Journey To Another World

Journey To Another World
#44


__ADS_3

Saat Citrinia dan Davide pergi kedapur bersama, Ben juga


pergi kekamarnya. Namun, saat menaiki tangga untuk menuju kamarnya, Ben melihat


Caneza dengan wajah sedihnya. “Ada apa denganmu?” tanya Ben dengan rasa


penasaran yang tinggi. “Bisakah kita pergi ketaman, bersama?” tanya Caneza


tanpa menjawab pertanyaan dari Ben, Ben mengiakan permintaan Caneza.


Ditaman, Caneza hanya termenung, dan Ben hanya diam


memperhatikan. “Kamu benar tidak ada celah untuk menjadi seseorangnya Davide,


bahkan menyukainnya saja tidak bisa. Aku baru saja dimarahin sama Davide, dia


berkata jangan pernah melukai Citrinia, dan dia tidak akan pernah melirikku


sebagai wanita. Dia hanya akan melirikku sebagai seseorang yang kenal dengan


Citrinia. Atau bila lebih, teman Citrinia” ujar Caneza, Ben tidaklah kaget saat


mendengar perkataan Caneza.


“Caneza, kamu adalah wanita yang baik dan ramah, hanya terkadang


kamu menjadi buta dan lupa semua hal saat menyukai seseorang, dan tekat untuk


merangkul orang itu terlalu besar, bahkan bila orang itu sudah mempunyai kekasih.”


ujar Ben, “Caneza, apakah kamu ingat saat umur kita 12 tahun, saat kita dilatih


oleh paman dan bibi? Paman dan bibi, menugaskan kita untuk, melindungi,


menyemangati, dan menjadi teman bagi Nona Citrinia.” lanjut Ben, Caneza yang


mendengar hal itu mengangguk dan mengiakan perkataan Ben.


“Tapi satu peringatan yang diberi, jangan pernah kita


mengganggu kehidupan pribadinya, dan kita juga diberi tahu soal benang merah diantara


Nona Citrinia dan Tuan Davide. Sehingga kita dilarang untuk memiliki perasaan


lebih dari sekedar teman dan bawahannya. Dan Tuan Davide sudah menjadi Tuan


kita mulai saat aku dan kamu menjadikan Citrinia sebagai nona kita. Caneza,


kamu sudah melanggar peringatan itu, menyebabkan paman dan bibi menjadi kesal


kepadamu.”

__ADS_1


“Lalu kenapa tadi kamu bilang aku sudah mengambil kasih


sayang nyonya dan tuan besar?”


“Aku mengatakannya karena, saat aku datang lebih dulu dan menjadi


teman Nona barulah kamu datang 1 tahun kemudian, kita tinggal satu atap dengan


paman, bibi dan Nona Citrinia. Memang hubungan mereka sangat dingin, tapi kamu


datang dan menjadikan diri sebagai pusat perhatian, yang dibalaskan oleh paman


dan bibi. Aku percaya merasakan aura kecemburuan dari Nona”


“Tapi aku tidak sengaja, aku hanya ingin beradaptasi saja”


Ben berdiri dari kursi taman, dia berjalan kearah Caneza


lalu menepuk pundaknya “Baiklah, aku minta maaf telah mengataimu. Tapi ingat,


paman dan bibi selalu menerima kita apa adanya. Kita bukan lagi anak tanpa


keluarga seperti dulu.” setelah mengatakannya Ben beranjak pergi dan


meninggalkan Caneza ditaman, air mata Caneza sudah tak terbendung lagi.


Dia menyesal telah menjadi seseorang yang jahat bagi


Sekarang dia bertekad untuk berubah menjadi wanita yang baik, dan menyembunyikan


perasaannya kepada Davide, sampai dia telah melupakan Davide sepenuhnya dan menemukan


belahan jiwanya.


Disisi lain Davide sedang menyiapkan makan malam untuk


berempat. Namun, terjadi kekacauan membuat dapur sangat berantakan, bahkan makanan


yang sedang dimasak menjadi gosong. Sedangkan Citrinia sedang mengambil bahan


makanan dari gudang penyimpanan, saat melihat kekacauan yang dibuat oleh


kekasihnya, Citrinia bingung harus berkata apa.


“Yang Mulia Pangeran 2 dari Negri Kanaelt, apakah anda sama


sekali tidak pernah memasak?” tanya kesal Citrinia dengan senyum mematikan. “Tidak,


kamu adalah pangeran, pastinya pernah pergi berperang atau semacamnya DAPUR


ADALAH DAPUR! BUKAN MEDAN PERANG!” lanjut Citrinia.

__ADS_1


“Hehe, maafkan aku ya, iya aku gak pernah memasak dengan


benar selalu gagal dan gosong” balas Davide, dengan senyum anak anjingnya.


“Tunggu, kalau begitu... makanan apa yang aku makan saat


menjadi Deolinda!” Citrinia sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. “Tenanglah


Rina, aku menyewa seseorang untuk memasak” balas Davide, perkataannya menenangkan


bagi Citrinia dan Davide sedikit malu.


“Waw, apa yang terjadi dengan dapur ini? Aku kira kita akan


makan malam” tiba-tiba saja Ben datang dan duduk disalah satu kursi dekat dapur,


Ben hanya menengok kesatu orang saja yaitu Davide “Aku tidak percaya Tuan-ku


menghancurkan dapur yang indah ini” guman Ben yang dapat didengar oleh Davide


dengan sangat jelas. “Kenapa kamu langsung menargetkan aku?” tanya Davide, dia


tidak tahu harus bersikap seperti apa, bila Ben melihat saat Davide panik


menangani dapur.


“Aku pernah dibuatkan sarapan, makan siang dan malam oleh


Nona Citrinia, dan hasilnya selalu enak! FYI aku dibuatkan makanan dari kita


smp” balas Ben yang membuat kelegaan dihati Davide namun, “Tunggu!? Dibuatkan makan?


Dari SMP, Rina bisa jelaskan?” ujar Davide kepada Citrinia, dan Ben kabur


kekamarnya dia tidak mau menyasikan sebuah pertengkaran rumah tangga.


“Hem? Oh, karna itu hobi ku dan masakan Ben gak enak. Jadi aku


yang buat, lagi pula aku masak itu buat diriku hanya nambahin sedikit porsi. Oh


ya, masakan yang aku buat untuk mu lebih spesial loh! Karena aku memasknya


dengan hati dan logika” ujar Citrinia yang meredakan kecemburuan Davide, “Baiklah!


Mari bereskan dapur dan memasak!” lanjut Citrinia, Davide hanya bisa menurut


saat diperintahkan Citrinia untuk membersihkan dapur dan Citrinia hanya duduk


santai, karena ini terjadi karena perbuatannya.


Bila orang tidak tahu aku ini pangeran, mereka akan mengira

__ADS_1


aku ini pelayan berwajah tampan, hiks. Ujar Davide dalam hati.


__ADS_2