Jingga untuk Langit

Jingga untuk Langit
Sosok Queen UKS { Unik, Killer, Savege }


__ADS_3

Alexander memutuskan untuk pergi dari ruangan itu setelah mendengar apa yang di katakan Aning. Tak pernah menyangka jika sosok Pratama bisa melakukan hal itu. Apalagi selama ini dia tidak pernah melihat gerik mencurigakan yang di lakukan sahabatnya.


"Astaga, Kenapa bisa Pratama melakukan hal itu. Aku benar-benar tidak menyangka. Bagaimana nanti perasaan Langit jika tau kabar ini" ucap Alexander sambil melajukan mobilnya menjauh dari gedung rumah sakit MANDALA


Di sepanjang perjalanan, Pikiran Alexander masih terus tak bisa fokus, Perkataan Aning selalu terngiang dan sangat mengganggu.


Jam terus berputar dan Hari sudah berlalu. Malam ini, Langit akan mengatakan pada Jingga jika ada urusan kantor yang mendadak harus dia handle.


Setelah selesai sholat isyak, Langit menatap Jingga. "Bagaimana ini, Apa Jingga akan mengijinkan jika aku berkata urusan penting soal perusahaan. Tapi masa iya aku harus berbohong. Ya sudahlah, Mau tidak mau aku memang harus melakukan hal ini" ucap Langit dalam batinnya sambil terus menatap Jingga.


"Ada apa, Kak? Kenapa kamu menatap aku seperti itu?" tanya Jingga yang masih pura-pura tidak paham dengan tatapan Langit. Padahal sebenarnya Jingga sangat mengerti. Wanita itu bisa membaca lewat kedua sorot mata Langit yang terlihat sangat gelisah.


"Sayang, Maaf ya, Malam ini aku ada urusan penting dan sangat mendadak. Kamu gak papa kan aku tinggal di rumah sama bi Siti?"


"Iya gak papa, Kak. Aku gak papa kok kak. Kalau boleh tau ada urusan apa, Kak?" tanya Jingga sambil membalas tatapan Langit.


"Urusan mendadak, Sayang. Aku harus segera bersiap. Nanti kalau aku datangnya malam, Kamu tidur duluan tidak usah tunggu aku" ucap Langit dan langsung berlalu dari hadapan Jingga. Bersiap karna Lana sudah mengirimkan pesan beberapa saat yang lalu.


"Sayang, Aku pergi ya, Kamu baik-baik di rumah" ucap Langit sambil meninggalkan satu kecupan singkat pada kening Jingga.


"Iya, Kak. Hati-hati, Doaku selalu menyertaimu" ucap Jingga sambil mencium punggung tangan Langit cukup lama.


Setelah itu, Langit keluar dari dalam kamarnya. Berjalan cepat menuruni anak-anak tangga di sana.


Sedangkan Jingga, Setelah memastikan motor Langit keluar dari mansion itu, Jingga mengambil ponselnya dan menghubungi Revan. Tak butuh waktu lama, Revan langsung menjawab panggilannya.


📲:Halo adek abang yang paling cantik


📲:Bang, Sudah siapkan motor yang mau aku pinjam kan?


📲:Sudah dong adik ku sayang.

__ADS_1


📲:Bagus, Kalau begitu, Cepat abang jemput Jingga ke mansion nya Langit.


📲:Otw adikku sayang


Jingga memutuskan sambungan telponnya, Wanita itu membuka kopernya dan mengambil sebuah jaket berwarna hitam dengan lambang mahkota di bagian depan dan tertulis UKS { Unik, Killer, Savege }


Jingga mengganti pakaiannya dengan menggunakan pakaian serba hitam, Tak lupa juga dengan menggunakan rok selutut, Sehingga lekuk tubuhnya tetap aman terjaga.


10 Menit kemudian, Jingga bisa mendengar suara mesin motor yang berhenti di depan mansion Langit. Mendengar itu membuat Jingga dengan cepat keluar dalam kamarnya dan menemui Revan yang sudah menunggu di sana.


"Jalan kak" ucap Jingga setelah naik ke atas motor Revan.


"Kamu yakin mau melakukan ini?"


"Tentu kak, Sepertinya kak Langit memang harus tau siapa aku sebenarnya" ucap Jingga sambil memasang helm full pace yang sudah di bawakan oleh Revan.


"Baiklah, Tapi ingat, Ini adalah terakhir kalinya kamu melakukan ini ya, Abang gak mau kamu terjun ke dunia malam lagi"


"Iya bang, Iya. Bawel banget sih. Sudah ayo cepat jalan"


"Hmmm"


******


Bum....Bum...Bum....


Suara mesin motor menggema di tempat itu. Bukan hanya itu saja, Suara teriakan memanggil nama Langit dan juga Lexan di sana. Malam ini memang mereka membuka untuk umum, Siapapun boleh ikut andil dalam balapan antara Langit dan juga Lexan. Namun tidak ada yang berani ikut jika sudah harus melawan Langit dan Lexan. Anggota gang motor lain memilih untuk menjadi penonton.


"Huuuuuuu.. Langiiiitttt" teriak mereka


"Huuuuuuu Lexan"

__ADS_1


Tak berselang lama, Ada sebuah motor hitam berhenti tepat di tengah-tengah mereka. Salah satu anggota gang motor di sana memperhatikan jaket yang di gunakan oleh orang itu, "Queen" ucap ketua dari mereka.


"Queen. Apa benar dia Queen kita Gib?" tanya Wahyu pada ketua mereka yang bernama Gibran.


"Iya, Gue yakin kalau itu adalah Queen kita. Tapi kenapa dia ikut dalam balapan malam ini"


"Kita lihat saja King. Apa dia benar-benar Queen kita" ucap salah satu dari mereka.


Jingga adalah wakil ketua gang motor di bandung. Gang itu mereka kasih nama UKS, Atau bisa di artikan Unik, Killer, Savege. Bisa di bilang gang Motor Jingga adalah salah satu gang motor yang di takuti di daerah Bandung. Hanya saja ada satu alasan yang membuat Jingga mengundurkan diri dari gang itu tanpa memberitahu mereka apas alasan yang sebenarnya.


Melihat kedatangan gang motor lain membuat Langit dan Juga Lexan menoleh ke arah Jingga secara bersamaan. Biarpun mereka tidak bisa melihat wajahnya, Namun mereka berdua bisa tau jika yang saat ini ada di tengah mereka adalah seorang wanita.


Tak lama kemudian, Balapan itu pun di mulai. Lexan melaju cepat mendahului Langit dan Juga Jingga yang membawa motornya dengan kecepatan sedang.


Saat Langit semakin menambah kecepatan motornya, Jingga juga ikut menambah kecepatan motor itu hingga mendahulu motor Langit.


"Kita lihat saja kak, Siapa yang akan menjadi pemenang malam ini" ucap Jingga dalam batinnya.


"Weeh, Siapa peserta yang satunya itu ya, Kenapa gue gak pernah lihat dia ada di arena ini" celoteh Rey pada teman-temannya.


"Iya, Gue juga gak pernah liat. Tapi kalau dari jaket yang dia gunakan, Sepertinya gue pernah mendengar nama gangnya. Bukan gang sini kayaknya"


"Kita lihat saja lah, Jadi penonton"


"Kan emang sudah jadi penonton goblok" ucap Doni pada Rey


"Eh iya ya, Kita kan emang sedang jadi penonton ya. Kenapa gue jadi ketularan goblok lama-lama sama lho" balas Rey pelan


"Uwanjayy lho"


Gibran dan anggota gang motornya yang lain memang sedang mencari keberadaan Jingga, Karna memang sejak kejadian beberapa bulan yang lalu sudah membuat Jingga memilih keluar dari anggota gang motor yang sudah 2 tahun dia dirikan bersama Gibran.

__ADS_1


"Gue gak salah, Dia memang benar-benar Queen UKS. Dari caranya membawa motor sudah pasti kalau dia itu Queen kita" ujar Gibran sambil terus menatap Jingga.


"Iya Bang, Gue juga yakin kalau itu Queen UKS. Akhirnya setelah cukup lama pencarian kita, Malam ini kita bisa melihatnya lagi. Dan dia masih menggunakan jaket kebanggaan kita" ucap salah satu sari mereka


__ADS_2