Journey To Another World

Journey To Another World
#11


__ADS_3

Hari sudah berganti, matahari sudah menampakan dirinya


dilangit. Kini waktunya untuk sarapan, aku langsung untuk bersiap-siap, pada


awalnya banyak pelayan yang menawarkan bantuan untuk aku bersiap-siap. Namun


aku menolak semuanya, karna aku adalah seorang Citrinia dari bumi dan terasa


aneh bagiku saat mandi ada banyak pelayan yang memperhatikan, itu menggelikan.


Kira-kira pukul 07.00 AM, sudah waktunya untuk sarapan. Aku


keluar dari kamar tidur dan menurunia anak tangga, saat sedang berjalan tidak sengaja


berpapasan dengan putra mahkota negri Caara ini. “Putera Mahkota, selamat pagi”


aku memberi salam dengan tidak terlalu formal. Karna seingatku Deolinda cukup


dekat dengan Putera Mahkot Lenxo. “Tidak perlu terlalu formal Deolinda, mau


sarapan bukan? Ayo jalan bersama” \ “Dengan senang hati” \ “Kamu kesini bukan


untuk tidur saja bukan? Mencari Blue Crystal yang ada ditangan adik ke—4 ku?”


Aku tidak tahu dari mana dia mengetahui infromasi tersebut, walau cukup dekat


dengan Deolinda tapi tetap aku tidak yakin, karna keluarga yang menyebalkan


ini, sedikit tidak masuk akal bila hanya putera mahkota yang waras.


“Saya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh anda yang


mulia” Aku berusaha untuk tetap tenang dan terkesan bila aku hanya datan untuk


menginap disini. “Tidak perlu khawatir aku bukanlah bagian dari para


orang-orang itu” apa dia sedang berusaha untuk meyakinkan aku tentang dirinya?


Selanjutnya sepanjang jalan kami tidak berbicara sedikitpun, mungkin karna rasa


canggung.


Setelah ini seharusnya Davide dulu yang pergi melakukan


partoli dan aku menunggu kabarnya, semoga ditemukan dengan cepat. Aku merasa


sangat tertekan berada dikediaman ini. Karna kebiiasan dikehidupan sebelumnya,


aku tidak bisa diam bila menunggu seseorang. Aku mengitari istana dan menemukan


perpustakaan. Entah ini kebetulan yang tidak disengaja atau setingan, karna aku

__ADS_1


bertemu dengan putera mahkota lagi.


“Deolinda? Tidak usah memberi salam, apa kamu bosa karna


menunggu Pangeran Davide?” Sambut hangat dari putera mahkota. Aku menjawab iya,


ssambil menganggukan kepala perlahan. Nampak Putera mahkota tersenyum dan


mengajak aku berkeliling perpustakaan. Dia menunjukan buku-buku pelatihan


sihir. “Mungkin ini akan membantumu sebagai elected, agar dapat menyeimbangkan


kekuatan glasir, sekaligus menangkap DIA” Aku semakin tidak mengerti dengan


arah pemikiran putera mahkota, mengapa dia seakan-akan berada dipihaku?


“Terimakasih, atas kebahagian anda putera mahkota” aku


menerima buku tersebut, lalu membukanya. Entah mengapa aku tahu buku tersebut


bukanlah buku palsu, dan memang benar dapat membantuku saat pelatihan. “Jangan


memanggilku dengan sebutan ‘putera mahkota’. Panggil saja Kak Len” Aku terkejut


dia bisa merendahkan hati, padahal dia adalah putera mahkota.


“Ngomong-ngomong Deolinda lihat deh buku ini, apa kamu tau


dan tenebris” Jawabku singkat, putera mahkota tersennyum lebar. “Benar,


keluarga trabem berada dinegrimu dan keluarga tenebris  berada dinegriku, apa kamu tau tetang Lauren?”


Untuk kesekian kalinya ada yang membicarakan Lauren, dia seperti seorang idol


dengan skandal sehingga sering digosipkan.


Putera Mahkota menjelaskan sebuah kesalah pahaman yang


terbuat karna munculnya Lauren. Ya, seorang keluarga Qorraxada yang memiliki


tanda keluarga tenebris, adalah masalah yang sangat sepele namun menjadi besar.


Ternyata dulu, ibu lauren menolong anak dari keluarga tenebris.


Karna anak itu sangat berterimakasih dia akan menikahi anak dalam kandungan ibu


tersebut, dan mengubah tanda keluarga trabem menjadi tenebris. “Apa kamu tahu


siapa anak itu?” entah mengapa aku memiliki firasat yang aneh. “Anak itu adalah


aku, aku salah satu keluarga tenebris karna ibuku yang seorang permaisuri haha”

__ADS_1


tawa diakhir bukanlah tawa bahagia namun penyesalan.


“Jadi maksud kak Len, permaisuri yang adalah ibu dari kak


Len adalah keluarga tenebris lalu, kakak diselamatkan oleh keluarga trabem, dan


ingin balas budi tapi salah cara?” \ “Kurang lebih seperti itu” \ “Apa Luc juga


seorang keluarga tenebris?” \ “Tidak, dia anak dari ratu” \ “Aku minta maaf”


\ “Tidak apa bila ada pertanyaan lain silahkan kamu tanyakan saja”


Berzt-berzt getar gelang yang diberikan oleh Davide. Dia


mengirim surat katanya belum menemukan letak Blue Crystal, sepertinya spirit


Blue Crystal belum digunakan lagi. Dan sesuai rencana besok aku akan melakukan


partoli. “Belum ada tanda-tanda ya? Sepertinya mereka tidak memaksakan Blue


Crystal untuk sementara waktu” Ucap Putera mahkota,ternyata dia juga menyelidiki


hal yang sama.


“Lebih baik aku kembali kekamar, besok giliranku untuk


berpartoli” Aku lelah karna tubuh yang lemah ini. Putera Mahkota menyempatkan


diri untuk mengantarku kekamar. Sepertinya aku telah salah sangka kepada putera


mahkota ternyata dia adalah seorang pria yang baik. Akupun bisa bercanda dan


berbicara nonformal sekaligus santai denganya. Dia pria yang hangat dan lembut,


diluar dugaan. Dan dari perbincangan ini aku sadar bahwa dia tidak ingin


menjadi seorang raja. Dan itulah permintaan dari mendiang permaisuri.


Aku tidak tahu kisah kelamnya lebih dalam, lagi pula itu


seperti menabur garam diluka. Saat mendengar sedikit dari kisahnya aku teringat


ibuku dan ayahku, aku telah tiada dan mereka harus tetap menjalankan perusahaan


dengan semestinya sekaligus menjalankan tugas sebagai keluarga elected. Aku


akan berusaha sebaik yang aku bisa untuk menjalankan tugasku dikehidupan kali


ini, dan menyelesaikan misi sehingga mendiang Pangeran Zayth dan mendiang


Puteri Deolinda dapat pergi dan beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


Aku akan melaksanakan tanggung jawab ini!


__ADS_2