Journey To Another World

Journey To Another World
#26


__ADS_3

Kurang lebih 1 minggu kemudian Citrinia dan Davide akhirnya


pergi keBumi. “Aku akan banyak membutuhkan bantuanmu” Kata Davide kepada


Citrinia, mengingat dia tidak pernah pergi kebumi.


“Tentu, aku akan membantumu. Oh ya ma untuk indentitasnya?”


Balas Citrinia dan tanyanya kepada mamanya.


“Sudah diurus, indentitasnya sebagai anak dari teman mama.


Yang orang tuanya sudah meninggal haha” Balas mama Citrinia, yang sebenarnya


sedikit tidak enak akan indentitas yang dibuatkan itu, tapi apa boleh buat.


“Oh! Hm aku mengerti tidak apa-apa terimakasih atas


bantuanya tante!” Kata Davide yang diakhiri dengan tawa, dia tidak menyangka


indentitas sebagai seorang pangeran akan diganti menjadi anak yatim piatu.


Pangeran Lence yang merupakan kakak dari Davide datang untuk


mengucapkan sampai jumpa lagi kepada Davide. Setelah itu Citrinia, Davide dan


mama Citrinia pergi kebumi.


Sampailah di bumi....


Mereka tiba dirumah keluarga Citrinia yang berada dipusat


kota. Davide nampak sangat terkejut melihat model rumah dibumi yang sangat


berbeda dengan Crystal World. “Davide ikuti aku, aku akan memberitahu


dasar-dasarnya dulu” Kata Citrinia sambil menarik tangan Davide menuju beberapa


ruangan.


Setelah beberapa waktu akhirnya Citrinia selesai


memperkenalkan bumi. “Citrinia kemarilah mama akan menunjukan sesuatu bawa juga


Davide segera!” Teriak mama Citrinia dari ruang tamu lantai pertama dan


Citrinia serta Davide berada dilantai kedua.


“Oh, oke kami segera turun, ayo Davide!” Balas Citrinia


sambil sedikit berlari menuju lantai pertama diikuti oleh Davide. Setelah


sampai dilantai pertama, Milanda langsung membawa mereka keluar dari rumah.


“Bagaimana bisa ibu kota menjadi seperti ini? Sangat kacau


berantakan dan seperti sudah tidak ada kehidupan” Citrinia sangat terkejut


melihat ibu kota yang awalnya bersih dan ramai menjadi, sebuah kota mati dengan


bangunan yang rusak dimana-mana.


DUAR! Terdengar suara bergemuruh, tidak tahu apakah itu ulah


para monster atau ulah manusia yang panik dan melakukan penyerangan. “Ayo masuk


dulu kita cari infromasi, papamu akan segera kesini” Ucap Milanda sambil


menarik tangan Citrinia dan diikuti oleh Davide.


Rumah Citrinia tidak hancur karna sudah dilindungi oleh


sihir. Walau masih susah untuk mendapatkan listerik dan air. Milanda


menggerakan tanganya dan munculah sebuah bola sihir yang memunculkan sesuatu


seperti hologram.


“Titik merah adalah dimana para monster berada, penyebaran


telah berhenti  karna kekuatan kegelapan

__ADS_1


sudah dipulihkan. Yang tertinggal adalah para monster dan kalian akan


menyelesaikanya. Lebih baik sekarang kalian lihat ini dan pelajari karateristik


setiap monster yang paling banyak keluar, dan Citrinia dan Davide juga bisa


mengetahui lebih banyak dari ini, dengan kekuatan kalian. Aku pergi” Penjelasan


dari Milanda lalu dia beranjak pergi meninggalkan Citrinia dan Davide.


“Kita harus mulai dari mana dulu? Hemm menurut kamu Davide


gimana?” Tanya Citrinia pada Davide.


“Aku juga tidak tahu, lebih baik kita pelajari saja dulu”


Balas Davide sambil mencari infromasi dari bola sihir tersebut.


Citrinia hanya menurutinya dan ikut mencari infromasi, mulai


dari monster yang paling sering muncul sampai monster yang sangat jarang


muncul. Mereka mempelajarinya mulai dari pukul 09.00 AM sampai dengan 13.00 PM.


“Waktu berlalu dengan cepat, Davide mau makan siang dulu?” Tawar Citrinia yang


dibalas dengan anggukan dari Davide. Sekarang mereka sedang beristirahat dengan


memakan makan siang yang sudah disiapkan oleh Milanda.


“Rina, liat deh aku tadi dapet monster yang unik, dan kuat.


Tapi masih tidak diketahui spesies apa, sepertinya itu monster mutasi?” Davide


mulai membuka obrolan dan tetap berkaitan dengan tugas mereka dibumi.


“WOW, sejak kapan kamu memanggil ku Rina, itu sangat bagus


mulai sekarang panggil aku dengan sebutan Rina. Hem coba lihat data monsternya”


Balas Citrinia sambil membaca data monster yang dibicarakan Davide.


“Hemmm, sepertinya karateristik sama seperti monster yang


kuat. Apa mereka bermutasi?” Citrinia menemukan jenis monster yang


karateristiknya hampir mirip dengan apa yang diberikan oleh Davide.


“Bila dia berhasil bermutasi, kemungkinan bukan hanya dia


saja yang menjadi lebih kuat” Balas Davide, seperti sebuah refleks mereka


langsung berlari menuju bola sihir itu lagi dan mencari semua jenis monster


yang lebih kuat dan menyamakanya dengan monster yang lebih lemah.


“Davide, ini sepertinya semuanya telah bermutasi, tapi


mengapa dan bagaimana?” \ “Entahlah kita harus cari tahu lebih dalam lagi. Apa


saja yang diperkirankan telah bermutasi?” \ “Jelly Mons, Arietes mons,  Octopus Mons, Bat mons, Crab mons, Cactus


mons” \ “Semuanya berada diwilayah yang berbeda-beda, apa mungkin penyebabnya


juga sama?”|


| “Tidak, dilihat-lihat mereka memiliki karateristik tubuh


dan tempat yang berbeda, kalau penyebabnya sama setidaknya ada kesamaan”


“Benar juga, sekarang tugas kita adalah menghancurkan mereka” \ “Ya, namun


akan lebih mudah untuk mengalahkan mereka bila kita tahu dari mana asal mereka”


\ “Apa disini ada semacam berita atau apa, untuk kita tahu asal pertama


kalinya monster muncul disini” |


| “Internet! Semoga masih bisa diakses, ayo biar kukenalkan


kamu apa itu internet” Citrinia mencari tahu kapan dan dimana munculnya monster

__ADS_1


lewat internet, yang ternyata masih bisa diakses. “Ketemu, dikatakan pada


awalnya banyak yang mengira ada sebuah penelitian dan gagal menyebabkan


munculnya monster, namun setelah beberapa waktu muncul monster berbeda


diwilayah yang berbeda. Monster pertama ditemukan diNegara A dan yang kedua di


Negara D.” \ “Ada apa dengan kedua negara tersebut?”


“Negara A memiliki karateristik yang unik serta indah, lahan


yang luas dan masih banyak lahan hijau, namun Negara B memiliki karateristik


yang gersang dan sedikit kehidupan.” \ “Bagaimana dengan Monsternya, apa ada


karakteristik lain yang termasuk unik” \ “Bila dilihat dari gambarnya dan


sedikit penjelasanya, mereka mengikuti karakteristik tempat munculnya mereka”


“Aku bingung kita harus kemana dulu” Kata Davide diiringi


dengan helaan nafas. “Monster yang terlemah dan lanjut sampai ketingkat


tertinggi, agar kita bisa tau setidaknya apa kelemahan mereka” Balas Citrinia


sambil tetap melihat layar laptopnya.


“Davide, aku khawatir kekuatan kegelapanku belum sempurna,


kalau aku hilang kontrol bagaimna” Kata-kata yang keluar disertai wajah yang murung


dan gelisah menyayat hati Davide.


“Tidak perlu terlalu khawatir, kamu tidak bekerja sendirian


ada aku. Citrinia, kamu harus inget kata-kata ini, jangan pernah berpikir kamu


bekerja sendiri seperti dulu tapi sekarang sudah ada aku, kita adalah patner ok”


Sebuah kata-kata pemberi semangat, yang sederhana namun memiliki arti yang


mendalam membuat Citrinia tersenyum kembali.


Saat mereka sedang mencari infromasi yang lebih banyak lagi,


orang tua dari Citrinia datang. Mereka adalah Adam dan Milanda. “Kalian masih


mencari infromasi, istirahatlah aku akan siapkan makanan” Ucap Milanda sambil


berlalu pergi kedapur meninggal suaminya berserta anaknya dan Davide.


Adam hanya sekilas menatap Davide karna sudah diberi tahu


oleh isterinya, namun tatapan-nya yang dingin dijatuhkan pada anak semata wayangnya.


“Udah hampir setahun kamu pergi, dateng-dateng  mau langsung lawan monster? Berani juga ya kamu” benar tidak ada menyebutkan


nama anaknya hanya memanggil dengan sebutan kamu.


“Aku minta maaf, itu salahku” Citrinia hanya bisa berkata


demikian tanpa pembelaan diri. Entah apa penyebabnya hati Adam semaki berapi,


dia berjalan melewati anaknya tanpa menengok sedikitpun.


“Bila mau bertanya nanti saja, sekarang ayo makan lalu


istirahat, waktu berlalu begitu cepat tidak teras sudah mau malam hari” Nampak


jelas Citrinia mengubah topik pembicaraan kearah lain. Davide juga bisa


mengerti maksud hati Citrinia, dan tidak mempermasalahkan apa yang baru saja


terjadi.


Pada akhirnya mereka makan malam bersama dengan kesunyian, yang


terdengar hanya dentingan sendok dan garpu dengan piring atau mangkuk.


Setelah selesai makan malam, mereka kembali kekamarnya

__ADS_1


masing-masing dan Davide kembali kekamar yang telah dipersiapkan khusus untuk


dirinya.


__ADS_2