Jingga untuk Langit

Jingga untuk Langit
Menunggu saat yang tepat


__ADS_3

📲:Om tidak sedang bercanda kan?


📲:Tidak Langit. Selamat, Kamu berhasil memenangkan tender itu.


Tidak ada kata yang bisa langit ucapkan selain bersyukur. Tidak pernah menyangka jika dirinya yang menjadi pemenang di antara para orang-orang hebat yang sempat membuat Langit merasa insecure.


Setelah sambungan telpon terputus, Langit mencium kening Jingga cukup lama. Sehingga membuat wanita itu cukup terusik dan membuka kedua matanya.


Jingga masih mengerjab untuk beberapa saat, Menyesuaikan pencahayaan yang mulai masuk pada indra penglihatannya.


"Kamu kebangun, Sayang. Maafkan aku yang sudah mengganggu ketenangan tidur kamu ya" ucap Langit yang terdengar sangat lembut.


Jingga tak langsung menjawab, Masih menatap Langit yang terlihat begitu bahagia"Ada apa, Kak?. Kenapa kakak terlihat sangat bahagia" tanya Jingga sambil terus menatap Langit.


"Aku menang tender, Sayang. Aku menang tender yang cukup besar" ujar Langit sambil mengangkat kedus sudut bibirnya.


Mendengar itu membuat Jingga bangun dari tidurnya, Menatap Langit dan langsung memeluk erat pria itu"Aku bahagia kakak berhasil. Aku memang yakin jika kak Langit mampu. Selamat ya kak" ujar Jingga lagi.


"Iya sayang. Terimakasih. Ini semua juga berkat kamu. Karna kamu aku bisa melewati semua itu. Kamu adalah sumber semangat ku, Sayang" ucapkusambil membalas pelukan Jingga.


Setelah itu, Akumenangkup kedua pipi Jingga serta mantap kedua bola matanya. "Sayang, Sekarang aku mau tanya. Apa yang sudah membuat kamu menangis tadi siang?" tanya ku lembut sambil terus menatap kedua bola matanya.


Jingga terdiam untuk beberapa saat. Entah kenapa saat mendengar pertanyaan ku kedua matanya kembali menangis. Hal itu membuatku semakin tidak paham.


"Apa yang sebenarnya terjadi,Sayang. Aku mohon, Jangan pendam semuanya sendiri. Apa yang sudah membuatmu menangis seperti ini?" tanya ku lagi.


"Bunda, Kak" jawabnya setelah cukup lama terdiam.


"Bunda? Kenapa dengan bunda?" tanyaku lagi.


Air mata Jingga semakin deras, Dia masih tetap tidak menjawab apa yang sebenarnya Jingga maksud. Bunda? Kenapa dengan bunda?

__ADS_1


Aku membelai lembut rambut Jingga, Mencium lembut pucuk kepalanya serta mengeratkan pelukan ku. Mencoba menenangkan hatinya yang mungkin saat ini sedang terasa begitu kalut.


"Merek mengatakan bunda pelacur hanya karna aku kak" ucapnya setelah cukup lama terdiam.


"Apa! Siapa yang sudah mengatakan hal itu? Sisil sama teman-teman nya?" tebakku sambil menatap kedua mata Jingga.


"Bukan, Kak. Tadi murid baru, Namanya Yuna Darwina"


"Apa!"


Lagi-lagi kata yang keluar dari mulut Jingga berhasil membuat aku merasa sangat terkejut. Yuna Darwina? Bukan kah itu adalah nama Yuna anaknya om Darwin. Teman kecilku yang sangat menyebalkan.


"Yuna Darwina?" Tanyaku memastikan.


"Iya, Kak. Dia murid baru pindahan dari paris. Baru masuk hari ini ke sekolah kita. Dia juga satu kelas sama kita" ucap Jingga dengan air mata yang terus mengalir.


Pindahan dari paris? Berati aku tidak salah lagi, dia memang benar-benar Yuna anak dari Darwin. Laki-laki brengsek yang sudah membuat aku kehilangan mama serta membuat papa harus terbaring lemah di rumah sakit selama satu tahun lamanya.


Tanganku mengepal saat mendengar nama Yuna. Rasanya aku ingin membalaskan rasa sakit hatiku terhadap Darwin saat ini juga. Namun aku masih ingat pesan om Iwan, Tunggu waktu yang tepat. Aku tidak boleh gegabah untuk kali ini.


"Maafkan aku, Kak" ucap Jingga tiba-tiba.


"Maaf untuk apa, Sayang?" Tanyaku sambil terus memeluknya.


"Maafkan aku yang belum mengatakan siapa aku di masa lalu" ujarnya sambil melepaskan pelukannya.


"Apa maksud kamu, Sayang?" tanyaku yang pura-pura tidak mengeti dengan apa yang baru saja Jingga katakan. Walaupun sebenarnya aku sudah paham apa maksud dari perkataan Jingga tadi.


Aku pura-pura tidak mengerti hanya karna ingin Jingga mengatakan sendiri terhadapku. "Sebenarnya, Aku adalah wakil ketua geng motor di bandung, Kak. aku mantan ratu jalanan yang dulu sering menghabiskan waktu malam ku dengan balapan" terang Jingga sambil menatap kedua mataku.


"Sebentar, Sayang. Aku tidak paham, Tadi kamu mengatakan siswa yang bernama Yuna bilang bunda pelacur, Atas dasar apa dia mengatakan hal itu?" tanyaku yang memang belum paham dengan itu.

__ADS_1


"Jadi intinya dia mengatakan bunda seperti itu karna aku, Kak. Semua murid SMA NUSA BANGSA sudah tau kalau aku adalah mantan ketua geng motor di bandung"


"Dan aku tidak paham kenapa siswa itu tiba-tiba saja mengatakan hal itu"


"Sebentar, Bagaimana bisa mereka tau kalau kamu adalah mantan ketua geng motor di bandung?"


Aku mulai penasaran akan hal itu, Bagaimana caranya mereka bisa tau kalau Jingga adalah mantan ketua geng motor.


"Ada seseorang yang sudah menyebarkan sebuah video saat Jingga masih sering ikut dalam dunia malam"


"Apa! Video? Siapa yang sudah mengirimnya sayang?"


"Jingga juga tidak tau, Kak. Tapi semua murid NUSA BANGSA memiliki video itu, Kak"


"Apa kamu juga memiliki video itu?"


Jingga tak lagi menjawab. Dia hanya mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah video yang berdurasi sekitar 30 menit. Sebuah video seorang gadis yang sedang melakukan balapan dengan skil yang sangat keren menurutku. "Pantas saja malam itu Jingga bisa mengalahkan ku, Ternyata dia memang benar-benar ratu jalanan".batin ku sambil terus menonton Video yang sedang di putar.


"Maafkan aku yang baru bisa mengatakan hal ini sekarang kak" ujar Jingga yang terdengar sangat lirih.


Aku kembali mendekapnya, Mengusap lembut kepalanya"Tidak masalah, Sayang. Sebenarnya aku sudah tau siapa kamu sebenarnya. Maafkan aku yang sudah diam-diam mencari tau bagaimana masa lalu mu" ucapku sambil terus membelai rambutnya.


"Maksud kakak bagaimana?"


"Sejak kejadian balapan malam itu, Aku meminta om Ferdi untuk mencari tau tentang kamu di sekolah lama mu" ucapku sambil mengangkat kedua sudut bibirku.


"Jadi maksudnya kak Langit tau jika yang balapan malam itu adalah aku?"


"Iya, Sayang. Aku tau semuanya. Bahkan aku juga sudah tau siapa yang sudah dengan berani ingin melakukan percobaan pembunuhan pada papa"


"Siapa,Kak?"

__ADS_1


"Darwin, Daddy nya Yuna. Saudara sepupu mama yang sudah membuat mama meninggal dan papa koma seperti saat ini" terangku


Aku menatap raut wajah Jingga yang terlihat sangat terkejut."Apa! Jadi maksud kakak dalang dari semua ini adalah orang tua Yuna?" tanya Jingga yang terlihat sangat terkejut"Iya, Sayang. Pelan tapi pasti, Aku akan membalaskan perbuatan Darwin. Aku pastikan dia tidak akan pernah bisa hidup tenang karna sudah dengan berani mengusik keluargaku. Tunggu saja tanggal mainnya"


__ADS_2