Journey To Another World

Journey To Another World
#10


__ADS_3

“Apa kamu lelah, ayo lebih baik kita istirahat” Davide


ternyata sangat peka, sekali lihat dia tahu bahwa aku sedang lelah. Namun


tiba-tiba ada seorang penjaga yang memberi kabar bahwa sudah ada tanda-tanda


aura Blue Crystal telah muncul. Terlihat Davide bimbang akan keputusannya, aku


yang sudah pucat, atau segera menemui kakanya. “Ayo apa lagi yang kamu tunggu


Davide? Tidak perlu mengkhawatirkanku” ucapku lalu sesaat aku berlari keluar


ruang pusaka, disusul oleh Davide. “Siapa yang sudi untuk khawatir dengan tubuh


yang mulia tuan putri?” Disaat-saat seperti ini dia masih saja bisa bercanda.


Beberapa menit kemudian kami telah sampai diruang kerja Yang


Mulia Putera Mahkota Lence. Tempa Pangeran Lence sangatlah rapih dan tertata.


“Kalian sudah sampai, duduklah” sambut Pangeran Lence, sepertinya dia adalah


tipe orang yang langsung to the point bila berbicara. “Aku menemukan


kemungkinan besar Blue Crystal ditemukan, bagian barat laut Crystal World”


Ternyata benar, bagian barat laut dan pulau terbesar adalah Negri Caara, Luc


sialan itu. “Bukankah disana hanya ada Caara, apa maksudnya ingin


memprovakasi?” Davide angkat suara, dia belum mengetahui kebenarannya mengenai


masalah ini. Dan Pangeran Lence hany bisa menggelengkan kepalanya. “Baiklah


kalau begitu, bila tidak ada hal lagi kami mohon untuk undur diri, untuk


melanjutkan investiasi kasus ini” Benar kami tidak mungkin membuang waktu, dan


aku harus segera mengatakan tentang masalah ini kepada Davide mungkin saja ini


akan membantu penangkapan Luc. Setelah diperbolehkan untuk keluar dari ruangan


Pangeran Lence, kami sedikit berjalan-jalan dan beristirahat sejenak untuk


melepaskan lelah dan penak.


“Deolinda, aku tahu kamu dan Pangeran Luc bersahabat,


mungkin ini hanya memprovakasi saja” Davide mencoba untuk menghiburku namun


tidak berguna seba, aku adalah Citrinia dan bukan Deolinda, juga ini bukanlah

__ADS_1


memprovakasi, namun memang yang sesungguhnya. “Tidak itu sungguhan, aku bodoh


untuk membuang waktu menyelidiki hal yang sudah ada jawabanya” \ “Apa


maksudmu, apa kamu sudah tahu kebenaranya?” \ “Kurang lebih, jangan berada


dipihak Luc dialah yang mencuri Blue Crystal” \ “bukankah Luc adalah sahabat


mu?”\ “Dulusih iya, sepertiya akan lebih baik bila aku menceritakanya padamu”


Aku mulai bercerita sama seperti yang aku ceritakan kepada Raja, Ratu dan Sam.


“Aku tidak tahu harus mempercayaimu atau tidak tapi kamu tidak mungkin membaya


nama Pangeran Zayth bila berbohong” Syukurlah Davide mempercayaiku.


Kami berdiam di Negri Kanaelt untuk sementara waktu, karena


bila kami langsung pergi ke Negri Caara, kemungkinan untuk dicurigai semakin


besar. Dan kami tidak mungkin hanya berdiam diri ditempat, kami mempersiapkan


diri seperti berlatih, dan menyusun rencana.


Pada hari ke-3, aku dan Davide sudah bersiap untuk pergi


ke’medan perang’. “kau sudah siap Lin? Ayo berangkat” sangat tidak mudah untuk


dekat. “Sudah, jadi kita tidak pakai teleportasi kan?” Aku memastikan, karna


beberapa waktu lalu sempat terjadi perdebatan. “Ya, dan ingat kita disana hanya


untuk ‘menumpang’” Davide mengingatkan aku, dan aku membalas dengan senyuman


sekaligus anggukan.


Dan kami menggunakan trasportasi laut untuk pergi ke Negri


Caara, kira-kira butuh waktu seminggu. Dan bila kami menggunakan kekuatan, akan


terlihat bila aku sudah sangat pesat dalam hal pelatihan dan Luc akan lebih


berjaga-jaga. 1 minggu dikapal dimanfaatkan untuk menguatkan rencana dan


berlatih lagi. Kali ini rencananya adalah aku mengalihkan perhatian lalu Davide


akan mencari Blue Crystal.


Seminggu dikapal telah berlalu kini kami telah sampai di


Negri Caara. “Lin, ayo kereta kuda sudah siap” kami melanjutkan perjalanan

__ADS_1


dengan menaiki kereta kuda. Ternyata perjalan untuk mencapai kastel kerajaan


teramat jauh juga melelahkan. Kami menempuh kira-kira 1 jam dan kini telah


sampai diKastel Negri Caara. Baru saja aku turun dari kereta kuda, namun aku


merasakan sesuatu yang bisa membuat hati goyah. Ini adalah kekuatan glasir


hitam, apa mereka sudah mengaktifkan benda pusaka? Atau keluarga tenebris


menggunakan kekuatan mereka.


“Suatu kerhormataan bagi kami untuk menerima Putri kerajaan


Kristal dan Pangeran kerajaan Kanaelt” Sambut seseorang dengan suara berat, dia


adalah Raja Caara. “Suatu kerhormataan bagi kami untuk mendapat sambutan dari


baginda” Kami memberi hormat kepada Raja yang kemungkinan besar besekongkol


dengan Luc untuk mencuri benda pusaka.


“Kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian singgahi, aku tahu


kalian datang untuk memberi salam. Tapi kenapa tidak tinggal diIstana yang


sederhana ini” aku semoat ragu bila raja bersekongkol dengan Luc karna untuk


apa dia memberikan kamar pada musuhnya, namun apakah ini adalah sebuah


perangkap? Tapi tak apa, karna hal ini sesuai dengan rencana yang telah kami


susun.


Pada akhirnya kami bermalam diKastel Caara. Dan kini kami


dipersilahkan untuk beristirahat dari perjalanan yang melelahkan. Sebelum masuk


kekamar masing-masing, Davide memberiku sebuah gelang entah itu gelang apa, dan


dia hanya memintaku untuk menggunakanya.


Saat malam hari aku memperhatikan gelang yang diberi oleh


Davide dan tidak menemukan sesuatu yang istimewa, namun tiba-tiba gelang itu


bercahaya dan mengeluarkan sebuah layar yang pada abad 21 biasa kita sebut


hologram. Gelang tersebut menampilkan sebuah pesan yang dikirim oleh Davide,


aku bisa membalas pesan itu juga.

__ADS_1


__ADS_2