
Ersa yang mendapat ejekan dari saudara tirinya, pun terasa geram. Razen yang sedikit bisa menangkap apa yang tengah terjadi kepada istrinya, meminta sama pak Erik untuk maju ke depan, tepatnya tidak jauh dari panggung pengantin.
"Tuan yakin, mau ke sana?" tanya Pak Erik memastikan.
"Ya, Pak. Siapa orangnya yang mau terima ketika istrinya di ejek, saya tidak bisa menerima perlakuan saudara tiri istri saya." Jawab Razen dengan penuh kesal dan juga geram.
"Baik, Tuan. Saya akan mendorong kursi rodanya ke depan pelaminan." Ucap pak Erik dan langsung mendorong kursi roda.
Venza yang masih berada di atas pelaminan, tiba-tiba Ersa ibu tirinya mendekatinya.
"Malang sekali nasib mu, Venza." Ejek ibu tirinya semakin mendekat hingga tidak ada jarak antara Venza dengan ibu tirinya.
Venza yang tak mampu menatap ibu tirinya, membuat Venza mundur ke belakang dan nahas.
"Aaaaaaa!" teriak Venza dengan keras secara reflek saat dirinya terjungkal ke belakang.
__ADS_1
Dengan sigap, Razen langsung bangkit dan berlari. Kemudian, Razen menangkap tubuh istrinya yang jatuh dari atas pelaminan.
Detak jantung miliknya Venza benar-benar tidak karuan, yakni seperti mau copot. Venza langsung melingkarkan kedua tangannya tepat di tengkuk leher suaminya.
Semua benar-benar terkejut saat melihat Razen yang ternyata bisa berdiri, bahkan berlari dan menangkap tubuh istrinya.
"Apa! suaminya Venza bisa berdiri dan juga lari, yang benar saja." Gumam Ersa dan juga ibunya maupun yang lainnya ikut terkejut dengan Razen.
"Kau ibu tiri yang benar-benar sangat kejam, tega sekali kau mendorong istriku agar terjatuh." Ucap Razen dengan sorot matanya yang tajam.
"Enak aja kalau ngomong, saya tuh memang sengaja mendorong istrimu agar kamu bisa berjalan. Benar 'kan, kalau kamu ternyata langsung bisa berdiri dan berlari, serta menangkap tubuh istrimu. Berarti saya berhasil menyembuhkan kaki mu. Enak saja main tuduh." Sahut ibunya Ersa yang masih berdiri di atas pelaminan.
Saat itu juga, ayahnya Venza pun kaget ketika melihat menantunya telah berjalan dan berlari dengan sempurna. Bahkan, terlihat baik-baik saja.
"Minggir! minggir! Hentikan! acaranya." Teriak seorang perempuan dan beberapa anggota polisi mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Semua dibuat heboh ketika melihat kedatangan seorang perempuan yang tengah di kawal oleh beberapa anggota polisi yang datang ke acara resepsi pernikahannya Ersa dengan suami.
"Tangkap! laki-laki itu, Pak. Dia penipu! dia sudah menjual aset tanah milik orang tua saya. Juga, dia tidak mau bertanggung jawab atas bayi yang saya kandung."
Bagai sambaran petir yang saling bersahutan tengah di dengar oleh Ersa maupun ibunya dan juga yang lainnya yang tengah mendengarnya dengan sangat jelas.
"Apa! penipu?"
Ersa seperti tidak percaya melihat dan mendengarkannya.
Dengan sergap, anggota polisi akhirnya berhasil menangkap Ardian. Meski awalnya Ardian sempat mau kabur, tapi salah satu anggota polisi berhasil mene_mbak kakinya dan akhirnya tidak bisa untuk melarikan diri. Alhasil, Ardian langsung diborgol.
Sedangkan seorang perempuan yang sedang hamil besar, langsung naik ke atas pelaminan untuk menemui Ersa.
"Kau wanita bo_doh! ot-ak mu dan o-tak keluarga kamu sudah diracuni oleh Ardian, sampai-sampai tidak berpikir dengan jernih. Ini nih, akibatnya kamu ditipu dan dimanfaatkan oleh Ardian." Ucapnya dan langsung pergi begitu saja.
__ADS_1