
Tepat pukul 00.00 di London, Inggris dan tepat pukul 06.00
di Bangkok, Thailand. Para monster tingkat rendah yang menjadi patung batu,
patung batu itu hancur dan mengeluarkan monster yang lebih kuat.
“Mereka bermutasi!” teriak Ben kepada Citrinia, walau Citrinia
berada tepat disebelahnya, dia terpaksa harus berteriak karena kebisingan yang
di buat oleh para monster. “Ya, bersiaplah” balas Citrinia, mereka bersiap
untuk berperang secara besar-besaran.
Monster yang sudah mengelilingi kota, menjadi super kuat dan
juga jahat. “Ini akan menjadi hari yang panjang” ujar Ben, Citrinia dan Ben
melawan monster-monster itu dengan sekuat tenaga.
Fire, Wind, Water, Plant and Soil, 4 kekuatan itu Citrinia
gunakan berserta dengan Ventum Stone, Emerlad Stone, Blue Crystal, Fire Crystal
dan tentunya The Strongest Heirloom. Sedangkan Ben menggunakan ignis sphaeram, ventus sphaeram, dan aqua sphaeram.
Disisi lain dunia, Bangkok, Thailand.
“Caneza! Gunakan Sphaeram aku akan menguatkan kekuatanmu
dengan lingkaran sihir!” teriak Davide kepada Caneza, patnernya. “Baiklah!”
balas Caneza, kerja sama yang dihasilkan tidaklah buruk dan cukup memuaskan
bagi mereka yang sangat jarang berlatih bersama.
“Hah, aku sudah menguatkan kekuatanmu! Seharusnya beberapa
__ADS_1
negara juga terkena lebih baik kita...” belum selesai Davide berbicara,
perkataannya dipotong oleh Caneza.
“Tidak! Aku tahu ini terdengar aneh, monster itu mengincar
kita jadi mereka hanya berada disekeliling kita!” potong Caneza, Davide tidak
mengerti nafasnya masih tersengal-sengal dan dia mendapatkan panggilan dari
Citrinia. Tanpa pikir panjang dia langsung mengankatnya.
“Davide! This is very crazy! Monster-monster berkumpul didua
titik, tempat kita berdiri masing-masing” ujar Citrinia dari sebrang sana, “Lalu
bagaimana dengan monster yang lainnya?” tanya Davide, “Mereka yang tidak
menyerang kita semuanya mati” balas Citrinia, telepon mereka terputus saat
Citrinia kedatangan tamu yang berupa monster.
sphaeram sudah tidak kuat lagi. “Ben, beristirahatlah dulu, aku akan
menghentikan pergerakan mereka” saran Citrinia kepada Ben, dia tahu pengguna Sphaeram,
memiliki kekuatan yang mempunyai batasnya. Sedangkan pengguna kekuatan murni
seperti Davide dan Citrinia tidak memiliki batasnya, hanya saja terhalang oleh
kekuatan fisik.
“Caneza beristirahatlah, aku akan...” ujar Davide, namun
untuk kesekian kalinya perkataan Davide dipotong.
“Tidak usah aku... uhuk-uhuk” karena kekuatan sihir sudah
__ADS_1
melampaui batasnya, fisik Caneza harus menanggungnya. Tubuh Caneza sudah tidak
dapat menahan kekuatan sihir dan membuatnya batuk berdarah.
Davide tidak mungkin memaksakan keadaan Caneza, dia mengirim
Caneza kesuatu tempat yang aman, sekarang Davide menlawan monster-monster itu
sendiri. Begitu juga dengan Citrinia yang terpaksa melawan monster-monster itu
sendiri, dan Ben yang harus mengisi ulang tenaganya.
Hari itu menjadi sebuah hari yang sangat panjang dan
melelahkan. Namun setelah pukul 21.00 di London, Inggris dan pukul 15.00 di
Bangkok, Thailand. Para monster itu pergi dan menjadi lemah kembali. Monster-monster
yang menghilang juga tidak kunjung kembali.
Citrinia menerima panggilan suara dari Davide, dan dia
menerimanya. Inti dari panggilan suara itu adalah, monster-monster yang sangat
kuat tiba-tiba muncul di Crystal World. Tapi Critinia dan Davide diminta untuk tetap
berada dibumi, karena banyak penyihir dan pengguna kekuatan berada di Crystal World.
Keesokan harinya, keadaan kembali normal hanya saja, mereka
menemukan sesuatu hal yang baru. Monster-monster itu membentuk sebuah koloni
besar disatu titik bagian bumi. Sekarang Davide dan Citrinia tidak perlu lagi
melakukan hubungan jarak jauh.
Ben dan Caneza menjadi satu tim dengan Davide dan Citrinia,
__ADS_1
semakin banyak orang, semakin banyak yang membantu, dan semakin cepat selesai
masalah monster dibumi.