
Kurang lebih 1 minggu kemudian Citrinia dan Davide akhirnya
pergi keBumi. “Aku akan banyak membutuhkan bantuanmu” Kata Davide kepada
Citrinia, mengingat dia tidak pernah pergi kebumi.
“Tentu, aku akan membantumu. Oh ya ma untuk indentitasnya?”
Balas Citrinia dan tanyanya kepada mamanya.
“Sudah diurus, indentitasnya sebagai anak dari teman mama.
Yang orang tuanya sudah meninggal haha” Balas mama Citrinia, yang sebenarnya
sedikit tidak enak akan indentitas yang dibuatkan itu, tapi apa boleh buat.
“Oh! Hm aku mengerti tidak apa-apa terimakasih atas
bantuanya tante!” Kata Davide yang diakhiri dengan tawa, dia tidak menyangka
indentitas sebagai seorang pangeran akan diganti menjadi anak yatim piatu.
Pangeran Lence yang merupakan kakak dari Davide datang untuk
mengucapkan sampai jumpa lagi kepada Davide. Setelah itu Citrinia, Davide dan
mama Citrinia pergi kebumi.
Sampailah di bumi....
Mereka tiba dirumah keluarga Citrinia yang berada dipusat
kota. Davide nampak sangat terkejut melihat model rumah dibumi yang sangat
berbeda dengan Crystal World. “Davide ikuti aku, aku akan memberitahu
dasar-dasarnya dulu” Kata Citrinia sambil menarik tangan Davide menuju beberapa
ruangan.
Setelah beberapa waktu akhirnya Citrinia selesai
memperkenalkan bumi. “Citrinia kemarilah mama akan menunjukan sesuatu bawa juga
Davide segera!” Teriak mama Citrinia dari ruang tamu lantai pertama dan
Citrinia serta Davide berada dilantai kedua.
“Oh, oke kami segera turun, ayo Davide!” Balas Citrinia
sambil sedikit berlari menuju lantai pertama diikuti oleh Davide. Setelah
sampai dilantai pertama, Milanda langsung membawa mereka keluar dari rumah.
“Bagaimana bisa ibu kota menjadi seperti ini? Sangat kacau
berantakan dan seperti sudah tidak ada kehidupan” Citrinia sangat terkejut
melihat ibu kota yang awalnya bersih dan ramai menjadi, sebuah kota mati dengan
bangunan yang rusak dimana-mana.
DUAR! Terdengar suara bergemuruh, tidak tahu apakah itu ulah
para monster atau ulah manusia yang panik dan melakukan penyerangan. “Ayo masuk
dulu kita cari infromasi, papamu akan segera kesini” Ucap Milanda sambil
menarik tangan Citrinia dan diikuti oleh Davide.
Rumah Citrinia tidak hancur karna sudah dilindungi oleh
sihir. Walau masih susah untuk mendapatkan listerik dan air. Milanda
menggerakan tanganya dan munculah sebuah bola sihir yang memunculkan sesuatu
seperti hologram.
“Titik merah adalah dimana para monster berada, penyebaran
telah berhenti karna kekuatan kegelapan
__ADS_1
sudah dipulihkan. Yang tertinggal adalah para monster dan kalian akan
menyelesaikanya. Lebih baik sekarang kalian lihat ini dan pelajari karateristik
setiap monster yang paling banyak keluar, dan Citrinia dan Davide juga bisa
mengetahui lebih banyak dari ini, dengan kekuatan kalian. Aku pergi” Penjelasan
dari Milanda lalu dia beranjak pergi meninggalkan Citrinia dan Davide.
“Kita harus mulai dari mana dulu? Hemm menurut kamu Davide
gimana?” Tanya Citrinia pada Davide.
“Aku juga tidak tahu, lebih baik kita pelajari saja dulu”
Balas Davide sambil mencari infromasi dari bola sihir tersebut.
Citrinia hanya menurutinya dan ikut mencari infromasi, mulai
dari monster yang paling sering muncul sampai monster yang sangat jarang
muncul. Mereka mempelajarinya mulai dari pukul 09.00 AM sampai dengan 13.00 PM.
“Waktu berlalu dengan cepat, Davide mau makan siang dulu?” Tawar Citrinia yang
dibalas dengan anggukan dari Davide. Sekarang mereka sedang beristirahat dengan
memakan makan siang yang sudah disiapkan oleh Milanda.
“Rina, liat deh aku tadi dapet monster yang unik, dan kuat.
Tapi masih tidak diketahui spesies apa, sepertinya itu monster mutasi?” Davide
mulai membuka obrolan dan tetap berkaitan dengan tugas mereka dibumi.
“WOW, sejak kapan kamu memanggil ku Rina, itu sangat bagus
mulai sekarang panggil aku dengan sebutan Rina. Hem coba lihat data monsternya”
Balas Citrinia sambil membaca data monster yang dibicarakan Davide.
“Hemmm, sepertinya karateristik sama seperti monster yang
kuat. Apa mereka bermutasi?” Citrinia menemukan jenis monster yang
karateristiknya hampir mirip dengan apa yang diberikan oleh Davide.
“Bila dia berhasil bermutasi, kemungkinan bukan hanya dia
saja yang menjadi lebih kuat” Balas Davide, seperti sebuah refleks mereka
langsung berlari menuju bola sihir itu lagi dan mencari semua jenis monster
yang lebih kuat dan menyamakanya dengan monster yang lebih lemah.
“Davide, ini sepertinya semuanya telah bermutasi, tapi
mengapa dan bagaimana?” \ “Entahlah kita harus cari tahu lebih dalam lagi. Apa
saja yang diperkirankan telah bermutasi?” \ “Jelly Mons, Arietes mons, Octopus Mons, Bat mons, Crab mons, Cactus
mons” \ “Semuanya berada diwilayah yang berbeda-beda, apa mungkin penyebabnya
juga sama?”|
| “Tidak, dilihat-lihat mereka memiliki karateristik tubuh
dan tempat yang berbeda, kalau penyebabnya sama setidaknya ada kesamaan”
“Benar juga, sekarang tugas kita adalah menghancurkan mereka” \ “Ya, namun
akan lebih mudah untuk mengalahkan mereka bila kita tahu dari mana asal mereka”
\ “Apa disini ada semacam berita atau apa, untuk kita tahu asal pertama
kalinya monster muncul disini” |
| “Internet! Semoga masih bisa diakses, ayo biar kukenalkan
kamu apa itu internet” Citrinia mencari tahu kapan dan dimana munculnya monster
__ADS_1
lewat internet, yang ternyata masih bisa diakses. “Ketemu, dikatakan pada
awalnya banyak yang mengira ada sebuah penelitian dan gagal menyebabkan
munculnya monster, namun setelah beberapa waktu muncul monster berbeda
diwilayah yang berbeda. Monster pertama ditemukan diNegara A dan yang kedua di
Negara D.” \ “Ada apa dengan kedua negara tersebut?”
“Negara A memiliki karateristik yang unik serta indah, lahan
yang luas dan masih banyak lahan hijau, namun Negara B memiliki karateristik
yang gersang dan sedikit kehidupan.” \ “Bagaimana dengan Monsternya, apa ada
karakteristik lain yang termasuk unik” \ “Bila dilihat dari gambarnya dan
sedikit penjelasanya, mereka mengikuti karakteristik tempat munculnya mereka”
“Aku bingung kita harus kemana dulu” Kata Davide diiringi
dengan helaan nafas. “Monster yang terlemah dan lanjut sampai ketingkat
tertinggi, agar kita bisa tau setidaknya apa kelemahan mereka” Balas Citrinia
sambil tetap melihat layar laptopnya.
“Davide, aku khawatir kekuatan kegelapanku belum sempurna,
kalau aku hilang kontrol bagaimna” Kata-kata yang keluar disertai wajah yang murung
dan gelisah menyayat hati Davide.
“Tidak perlu terlalu khawatir, kamu tidak bekerja sendirian
ada aku. Citrinia, kamu harus inget kata-kata ini, jangan pernah berpikir kamu
bekerja sendiri seperti dulu tapi sekarang sudah ada aku, kita adalah patner ok”
Sebuah kata-kata pemberi semangat, yang sederhana namun memiliki arti yang
mendalam membuat Citrinia tersenyum kembali.
Saat mereka sedang mencari infromasi yang lebih banyak lagi,
orang tua dari Citrinia datang. Mereka adalah Adam dan Milanda. “Kalian masih
mencari infromasi, istirahatlah aku akan siapkan makanan” Ucap Milanda sambil
berlalu pergi kedapur meninggal suaminya berserta anaknya dan Davide.
Adam hanya sekilas menatap Davide karna sudah diberi tahu
oleh isterinya, namun tatapan-nya yang dingin dijatuhkan pada anak semata wayangnya.
“Udah hampir setahun kamu pergi, dateng-dateng mau langsung lawan monster? Berani juga ya kamu” benar tidak ada menyebutkan
nama anaknya hanya memanggil dengan sebutan kamu.
“Aku minta maaf, itu salahku” Citrinia hanya bisa berkata
demikian tanpa pembelaan diri. Entah apa penyebabnya hati Adam semaki berapi,
dia berjalan melewati anaknya tanpa menengok sedikitpun.
“Bila mau bertanya nanti saja, sekarang ayo makan lalu
istirahat, waktu berlalu begitu cepat tidak teras sudah mau malam hari” Nampak
jelas Citrinia mengubah topik pembicaraan kearah lain. Davide juga bisa
mengerti maksud hati Citrinia, dan tidak mempermasalahkan apa yang baru saja
terjadi.
Pada akhirnya mereka makan malam bersama dengan kesunyian, yang
terdengar hanya dentingan sendok dan garpu dengan piring atau mangkuk.
Setelah selesai makan malam, mereka kembali kekamarnya
__ADS_1
masing-masing dan Davide kembali kekamar yang telah dipersiapkan khusus untuk
dirinya.