Jodohku Pria Lumpuh

Jodohku Pria Lumpuh
Ada yang kecewa


__ADS_3

Ardo yang tengah mendengar pengakuan dari Venza, pun merasa bersedih karena cintanya pun tak pernah terbalaskan, justru kenyataan pahit yang ia terima.


"Ini semua karena Mama, yang memandang perempuan dari harta dan tahta, tapi bukan dari nilai baiknya." Ucap Ardo penuh kecewa atas ibunya yang tidak pernah memberi restu kepadanya, justru selalu menghujat dan menghina perempuan yang dicintainya itu.


"Ardo, Ardo. Menikah dan mencari pasangan itu harus jeli. Apa iya, kamu itu mau menikah dengan perempuan yang serba kekurangan. Kita ini dari keluarga baik-baik, tentu saja ketika memilih pasangan untuk anaknya itu juga dari keluarga baik-baik. Mama yakin, kalau Venza itu dijual oleh ibu tirinya demi melunasi hutang-hutangnya. Mama mana mau punya besan seperti ibu tirinya Venza, yang ada keluarga kita akan diperas habis oleh ibu tirinya."


"Ya gak mungkin lah, Ma."


"Kamu itu terlalu polos untuk mengenal keluarganya Hantoro, banyak hutang mereka itu. Makanya, jalan satu-satunya itu, ya menjual Venza dengan cara menikahi laki-laki ca_cat tadi." Jawab ibunya yang terus bicara.


"Yang jelas, semua kesalahan terletak ada pada Mama. Jadi, Mama tidak perlu banyak alasan. Sekarang Mama sudah puas, kan." Ucap Ardo dengan penuh kesal, ditambah lagi orang yang dicintainya sudah menjadi milik laki-laki lain, tentu saja membuatnya semakin geram dan juga kesal.

__ADS_1


Di lain sisi, Razen bersama Venza tengah menikmati makan siangnya di warung yang tidak jauh dari warung yang pertama didatangi.


"Nak Venza, dia siapa?" tanya ibu paruh baya saat melihat Venza tengah menikmati ayam bakar dengan sambal serta lalapannya.


"Dia suami saya, Bu. Pernikahan kami memang tidak di kampung sini, tapi di rumah suaminya Venza, Bu." Jawab Venza mengakuinya, dan tidak ada yang ditutup tutupi.


"Oh. Jadi kamu sudah menikah? selamat ya, semoga kamu bahagia dengan suami kamu. Padahal adik kamu si Ersa besok juga menikah loh, kenapa gak sekalian bareng saja resepsinya, Nak."


"Tidak lah, Bu. Saya tidak mau mengganggu hari bahagianya Ersa, lagi pula saya juga udah ada acara di rumah suami. Jadi, saya rasa tidak perlu, karena boros waktunya Bu, capek juga kan, Bu." Jawab Ersa beralasan.


"Oh, gitu. Ya udah ya, Ibu mau pulang. Takutnya nanti bapak di rumah kelamaan menunggu, biasa, beli sayur buat makan siang. Jangan lupa, main ke rumah tempat ibu. Kebetulan pohon mangga punya ibu buah, kamu bisa makan buah mangga bareng suami kamu. Sekalian juga kenalkan suami kamu sama bapak di rumah." Ucapnya.

__ADS_1


"Ya, Bu Restum. Nanti sore deh Bu, kalau gak ada kesibukan." Jawab Venza dengan senyum yang ramah.


"Ya uda ya, ibu pulang." Ucap Ibu Restum pamit pulang.


Setelah itu, Venza dan Razen kembali melanjutkan makannya yang belum selesai.


"Beda ya, sama ibu tadi itu. Siapa tadi itu, ibunya teman kamu itu, sadis betul dia."


"Hus, gak baik ngomong begitu, gak sopan ngomongin orang. Mendingan kita habisin dulu makanannya, terus kita pulang untuk istirahat. Nah, nanti sorenya aku ajak kamu ke rumah Ibu Restum. Di rumahnya itu banyak banget pohon buah mangga, pokoknya kamu gak bosen deh tinggal di kampung sini."


"Ya, apa lagi ada istri yang super kek kamu."

__ADS_1


"Hem, mulai."


Keduanya pun bersenda gurau sampai tidak terasa makanannya pun habis tak meninggalkan sisa di piringnya masing-masing.


__ADS_2