Jingga untuk Langit

Jingga untuk Langit
You Are my Everything


__ADS_3

📲:Kakek, Kakek kenapa memangnya?


Samudra tak langsung menjawab. Pria itu masih terdiam untuk beberapa saat, Masih mencari kalimat yang tepat untuk mengatakan pada Langit perihal apa yang sudah dia dengar dari kakek Abimana beberapa jam yang lalu.


📲:Sam, Lho dengar gue kan?


📲:Iya kak, Aku dengar kak


📲:Cepat katakan, Kenapa dengan kakek?


📲:Tadi siang kakek meneleponku, Kak. Dia bilang, Katanya kakak tidak pernah menjawab telpon darinya


📲:Iya, Memang. Lalu apa hubungannya dengan hubungan gue dan juga Jingga?


📲 : Kakek bilang, Katanya dalam waktu dekat ini dia akan datang ke jakarta


📲:Ooh syukurlah


📲:Aku belum selesai bicara kak. Ini menyangkut hubungan kakak dengan Jingga.


📲:Ck! Ayo cepat bilang, Dari tadi bertele-tele, Langsung to the poin!


📲:Kakek bakal datang bersama dengan seorang gadis yang akan dia jodohkan dengan kakak


📲:Apa!


Di saat Langit mau melanjutkan perkataannya, Tiba-tiba saja pintu kamar Jingga terbuka dan membuat Langit mau tidak mau harus memastikan sambungan telponnya, Dari pad Jingga mengetahui apa yang baru saja Samudra katakan.


Ceklek


Melihat kedatangan Jingga membuat Langit panik. Langit takut jika Jingga sempat mendengar perkataan Samudra.


"Sayang, Kamu sudah kembali?" tanya Langit sambil meletakkan ponselnya dan berjalan mendekat pada Jingga .


"Iya, Kak. Tadi aku dengar kak Langit seperti sedang mengobrol lewat panggilan telfon, Siapa memangnya yang telfon kak?"


"Biasa sayang, Orang nawarin kredit card" jawabnya berbohong.


"Ooh, Aku pikir tadi kak Langit sedang telponan sama siapa"


"Bagaimana masalah kak Revan sayang?" tanya Langit yang mau mengalihkan pembicaraan.


"Entahlah kak, Kak Revan sudah biasa seperti itu memang"


"Jingga dengar tidak ya apa yang aku bicarakan sama Samudra tadi, Secara kan tadi panggilannya aku speaker" ucap Langit dalam batinnya.


Di Tempat Lain


Dtttt....Dttttt....Dtttt...


Doni yang baru saja tiba di dalam kamarnya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Pria itu mengerutkan keningnya saat mendapat sebuah pesan gambar yang ternyata dari Samudra.


"Ngirim apa tuh anak, Tumben bener WhatsApp gue, Ngirim gambar pula" ucapnya sambil membuka aplikasi WhatsApp.

__ADS_1


"Buset, Aku tidak salah liat ini. Ini kan Rey sama si mak Lampir. Jadi mereka pulang bersama" ucap Doni sambil terus menatap layar ponselnya.


"Tapi kalau di liat-liat mereka serasi sih. Di gambar ini juga mereka terlihat romantis. Kayaknya bakalan tumbuh benih-benih cinta nih di antara mereka"


****


Rey melajukan motornya dengan kecepatan sedang, Malam ini cuacanya cukup dingin, Sedangkan Sisil hanya menggunakan dress tanpa lengan dan hanya selutut.


"Sil, Kalau boleh tau alamat rumah lho di mana?"tanya Rey pada Sisil. Namun tidak ada jawaban apa-apa dari Sisil.


"Sisil, Lho dengar gue kan?" panggil Rey lagi.


Masih tetap senyap tidak terdengar suara Sisil sama sekali. Akhirnya Rey melirik Sisil dari kaca spion motornya.


"Lah, Si mak Lampir ternyata tidur" ucap Rey sambil memelankan laju motornya.


Sejenak Rey menatap raut wajah Sisil dari kaca spion"Cantik juga si mak Lampir" ucapnya dalam batin yang tanpa sengaja memuji Sisil


Namun sedetik kemudian, Pria itu menggelengkan kepalanya setelah menyadari apa yang baru saja dia katakan.


"Ngomong apa sih gue, Cantik dari mananya, Orang kelihatan kayak mak Lampir yang menyebalkan juga" batinnya lagi.


"Woy, Mak Lampir. Enak banget lho tidurnya sambil meluk-meluk gue. Bangun weh, Alamat rumah lho dimane?"'ucap Rey yang tentu saja langsung membuat Sisil terbangun dari tidurnya.


"Astaga gempa-gempa" ucap Sisil sambil mengeratkan pelukannya pada Rey.


"Gempa apaah Weh"


"Astaga, Tadi gue pikir gempa. Ternyata elo, Btw kita sudah sampek mana?"


"Ya sorry. Suasa nya terlalu sepoy sampek buat gue tanpa sadar ketiduran"


****


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 23:00. Langit dan Jingga masih menikmati menatap ribuan bintang dari balkon kamarnya. Malam ini suasana nya begitu cerah. Banyak bintang yang bertaburan di atas sana.


"Sayang, Kamu tau gak apa bedanya kamu sama Bintang" ucap Langit sambil membelai rambut Jingga yang saat ini sedang tiduran di pangkuannya.


"Apa memangnya, Kak?" tanya Jingga sambil menoleh pada Langit yang sudah tersenyum hangat padanya.


"Mau tau aja apa mau tau banget,"


"Ih kakak mah begituan"


"Penasaran gak sayang?"


"Ya penasaran atuh kak, Apa memangnya perbedaan aku dan Bintang?"


"Kalau bintang, Tugasnya menyinari gelapnya malam. Kalau kamu, Tugasnya membahagiakan aku"


"Itu salah kak"


"Iya kah? Lalu yang benar bagaimana, Sayang?"

__ADS_1


"Kalau bintang tercipta untuk Langit, Kalau kamu tercipta untuk aku" balas Jingga sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Ternyata bidadariku juga bisa menggombal ya"


"Kan tiap hari udah sekolah gombal sama surgaku"


"Love you sayang"


"Love you too suamiku"


Langit menatap wajah Jingga, Rasanya benar-benar bahagia saat melihat raut wajah wanita yang begitu dia cintai tersenyum lepas seperti saat ini. Namun saat teringat akan perkataan Samudra, Rasa takut mulai menyelimuti hati Langit.


"Semoga selamanya kita bisa selalu seperti ini, Sayang. Semoga kita tidak akan pernah terpisahkan oleh ruang dan waktu" ucap Langit dalam batinnya sambil terus menatap senyum Jingga yang begitu indah dan membuatnya memiliki rasa candu baru.


Langit terus membelai lembut rambut Jingga hingga membuatnya ketiduran dalam pangkuannya.


"Semoga rasa takut ini tidak akan pernah terjadi, Sayang. Aku benar-benar tidak tau bagaimana hidupku tanpa ada kamu di sisiku" ucap Langit lagi sambil menggendong Jingga dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


Merebahkan tubuh Jingga dengan sangat hati-hati di atas ranjang, Karna Langit tidak mau Jingga merasa tidurnya terusik. Setelah itu, Langit menyelimuti tubuh Jingga lalu meninggalkan satu kecupan singkat pada kening wanitanya.


"You are my everything sayang" ucap Langit sambil terus menatap wajah Jingga yang sudah damai dalam tidurnya.


Setelah itu, Langit ikut merebahkan tubuhnya di samping Jingga dan mengganti lampu dengan lampu tidur.


Tanpa terasa malam berlalu begitu cepat. Pagi-pagi sekali Langit dan juga Jingga kembali ke mansion keluarga Langit. Karna memang seragam sekolah mereka ada di sana.


*****


"Kalian cari tau siapa wanita itu, Dan apa hubungannya dengan the boys" ucap Lexan pada anggota geng motornya.


"Siap, Bos"


"Gue penasaran dengan wanita itu. Kira-kira ada hubungan apa dia dengan geng the boys" timpal Varos


"Secepatnya kalian harus ngabarin gue"


"Siap bos"


****


Di Sekolah Nusa Bangsa


"Ada berita viral gaess" ucap Doni sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Berita Viral apa?" tanya Fero sambil menatap Doni yang sudah melirik Rey.


"Ngapain lho lirik gue?"


Doni tak menjawab. Pria itu hanya mengulum bibir sambil menunjukkan ponselnya pada Rey. Melihat itu membuat Rey membulatkan kedua matanya.


"Dapet dari mana lho foto ini?"


"Ada dehh. Sweet banget yak. Serasi, Mak Lampir sama om Jelangkung. Hahhaha"

__ADS_1


"Bangsat lho" jawab Rey kesel


__ADS_2