Jodoh Titipan Tante

Jodoh Titipan Tante
Bertemu


__ADS_3

[Jangan pernah mimpi untuk dapatin dia lagi, karena dia hanya milikku!]


[Hahaha, bahkan dia sudah menikah dengan wanita lain saja kau tak tahu? Bagaimana mungkin kau mampu mendapatkannya!]


[Ha? Apa?]


[Sudahlah Vilo, kau terlalu bodoh menjadi seorang wanita. Apakah selama bertahun-tahun lamanya aku menghilang kau tak kunjung mendapatkan hatinya? Pasti tidak 'kan? Itu sebabnya dia menikah dengan wanita lain. Dia tak mencintaimu, sampai kapan pun kau tak akan pernah mendapatkannya.]


[Dan apakah kau kira, kau juga akan mendapatkannya kembali? Setelah apa yang kau perbuat dengannya? Pergi begitu saja?"


[Kita lihat saja nanti, bahkan rumah mereka adalah rumah yang kami idam-idamkan dulu. Artinya, dia masih mencintaiku dan mungkin pernikahan mereka hanyalah pernikahan paksa tanpa adanya cinta!]


Wanita tersebut langsung mematikan jaringan data, duduk di depan kaca rias dan menambah bedak di wajahnya.


"Hay, Sayang. Apa kau sudah rindu padaku? Aku sudah kembali dan siap menjadi istrimu seutuhnya," ucap Celsea dengan tersenyum di depan kaca.


***


"Ayo, main mobil-mobilan Aulia! Lu pasti kalah!"


"Main ini aja, naik singa."


"Ah, males gue! Main mobil-mobilan aja."


"Campit boneka aja, yok!"


"Gak mau, main mobil aja."


"Dih, gue gak tau mainnya."


"Nanti gue ajarin! Ayo!"


"Gimana cara lu ngajarin gue! Aelah!"


"Udah, ayo!" ajak Abibah menarik tangan Aulia. Aulia hanya bisa pasrah dengan ajakan Abibah. Mau tak mau ia harus menurut.


Mereka tadinya ingin makan, tapi mengingat bahwa mereka sudah makan. Akhirnya memutuskan untuk ke area permainan.

__ADS_1


Setelah satu jam lamanya bermain, Abibah dan Aulia memutuskan untuk ke tempat ice cream agar menambah semangat kembali.


Sesekali suara tawa terdengar dari meja mereka juga ghibahan tentunya, namanya perempuan ya sedikit wajar akan hal itu.


"Permisi, apa benar di sini ada namanya Abibah?" tanya seseorang yang membuat tawa mereka berhenti seketika.


Aulia dan Abibah menatap ke arah suara, "Iya, saya Abibah," kata Aulia berbohong sedangkan Abibah langsung menatap ke arah Aulia.


Namun, wanita tersebut tak merespons dan hanya diam saja, "Ada apa, ya?" sambung Aulia karena melihat wanita yang menggunakan dres dengan lengan yang hanya sejari dan seatas lutut juga dandan yang berlebihan tak menjawab ucapannya.


"Mmm ... boleh saya bicara sesuatu?"


"Silahkan, di sini aja," jelas Aulia dengan tegas.


"Baiklah," pasrah wanita tersebut. Ia akhirnya duduk di tengah-tengah antara Aulia dan Abibah.


"Saya sudah mendengar bahwa kau dan Malik telah menikah, oh, ya, pertama-tama kenalkan nama saya Celsea. Kau tau, bukan? Bahwa saya adalah mantan kekasih dari Malik, atau bahkan bukan mantan karena kami belum pernah mengucapkan kata perpisahan," papar Celsea dengan kaki bertumpu.


"Terus, masalah buat gue apaan?" tanya Aulia dengan nada songong. Sedangkan Abibah, membulatkan mata mendengar penuturan Celsea.


'Buat apa dia kembali lagi? Bukannya dia udah lama pergi?' batin Abibah menatap ke arah Celsea yang melihat ke arah Aulia.


"Ayang Malik gue ada bilang mau balik sama barang murahan kayak lu emangnya?" tanya Aulia dengan menyunggingkan bibirnya.


Mendengar ucapan yang sadis dari Aulia membuat Abibah langsung menahan tawa, sedangkan Celsea yang mendengar tawa dari mulut Abibah yang sebenarnya menatap tajam ke arah wanita itu.


Celsea tahu bahwa Malik menikah dengan seseorang yang bernama Abibah. Namun, dirinya tak tahu wajah wanita tersebut.


Karena, memang selama dirinya mengirim mata-mata. Abibah selalu bersama Aulia, itu sebabnya mata-matanya tak mengetahui yang mana Abibah.


"Jaga ucapan Anda, ya!" geram Celsea tak terima dengan ucapan Aulia barusan.


"Ada yang salah? Di mana? Kok saya gak ngerasa ada yang salah, ya? Kan, emang bener bahwa barang murahan itu adalah Anda. Cocok!"


"Saya jadi ngerasa curiga, jangan-jangan kalian menikah karena dipaksa."


"Mau dipaksa, mau gak dipaksa. Itu bukan urusan Anda! Itu urusan kami berdua, Anda gak perlu susah-susah ngerasa pernikahan kami apalagi ngurusin pernikahan kami!" cerca Aulia yang merasa terpancing berdebat dengan Celsea.

__ADS_1


"Lagian, ya, saya yang bingung dengan Anda. Bukannya Anda meninggalkan Ayang suami saya karena Anda ingin menikah dengan laki-laki lain? Lantas, kenapa sekarang kembali? Laki-lakinya kurang kaya, atau kurang ganteng atau kurang romantis dari suami saya? Pantasan kalau gitu!" sambung Aulia tersenyum menatap ke arah Celsea dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya.


"Saya pikir, Malik akan mencari wanita yang jauh lebih baik dari saya. Ck! Tapi ternyata saya salah besar, bahkan wanita yang dia pilih attitudenya saja tidak ada," sindir Celsea dengan senyuman.


"Hahaha, dia bilang tadi apa barusan Aulia? Hahaha, ayo ketawa!" ejek Aulia menunjuk ke arah Celsea menatap Abibah.


Abibah pun akhirnya ikut tertawa karena disuruh Aulia.


"Heh, denger ya! Lu bilang apa? Lebih dari lu? Ya, jelas gue lebih dari lu la! Gue gak perlu harus pake pakean terbuka begitu aja, Ayang suami gue udah tergoda. Jiwanya udah meronta pengen gue, sedangkan lu? Harus terbuka begitu, harus rasain masuk angin tiap saat baru bisa buat Ayang suami gue kegoda sama lu. Itu pun kayaknya akibat setan yang lebih banyak menggoda bukan karena mau dia sendiri!" sindir Aulia yang membuat Celsea membulatkan mata mendengar ucapannya barusan.


Wanita itu mengepalkan tangan dan melihat ke sekitar, mereka menjadi bahan tatapan orang-orang akibat suara tawa dari Abibah dan Aulia tadi.


Abibah yang mendengar ucapan Aulia menutup mulutnya, ia kaget dengan ucapan dari teman sekaligus sahabatnya barusan.


Tanpa meninggalkan sepatah kata pun, Celsea pergi begitu saja meninggalkan Aulia juga Abibah dari cafe ice cream.


Abibah menatap takjub ke arah Aulia, sedangkan yang di tatap tersenyum dan memakan ice cream yang sudah hampir meleleh.


"Lu hebat banget, tau begituan dari mana?" tanya Abibah dengan mata berbinar.


"Tau apaan?"


"Tau argumen debatlah!"


"Wanita harus punya skill bertengkar, karena zaman sekarang banyak wanita gatel dan bau-bau pelakor kek tadi. Manusia kek gitu gak bisa di diemkan aja, perlu di bunuh kalau perlu!" tegas Aulia membuat Abibah menelan salivanya dengan susah payah.


"Eh, tadi emang beneran mantan Pak Malik?" tanya Aulia menatap Abibah.


"Gue sih tau namanya, gak tau mukanya. Karena, Pak Malik benar-benar udah move on sama dia sampe fotonya aja gak ada di mana-mana," jelas Abibah memakan ice cream miliknya.


"Cantik, ya, hati-hati deh lu. Bisa kalah saing sama dia, hahaha," ejek Aulia yang mengakui kecantikan Celsea.


"Dih, emangnya gue gak cantik apa!" ketus Abibah dengan cemberut.


"Hahah, cantik dong! Kalo jelek, gue juga ogah temenan sama lu!"


"Dasar lu! Mandang sisik!"

__ADS_1


"Fisik woy fisik!" teriak Aulia ke arah Abibah yang membuat wanita tersebut tertawa.


__ADS_2