Journey To Another World

Journey To Another World
#36


__ADS_3

ATTETION:  INI HANYA


CERITA FIKSI BILA ADA KESAMAAN NAMA DAN NAMA TEMPAT HANYA KEBETULAN BELAKA.


(Ini hanya cerita khayalan pengarang, dan bila ada kesamaan tempat tidak dapat


dibuktikan didunia nyata.)


Disisi lain Davide yang berada di Bangkok, Thailand sudah


mendapat serangan dari para monster beberapa kali. “Hah, melelahkan aku kangen


sama Citrinia huhu” Guman Davide, terkadang walau baru beberapa hari dia hanya


memikirkan Citrinia.


Suatu hari, karena tidak ada penyerangan Davide mengelilingi


kota. Pikirnya ‘Siapa tau akan menumakan sarang para monster’. Setelah beberapa


jam dia mengelilingi kota tidak ada satupun hal berguna yang didapat. “Kamu


pasti  lelah, mau aku bantu untuk


menemukan mereka?” Ucap seseorang perempuan dari belakang Davide.


Sama halnya dengan Citrinia, Davide langsung menyiapkan


diriya untuk menyerang dengan kekuatan sihir. “Siapa kamu?” Tanya singkat dari


Davide kepada perempuan itu, anehnya perempuan itu tau dengan kekuatan sihir


“Fly” ucapnya, seketika dia melayang-layang di udara.


“Tidak perlu berjaga-jaga denganku, nama ku adalah Caneza.


Lihat aku bisa membantumu dengan kekuatan yang kupunya. Aku bisa menjadi


patner” Ucap wanita itu, dia menunjukan kekuatan sihirnya.


“ Ventum Sphaeram dan Ignis Sphaeram!? Bagaimana bisa kamu


mempunyai kekuatan seperti itu?” Davide terkejut setelah melihat sihir angin


dan sihir api yang dapat dikeluarkan oleh manusia biasa.


“Kenapa? Apa kamu pikir hanya manusia dari Crystal World


saja yang menggunakan kekuatan sihir? Aku ini seperti penyihir, dan kamu bisa


mempercayaiku!” Balasnya dengan senyum yang bermekaran.


“Aku tidak akan mudah percaya pada orang yang seperti


dirimu” Ucap Davide, dia membalikan badanya dan bersiap untuk pergi tapi


langkahnya berhenti setelah mendengar perkataan dari Caneza.


“Benarkah? Lalu bagaimana seorang Citrinia yang masuk


ketubuh orang lain kamu mempercayainya, bahkan dia melupakan dirimu” Caneza


seperti memprovakasi Davide dengan Citrinia.


“Karna aku mengenalnya” Balas singkat dari Davide.


“Henm, kalau begitu mudah saja tinggal kamu mengenalku


bukan? Setelah itu kita bisa saling mempercayai satu sama lain”


“Jangan pernah bermimpi” Singkat Davide, dan Davide langsung


pergi dengan portal dan meninggalkan Caneza sendirian disana.


Ternyata Davide pergi kekediamannya untuk menenangkan

__ADS_1


pikiran, dia membuka gelang komunikasi dan mengirim pesan singkat kepada


kekasihnya. ‘Aku merindukanmu’ tulisnya ‘Bagaimana kabarmu disana? Melelahkan?


Pasti sulit tanpa ada bantuan dari orang lain’ tulisnya lagi, beberapa menit


kemudian ‘hi’ | ‘Aku juga merindukanmu, tenanglah aku menemukan patner disini’


\ ‘Benarkah siapa itu? Aku jadi ingin tahu!’ \ ‘Kamu ingat dengan Ben? Aku


pernah memberitahukannya bukan?’ \ ‘ Dia mempunyai kekuatan sihir?’ \ “Ya, kamu


juga harus mempercayai seseorang untuk menjadi patner, aku yakin dia akan


membantumu’ | ‘aku menemukan petunjuk!Bye-bye akan kuhubungi lagi nanti’


Dan pesan singkat antar kekasih itupun berakhir, Davide


menjadi banyak pikiran dia bingung apakah dia bisa menerima Caneza sebagai


patnernya atau menolaknya? “Akh aku pikirkan besok saja!” Davide memutuskan


untuk beristirahat, namun niatnya terurungkan saat mendapat kode merah.


Menunjukan terjadi penyerangan.


Langsung saja dia bergegas menuju tempat lokasi penyerangan.


Sesampainya dilokasi, Davide melihat Caneza sudah memblokir monster tersebut.


“Apa yang kamu tunggu? Pangeran Kanaelt, monster ini kelemahanya di air” Ucap


Caneza, davide terkejut untuk kesekian kalinya, tapi kali ini dia harus


melumpuhkan monster terlebih dahulu.


“Water” Ucap Davide, kekuatan air bergelora dari dalam tubuh


Davide. Setelah beberapa kali melemahkan monster dengan kekuata water, akhirnya


Davide berhasil melumpuhkan monster tersebut.


Kekuatanmu luar biasa sekali!” Puji Caneza kepada Davide.


“Turunlah jangan melayang-layang terus, kita harus bicara”


Davide melangkah pergi diikuti oleh Caneza, ditempat yang


lebih aman merekapun berbicara. “Siapa kamu? Dari mana kamu belajar menggunakan


sihir? Dan bagaimana kamu tahu soal Crystal world!?” Tanya Davide kepada


Caneza.


“Aku adalah Caneza, aku berasal dari bumi dan belajar sihir


dari Nyonya Milanda, katanya untuk membantu putrinya Citrinia suatu saat nanti.


Dan tentang Crystal World sudah kupelajari dari Nyonya Milanda juga” Jawab


Caneza.


“Oh, aku membutuhkan patner atas PERMINTAAN DARI KEKASIHKU


DAN TIDAK LEBIH. Tapi, aku akan memastikannya dulu kepada Ibu”


“Woa, kamu memanggil Nyonya Milanda sebagai Ibu? Keren


sekali, aku sangat iri”


“Cih, kamu punya alat komunikasi sihir? Berikan kodemu”


“Tentu, kamu bisa menghubungiku kapanpun dan dimanapun


seeukamu!”

__ADS_1


“Aku akan menghubungimu saat aku menerimamu sebagai patner,


dan aku tidak peduli tentang kamu sedikit pun”


“OK aku mengerti, pulanglah dan beristirahat. Tenang aku


belum menyentuh tahap pellatihan 5 jadi tidak bisa melacak keberadaanmu”


Setelah percakapan itu berakhir, davide pergi begitu saja


tanpa meninggalkan jejak dan seperti debu, sedangkan Caneza pergi kembali


kekediamannya. Sesampainya dikediaman Davide, Davide membuka alat komunikasi


sihir dan mengirim pesan singkat kepada Milanda. ‘Ibu, apa ibu mengenal  Caneza?’ Dan langsung dibaca serta dibalas


oleh Milanda ‘Davide? Tentu Caneza anak didikku? Kemu bertemu dengannya?’


‘Iya, dia menawarkanku untuk menjadikannya patner, apa itu tidak apa-apa?’ \ ‘


Tentu saja, dia cukup handal dalam Ventum dan Ignis, dan Citrinia tidak akan


cemburu ~’ \ ‘Baiklah kalau begitu terimakasih bu’ \ ‘baiklah~’|


“Hah, apa kuhubungi saja Citrinia?” Davide awalnya ragu


untuk menghubungi Citrinia, tetapi Citrinia melakukan panggilan suara dengan


Davide, dan tidak ada alasan untuk Davide menolaknya.


“Hai yang ada disana~ Davide aku kangen~”


“Sama aku juga, bagaimana kabarmu disana?”


“Baik, tapi sedikit kesal karena ada Ben disini” | “Hey aku


disini datang membantumu!” | “BERISIK, DIAM KAMU” | “apa hakmu?” | “Aku


tetaplah ATASAMU”


“Haha, aku menemukan Patner tapi dia cewek”


“Lalu? Kamu kira aku bakal cemburu? Davide, hubungan kita dilandaskan


dengan kepercayaan, kamu percaya padaku walau Ben ada disini dan begitu juga


sebaliknya”


“Kamu benar, oh ya namanya Caneza...


“APA KAMU BILANG CANEZA?” | “ SI CANEZA ITU?” | “HEI BEN


KAMU INGAT SAMA CANEZA?” | “TENTU BAGAIMANA BISA AKU MELUPAKANNYA!”


“Em, apa ada masalah kalian tiba-tiba terkejut seperti itu”


“ Hah, Caneza adalah anak didik mamaku, tapi dia pernah


membuatku kecelakaan diumur 12 tahun”


“APA!”


“Walau katanya tidak sengaja sih dia lebih muda 2 tahun


dariku, berhati-hatilah”


“Enggak mau! Masa ada orang  yang dekat denganku yang pernah mencelakai kekeasih ku sih!”


“Itu sudah lama berlalu, dia hebat dalah Wind dan Fire dia


akan membantumu. Terimalah dia sebagai patnermu”


“hah, baiklah istirahat gih aku tutup ya bye”


Walau Citrinia hanya bilang kecelakaan yang tidak disengaja

__ADS_1


tapi Davide tetap merasa ada yang ganjal dengan nada bicara Citrinia.


Cerita ini hanya Fiksi belaka bila ada kesamaan tempat atau nama itu hanya kebetulan belaka


__ADS_2