Journey To Another World

Journey To Another World
#41


__ADS_3

Tepat pukul 00.00 di London, Inggris dan tepat pukul 06.00


di Bangkok, Thailand. Para monster tingkat rendah yang menjadi patung batu,


patung batu itu hancur dan mengeluarkan monster yang lebih kuat.


“Mereka bermutasi!” teriak Ben kepada Citrinia, walau Citrinia


berada tepat disebelahnya, dia terpaksa harus berteriak karena kebisingan yang


di buat oleh para monster. “Ya, bersiaplah” balas Citrinia, mereka bersiap


untuk berperang secara besar-besaran.


Monster yang sudah mengelilingi kota, menjadi super kuat dan


juga jahat. “Ini akan menjadi hari yang panjang” ujar Ben, Citrinia dan Ben


melawan monster-monster itu dengan sekuat tenaga.


Fire, Wind, Water, Plant and Soil, 4 kekuatan itu Citrinia


gunakan berserta dengan Ventum Stone, Emerlad Stone, Blue Crystal, Fire Crystal


dan tentunya The Strongest Heirloom. Sedangkan Ben menggunakan ignis  sphaeram, ventus sphaeram, dan aqua sphaeram.


Disisi lain dunia, Bangkok, Thailand.


“Caneza! Gunakan Sphaeram aku akan menguatkan kekuatanmu


dengan lingkaran sihir!” teriak Davide kepada Caneza, patnernya. “Baiklah!”


balas Caneza, kerja sama yang dihasilkan tidaklah buruk dan cukup memuaskan


bagi mereka yang sangat jarang berlatih bersama.


“Hah, aku sudah menguatkan kekuatanmu! Seharusnya beberapa

__ADS_1


negara juga terkena lebih baik kita...” belum selesai Davide berbicara,


perkataannya dipotong oleh Caneza.


“Tidak! Aku tahu ini terdengar aneh, monster itu mengincar


kita jadi mereka hanya berada disekeliling kita!” potong Caneza, Davide tidak


mengerti nafasnya masih tersengal-sengal dan dia mendapatkan panggilan dari


Citrinia. Tanpa pikir panjang dia langsung mengankatnya.


“Davide! This is very crazy! Monster-monster berkumpul didua


titik, tempat kita berdiri masing-masing” ujar Citrinia dari sebrang sana, “Lalu


bagaimana dengan monster yang lainnya?” tanya Davide, “Mereka yang tidak


menyerang kita semuanya mati” balas Citrinia, telepon mereka terputus saat


Citrinia kedatangan tamu yang berupa monster.


sphaeram sudah tidak kuat lagi. “Ben, beristirahatlah dulu, aku akan


menghentikan pergerakan mereka” saran Citrinia kepada Ben, dia tahu pengguna Sphaeram,


memiliki kekuatan yang mempunyai batasnya. Sedangkan pengguna kekuatan murni


seperti Davide dan Citrinia tidak memiliki batasnya, hanya saja terhalang oleh


kekuatan fisik.


“Caneza beristirahatlah, aku akan...” ujar Davide, namun


untuk kesekian kalinya perkataan Davide dipotong.


“Tidak usah aku... uhuk-uhuk” karena kekuatan sihir sudah

__ADS_1


melampaui batasnya, fisik Caneza harus menanggungnya. Tubuh Caneza sudah tidak


dapat menahan kekuatan sihir dan membuatnya batuk berdarah.


Davide tidak mungkin memaksakan keadaan Caneza, dia mengirim


Caneza kesuatu tempat yang aman, sekarang Davide menlawan monster-monster itu


sendiri. Begitu juga dengan Citrinia yang terpaksa melawan monster-monster itu


sendiri, dan Ben yang harus mengisi ulang tenaganya.


Hari itu menjadi sebuah hari yang sangat panjang dan


melelahkan. Namun setelah pukul 21.00 di London, Inggris dan pukul 15.00 di


Bangkok, Thailand. Para monster itu pergi dan menjadi lemah kembali. Monster-monster


yang menghilang juga tidak kunjung kembali.


Citrinia menerima panggilan suara dari Davide, dan dia


menerimanya. Inti dari panggilan suara itu adalah, monster-monster yang sangat


kuat tiba-tiba muncul di Crystal World. Tapi Critinia dan Davide diminta untuk tetap


berada dibumi, karena banyak penyihir dan pengguna kekuatan berada di Crystal World.


Keesokan harinya, keadaan kembali normal hanya saja, mereka


menemukan sesuatu hal yang baru. Monster-monster itu membentuk sebuah koloni


besar disatu titik bagian bumi. Sekarang Davide dan Citrinia tidak perlu lagi


melakukan hubungan jarak jauh.


Ben dan Caneza menjadi satu tim dengan Davide dan Citrinia,

__ADS_1


semakin banyak orang, semakin banyak yang membantu, dan semakin cepat selesai


masalah monster dibumi.


__ADS_2