Jodohku Pria Lumpuh

Jodohku Pria Lumpuh
Berantem


__ADS_3

Venza kemudian tersenyum saat menatap wajah suaminya.


"Siapa bilang kamu bukan lelaki sempurna, menurutku kamu jauh lebih sempurna dari lelaki lainnya. Meski dengan kondisimu yang seperti sekarang ini, nyatanya kamu bisa melewatinya." Ucap Venza.


Kemudahan, ia mengambilkan minuman jahe milik suaminya.


"Minum dulu, nanti keburu dingin." Sambungnya lagi sambil menyodorkan minuman jahenya.


Razen menerimanya dan membalasnya dengan senyuman. Kemudian, keduanya sama-sama meminumnya.


"Setelah ini kamu istirahat saja, aku mau menemui ayahku dulu." Ucapnya lagi.


"Jangan buat bekerja, aku tidak ingin kamu kecapean. Kalau sampai keluargamu memperkerjakan kamu, maka aku akan menuntut dan mengajak mu pulang." Jawab Razen yang tidak ingin istrinya diperbudak oleh keluarganya.


Lagi-lagi Venza tersenyum mendengarnya.


"Ya, kamu tenang aja. Aku cuma ingin mengobrol bareng sama ayahku saja kok, hanya itu." Ucap Venza.


"Ya udah kalau kamu mau ngobrol bareng ayahmu, aku mau istirahat."


Venza mengangguk dengan senyumnya yang manis.

__ADS_1


"Tapi bantu aku dulu untuk pindah ke tempat tidur, aku masih takut jatuh."


"Baiklah, aku akan membantu kamu pindah ke tempat tidur. Tapi benar ya, istirahat. Awas loh kalau bohong." Ucap Venza saat hendak membantu suaminya pindah dari kursi roda ke tempat tidur istrinya.


"Kamar kamu rajin juga ya, cukup simpel." Puji Razen saat tengah bersandar di kepala ranjang tempat tidurnya.


"Bilang aja kalau kamar aku ini jelek, karena gak ada barang mewah didalamnya, juga tidak ada barang yang berharga selain foto ibuku." Jawab Venza sambil membenarkan posisi duduk suaminya.


"Kata siapa gak ada sesuatu yang berharga didalamnya, ya kamulah sesuatu yang sangat berharga di dalam kamar ini. Aku yakin jika pemiliknya pasti sangat beruntung memiliki kamu." Ucap Razen sambil menatapnya menggoda.


"Memangnya siapa pemiliknya?" tanya Venza yang seolah tidak mengetahuinya, siapa lagi suaminya kalau bukan Razen.


"Sini, aku beri tahu kamu, siapa pemiliknya." Jawab Razen sambil menepuk di sebelahnya meminta istrinya untuk duduk.


"Ini pemiliknya, suami kamu." Ucap Razen sambil menatap istrinya begitu lekat.


Venza tersenyum.


"Sudahlah, aku mau keluar, aku mau menemui ayah. Lebih baik kamu istirahat saja, biar badan terasa enakan, dan gak pegal-pegal. Kalau kamu butuh sesuatu, kamu hubungi saja nomornya Bi Darmi atau Pak Erik. Soalnya ponselku kegedean, gak mungkin juga jika aku membawanya keluar."


Razen mengangguk. Kemudian, Venza segera keluar dari kamar. Karena tidak ingin kesehatannya menurun, Razen segera beristirahat didalam kamar istrinya.

__ADS_1


Venza sendiri yang baru saja keluar dari kamar, pun langsung dihampiri saudara tirinya.


"Kasihan banget sih nasib kamu, punya suami udah kek punya bayi." Ejek Ersa pada Venza yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Memangnya kenapa kalau punya suami kek punya bayi? kamu iri?"


"Cih, iri sama kamu. Sorry ya, meski suami kamu itu tajir dan juga tampan, tapi kalau ca_cat, buat apa?"


"Biarin aja, mau di ca_cat juga gak masalah buatku. Yang penting aku makan tidak meminta sama kamu, suami ku masih bisa bertanggung jawab, paham."


"Wow! mulai berani ya sekarang, mentang-mentang hidupnya di kota dan suaminya tajir."


Venza yang geram selalu mendapat ejekan dari saudara tirinya, pun langsung menjambak rambutnya yang panjang.


"Aw! lepaskan, bodoh. Venza! aw! sakit, tau." Pekik Ersa yang berusaha melepaskan tangan Venza yang terus menyerangnya.


"Sudah! sudah! kalian ini selalu saja berantem. Venza! hentikan, Ersa! jaga omongan mu." Bentak ayahnya Venza yang berusaha untuk memisahkan anak tiri dan anaknya sendiri.


"Ada apa ini, ada apa dengan kalian? ha!"


Ibu tirinya Venza langsung datang saat mendengar keributan. Begitu juga dengan Razen, pun terbangun dari posisinya yang baru saja memejamkan kedua matanya. Kemudian, Razen segera meraih ponselnya untuk menghubungi pak Erik untuk segera datang ke kamarnya.

__ADS_1


Venza yang sudah emosi, pun terpaksa melepaskan tangannya.


__ADS_2