Jodohku Pria Lumpuh

Jodohku Pria Lumpuh
Bertemu di acara pernikahan


__ADS_3

Di rumah sakit, Ersa terus menerus memukul perutnya yang ada janinnya, lantaran membenci atas pengkhianatan dari sang suami.


"Aku benci kamu, benci kamu, Ardian. Kamu penjahat, kamu sudah bohongi aku." Ucap Ersa yang terus menangis.


Sang ibu dan saudaranya tengah mencoba untuk memenangkan hatinya.


"Ersa, sabar, Nak. Kamu jangan sakiti calon anak yang ada di rahim mu, Nak." Kata Sang ibu yang mencoba untuk memenangkan hati putrinya.


Sang ibu memeluknya untuk memberi ketenangan. Sedangkan Ersa terus memberontak dan menangis histeris.


'Awas saja kamu Ardian, aku tidak akan membiarkan kamu lepas dari tahanan. Kamu harus membusuk di dalam penjara.' Batin ibunya Ersa yang merasa tidak terima atas anaknya yang telah dikhianati.


Ersa terus menangis, juga tidak sanggup menerima kenyataan pahit bahwa suaminya sudah berbohong besar. Lebih lagi ada perempuan yang sedang juga sedang hamil anaknya, tentu saja sangat menyakitkan untuk di dengar.


Lain lagi di tempat acara pernikahannya Ersa, kini Venza dan Razen tengah menggantikan posisinya Ersa dengan Ardian. Yakni, keduanya telah menjadi pasangan suami-istri di acara resepsi pernikahan.

__ADS_1


"Loh, bukannya Ersa yang menikah?" tanya seorang tamu undangan yang dikagetkan dengan sepasang suami-istri di pelaminan, lantaran belum mendengar tentang keributan di acara pernikahan Ersa dengan Ardian.


"Saya hanya menggantikannya saja, Bu. Ersa sedang ada di rumah sakit." Jawab Venza dengan jujur, namun tidak mengatakan jika saudara tirinya tengah tertimpa masalah yang besar.


Saat itu juga, datang lagi ibu ibu para tetangga yang datang tengah memberi ucapan selamat kepada Venza dan Razen.


"Akhirnya kamu dan suami kamu yang menggantikan posisinya Ersa. Selamat ya, Ven, semoga kamu dan suami kamu bahagia atas pernikahan kamu. Rupanya acara ini jadi milikmu." Ucap teman dekatnya yang sudah mengetahui semuanya.


"Selamat ya, Ven. Semoga kalian berdua bahagia atas pernikahan kalian." Timpal yang satunya ikut memberi ucapan selamat.


"Terima kasih banyak ya, atas ucapan dari kalian bertiga. Ini bukan keinginan ku, aku pun ikut prihatin dengan nasibnya Ersa. Mungkin ini sebuah teguran untuk kita, agar kita lebih berhati-hati mencari pasangan." Jawab Ersa dan memeluk temannya satu persatu.


"Ya udah ya, Ven, kita mau langsung pulang. Selamat berbahagia untuk kalian berdua." Ucapnya yang langsung berpamitan.


Setelah itu, Ardo yang mendapat undangan dari keluarganya Venza, pun mewakili ibunya. Betapa terkejutnya saat melihat yang ada di pelaminan justru Venza dengan suami.

__ADS_1


Hancur hatinya itu sudah pasti. Perempuan yang disukainya dari dulu rupanya telah dimiliki oleh lelaki lain. Kedekatan Venza dengan Ardo cukup dekat, hanya saja ibunya Ardo selalu mengancam Venza untuk tidak dekat dengannya.


Sejak itulah, Venza tidak untuk tertarik dengan Ardo. Meski awalnya pernah mengagumi, namun setelah mendapat ancaman serta hinaan, Venza memilih untuk tidak mudah jatuh hati dengan Ardo.


"Venza, rupanya kamu yang menggantikan saudara tiri kamu. Selamat ya, atas pernikahan kamu, semoga kamu bahagia bersama lelaki yang menjadi pilihan kamu." Ucap Ardo memberi ucapan selamat kepada Venza.


Saat itu juga, Ardo kaget ketika melihat suaminya Venza sudah bisa berdiri dengan sempurna.


"Selamat ya, semoga kamu dan Venza bahagia. Jaga Venza dengan baik, karena perempuan seperti Venza jarang untuk di temui. Kamu benar-benar sangat beruntung menjadi suaminya." Ucap Ardo kepada Razen.


"Terima kasih atas ucapannya, juga doanya. Aku akan menjaganya dengan baik, juga akan membahagiakan istriku. Aku doakan, semoga kamu mendapat istri yang seperti kamu harapkan." Jawab Razen.


Ardo tersenyum.


"Semoga, aku pamit, sampai jumpa lagi dilain waktu." Ucap Ardo yang langsung pamit dan pergi dari acara pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2