Istriku Ternyata Seorang CEO

Istriku Ternyata Seorang CEO
Bab 51


__ADS_3

"T-tapi aku tidak mau bercerai dengan mu Ra,,kini aku telah mencintaimu" lirih Axel tanpa sadar telah mengungkapkan rahasianya mengapa dia ingin menikahi Ara.


Bagai tersambar petir di siang bolong,,Ara langsung merosot ke lantai. Ara mendongak ke arah Axel dan tersenyum kecut.


"J-jadi selama ini kamu menikahi ku karena gair** dan na*** saja" ujar Ara.


Axel langsung terkejut karena telah membocorkan rahasia terbesar nya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Sayang a-aku tidak bermaksud begitu" ucap Axel gelagapan.


Ara menghela nafas panjang dan menarik tangan Axel menuju mobil mewah yang terparkir di depan perusahaan.


Orang tua Axel yang melihat itu terkejut dan mengikuti mobil yang ditumpangi Ara dan Axel. Terkejutnya lagi orang tua Axel karena Ara membawa Axel masuk ke dalam rumah sakit jiwa.


"A-ayah apakah Ara akan membawa Axel menemui istri pertamanya?" tanya mommy Vian.


"Entah lah mom,,kita lihat saja dulu" sahut ayah allan.


Ayah allan dan mommy Vian pun mengikuti Ara dan Axel kembali hingga sampai di depan ruangan. Ayah allan dan mommy Vian mengintip dari celah jendela untuk melihat apa yang terjadi.


Di dalam ruangan.


"Sayang bebaskan aku,, aku ga mau ngelahirin disini" ucap seorang wanita cantik yang tak lain adalah adiknya bright.


"Calista kemarilah" panggil Ara lemah lembut.


"Kakak ipar tolong bilangin sama kakak dan adik iparmu biar tata keluar dari sini kak" rengek Calista pada Ara.


Jika ditanya mengapa Calista atau tata memanggil Ara sebagai kakak ipar? karena tata ingin menjodohkannya dengan bright akan tetapi takdir berkata lain.

__ADS_1


"Maaf Calista tapi saya sudah menceraikan mu sejak lama" ujar Axel dengan nada dinginnya.


Mendengar itu pun seketika tangisan tata pecah di pelukan Ara. Ara menatap tajam pada Axel sedangkan yang ditatap hanya memasang wajah datarnya.


"Tata sayang jangan menangis nanti dedek nya ikut nangis loh" ujar Ara lemah lembut.


Ayah allan dan mommy Vian menangis dalam diam melihat apa yang terjadi. Ayah allan begitu menyesal karena tidak bisa mendidik anaknya dengan benar.


"Iya kak hehehe maafin tata yaa,,kasian bayi tata jadi sedih" ucap tata sambil mengelus perut nya yang buncit.


Perut tata buncit karena didalamnya ada sebuah bantal yang membuat tata merasa dirinya tengah mengandung padahal sebenarnya tidak. Jika di lepaskan bantal itu maka tata akan histeris oleh karena itu para dokter tidak melepaskan bantal itu.


"Tata sayang kakak pulang dulu yaa,,kasian kak bright udah nungguin dan kamu juga kan harus bobo siang" tutur Ara lemah lembut agar Calista mengizinkan dirinya untuk pulang.


"Iya kak,,puk puk bentar dong" pinta tata.


Ara pun mengangguk dan menepuk bokong Calista hingga tertidur. Setelah memastikan Calista tertidur Ara langsung menarik tangan Axel keluar ruangan.


"Jika bisa membahagiakan orang lain maka jawabannya ya" jawab Ara tegas meski hatinya terluka.


"Jika membuat orang lain menderita bagaimana?" tanya Axel kembali.


"Kita bicarakan ini nanti saja,,lebih baik kita urus perusahaan mu yang di ambang kebangkrutan" tegas Ara dan berjalan menuju mobil sport miliknya.


Axel mengikuti Ara dan duduk di samping Ara.


"Ke mansion utama ya pak" titah Ara.


"Baik nyonya" ucap sopir itu.

__ADS_1


Ketika sopir itu akan menginjak gas mommy Vian menghalangi mobil sport Ara dan membuat sang sopir tak jadi menginjak gas.


Ara menurunkan jendelanya dan menatap mertuanya.


"Kamu mau kemana lagi nak?" tanya mommy Vian.


"Mengurus perusahaan,,maaf ya mom gara-gara adik angkat ku perusahaan keluarga kalian hampir gulung tikar" ucap Ara yang merasa bersalah karena tidak bisa mendidik adik angkatnya sehingga ingin menghancurkan perusahaan orang lain untuk kepentingan pribadi.


"Tidak apa-apa nak,, bolehkah kami ikut? kami ingin tahu siapa jati dirimu" ujar mommy Vian dengan semangatnya.


"Boleh mom,,ikut saja.. pasal jati diriku nanti kalian akan tahu disana" balas Ara dengan senyumannya.


Mereka pun berangkat menuju mansion milik Ara. Sesampainya di depan gerbang orang tua Axel dan juga Axel terkejut ketika melihat mansion yang jauh lebih mewah daripada mansion anata atau Leonard.


'siapa diri Ara yang sebenarnya' batin orang tua Axel dan Axel.


Beberapa orang bodyguard membukakan pintu mobil untuk mereka. Dengan anggunnya Ara turun dan berjalan masuk ke dalam.


"Selamat datang nona Ara" sapa para pelayan dan bodyguard.


"Dimana Arya?" tanya Ara to the point


"Di ruang tamu nona" jawab kepala pelayan.


Ara pun berjalan menuju ruang tamu itu. Axel dan orang tua nya pun mengikuti Ara sambil terkagum-kagum dengan arsitektur mansion itu.


Sesampainya di ruang tamu Ara langsung duduk di sofa single sedangkan Axel dan orangtuanya duduk di sofa panjang.


"Jelaskan apa yang ingin kalian jelaskan" titah Ara dengan nada dingin dan wajah datar yang sebelumnya belum pernah Axel dan orangtuanya lihat.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like dan komen nya yaa.. Dede tunggu dukungan dari kalian para readers.. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. i love you para readers ❤️


__ADS_2