Jodohku Pria Lumpuh

Jodohku Pria Lumpuh
Merasa dihina


__ADS_3

Razen memberi kode kepada istrinya, yakni meraih tangannya.


"Sayang, ayo kita masuk." Ajak Razen kepada istrinya.


Ketiga temannya, pun langsung bengong ketika Venza dipanggil sayang oleh lelaki yang tengah duduk di kursi roda.


"Sayang, memangnya siapanya kamu, Ven?" tanya Zera penasaran.


"Oh ya, hampir saja aku lupa. Kenalin, ini suami aku, namanya Razen. Maaf, aku menikahnya di rumah suamiku. Jadi, orang kampung disini hanya seberapa yang mengetahui kalau aku sudah menikah." Jawab Venza yang akhirnya berterus terang.


"Razen, saya suaminya Venza. Aku dari kota, salam kenal." Ucap Razen mengulurkan tangannya.


"Zera,"


"Lela,"


"Savi."

__ADS_1


Ketiga temannya Venza secara bergantian saling menyebutkan namanya masing-masing.


"Jadi, kamu sudah menikah? gak kabar-kabar kamunya Ven, payah kamu ini."


Venza tersenyum kepada ketiga temannya.


"Ya maaf, tapi sekarang udah tahu, 'kan? aku do'ain, semoga kalian bertiga segera menyusul dan dapat lelaki yang baik dan bertanggungjawab. Ya udah yuk, kita ke sana. Takutnya nanti acaranya keburu selesai. 'Kan sayang, kalau dilewatkan."


"Ya juga sih, ya udah yuk ke sana."


Zera dan kedua temannya mengiyakan ajakan Venza, dan mereka ikut duduk bersama yang lainnya untuk menyaksikan acara sakral untuk kedua belah pihak.


Satu persatu dari sekian banyaknya para tamu undangan, tengah mengucapkan selamat dan mereka menikmati makan siang bersama.


Venza yang hendak memberi ucapan selamat untuk saudara tirinya, teringat suaminya yang duduk di kursi roda.


"Aku mau memberi ucapan selamat sama Ersa, boleh 'kan? maksudnya aku, kamu aku tinggal disini sebentar, kamu gak marah, 'kan?"

__ADS_1


"Nona tidak perlu khawatir, saya yang akan menjaga Tuan di sini. Nona silakan naik ke panggung untuk memberi ucapan selamat kepada saudara tiri Nona." Ucap Pak Erik menyahut.


"Yang dikatakan Pak Erik itu ada benarnya, sayang. Kamu boleh naik ke panggung pelaminan, biar aku disini menunggumu." Timpal Razen yang akhirnya mengizinkan istrinya untuk naik ke panggung pelaminan.


"Kamu serius?" tanya Venza merasa tidak enak hati.


"Ya, sayang, aku serius. Cepetan naik ke panggung, setelah itu kita langsung pulang ke rumah Bi Darmi." Jawab Razen meyakinkan istrinya.


"Baiklah, aku akan naik ke atas panggung. Pak Erik, saya titip suami saya sebentar ya, Pak? maaf, jika saya sudah banyak merepotkan."


"Tidak apa-apa, Nona. Silakan." Ucap Pak Erik.


Venza yang tidak ingin suaminya kelamaan menunggu, ia segera memberi ucapan selamat untuk kepada saudara tirinya.


"Selamat atas pernikahan kamu ya, Ersa, Ardian. Maaf, sekalian mewakili suami saya untuk memberi ucapan selamat untuk kamu dan juga suami kamu. Semoga hubungan rumah tangga kalian bahagia." Ucap Venza memberi ucapan selamat kepada saudara tirinya.


"Duh duh, mau memberi ucapan selamat aja, kamu harus mewakilinya, sedih banget sih jadi istrinya orang kaya, ca_cat lagi." Jawab Ersa yang justru mengejek saudara tirinya.

__ADS_1


Sedangkan ayah dari Venza masih berada di dalam rumah untuk mengganti pakaiannya untuk berfoto bersama keluarga.


__ADS_2