Jingga untuk Langit

Jingga untuk Langit
Rencana Darwin


__ADS_3

"Bagus, Mulai malam ini, Kura perketat penjagaan terhadap papa. Jangan sampai hal yang tadi terulang kembali" ucap Langit sambil menoleh pada Ferdi.


"Siap, Tuan muda. Mukai malam ini, Saya sendiri yang akan pastikan keamanan buat tuan Pratama. Saya janji, Saya akan mencari tau siapa yang sudah dengan berani melakukan hal ini pada tuan Pratama"


"Nanti Langit juga akan turun tangan sendiri, Om. Mereka sudah mengusik ketenangan Langit. Siapapun itu, Langit patikan, Dia akan mendapatkan hal setimpal, Kalau perlu, Langit akan menghabisinya dengan tangan Langit sendiri" ucap Langit dengan penuh amarah.


Jingga yang mendengar itu langsung mendekat pada Langit sambil menepuk pundaknya pelan"Astagfirullah, Kak. Istighfar, Jingga tau kakak marah sama mereka, Tapi jangan sampai kakak mengotori tangan kakak karna mereka" ucap Jingga yang terdengar sangat lembut.


"Tapi, Sayang. Mereka sudah hampir membunuh papa, Harta yang paling berharga dalam hidupku saat ini"


"Aku tau, Kak. Tapi jangan sampai kakak menyesal di kemudian hari. Kalau kakak membunuh mereka, Lalu apa bedanya kakak dengan mereka? Bukan kah ada polisi yang bisa mengatasi semuanya. Lebih baik kita serahkan meraka pada pihak yang berwajib"


"Istighfar kak, Gak baik emosi seperti ini"


"Astagfirullah, Benar apa yang kamu katakan, Sayang. apa bedanya aku dengan mereka kalau sampai aku mengotori tanganku sendiri"


"Jangan emosi lagi, Ya. Kalau sampai mereka mengulangi lagi, Aku juga akan ikut turun tangan membantu kakak"


Mendengar itu membuat Langit menoleh pada Jingga sambil mengerutkan kecil keningnya. Tidak terlalu paham dengan apa yang baru saja Jingga katakan padanya.


"Apa maksud kamu, Sayang? Aku tidak paham"


Jingga yang baru menyadari perkataanya menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal"Astaga, Kenapa aku malah berkata seperti itu ya" ucapnya dalam batin


"Gak ada maksud apa-apa kok kak. Jingga salah ngomong, Heheh"


"Apa maksud perkataan Jingga tadi" ucap Langit dalam batinnya sambil menoleh pada Jingga yang sudah menoleh ke lain arah.


"Astaga Jingga, Kenapa tadi aku harus ngomong kayak gitu sama kak Langit" batin Jingga lagi.


*****


"Ya elah, Lho lagi lho lagi" ucap Rey sambil menatap Sisil yang masih ada dalam dekapannya.


"Lho kalo jalan liat-liat om jelangkung, Untung gue gak jatoh, Kalau sampai gue jatoh, Awas lho"


"Apaan sih mak Lampir. Orang udah gue tangkap juga"


"Lepasin gue. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Sisil pada Rey.

__ADS_1


Mendengar itu membuat Rey langsung melepaskan Sisil begitu saja. Pria itu lupa jika mereka masih ada di pinggir kolam renang. Hingga akhirnya, Sisil tercebur pada kolam renang itu, Namun bukan hanya Sisil, Karna wanita itu ikut menarik tangan rey dan membuatnya ikutan tercebur pada kolam itu.


"Mak Lampirrrrr. Kenapa lho narik gue, Bedebah!" ucap Rey yang terlihat sangat kesal.


"Lagian lho lepasin gue kenapa gak liat tempat, Ya kali gue mau basah-basahan sendiri. Gak adil dong!" teriak Sisil yang tak mau kalah.


Semua yang ada di sana ikut melihat apa yang baru saja terjadi di kolam renang. Mereka tentunya sudah menemukan Sisil dan Rey yang masih berdebat di sana.


"Weh, Mak Lampir sama om Jelangkung ngapain mandi malem-malem"


"DIEM LHO" ucap Sisil dan Rey secara bersamaan.


Doni terkekeh"Hahhaha, Sepertinya kalian berdua memang di takdirkan untuk berjodoh" ucap Doni sambil mengulum bibir saat melihat raut wajah Rey.


"Bantu gue naik, Jangan cuma banyak bacot jadi penonton" ucap Rey yang masih terlihat sangat kesal.


"Woy, Kalian berdua juga jangan diam saja. Bantuin gue naik, Dingin ini" ucap Sisil pada kedua temennya.


"Oh iya, Sisil sayang. Maaf ya, Ayo sini kita bantu naik"


"Ayo buru, Awas ya kalian berdua ikut ngetawain gue!"


"Sekali lagi lho ngomong kaya gitu, Gue tipuk palamu"


"Iya iya, Nggak lagi deh. Ayo sini buru naik"


"Dasar menyebalkan!" ucap Sisil pada Rey.


"Eleh, Dasar tak sadar diri. Yang menyebalkan itu kan situ, Mak Lampir!"


"Dasar om jelangkung menyebalkan!"


*****


"Bagaimana, Apa kalian sudah tau apa sebenarnya hubungan wanita itu dengan geng the boys?" tanya Lexan pada anggota geng motornya.


"Belum, Bos. Tapi kami sedang berusaha untuk itu. Gue ada satu rencana agar kita bisa segera tau siapa wanita itu sebenarnya dan apa hubungannya dengan geng the boys"


"Apa rencana yang lho pikirkan ?"

__ADS_1


Orang yang tadi mendekat pada Lexan dan membisikkan sesuatu padanya. Lexan yang mendengar itu mengangkat kedu sudut bibitnya, Entah apa yang sedang mereka bicarakan, Entah apa yang mereka rencanakan.


"Ide Lho boleh juga, Sepertinya kita harus segera melakukan rencana itu. Bukan kah lebih cepat lebih baik"


"Siap, Bos. Bagaimana kalau besok, Bukan kah wanita itu satu sekolah dengan kita?"


"Apa! Satu sekolah dengan kita? Tapi kenapa gue tidak tau"


"Iya, Bos. Dia anak baru pindahan dari bandung. Begitu sih yang anak-anak bilang"


"Kelas berapa?"


"11A" balasnya.


"Bagus, Dengan begitu rencana kita bisa berjalan dengan mulus tanpa di curigai geng the boys" ucap Lexan sambil tersenyum licik.


****


"Dasar bodoh! Bagaimana bisa mereka gagal untuk melenyapkan si Pratama" ucap Darwin yang terlihat sangat kesal.


"Benar-benar tidak bisa di andalkan. Jika begini, Sepertinya aku harus kembali ke jakarta, Sepertinya anak buahku lebih bisa di andalkan dari pada bedehan tak tau diri itu" ucapnya lagi.


"Apa lebih baik aku pindah sekolah Yuna ke jakarta, Lebih tepatnya ke sekolah Nusa Bangsa. Dengan begitu kemungkinan besar semua rencana ku bisa berjalan dengan mulus" ucap Darwin sambil terus tersenyum licik.


"Memang sebaiknya aku segera kembali ke Jakarta, Sekalian boyong Yuna ke sana segera, Sepertinya rencana ini akan memudahkan aku mengambil seluruh kekayaan Pratama dengan cepat"


Setelah itu, Darwin mengambil ponselnya, Menghubungi seseorang yang selama ini menjadi partnernya untuk menjatuhkan Pratama. Tak butuh waktu lama, Orang yang dia hubungi langsung menjawab panggilannya.


📲:Halo, Saya akan segera kembali ke jakarta.


📲:••••••••••


📲:Pastinya, kamu persiapkan segalanya. Setelah aku tiba di jakarta, kita lakukan planning B yang selama ini sudah tertunda


📲:••••••••••••••


📲:Good. Kamu memang partner terbaik yang pernah aku miliki. Senang bekerja sama dengan anda


Setelah itu, Darwin memutuskan sambungan telponnya. Lagi-lagi Darwin tersenyum licik. Entah apa yang kali ini menjadi rencananya. Tapi yang pasti, Rencana kali ini sudah menjadi planning B untuk menghancurkan Pratama.

__ADS_1


"Kita lihat saja, Pratama. Akan aku pastikan, Setelah kamu bangun, Kamu akan kehilangan semuanya"


__ADS_2