
Hari sudah berganti, matahari sudah menampakan dirinya
dilangit. Kini waktunya untuk sarapan, aku langsung untuk bersiap-siap, pada
awalnya banyak pelayan yang menawarkan bantuan untuk aku bersiap-siap. Namun
aku menolak semuanya, karna aku adalah seorang Citrinia dari bumi dan terasa
aneh bagiku saat mandi ada banyak pelayan yang memperhatikan, itu menggelikan.
Kira-kira pukul 07.00 AM, sudah waktunya untuk sarapan. Aku
keluar dari kamar tidur dan menurunia anak tangga, saat sedang berjalan tidak sengaja
berpapasan dengan putra mahkota negri Caara ini. “Putera Mahkota, selamat pagi”
aku memberi salam dengan tidak terlalu formal. Karna seingatku Deolinda cukup
dekat dengan Putera Mahkot Lenxo. “Tidak perlu terlalu formal Deolinda, mau
sarapan bukan? Ayo jalan bersama” \ “Dengan senang hati” \ “Kamu kesini bukan
untuk tidur saja bukan? Mencari Blue Crystal yang ada ditangan adik ke—4 ku?”
Aku tidak tahu dari mana dia mengetahui infromasi tersebut, walau cukup dekat
dengan Deolinda tapi tetap aku tidak yakin, karna keluarga yang menyebalkan
ini, sedikit tidak masuk akal bila hanya putera mahkota yang waras.
“Saya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh anda yang
mulia” Aku berusaha untuk tetap tenang dan terkesan bila aku hanya datan untuk
menginap disini. “Tidak perlu khawatir aku bukanlah bagian dari para
orang-orang itu” apa dia sedang berusaha untuk meyakinkan aku tentang dirinya?
Selanjutnya sepanjang jalan kami tidak berbicara sedikitpun, mungkin karna rasa
canggung.
Setelah ini seharusnya Davide dulu yang pergi melakukan
partoli dan aku menunggu kabarnya, semoga ditemukan dengan cepat. Aku merasa
sangat tertekan berada dikediaman ini. Karna kebiiasan dikehidupan sebelumnya,
aku tidak bisa diam bila menunggu seseorang. Aku mengitari istana dan menemukan
perpustakaan. Entah ini kebetulan yang tidak disengaja atau setingan, karna aku
__ADS_1
bertemu dengan putera mahkota lagi.
“Deolinda? Tidak usah memberi salam, apa kamu bosa karna
menunggu Pangeran Davide?” Sambut hangat dari putera mahkota. Aku menjawab iya,
ssambil menganggukan kepala perlahan. Nampak Putera mahkota tersenyum dan
mengajak aku berkeliling perpustakaan. Dia menunjukan buku-buku pelatihan
sihir. “Mungkin ini akan membantumu sebagai elected, agar dapat menyeimbangkan
kekuatan glasir, sekaligus menangkap DIA” Aku semakin tidak mengerti dengan
arah pemikiran putera mahkota, mengapa dia seakan-akan berada dipihaku?
“Terimakasih, atas kebahagian anda putera mahkota” aku
menerima buku tersebut, lalu membukanya. Entah mengapa aku tahu buku tersebut
bukanlah buku palsu, dan memang benar dapat membantuku saat pelatihan. “Jangan
memanggilku dengan sebutan ‘putera mahkota’. Panggil saja Kak Len” Aku terkejut
dia bisa merendahkan hati, padahal dia adalah putera mahkota.
“Ngomong-ngomong Deolinda lihat deh buku ini, apa kamu tau
dan tenebris” Jawabku singkat, putera mahkota tersennyum lebar. “Benar,
keluarga trabem berada dinegrimu dan keluarga tenebris berada dinegriku, apa kamu tau tetang Lauren?”
Untuk kesekian kalinya ada yang membicarakan Lauren, dia seperti seorang idol
dengan skandal sehingga sering digosipkan.
Putera Mahkota menjelaskan sebuah kesalah pahaman yang
terbuat karna munculnya Lauren. Ya, seorang keluarga Qorraxada yang memiliki
tanda keluarga tenebris, adalah masalah yang sangat sepele namun menjadi besar.
Ternyata dulu, ibu lauren menolong anak dari keluarga tenebris.
Karna anak itu sangat berterimakasih dia akan menikahi anak dalam kandungan ibu
tersebut, dan mengubah tanda keluarga trabem menjadi tenebris. “Apa kamu tahu
siapa anak itu?” entah mengapa aku memiliki firasat yang aneh. “Anak itu adalah
aku, aku salah satu keluarga tenebris karna ibuku yang seorang permaisuri haha”
__ADS_1
tawa diakhir bukanlah tawa bahagia namun penyesalan.
“Jadi maksud kak Len, permaisuri yang adalah ibu dari kak
Len adalah keluarga tenebris lalu, kakak diselamatkan oleh keluarga trabem, dan
ingin balas budi tapi salah cara?” \ “Kurang lebih seperti itu” \ “Apa Luc juga
seorang keluarga tenebris?” \ “Tidak, dia anak dari ratu” \ “Aku minta maaf”
\ “Tidak apa bila ada pertanyaan lain silahkan kamu tanyakan saja”
Berzt-berzt getar gelang yang diberikan oleh Davide. Dia
mengirim surat katanya belum menemukan letak Blue Crystal, sepertinya spirit
Blue Crystal belum digunakan lagi. Dan sesuai rencana besok aku akan melakukan
partoli. “Belum ada tanda-tanda ya? Sepertinya mereka tidak memaksakan Blue
Crystal untuk sementara waktu” Ucap Putera mahkota,ternyata dia juga menyelidiki
hal yang sama.
“Lebih baik aku kembali kekamar, besok giliranku untuk
berpartoli” Aku lelah karna tubuh yang lemah ini. Putera Mahkota menyempatkan
diri untuk mengantarku kekamar. Sepertinya aku telah salah sangka kepada putera
mahkota ternyata dia adalah seorang pria yang baik. Akupun bisa bercanda dan
berbicara nonformal sekaligus santai denganya. Dia pria yang hangat dan lembut,
diluar dugaan. Dan dari perbincangan ini aku sadar bahwa dia tidak ingin
menjadi seorang raja. Dan itulah permintaan dari mendiang permaisuri.
Aku tidak tahu kisah kelamnya lebih dalam, lagi pula itu
seperti menabur garam diluka. Saat mendengar sedikit dari kisahnya aku teringat
ibuku dan ayahku, aku telah tiada dan mereka harus tetap menjalankan perusahaan
dengan semestinya sekaligus menjalankan tugas sebagai keluarga elected. Aku
akan berusaha sebaik yang aku bisa untuk menjalankan tugasku dikehidupan kali
ini, dan menyelesaikan misi sehingga mendiang Pangeran Zayth dan mendiang
Puteri Deolinda dapat pergi dan beristirahat dengan tenang.
__ADS_1
Aku akan melaksanakan tanggung jawab ini!