
Axel dan Rendy semuanya pada diam memikirkan hal yang tergiang di pikiran mereka.
Ara pun menoleh ke arah Dika dan tersenyum. Ara melepaskan cekalan nya dan membiarkan Sena terlepas.
"Pergilah sebelum kamu benar-benar berakhir di tanganku" titah Ara dan Sena pun mengangguk karena dia tidak membawa pengawal atau bodyguard.
"ah iya aku hampir lupa. kamu kan suka bermain ranjang ya tadi aku udah panggil pria hidung belang yang bisa membuat mu berada di atasss surga yang sangat indah" sambung Ara dengan penuh penekanan yang membuat semua orang bergidik ngeri kecuali Sena.
"tidak usah aku tidak memerlukan itu" ketus Sena.
"Dan bersiaplah karena aku akan membalas dendam pada mu Ara" ancam Sena yang membuat Rendy melotot.
"hey jangan mengancam adikku Sena sialan" geram Rendy.
"Jika kau menyakiti istriku berarti kamu sudah bersiap untuk kehilangan kaki mu" ucap Axel yang tak kalah geram.
Sena pun tertawa dan menatap semua orang dengan sinisnya. "Untuk apa kalian mempertahankan gadis miskin ini hah?" tanya Sena dengan suara yang cukup kencang.
"karena dia tulus tidak seperti mu" pekik Rendy yang membuat Sena tersenyum kecut.
"aku akan membuat perusahaan Anata dan Leonard hancur" pekik Sena mengancam Axel dan Rendy
"Menurut mu aku hanya ingin harta keluarga Leonard saja hah? Aku tidak membutuhkan itu karena ayah ku lebih kaya" ujar Sena sambil tersenyum devil.
"Ya aku tau,,tapi kamu ingin mengambil alih perusahaan Leonard melalui kak Rendy bukan?" tebak Ara yang membuat Sena gelagapan.
"Cik sungguh bodoh" ledek Ara.
"Baiklah aku mengakui aku mempunyai rencana itu,,tapi kalian sendiri yang mengundang kehancuran untuk perusahaan kalian maka bersiaplah" ancam Sena.
"Sepertinya kamu yang harus bersiap karena besok adalah hari kehancuran keluarga mu yang selalu mengambil alih perusahaan orang lain agar cepat menjadi perusahaan raksasa" ujar Ara yang masih terlihat santai.
"kau!!" geram Sena kemudian meninggalkan mansion Leonard.
Ara tersenyum melihat kepergian Sena dan menatap kedua orang yang sangat dia sayangi.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" tanya Ara yang merasa risih.
"kamu mengapa menantang dia de,, perusahaan ayah dia cukup besar dan akan mudah untuk nya jika menghancurkan perusahaan kita" lesu Rendy.
"Kakak tidak usah khawatir serahkan tugas itu pada ku" ucap Ara dan langsung masuk ke dalam rumah.
Ara pun duduk di sofa ruang tamu dan menyandarkan punggungnya di sofa itu. Ara memijit pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing yang melanda di kepalanya. Ara tidak habis pikir mengapa dia menantang Sena,,akan tetapi jika tidak maka kakaknya akan terkena imbas begitu juga dengan perusahaan ayah nya.
__ADS_1
Sedangkan di luar Axel dan Rendy menatap tajam ke arah Dika.
"Ada apa kak?" tanya Dika.
"mengapa kamu bilang iblis wanita memang kakakmu jahat?" tanya Rendy
"nyeh kakak mah ga tau,,waktu SD aja ada yang pernah ngeledekin kak Ara dan hasilnya dia pun terluka akibat ulah kakak. Tapi beruntung ga ada yang tau klo itu kak Ara yang nyebabin kakak itu babak belur hehehe" jelas Dika yang berakhir cengengesan.
Rendy dan Axel pun melotot tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Dika.
"Sungguh wanita hebat" gumam Axel dan Rendy bersamaan yang terdengar oleh Dika.
"kak Ara itu ga hebat,,tapi kak Ara itu misterius. Jadi kita ngga tahu aslinya kak Ara gimana soalnya kak Ara itu tipe orang yang suka pake topeng" jelas Dika.
"Sungguh wanita misterius" gumam Axel dan Rendy lagi secara bersamaan.
Dika pun tergelak dengan kekompakan mereka. "Wah kompak jangan-jangan jodoh lagi" celetuk Dika tanpa filter yang membuat dua laki-laki itu melotot ke arah Dika.
Dika yang berasa akan di terkam pun langsung berlari masuk ke dalam. Axel dan Rendy pun mengejar Dika.
"Hey mana ada kamu jodoh,,kami sama-sama laki-laki" teriak Axel dan Rendy yang berbarengan lagi.
"Tuh kan kompak jangan-jangan kalian emang jodoh kali" ledek Dika sambil berlari.
Dika berlari ke arah ruang tamu dan bersembunyi di belakang punggung kakaknya yang sedang menggendong babby El.
"Ngga mau Abang bau ketek" ucap Dika yang masih dibelakang Ara.
Rendy pun segera mengendus keteknya dan ternyata benar ketek ia bau karena ia belum mandi.
"Hehehe maaf yaa Abang blom mandi" jujur Rendy sambil cengengesan.
"Tenang kak rend ntar Axel beliin Pepsodent biar ketek Abang wangi" ujar Axel sambil menepuk bahu Rendy.
"Nyeh Pepsodent mah buat gigi kalii" kilah Rendy sambil mendengus kesal.
"Hahaha"
Mereka semua tertawa bersama karena tingkah absurd mereka.
"Kalian lagi ngapain?" tanya ibu glaudi yang datang bersama yang lainnya.
"iya kayaknya seru banget" sambung kakek Ara.
__ADS_1
"Biasalah kek ada siaran tom and Jerry live" jawab Ara santai yang mendapat tatapan tajam dari tiga lelaki tampan.
"ih amit-amit gua klo jadi kucing ato tikus. jijik banget" ucap Rendy sambil bergidik jijik.
"iya gua juga sama" sambung Axel yang membayang kan itu
"Dika juga ga mau ihh pasti muka Dika bakal jelek klo jadi kucing atau tikus" ucap Dika sambil membayangkan wajahnya mirip tikus atau kucing.
"hiii" ucap Rendy ,,Dika dan Axel berbarengan.
Semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah tiga laki-laki itu.
"thatak Alla" panggil babby El.
"ada apa El?" tanya Ara lembut sambil mencium gemas pipi gembul babby El.
"thatak itu anteng" puji babby El sambil menunjuk ke arah Axel.
"Nyeh gantengan kakak El daripada dia" ujar Rendy yang tak terima hanya Axel saja yang dipuji oleh adik sepupunya itu.
"Ndak thatak itu anteng thalo thak Endy eyek thayak onyet" celetuk babby El yang membuat semua orang tertawa kecuali Rendy pastinya.
"Hahaha,,bang Rendy mah emang kek monyet de" ucap Dika yang setuju dengan ucapan babby El.
"De klo kamu ngomong kok selalu bener ya" celetuk Axel.
Mereka semua menikmati waktu nya bersama hingga sore menjelang. Ketika hari hampir malam Axel dan Ara pun pamit untuk pulang. Beberapa saat di perjalanan Ara sangat banyak berceloteh tentang babby El dan babby Al.
"Kayaknya kamu dah pengen punya anak ya by" ucap Axel dan Ara pun mengangguk.
"iya tapi nunggu tuhan ngasih" ujar Ara yang memang seharusnya begitu.
"Ya sudah nanti malam berarti kita bakal lembur" seru Axel dengan semangat 45.
"Lembur ngapain coba?" tanya Ara yang tak mengerti maksud Axel.
"Lembur bikin anaklah" ucap Axel santai dan masih fokus mengendara.
Setelah 36 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah mereka. Ara bergegas pergi ke dapur dan memasak sedangkan Axel langsung mandi dan membereskan kamarnya.
Skip
Setelah makan malam benar saja ucapan Axel di mobil. Axel benar-benar menggempur Ara hingga Ara tertidur pulas. Setelah puas dengan olahraga nya Axel pun merebahkan diri disamping Ara dan memelukku. Sebelum tidur Axel selalu saja mencium wajah Ara.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Author tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️