel pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa menekan bel terlebih dahulu. Mereka berdua langsung membersihkan diri dan turun ke bawah untuk makan malam.


Setibanya di meja makan Ara terus melihat ke sekeliling ruangan. "Bi tolong panggil kan dika" titah Ara.


Bi Imas pun mengangguk dan langsung bergegas memanggil Dika.


Setelah sampai di depan kamar Dika,,bi Imas pun langsung mengetuk pintu.


tok tok tok


"Maaf den mengganggu,, itu di tunggu nona Ara untuk makan malam" ucap bi Imas di luar kamar Dika.


"Nanti Dika kesana bi" Teriak Dika dari dalam dan langsung beranjak membasuh muka untuk menghilangkan wajah sehabis nangis.


Setelah mendengar sahutan dari adik majikannya bi Imas pun langsung pergi melapor pada Ara. Beberapa menit kemudian dika telah duduk di kursi meja makan. Mereka berempat pun makan dengan tenang.


Setelah makan malam,, semua orang pun beranjak ke kamarnya masing-masing dan beristirahat.


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️

__ADS_1


__ADS_2