Journey To Another World

Journey To Another World
#64


__ADS_3

Nicholas dan Kiara mencoba menemukan pintu menuju ruang


rahasia tersebut. Sayangnya kekuatan mereka belum cukup untuk menemukan pintu


tersebut apa lagi membukanya.


Namun, Nicholas dan Kiara terus mencobanya dengan pikiran


dan perasaan yang tenang mereka tidak menyerah ditengah jalan.  Waktu terus berjalan, detik per detik, menit


per menit, sampai lebih dari 3 jam merekan berusaha. Kira kira sekarang sudah


menuju pukul 02.00.


Kekuatan mereka sudah terkuras habis, dan tidak bisa


melanjutkannya.


“Sudahlah, kekuatan kita belum bisa menemukannya” ujar


Nicholas kepada Kiara. Kiara hanya mengangguk untuk menyetujuinya.


--


Keesokan harinya, entah mengapa Caneza dan Ben memberi


pelajaran yang berkali-kali lebih keras dari hari sebelumnya.


“Heh! Apa kita melakukan kesalahan?” ujar Kiara sambil


berteriak.


“Hah? Enggak kok emangnya kenapa?” balas Caneza dengan


santainya dan tanpa dosa.


“Latihan ini bukannya berlebihan? Ini terlalu jauh dari


latihan kemarin” ujar Nicholas, dia berhenti sejenak dari latihannya.


“Jika kalian ingin melakukan dan memenangkan sesuatu harus


lebih kuat dari hari sebelumnya. Dan apa yang akan kalian hadapi nanti berkali-kali

__ADS_1


lebih melelahkan dan menakutkan dari latihan ini dan apa yang kalian lakukan


kemarin malam” ujar Ben, perkataan Ben membuat Nicholas dan Kiara terdiam, apa yang


mereka lakukan kemarin malam ternyata diketahui oleh orang lain.


Nicholas dan Kiara terpaksa melanjutkan latihan yang


lebih-lebih menyeramkan dari sebelumnya. Mereka benar-benar ditenpa untuk


mengalahkan kekuatan kegelapan dari dunia ke-3.


--


Pukul 16.00, waktunya makan malam.


Kiara dan Nicholas berjalan bersama menuju ruang makan. “Kita


gak makan bareng paman dan bibi-kan?” ujar Kiara dengan diakhiri helaan nafas


kasar. “Berdoalah gak ketemu sama paman bibi di meja makan” balas Nicholas


dengan menaikan bahunya.


karena tidak ada kehadiran Caneza dan Ben. Melainkan hanya terdapat kedua


orangtuanya.


Kiara berlari pelan menuju Citrinia, ibunya itu. “Maaaa, akhirnya


kalian pulang! Paman dan Bibi sangat jahat huhu” ujar Kiara sambil memeluk


ibunya dengan sangat kencang. Sedangkan Nicholas duduk disebalah ayahnya, dan


memperhatikan tingkah adiknya itu.


“Haha, sudah-sudah duduk sana, keburu makanannya dingin”


ujar Citrinia sambil perlahan melepaskan pelukan anaknya.


“Memangnya Caneza sama Ben ngapain?” tanya Davide kepada


kedua anaknya tersebut.

__ADS_1


“Papa gak tau? Hah, mereka sangat kejam pas lagi ngelatih


kita!” desis Kiara, dengan bibir yang semakin kedepan.


Davide dan Citrinia saling bertatapan dan sedikit tertawa, mereka


teringat saat mereka melatih Caneza dan Ben.


“Itu kan demi kebaikan kalian juga” ujar Davide sambil


mengambil beberapa makanan.


“Ck, iya-iya” decak Nicholas kesal.


Mereka melanjutkan dengan makan malam normal, Nicholas dan


Kiara tidak membahas tentang dunia ke-3. Begitu juga dengan Davide dan


Citrinia.


--


Keesokan harinya


Nicholas dan Kiara berlatih didampingi oleh Caneza dan Ben,


dan seperti hari sebelumnya apa yang diberikan oleh Caneza dan Ben sangat melelahkan.


“Hah, bukankah ini berlebihan? Maksudku, kita ini berada di


bumi, tapi masa dikasih yang begini!” ujar kesal Kiara.


“Heh, jangan mengeluh, kalo tu dua orang denger mati kita”


balas Nicholas dengan menatap Caneza dan Ben.


“Kenapa kalian berhenti?” tiba tiba suara Caneza memecahkan


suasana.


“Hah enggak kok, tadi lagi ngiket tali sepatu aja” ujar


Kiara menghindar, dan segera berlatih kembali. Begitu juga dengan Nicholas.

__ADS_1


__ADS_2