
ATTETION: INI HANYA
CERITA FIKSI BILA ADA KESAMAAN NAMA DAN NAMA TEMPAT HANYA KEBETULAN BELAKA.
(Ini hanya cerita khayalan pengarang, dan bila ada kesamaan tempat tidak dapat
dibuktikan didunia nyata.)
Disisi lain Davide yang berada di Bangkok, Thailand sudah
mendapat serangan dari para monster beberapa kali. “Hah, melelahkan aku kangen
sama Citrinia huhu” Guman Davide, terkadang walau baru beberapa hari dia hanya
memikirkan Citrinia.
Suatu hari, karena tidak ada penyerangan Davide mengelilingi
kota. Pikirnya ‘Siapa tau akan menumakan sarang para monster’. Setelah beberapa
jam dia mengelilingi kota tidak ada satupun hal berguna yang didapat. “Kamu
pasti lelah, mau aku bantu untuk
menemukan mereka?” Ucap seseorang perempuan dari belakang Davide.
Sama halnya dengan Citrinia, Davide langsung menyiapkan
diriya untuk menyerang dengan kekuatan sihir. “Siapa kamu?” Tanya singkat dari
Davide kepada perempuan itu, anehnya perempuan itu tau dengan kekuatan sihir
“Fly” ucapnya, seketika dia melayang-layang di udara.
“Tidak perlu berjaga-jaga denganku, nama ku adalah Caneza.
Lihat aku bisa membantumu dengan kekuatan yang kupunya. Aku bisa menjadi
patner” Ucap wanita itu, dia menunjukan kekuatan sihirnya.
“ Ventum Sphaeram dan Ignis Sphaeram!? Bagaimana bisa kamu
mempunyai kekuatan seperti itu?” Davide terkejut setelah melihat sihir angin
dan sihir api yang dapat dikeluarkan oleh manusia biasa.
“Kenapa? Apa kamu pikir hanya manusia dari Crystal World
saja yang menggunakan kekuatan sihir? Aku ini seperti penyihir, dan kamu bisa
mempercayaiku!” Balasnya dengan senyum yang bermekaran.
“Aku tidak akan mudah percaya pada orang yang seperti
dirimu” Ucap Davide, dia membalikan badanya dan bersiap untuk pergi tapi
langkahnya berhenti setelah mendengar perkataan dari Caneza.
“Benarkah? Lalu bagaimana seorang Citrinia yang masuk
ketubuh orang lain kamu mempercayainya, bahkan dia melupakan dirimu” Caneza
seperti memprovakasi Davide dengan Citrinia.
“Karna aku mengenalnya” Balas singkat dari Davide.
“Henm, kalau begitu mudah saja tinggal kamu mengenalku
bukan? Setelah itu kita bisa saling mempercayai satu sama lain”
“Jangan pernah bermimpi” Singkat Davide, dan Davide langsung
pergi dengan portal dan meninggalkan Caneza sendirian disana.
Ternyata Davide pergi kekediamannya untuk menenangkan
__ADS_1
pikiran, dia membuka gelang komunikasi dan mengirim pesan singkat kepada
kekasihnya. ‘Aku merindukanmu’ tulisnya ‘Bagaimana kabarmu disana? Melelahkan?
Pasti sulit tanpa ada bantuan dari orang lain’ tulisnya lagi, beberapa menit
kemudian ‘hi’ | ‘Aku juga merindukanmu, tenanglah aku menemukan patner disini’
\ ‘Benarkah siapa itu? Aku jadi ingin tahu!’ \ ‘Kamu ingat dengan Ben? Aku
pernah memberitahukannya bukan?’ \ ‘ Dia mempunyai kekuatan sihir?’ \ “Ya, kamu
juga harus mempercayai seseorang untuk menjadi patner, aku yakin dia akan
membantumu’ | ‘aku menemukan petunjuk!Bye-bye akan kuhubungi lagi nanti’
Dan pesan singkat antar kekasih itupun berakhir, Davide
menjadi banyak pikiran dia bingung apakah dia bisa menerima Caneza sebagai
patnernya atau menolaknya? “Akh aku pikirkan besok saja!” Davide memutuskan
untuk beristirahat, namun niatnya terurungkan saat mendapat kode merah.
Menunjukan terjadi penyerangan.
Langsung saja dia bergegas menuju tempat lokasi penyerangan.
Sesampainya dilokasi, Davide melihat Caneza sudah memblokir monster tersebut.
“Apa yang kamu tunggu? Pangeran Kanaelt, monster ini kelemahanya di air” Ucap
Caneza, davide terkejut untuk kesekian kalinya, tapi kali ini dia harus
melumpuhkan monster terlebih dahulu.
“Water” Ucap Davide, kekuatan air bergelora dari dalam tubuh
Davide. Setelah beberapa kali melemahkan monster dengan kekuata water, akhirnya
Davide berhasil melumpuhkan monster tersebut.
Kekuatanmu luar biasa sekali!” Puji Caneza kepada Davide.
“Turunlah jangan melayang-layang terus, kita harus bicara”
Davide melangkah pergi diikuti oleh Caneza, ditempat yang
lebih aman merekapun berbicara. “Siapa kamu? Dari mana kamu belajar menggunakan
sihir? Dan bagaimana kamu tahu soal Crystal world!?” Tanya Davide kepada
Caneza.
“Aku adalah Caneza, aku berasal dari bumi dan belajar sihir
dari Nyonya Milanda, katanya untuk membantu putrinya Citrinia suatu saat nanti.
Dan tentang Crystal World sudah kupelajari dari Nyonya Milanda juga” Jawab
Caneza.
“Oh, aku membutuhkan patner atas PERMINTAAN DARI KEKASIHKU
DAN TIDAK LEBIH. Tapi, aku akan memastikannya dulu kepada Ibu”
“Woa, kamu memanggil Nyonya Milanda sebagai Ibu? Keren
sekali, aku sangat iri”
“Cih, kamu punya alat komunikasi sihir? Berikan kodemu”
“Tentu, kamu bisa menghubungiku kapanpun dan dimanapun
seeukamu!”
__ADS_1
“Aku akan menghubungimu saat aku menerimamu sebagai patner,
dan aku tidak peduli tentang kamu sedikit pun”
“OK aku mengerti, pulanglah dan beristirahat. Tenang aku
belum menyentuh tahap pellatihan 5 jadi tidak bisa melacak keberadaanmu”
Setelah percakapan itu berakhir, davide pergi begitu saja
tanpa meninggalkan jejak dan seperti debu, sedangkan Caneza pergi kembali
kekediamannya. Sesampainya dikediaman Davide, Davide membuka alat komunikasi
sihir dan mengirim pesan singkat kepada Milanda. ‘Ibu, apa ibu mengenal Caneza?’ Dan langsung dibaca serta dibalas
oleh Milanda ‘Davide? Tentu Caneza anak didikku? Kemu bertemu dengannya?’
‘Iya, dia menawarkanku untuk menjadikannya patner, apa itu tidak apa-apa?’ \ ‘
Tentu saja, dia cukup handal dalam Ventum dan Ignis, dan Citrinia tidak akan
cemburu ~’ \ ‘Baiklah kalau begitu terimakasih bu’ \ ‘baiklah~’|
“Hah, apa kuhubungi saja Citrinia?” Davide awalnya ragu
untuk menghubungi Citrinia, tetapi Citrinia melakukan panggilan suara dengan
Davide, dan tidak ada alasan untuk Davide menolaknya.
“Hai yang ada disana~ Davide aku kangen~”
“Sama aku juga, bagaimana kabarmu disana?”
“Baik, tapi sedikit kesal karena ada Ben disini” | “Hey aku
disini datang membantumu!” | “BERISIK, DIAM KAMU” | “apa hakmu?” | “Aku
tetaplah ATASAMU”
“Haha, aku menemukan Patner tapi dia cewek”
“Lalu? Kamu kira aku bakal cemburu? Davide, hubungan kita dilandaskan
dengan kepercayaan, kamu percaya padaku walau Ben ada disini dan begitu juga
sebaliknya”
“Kamu benar, oh ya namanya Caneza...
“APA KAMU BILANG CANEZA?” | “ SI CANEZA ITU?” | “HEI BEN
KAMU INGAT SAMA CANEZA?” | “TENTU BAGAIMANA BISA AKU MELUPAKANNYA!”
“Em, apa ada masalah kalian tiba-tiba terkejut seperti itu”
“ Hah, Caneza adalah anak didik mamaku, tapi dia pernah
membuatku kecelakaan diumur 12 tahun”
“APA!”
“Walau katanya tidak sengaja sih dia lebih muda 2 tahun
dariku, berhati-hatilah”
“Enggak mau! Masa ada orang yang dekat denganku yang pernah mencelakai kekeasih ku sih!”
“Itu sudah lama berlalu, dia hebat dalah Wind dan Fire dia
akan membantumu. Terimalah dia sebagai patnermu”
“hah, baiklah istirahat gih aku tutup ya bye”
Walau Citrinia hanya bilang kecelakaan yang tidak disengaja
__ADS_1
tapi Davide tetap merasa ada yang ganjal dengan nada bicara Citrinia.
Cerita ini hanya Fiksi belaka bila ada kesamaan tempat atau nama itu hanya kebetulan belaka