
“Apa kamu lelah, ayo lebih baik kita istirahat” Davide
ternyata sangat peka, sekali lihat dia tahu bahwa aku sedang lelah. Namun
tiba-tiba ada seorang penjaga yang memberi kabar bahwa sudah ada tanda-tanda
aura Blue Crystal telah muncul. Terlihat Davide bimbang akan keputusannya, aku
yang sudah pucat, atau segera menemui kakanya. “Ayo apa lagi yang kamu tunggu
Davide? Tidak perlu mengkhawatirkanku” ucapku lalu sesaat aku berlari keluar
ruang pusaka, disusul oleh Davide. “Siapa yang sudi untuk khawatir dengan tubuh
yang mulia tuan putri?” Disaat-saat seperti ini dia masih saja bisa bercanda.
Beberapa menit kemudian kami telah sampai diruang kerja Yang
Mulia Putera Mahkota Lence. Tempa Pangeran Lence sangatlah rapih dan tertata.
“Kalian sudah sampai, duduklah” sambut Pangeran Lence, sepertinya dia adalah
tipe orang yang langsung to the point bila berbicara. “Aku menemukan
kemungkinan besar Blue Crystal ditemukan, bagian barat laut Crystal World”
Ternyata benar, bagian barat laut dan pulau terbesar adalah Negri Caara, Luc
sialan itu. “Bukankah disana hanya ada Caara, apa maksudnya ingin
memprovakasi?” Davide angkat suara, dia belum mengetahui kebenarannya mengenai
masalah ini. Dan Pangeran Lence hany bisa menggelengkan kepalanya. “Baiklah
kalau begitu, bila tidak ada hal lagi kami mohon untuk undur diri, untuk
melanjutkan investiasi kasus ini” Benar kami tidak mungkin membuang waktu, dan
aku harus segera mengatakan tentang masalah ini kepada Davide mungkin saja ini
akan membantu penangkapan Luc. Setelah diperbolehkan untuk keluar dari ruangan
Pangeran Lence, kami sedikit berjalan-jalan dan beristirahat sejenak untuk
melepaskan lelah dan penak.
“Deolinda, aku tahu kamu dan Pangeran Luc bersahabat,
mungkin ini hanya memprovakasi saja” Davide mencoba untuk menghiburku namun
tidak berguna seba, aku adalah Citrinia dan bukan Deolinda, juga ini bukanlah
__ADS_1
memprovakasi, namun memang yang sesungguhnya. “Tidak itu sungguhan, aku bodoh
untuk membuang waktu menyelidiki hal yang sudah ada jawabanya” \ “Apa
maksudmu, apa kamu sudah tahu kebenaranya?” \ “Kurang lebih, jangan berada
dipihak Luc dialah yang mencuri Blue Crystal” \ “bukankah Luc adalah sahabat
mu?”\ “Dulusih iya, sepertiya akan lebih baik bila aku menceritakanya padamu”
Aku mulai bercerita sama seperti yang aku ceritakan kepada Raja, Ratu dan Sam.
“Aku tidak tahu harus mempercayaimu atau tidak tapi kamu tidak mungkin membaya
nama Pangeran Zayth bila berbohong” Syukurlah Davide mempercayaiku.
Kami berdiam di Negri Kanaelt untuk sementara waktu, karena
bila kami langsung pergi ke Negri Caara, kemungkinan untuk dicurigai semakin
besar. Dan kami tidak mungkin hanya berdiam diri ditempat, kami mempersiapkan
diri seperti berlatih, dan menyusun rencana.
Pada hari ke-3, aku dan Davide sudah bersiap untuk pergi
ke’medan perang’. “kau sudah siap Lin? Ayo berangkat” sangat tidak mudah untuk
dekat. “Sudah, jadi kita tidak pakai teleportasi kan?” Aku memastikan, karna
beberapa waktu lalu sempat terjadi perdebatan. “Ya, dan ingat kita disana hanya
untuk ‘menumpang’” Davide mengingatkan aku, dan aku membalas dengan senyuman
sekaligus anggukan.
Dan kami menggunakan trasportasi laut untuk pergi ke Negri
Caara, kira-kira butuh waktu seminggu. Dan bila kami menggunakan kekuatan, akan
terlihat bila aku sudah sangat pesat dalam hal pelatihan dan Luc akan lebih
berjaga-jaga. 1 minggu dikapal dimanfaatkan untuk menguatkan rencana dan
berlatih lagi. Kali ini rencananya adalah aku mengalihkan perhatian lalu Davide
akan mencari Blue Crystal.
Seminggu dikapal telah berlalu kini kami telah sampai di
Negri Caara. “Lin, ayo kereta kuda sudah siap” kami melanjutkan perjalanan
__ADS_1
dengan menaiki kereta kuda. Ternyata perjalan untuk mencapai kastel kerajaan
teramat jauh juga melelahkan. Kami menempuh kira-kira 1 jam dan kini telah
sampai diKastel Negri Caara. Baru saja aku turun dari kereta kuda, namun aku
merasakan sesuatu yang bisa membuat hati goyah. Ini adalah kekuatan glasir
hitam, apa mereka sudah mengaktifkan benda pusaka? Atau keluarga tenebris
menggunakan kekuatan mereka.
“Suatu kerhormataan bagi kami untuk menerima Putri kerajaan
Kristal dan Pangeran kerajaan Kanaelt” Sambut seseorang dengan suara berat, dia
adalah Raja Caara. “Suatu kerhormataan bagi kami untuk mendapat sambutan dari
baginda” Kami memberi hormat kepada Raja yang kemungkinan besar besekongkol
dengan Luc untuk mencuri benda pusaka.
“Kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian singgahi, aku tahu
kalian datang untuk memberi salam. Tapi kenapa tidak tinggal diIstana yang
sederhana ini” aku semoat ragu bila raja bersekongkol dengan Luc karna untuk
apa dia memberikan kamar pada musuhnya, namun apakah ini adalah sebuah
perangkap? Tapi tak apa, karna hal ini sesuai dengan rencana yang telah kami
susun.
Pada akhirnya kami bermalam diKastel Caara. Dan kini kami
dipersilahkan untuk beristirahat dari perjalanan yang melelahkan. Sebelum masuk
kekamar masing-masing, Davide memberiku sebuah gelang entah itu gelang apa, dan
dia hanya memintaku untuk menggunakanya.
Saat malam hari aku memperhatikan gelang yang diberi oleh
Davide dan tidak menemukan sesuatu yang istimewa, namun tiba-tiba gelang itu
bercahaya dan mengeluarkan sebuah layar yang pada abad 21 biasa kita sebut
hologram. Gelang tersebut menampilkan sebuah pesan yang dikirim oleh Davide,
aku bisa membalas pesan itu juga.
__ADS_1