
Aku terbangunsaat seharusnya matahari menampakan diri
dengan segala keindahannya. Namun kali ini aku bangun dan disambut oleh awan
yang gelap gulita, dan rintik hujan. “Membuat suasana menjadi kelam saja” aku
turun dari kasur dan melihat kearah jendela, ibu kota menjadi sepi, dapat
dilihat mereka takut akan malapetaka yang akan segera menimpa. “Ann, kemarilah”
aku memanggil pelayan pribadi Deolinda. “Ya, Puteri ada yang bisa saya bantu”
sangat cepat dia datang. “Bantu aku bersiap, jangan memilihkan gaun untuk hari
ini, tanpa perihiasan dan riasan. Kamu pasti tau aku akan melakukan apa hari
ini” Aku tidak mungkin menggunakan pakaian glamor yang norak. Dan Ann hanya
mengangguk.
Aku telah selesai bersiap-siap dan sudah sarapan, aku
menutup mata menghirup nafas panjang, dan tiba-tia terdengar suara Deolinda.
“Ini kesalahanku, aku akan membantumu untuk mendapatkan The Strongest Heirloom”
lalu tidak terdengar apapun lagi. Aku beranjak pergi keluar kamar, dan sudah
berpapasan dengan Sam.
“Kak, kau sudah siap?” Sam langsung bertanya, dan
tidak berbasa-basi seperti biasanya, aku mengangguk dan berkata ya. Walau
sebenarnya batinku sedang menjerit. Aku ditemani Sam berjalan menuju ruang
pusaka yang letaknya cukup jauh dari Kastelku. “Ku harap Kak Citrinia baik-baik
saja” aku begitu terkejut mendengarnya, dia sedang mencemaskanku yang berada
disisinya. “Apa maksudmu Sam?” aku berusaha untuk senetral mungkin berhadapan
dengan Sam. “Hah....sudahlah tidak perlu dipikirkan, ayo jalan” perubahan
sangat terlihat dari sikap Sam. Apa aku sudah ketahuan, seharusnya aku dihukum
bila semuanya sudah tahu.
Beberapa saat kemudia kami sudah berada di depan ruang
pusaka, pintu ruang pusaka berkali-kali lebih megah dari pada pusaka yang
lainya. “Kamu sudah siap Deolinda?” ternyata Davide yang berbicara, dia
menggunakan pakaian lengkap untuk bertarung. Dan pertanyaanya hanya kujawab
dengan diam seribu bahasa, tapi aku harus kuat Deolinda akan membantuku walau
aku tidak tahu bagaimana caranya.
“Anak-ku, berhati-hatilah kami yakin kamu bisa”
Datanglah Ratu bersama Raja, mereka nampak takut dan sedih. Dan sekali lagi aku
hanya bisa diam seribu bahasa. Hanya ada 3 pilihan saat aku sudah masuk keruang
pusaka. 1. Aku akan mati 2. Aku akan selamat namun menjadi orang cacat. Dan
ke-3 yang sangat tidak masuk akan aku berhasil untuk menguasai The Strongest
Heirloom.
Tanpa berbicara aku berjalan menuju ruang pusaka
dengan pikiran yang kosong, dengan ragu aku membuka pintu yang teramat besar
dan megah. Baru saja terbuka sedikit sudah terasa akan kemegahan dan kekuatan
dari benda pusaka yang harus kuhadapi. Aku menjadi lebih ragu untuk masuk lebih
__ADS_1
jauh lagi, ‘Jangan ragu, The Strongest Heirloom tidak akan tunduk pada orang
yang ragu’ aku tahu itu adalah Deolinda yang berbisik dipikiranku. Membuatku
sedikit demi sedikit menghilankan keraguan yang ada didalam hati.
Aku memasuki ruang pusaka, dengan hati dan jantung
berdebar tidak karuan. “The Strongest Heirloom, aku adalah Citrinia yang
berbentuk Deolinda, ku tahu kau tidak akan menjawabku tapi entahlah sepertinya
aku ragu untuk mengambilmu” Aku begitu bodoh dan berbicara pada sebuah benda.
Aku berjalan menuju altar, langkahku dari semulanya
berat menjadi sangat-sangat ringan, aku mulai berfikir yang tidak-tidak. Namun
aku harus terus berjalan menuju altar, dan benar langkahku semakin ringan
seperti aku terbang tinggi, bahkan aku tidak bisa merasakan kakiku lagi.
“Apakah aku akan mati?” Dan benar, jiwaku keluar dari
tubuh Deolinda. “Tidak! Aku belum melaksanakan tugasku” dan aku mulai
membacakan mantra, lalu berkata “The Strongest Heirloom, aku Citrinia memintamu
untuk tunduk padaku, atas....” Belum selesai aku berbicara benda pusaka sudah
bercahaya dengan sangat terang, begitu terang hingga aku tidak bisa melihat apa
yang terjadi.
Dari altar yang begitu tinggi, The Strongest Heirloom
terbang dan sekarang benda ittu berada didepanku. “APA YANG KAU TUNGGU NAK?
AMBILAH THE STRONGEST HEIRLOOM SEKARANG KE-3 BENDA PUSAKA ITU ADA DITANGANMU,
AKU MEMPERCAYAKAN BUMI DAN CRYSTAL WORLD DITANGANMU, HEROES CITRINIA” Apa aku
saat aku melihat kedinding yang dihiasai berbagai macam hal, memantulkan
bayangan tubuhku yang tidak lain adalah tubuh Citrinia, tubuh milikku sendiri.
Saat aku melihat kearah tempat yang seharusnya tubuh
Deolinda tergeletak hilang tanpa jejak. Aku kembali melihat The Strongest
Heirloom yang masih berputar-putar didepanku. Aku menjulurkan kedua tangan dan
benda pusaka tersebut berhenti bergerak, dan jatuh ditanganku. Aku merasakan
peningkatan auraa pelatihan yang tak tertandingi.
Dan ada satu hal lagi yang harus aku hadapi, keluarga
Deolinda dan Davide, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bila berada disini
juga bukanlah jalan keluarnya, kalau begitu aku harus menghadapi mereka, benar
selama ini aku adalah Citrinia bukan Deolinda. Aku berjalan keluar dari ruang
pusaka, dan pintu terbuka tanpa ada satu orangpun yang menyentuhnya.
“Jadi apa Citrinia sudah menaklukanya?” Aku terkejut
saat Raja berkata demikian, aku hanya bisa menundukan kepala, merasa malu.
“Tidak apa, kak Deolinda memang lemah, dia memang harus beristirahat” ucap Sam
yang berusaha menghiburku, tapi sama sekali tidak terhibur. “Apa kamu pikir
kita akan marah? Citrinia kamu adalah keponakanku dan bagi Sam kamu adalah
sepupunya” Aku tahu itu tapi aku masih tidak mengerti. “Kamu akan mengerti
__ADS_1
diwaktu yang tepat” ternyata Davide juga berada disitu, aku tidak bisa berfikir
lagi.
“Itu benar kakak Sepupu, terimakasih sudah
menggantikanku” Aku mendengar suara Deolinda yang sesungguhnya, bukan dimimpi
atau dipikiran. Saat aku berbalik Deolinda berada disana. Senyumnya bagai
malaikat, apa dia hidup lagi? “Hey Sam, kamu bilang aku apa, tadi aku tidak
mendengarnya, katakan sekali lagi” atau hanya hal itu yang ingin diucapkanya.
“Oh iya, Ayah dan Ibu aku diberi kesempatan untuk hidup lagi ya walau setelah
perang aku akan tiada lagi, jadi hidupku ini sementara. Tenanglah saat Citrinia
berada ditubuhku aku ikut latihan juga kok!” dan mereka lanjut ngobrol namun
aku tidak mendengar apapun dari obrolan mereka. Aku hanya bisa melihat senyum
dan tawa.
Davide tiba-tiba memegang tanganku lalu membawaku
pergi kelorong kastel yang sepi. “Ada apa?” tanyaku yang terkejut, kenapa dia
membawaku pergi. “Kamu masih belum
ingat, aku Davide kamu tidak ingat?” \ “Aku tahu kamu Davide” \ “Hmm, apa
kenangan terindahmu diumur 7 tahun” \ “Aku tidak mengingat apapun diumurku 7
tahun” \ “Kalau begitu” Davide membacakan mantra, munculah lingkaran sihir
diantara kami, aku merasakan sesuatu, tiba-tiba saja ada kenangan diumurku 7
tahun. “Sudah ingat sekarang?” Davide bertanya lagi, aku mengingat-ngingat dan
teringat.
Aku adalah seorang yang lahir di Crystal World, ibuku
adalah Elected dan adik dari Raja Kristal, ayahku juga seorang Elected. Dan
saat umutku 7 tahun aku pergi keBumi, menjalankan tugas sebagai elected yaitu menstabilkan
kekuatan glasir dan spirit. Namun ingatanku tidak terbawa.
“Davide, aku ingat sekarang” \ “Benarkah!? Bagus
sekali” \ “Sesuai janji kita bukan, kamu akan kembali dan aku akan menunggumu”
\ “Ya, apa kamu tidak merasa dihongi?” \ “Kenapa, datang dengan wujud
Deolinda? Aku sudah mengetahuinya saat kita berada dipulau Lao” \ “Hah, apa?”
\ “ya begitulah” | Davide mulai menjelaskan padaku tentang apa yang terjadi.
Jadi saat aku diobati oleh kekuatan sihirnya, dia tau
jiwa ku bukanlah Deolinda melainkan Citrinia karna saat kecil aku pernah
diobati olehnya. “Keluargamu pasti sangat kelelahan, anaknya gak ada dibumi,
harus menstabilkan dan lain-lain” benar tapi ini bagianku untuk langsung
bertarung.
“Tapi gimana bisa kamu dengan mudahnya menguasai The
Strongest Heirloom?” tentu saja banyak orang yang bertanya-tanya soal itu.
“Bila aku berkata demikian Apakah kamu percaya aku mendengar suara Dewa Agung?”
Wajah Davide sangat terkejut “Aku percaya, karna kamu yang mengatakanya”
Ternyata Davide sangatlah bucin.
__ADS_1