
Hari pertama
aku mencoba untuk menguasai Emerlad Stone, lebih sulit dari pada apa yang
dikatakan dari pada yang terlihat. Saat baru memasuki ruangan pusaka, aku sudah
mendapat tekanan sihir sangat besar, spirit dan kekuatan glasir sangatlah besar. “Mungkin karna Emerlad Stone
berada dialatarnya” Aku berusaha semakin mendekati Emerlad Stone, untuk
mendekatinya saja membutuhkan kekuatan yang sangat besar.
“Bila hari
ini aku bisa mendekati altar dan belum mendapatkan Emerlad Stone, setidaknya
besok aku bisa mendekati altar dengan lebih mudah” Membutuhkan waktu lebih lama
dari pada yang aku pikirkan hanya untuk medekati Emerlad Stone. Saat sudah
sampai didekat altar, aku berdiam diri sebentar, setidaknya mengembalikan
sedikit dari kekuatanku yang terkuras.
Saat aku
sudah merasa mampu, barulah aku mencoba untuk menguasai Emerlad Stone. Aku
mulai membacakan mantra, lalu mencoba untuk menguasai Emerlad Stone “Emerlad
Stone sang penguasa Tanah dan Tumbuha, atas perintahku dan izin dari Langit.
Aku perintahkan untuk tunduk padaku dan meminjamkan kekuatanmu” dan ternyata
aku gagal, karna Pusakanya berada di’rumah’-nya sendiri, kekuatan akan lebih
besar, dan aku kalah kuat.
“Uhuk-uhuk,
hah....” aku batuk berdarah, karna terlalu mengeluarkan energi yang banyak.
“Sudah cukup untuk hari ini aku akan melakukaknya lagi besok” Ya aku harus
beristirahat. Aku keluar dari ruangan pusaka dengan sangat kelelahan dan
merasakan bahwa aku akan pingsan. “Deolinda! Hey sadarlah, aku akan membawamu
untuk beristirahat” Davide nampak panik saat melihatku hampir pingsan. dia
membawaku pergi menjauhi Ruang Pusaka.
Sekarang aku
berada ditaman, sekalian menghirup udara segar. “Hah, sangat melelahkan aku
tidak menyangka akan menguras kekuatan sampai sebesar itu” Ucapku sambil
meminuh teh yang sudah disiapkan. “Aku sudah menduganya, tapi kamu tidak
mengaktifkan Emerlad Stone kan?” Aku tidak tahu apakah Davide
mengkhawatirkanku, atau mencurigaiku. “Tidak kok, tenanglah kamu harus percaya
padaku ok?” Setelah aku mengatakan ‘percaya padaku’ dengan tekanan, Davide
nampak terkejut, sesaat wajahnya berubah menjadi sedih namun kembali ceria
setelah persekian detik.
“Tentu, aku
akan selalu mempercayaimu, Deolinda” Setelah pemebicaraan itu, dilanjutkan
dengan obrolan yang berujung pada basa-basi. Setelah waktu istirahat usai kami
kemabli bekerja untuk menjaga Emerlad Stone, aku dan Davide berjaga didalam dan
para Kesatria ada beberapa yang diluar dan didalam ruang pusaka. “Jangan
mencobanya lagi dulu, kamu akan sakit nanti” Ucap Davide yang berarti untuk
sementara waktu lebih baik aku memulihkan tenaga dan tidak mencoba untuk
menguasai Emerladd Stone setidaknya sampai hari berganti.
__ADS_1
“Ok, aku
mengerti tapi kamu tidak bisa menghentikanku untuk mempelajarinya” Setelah aku
berkata demikian, Davide menghela nafas panjang. “Baiklah, aku tidak bisa
melawanmu” Davide menyerah untuk beradu mulut denganku, mungkin karna kemarin
saat beradu mulut dia tahu seberapa kehebatanku. Tidak, aku sudah berjanji
untuk berubah, tidak boleh sombong Citrinia!
‘Menguasai
dunia memliki jalan yang panjang, karna dari air timbulah tanah dan tumbuhlah
segala macam tumbuhan, dari udara yang dihasilkan timbulah angin. Tidak semunya
baik karna mereka semua dapat menghasilkan kegelapan dan kehancuran berupa api.
Namun semua itu adalah kesatuan yang utuh dan saling melengkapi’ Ungkapan yang
selalu diberikan saat seseorang berusaha menjadi yang terkuat. Dari air
timbulah tanah dan tumbuhlah tumbuhan..... apa itu kuncinya.
“Davide,
bila tidak salah kamu salah satu dari ‘Five Forces’ bukan?” Mungkinkah Davide
bisa membantuku dengan kekuatanya? “Ya kamu benar, tapi kekuatan itu belum
bangkit. Baru Water saja yang bangkit. Kenapa?” Pas sekali aku membutuhkan
kekuatan Water! “Besok saat aku berusaha untuk menguasai Emerlad Stone kamu
harus membantuku ok!” Davide nampak bingung, karna biasanya untuk menguasai
pusaka, dilakukan sendiri tanpa campur tangan pihak ketiga. “Ok kalau itu bisa
membantumu” baguslah Davide tidak ada keraguan untuk membantuku!
Hari sudah
Saat sudah siap untuk mencobanya kembali aku meminta Davide untuk membuat
lingkaran sihir Water secara bertingkat didekat altar. Walau Davide bingung dia
tetap mau melakukanya, sykurlah.
Aku berjalan
mendekati altar, dan benar dugaanku kemarin bahwa setelah memcahkan masalah
mendekati altar aku akan bisa dengan mudahnya mendekat kealtar. Aku memberi
kode untuk Davide agar membuat lingkaran sihir Water tingkat 1. Dan aku
menggunakan kekuatan Blue Crystal untuk menambah sedikit lingkaran sihir.
“Dari air
timbulah tanah” lalu aku memberi kode lagi untuk Davide untuk menaikan tingkat
sihir menjadi tingkat 2, dan aku menggunaka Blue Crystal lagi. “Dari air
timbulah tanah dan tumbulah tumbuhan” lingkaran sihir menjadi tingkat 3 begitu
juga kekuatan Blue Crystal. “Tanah yang tandus berubah menjadi subur” Lingkaran
sihir menuju tingkat 4 dan Blue Crystal juga. “Tanah yang subur, menumbuhkan
tumbuhan” Lingkaran sihir menjadi tingkat 5 dan Blue Crystal juga. “Dari
tumbuhan yang tumbuh subur, mahluk hidup dapat tumbuh dan berkembang” lalu aku
memaksimalkan kekuatan Blue Crystal untuk menekan kekuatan Emerlad Stone.
Aku mulai
membacakan mantra dan mengucapkan hal yang sama seperti kemarin “Emerlad Stone
sang penguasa Tanah dan Tumbuha, atas perintahku dan izin dari Langit. Aku
perintahkan untuk tunduk padaku dan meminjamkan kekuatanmu” Kali ini berhasil,
__ADS_1
Emerlad Stone menjadi sangat bercahaya, juga sudah menerima ku sebagai tuanya.
Aku sangat senang dengan pencapaian yang luar biasa ini.
“Waw,
terimakasih atas aktifnya Emerlad Stone, aku akan ambil alih dari sini”
tiba-tiba saja muncul seseoran, bukan Pangeran Syetna namun Lauren. Para
Kesatria sudah mepersiapkan penyerangan, namun terlambat Lauren hampir saja
menjadi penguasa untuk Emerlad Stone. Aku berusaha untuk mepercepat waktu agar
Emerlad Stone berada ditanganku. “Cepatlah Ketangan Deolinda kumohon” Ucap
Lauren yang terbang didekat Emerlad Stone.
“Hah?
Emerlad Stone kemarilah akulah yang mengaktifkanmu” Emerlad Stone masih berputar-putar
dialtarnya. Dan tak lama kemudia Emerlad Stone menerimaku sebagai tuanya.
“Dasar Pusaka bodoh” entah mengapa Lauren berkata demikian, dia seolah-olah
menarik Emerlad Stone kedirinya, namun sebenarnya tidak, dia mendorong Emerlad
Stone kediriku. Dan saat sepenuhnya kekuatan Emerlad Stone berada ditanganku.
“Tunggu saja, aku akan kembali mengambil kedua pusaka darimu!” kata-kata yang
mengancam namun nadanya membuatku ragu.
“Apa yang
kalian lakukan tangkap Lauren!” Perintah Davide untuk para Kesatria, namun
sudah terlambat Lauren pergi seperti saat mengambil Blue Crysta. Pergi layaknya
debu. “Deolinda, mengapa kamu tidak menangkapnya! Kamu sudah menguasai Emerlad
Stone!” Davide nampak geram akan kehadiran Lauren. “Lauren sama sekali tidak
bersalah, aku tidak berhak menangkapnya” Apa yang aku katakan adalah benar,
dari cara Lauren yang memberikan benda pusaka terhadapku saat ini dan beberapa
waktu lalu.
“Apa
maksudmu? Dia adalah Lauren, si penghianat Keluarga Trabem!” Isu itu salah, itu
adalah berita bohong. “Dia adalah orang baik, jangan melihat orang dari luarnya
saja!” tanpa sadar aku mendukung Lauren. “Jelaskan padaku kenapa kamu
mendukungnya, dia adalah orag yang berbahaya” apa hanya perasaan aku saja, tapi
Davide sangat membenci Lauren. Aku mengambil
nafas panjang lalu mengeluarkanya, dan mulai mengatakan padanya apa yang
terjadi dengan Blue Crystal dan Emerlad Stone.
“Itu tidak
masuk akal, pasti ada udang dibalik batu” Davide tidak memiliki sedikitpun
kepercayaan pada Lauren. “Terserah padamu kamu akan percaya apa yang aku
katakan atau tidak, tapi aku sudah menceritakan yang sebenarnya. Terimakasih
atas bantuanmu tadi, lebih baik kita bertemu dengan Pangeran Syetna, lalu
istirahat dan pergi keNegri Valaiva, Dabaysha Stone menjadi targetnya sekarang”
Kami menemui
Pangeran Syetna, dan berterimakasih ‘atas bantuanya’ yang merepotkan. Dan pamit
undur diri dari Keyna.
__ADS_1