
Bi Darmi selaku adik dari orang tuanya Venza, juga ikutan sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian, Bi Darmi bergegas untuk bersiap-siap karena akan pulang kampung bersama Venza, keponakannya.
Begitu juga dengan Venza yang sama halnya tengah sibuk dengan persiapannya untuk pulang ke kampung halamannya.
Razen sendiri hanya bisa menunggu istrinya bersiap-siap, lantaran dirinya sendiri tidak bisa untuk membantunya. Selain Venza yang sibuk, rupanya Gilang juga ikutan membantu membereskan apa yang akan dibawa ke kampung halaman kakak iparnya.
"Ini yang mau di bawa yang mana? apa dua duanya mau dibawa semua? maksudnya kursi roda sama alat bantunya dibawa juga kan, Kak?" tanya Gilang yang ikutan sibuk berkemas.
"Ya, keduanya dibawa. Sekalian nanti di kampung rencana mau satu bulan, itupun kalau orangnya mau." Jawab Venza sambil bersiap-siap.
"Tentu saja aku mau, siapa yang mau menolak jika istrinya sendiri yang menemani." Jawab Razen yang entah untuk memanasi adiknya, atau memang jawaban keluar sendiri dari mulutnya.
Gilang yang tidak ingin semakin panas hatinya, dirinya memilih untuk segera membawakan alat penyangganya sampai kedalam mobil.
__ADS_1
Venza yang baru saja selesai berkemas dan juga sudah membantu suaminya bersiap-siap, keduanya segera keluar dari kamar. Kemudian disusul oleh Bi Darmi yang juga baru saja keluar dari kamarnya.
Kedua orang tuanya Razen dan Nandin, kini tengah menunggunya di depan rumah, yakni di teras rumahnya bersama Gilang yang baru memasukkan barang-barang yang akan dibawa ke kampung halaman.
Saat sudah berada di teras rumah, Venza dan Razen sudah siap untuk berangkat.
"Hati-hati di perjalanan ya Nak, semoga selamat sampai tujuan. Salam buat keluarga di kampung, nanti kita semua akan datang kalau semua proyek Papa sudah diselesaikan. Ingat, jaga kesehatan kalian berdua. Mama doakan, semoga kamu lekas sembuh dan bisa berjalan lagi seperti dulu. Yang terpenting kamu harus bersabar ya, Nak." Ucap ibunya pada Razen maupun kepada Venza.
Keduanya sama-sama mengangguk dan tersenyum.
"Makasih ya, Ma, atas doanya. Mama juga jaga kesehatan Mama." Ucap Razen.
Kemudian, ibunya memeluk putranya dan menantunya secara bergantian.
__ADS_1
"Kak Razen, hati-hati dijalan ya. Nantikan kedatangan Nandin bareng Mama, Papa, juga Kak Gilang. Semoga pengobatan Kakak berhasil dan bisa jalan lagi."
"Hem. Ya ya ya, Kakak tunggu kedatangan kamu. Makasih ya doanya, kamu juga jangan malas malasan lagi." Jawab Razen dan tak lupa mengingatkannya, Nandin mengangguk dan tersenyum.
Kemudian, Gilang berjalan mendekati.
"Hati-hati dijalan ya, Kak. Semoga pulang nanti Kakak beneran sembuh dan bisa berjalan, juga bisa beraktivitas seperti dulu lagi." Ucap Gilang pada kakaknya.
"Ya, makasih. Kamu juga, semangat untuk berkarir. Semoga kamu sukses, dan berhasil menggapai impian mu." Jawab Razen, Gilang membungkukkan badannya dan memeluk sang kak.
Setelah itu, giliran sang ayah yang melangkah satu langkah.
"Jaga diri kalian baik-baik, hati-hati diperjalanan. Semoga kalian berdua selamat sampai tujuan. Juga, semoga kamu menemukan obatnya, dan bisa berjalan lagi seperti dulu. Bersabarlah, semua butuh proses dan tidak instan. Doa Papa menyertai mu." Ucap sang ayah, dan memeluk putranya.
__ADS_1
Setelah itu, tidak lupa juga kedua orang tuanya Razen berpesan kepada Bi Darmi dan Pak Erik selaku orang kepercayaan untuk selalu mengawasinya.