Journey To Another World

Journey To Another World
#19


__ADS_3

Aku terbangunsaat seharusnya matahari menampakan diri


dengan segala keindahannya. Namun kali ini aku bangun dan disambut oleh awan


yang gelap gulita, dan rintik hujan. “Membuat suasana menjadi kelam saja” aku


turun dari kasur dan melihat kearah jendela, ibu kota menjadi sepi, dapat


dilihat mereka takut akan malapetaka yang akan segera menimpa. “Ann, kemarilah”


aku memanggil pelayan pribadi Deolinda. “Ya, Puteri ada yang bisa saya bantu”


sangat cepat dia datang. “Bantu aku bersiap, jangan memilihkan gaun untuk hari


ini, tanpa perihiasan dan riasan. Kamu pasti tau aku akan melakukan apa hari


ini” Aku tidak mungkin menggunakan pakaian glamor yang norak. Dan Ann hanya


mengangguk.


Aku telah selesai bersiap-siap dan sudah sarapan, aku


menutup mata menghirup nafas panjang, dan tiba-tia terdengar suara Deolinda.


“Ini kesalahanku, aku akan membantumu untuk mendapatkan The Strongest Heirloom”


lalu tidak terdengar apapun lagi. Aku beranjak pergi keluar kamar, dan sudah


berpapasan dengan Sam.


“Kak, kau sudah siap?” Sam langsung bertanya, dan


tidak berbasa-basi seperti biasanya, aku mengangguk dan berkata ya. Walau


sebenarnya batinku sedang menjerit. Aku ditemani Sam berjalan menuju ruang


pusaka yang letaknya cukup jauh dari Kastelku. “Ku harap Kak Citrinia baik-baik


saja” aku begitu terkejut mendengarnya, dia sedang mencemaskanku yang berada


disisinya. “Apa maksudmu Sam?” aku berusaha untuk senetral mungkin berhadapan


dengan Sam. “Hah....sudahlah tidak perlu dipikirkan, ayo jalan” perubahan


sangat terlihat dari sikap Sam. Apa aku sudah ketahuan, seharusnya aku dihukum


bila semuanya sudah tahu.


Beberapa saat kemudia kami sudah berada di depan ruang


pusaka, pintu ruang pusaka berkali-kali lebih megah dari pada pusaka yang


lainya. “Kamu sudah siap Deolinda?” ternyata Davide yang berbicara, dia


menggunakan pakaian lengkap untuk bertarung. Dan pertanyaanya hanya kujawab


dengan diam seribu bahasa, tapi aku harus kuat Deolinda akan membantuku walau


aku tidak tahu bagaimana caranya.


“Anak-ku, berhati-hatilah kami yakin kamu bisa”


Datanglah Ratu bersama Raja, mereka nampak takut dan sedih. Dan sekali lagi aku


hanya bisa diam seribu bahasa. Hanya ada 3 pilihan saat aku sudah masuk keruang


pusaka. 1. Aku akan mati 2. Aku akan selamat namun menjadi orang cacat. Dan


ke-3 yang sangat tidak masuk akan aku berhasil untuk menguasai The Strongest


Heirloom.


Tanpa berbicara aku berjalan menuju ruang pusaka


dengan pikiran yang kosong, dengan ragu aku membuka pintu yang teramat besar


dan megah. Baru saja terbuka sedikit sudah terasa akan kemegahan dan kekuatan


dari benda pusaka yang harus kuhadapi. Aku menjadi lebih ragu untuk masuk lebih

__ADS_1


jauh lagi, ‘Jangan ragu, The Strongest Heirloom tidak akan tunduk pada orang


yang ragu’ aku tahu itu adalah Deolinda yang berbisik dipikiranku. Membuatku


sedikit demi sedikit menghilankan keraguan yang ada didalam hati.


Aku memasuki ruang pusaka, dengan hati dan jantung


berdebar tidak karuan. “The Strongest Heirloom, aku adalah Citrinia yang


berbentuk Deolinda, ku tahu kau tidak akan menjawabku tapi entahlah sepertinya


aku ragu untuk mengambilmu” Aku begitu bodoh dan berbicara pada sebuah benda.


Aku berjalan menuju altar, langkahku dari semulanya


berat menjadi sangat-sangat ringan, aku mulai berfikir yang tidak-tidak. Namun


aku harus terus berjalan menuju altar, dan benar langkahku semakin ringan


seperti aku terbang tinggi, bahkan aku tidak bisa merasakan kakiku lagi.


“Apakah aku akan mati?” Dan benar, jiwaku keluar dari


tubuh Deolinda. “Tidak! Aku belum melaksanakan tugasku” dan aku mulai


membacakan mantra, lalu berkata “The Strongest Heirloom, aku Citrinia memintamu


untuk tunduk padaku, atas....” Belum selesai aku berbicara benda pusaka sudah


bercahaya dengan sangat terang, begitu terang hingga aku tidak bisa melihat apa


yang terjadi.


Dari altar yang begitu tinggi, The Strongest Heirloom


terbang dan sekarang benda ittu berada didepanku. “APA YANG KAU TUNGGU NAK?


AMBILAH THE STRONGEST HEIRLOOM SEKARANG KE-3 BENDA PUSAKA ITU ADA DITANGANMU,


AKU MEMPERCAYAKAN BUMI DAN CRYSTAL WORLD DITANGANMU, HEROES CITRINIA” Apa aku


saat aku melihat kedinding yang dihiasai berbagai macam hal, memantulkan


bayangan tubuhku yang tidak lain adalah tubuh Citrinia, tubuh milikku sendiri.



Saat aku melihat kearah tempat yang seharusnya tubuh


Deolinda tergeletak hilang tanpa jejak. Aku kembali melihat The Strongest


Heirloom yang masih berputar-putar didepanku. Aku menjulurkan kedua tangan dan


benda pusaka tersebut berhenti bergerak, dan jatuh ditanganku. Aku merasakan


peningkatan auraa pelatihan yang tak tertandingi.


Dan ada satu hal lagi yang harus aku hadapi, keluarga


Deolinda dan Davide, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bila berada disini


juga bukanlah jalan keluarnya, kalau begitu aku harus menghadapi mereka, benar


selama ini aku adalah Citrinia bukan Deolinda. Aku berjalan keluar dari ruang


pusaka, dan pintu terbuka tanpa ada satu orangpun yang menyentuhnya.


“Jadi apa Citrinia sudah menaklukanya?” Aku terkejut


saat Raja berkata demikian, aku hanya bisa menundukan kepala, merasa malu.


“Tidak apa, kak Deolinda memang lemah, dia memang harus beristirahat” ucap Sam


yang berusaha menghiburku, tapi sama sekali tidak terhibur. “Apa kamu pikir


kita akan marah? Citrinia kamu adalah keponakanku dan bagi Sam kamu adalah


sepupunya” Aku tahu itu tapi aku masih tidak mengerti. “Kamu akan mengerti

__ADS_1


diwaktu yang tepat” ternyata Davide juga berada disitu, aku tidak bisa berfikir


lagi.


“Itu benar kakak Sepupu, terimakasih sudah


menggantikanku” Aku mendengar suara Deolinda yang sesungguhnya, bukan dimimpi


atau dipikiran. Saat aku berbalik Deolinda berada disana. Senyumnya bagai


malaikat, apa dia hidup lagi? “Hey Sam, kamu bilang aku apa, tadi aku tidak


mendengarnya, katakan sekali lagi” atau hanya hal itu yang ingin diucapkanya.


“Oh iya, Ayah dan Ibu aku diberi kesempatan untuk hidup lagi ya walau setelah


perang aku akan tiada lagi, jadi hidupku ini sementara. Tenanglah saat Citrinia


berada ditubuhku aku ikut latihan juga kok!” dan mereka lanjut ngobrol namun


aku tidak mendengar apapun dari obrolan mereka. Aku hanya bisa melihat senyum


dan tawa.


Davide tiba-tiba memegang tanganku lalu membawaku


pergi kelorong kastel yang sepi. “Ada apa?” tanyaku yang terkejut, kenapa dia


membawaku pergi.  “Kamu masih belum


ingat, aku Davide kamu tidak ingat?” \ “Aku tahu kamu Davide” \ “Hmm, apa


kenangan terindahmu diumur 7 tahun” \ “Aku tidak mengingat apapun diumurku 7


tahun” \ “Kalau begitu” Davide membacakan mantra, munculah lingkaran sihir


diantara kami, aku merasakan sesuatu, tiba-tiba saja ada kenangan diumurku 7


tahun. “Sudah ingat sekarang?” Davide bertanya lagi, aku mengingat-ngingat dan


teringat.


Aku adalah seorang yang lahir di Crystal World, ibuku


adalah Elected dan adik dari Raja Kristal, ayahku juga seorang Elected. Dan


saat umutku 7 tahun aku pergi keBumi, menjalankan tugas sebagai elected yaitu menstabilkan


kekuatan glasir dan spirit. Namun ingatanku tidak terbawa.


“Davide, aku ingat sekarang” \ “Benarkah!? Bagus


sekali” \ “Sesuai janji kita bukan, kamu akan kembali dan aku akan menunggumu”


\ “Ya, apa kamu tidak merasa dihongi?” \ “Kenapa, datang dengan wujud


Deolinda? Aku sudah mengetahuinya saat kita berada dipulau Lao” \ “Hah, apa?”


\ “ya begitulah” | Davide mulai menjelaskan padaku tentang apa yang terjadi.


Jadi saat aku diobati oleh kekuatan sihirnya, dia tau


jiwa ku bukanlah Deolinda melainkan Citrinia karna saat kecil aku pernah


diobati olehnya. “Keluargamu pasti sangat kelelahan, anaknya gak ada dibumi,


harus menstabilkan dan lain-lain” benar tapi ini bagianku untuk langsung


bertarung.


“Tapi gimana bisa kamu dengan mudahnya menguasai The


Strongest Heirloom?” tentu saja banyak orang yang bertanya-tanya soal itu.


“Bila aku berkata demikian Apakah kamu percaya aku mendengar suara Dewa Agung?”


Wajah Davide sangat terkejut “Aku percaya, karna kamu yang mengatakanya”


Ternyata Davide sangatlah bucin.

__ADS_1


__ADS_2