Jodohku Pria Lumpuh

Jodohku Pria Lumpuh
Pulang ke rumah


__ADS_3

Acara yang hanya dihadiri oleh beberapa para tamu undangan, tidak terasa waktu acara pun sudah berakhir. Kini, Venza dan Razendra sudah sah menjadi suami istri.


Razen yang tetap dengan sikapnya yang dingin, masih dibantu oleh adik laki-lakinya yang mendorong kursi rodanya. Sedangkan Venza tengah ditemani oleh adik ipar perempuan menuju mobil yang akan ditumpanginya.


"Bentar Kak, aku bukakan pintunya dulu, hati-hati." Ucap Nandini sambil membantu kakak iparnya masuk kedalam mobil, lantaran baju pengantinnya sedikit mengganggu.


Kemudian, Nandini ikut masuk dan duduk bersebelahan dengan kakak iparnya untuk duduk di bagian belakang. Sedangkan Razendra dan Gilang duduk di depannya.


Suasana didalam mobil seketika menjadi hening.


"Ekhem!"


Nandini akhirnya mencoba untuk bersuara, meski bukan sebuah ucapan, melainkan berdehem.


"Perasaan diam aja semuanya, bersuara kek, apa kek, susah amat kalian berdua ini." Ucap Nandini yang akhirnya berucap.


Razen yang malas menanggapinya, memilih untuk diam. Sama halnya dengan Venza, dirinya pun memilih diam karena memang tidak mengenali mereka bertiga.


"Nandi, diam. Jangan memancing emosi, diam itu jauh lebih baik." Sahut Gilang sambil memberi kode kepada adik perempuannya.

__ADS_1


"Ya deh kak, ya. Baiklah, kalau begitu aku mau mengajak kakak iparku untuk mengobrol." Ucap Nandi.


"Terserah kamu, asal jangan membicarakan kakak mu ini." Sahut Razendra yang akhirnya menyahut.


Venza yang baru pertama kalinya mendengar suaminya bicara, memang sangat kedengaran dingin dan juga kaku.


'Ternyata benar yang dikatakan Bi Darmi, orangnya dingin dan juga kaku. Untuk soal sisi baiknya, aku belum melihatnya.' Batin Vensa masih menatap lurus kedepan, sesekali melihat jalanan yang ia lewati.


"Kakak ipar," panggil Nandini dengan memberanikan diri untuk mengajak kakak iparnya mengobrol.


Venza langsung menolah ke sampingnya.


"Ya, ada apa?"


"Nama Kakak Venza, salam kenal." Jawab Venza dan menerima uluran tangan dari adik iparnya.


"Kenalkan juga, mereka berdua ini kakak laki-laki aku. Yang suami Kakak anak pertama, namanya Kak Razendra. Sedangkan yang disebelah suaminya Kakak itu, Kak Gilang yang anak kedua, dan aku Nandini anak ketiga. Kami bertiga saudara kandung." Ucap Nandini yang tengah memperkenalkan kedua kakak laki-lakinya.


"Makasih sudah memperkenalkan kedua saudara kamu didepan Kakak." Jawab Venza dengan senyum yang ramah.

__ADS_1


"Oh ya, Kak Venza masih kuliah atau kerja?" tanya Nandini yang tidak mempunyai bahan obrolan.


"Kak Venza gak kuliah, mogok di tengah jalan. Jadi, Kakak hanya jadi pekerja saja apa yang bisa dikerjakan." Jawab Venza tanpa ada yang ditutup tutupi.


"Kalau boleh tahu, Kakak kerja apa?" tanya Nandini yang penasaran dengan sosok kakak iparnya.


"Nandi, gak baik memberi pertanyaan seperti itu. Apa yang kamu tanyakan adalah privasinya, cari obrolan lain saja selain bertanya hal yang serupa."


Gilang yang tidak ingin adik perempuannya memberi banyak pertanyaan untuk kakak iparnya, dan memilih untuk mengingatkan.


"Tidak apa-apa kok, tidak ada yang aku privasi sedikitpun." Jawab Venza yang tidak ingin ada perdebatan antara kakak beradik.


"Maafin aku ya Kak, bukan maksudnya untuk menjadi wartawan. Habisnya aku gak punya bahan omongan, ya udah deh iseng tanya soal pekerjaannya Kakak." Ucap Nandi meminta maaf, karena dirinya pun sadar lantaran ia merasa sudah lancang untuk bicara kepada kakak iparnya.


"Kakak kerja serabutan, jadi kenet, jadi ojek, jadi buruh loundry juga pernah. Bagi Kakak mah, kerja apa tidak ada masalah. Yang jadi masalah itu, udah malas dan gak mau bekerja, tetapi maunya hidup enak." Jawab Venza yang lepas dari senyumnya yang ramah.


Nandi yang mendengar jawaban dari kakak iparnya, pun merasa malu karena sudah memberi pertanyaan yang menyinggung.


"Kak Venza pasti orangnya bekerja keras, aku salut sama Kakak." Ucap Nandi memuji kakak iparnya.

__ADS_1


"Enggak juga lah, Kakak hanya menjalani bagaimana takdir yang harus Kakak jalani. Kamu juga, jangan sia-siakan waktumu semasa masih muda. Raih terus masa depanmu, juga cita-cita mu." Kata Venza yang tak lupa juga memberi nasehat kecil untuk adik iparnya.


Nandi tersenyum pada kakak iparnya, benar-benar merasa beruntung dipertemukan dengan kakak ipar yang baik.


__ADS_2