Journey To Another World

Journey To Another World
#45


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, banyak sekali monster yang menyerang


kota tersebut, dan tidak ada monster yang menyerang wilayah bagian bumi


manapun.  Mereka juga mendapat laporan


bahwa, banyak monster yang mati dan tergeletak begitu saja dijalan. “Menurut


ciri-ciri dari monster yang mati, mereka adalah monster kutub utara atau


selatan, banyak juga diantara mereka yang bukan dari benua ini” ujar Ben


setelah melakukan serangkai pengamatan “Ya, menurut kami, monster-monster


tersebut ingin melakukan penyerangan terhadap kita, namun karena perbedaan


iklim dan banyak hal membuat monster itu mati ditempat” ujar Caneza yang juga


membantu Ben dalam penyelidikan dan penelitian.


“Jadi, para monster yang mati, adalah monster yang tidak


kuat dengan perbedaan kondisi geografi. Namun, monster yang  berhasil menyerang kita adalah monster yang


berhasil beradaptasi, seperti itu?” ujar Davide, dia tidak percaya bahwa


monster-monster yang mennyerang dan membantai secara habis-habisan sangat sulit


untuk berdaptasi. “Ya anda benar Tuan. Nona apa ada pertanyaan?” balas Ben


kepada Davide dan tanya Ben kepada Citrinia.


“Tidak ada. Tapi, aku khawatir satu hal, apakah dengan


begini mereka akan bermutasi dan menjadi kuat. Sekarang memang belum terjadi


dan para monster itu melemah saat menyerang kita, monster yang melemah saja


sangat susah ditangani apalagi monster yang bermutasi” ujar Citrinia, Citrinia


memang orang yang berpikir untuk kedepannya.


“Benar, hal itu memang patut untuk dikhawartirkan tapi ada


kabar baik yang kemungkinan besar bisa menyelamatkan dunia dari malapetaka ini”


ujar Ben, yang membuat semua orang bingung keculai Caneza, karena dia juga


membantu dalam penelitian ini.


Ben mengajak Davide dan Citrinia untuk menuju keruang


penelitiannya. Saat sampai yang pertama kali diucapkan oleh Citrinia adalah


“Tunggu dulu, sejak kapan kita punya laboratium didalam rumah? Bukannya cuman


ada di rumah besarku ya?” ujar Citrinia, dia bingung sejak kapan laboratium


kecil itu dibuat. “Ah, saat kalian pergi menangani monster-monster aku dan Caneza


menyiapkan laboratium, walau kecil dan perlatannya tidak lengkap” balas Ben,


saat melihat kearah Caneza dia hanya tersenyum, Citrinia menganggukan kepalanya


dan Davide tersenyum.

__ADS_1


“Kristal yang kalian dapatkan saat mengalahkan monster,


memiliki kekuatan sihir yang besar dan saat kristal-kristal itu didekatkan,


mereka akan membentuk sebuah gelombang energi sihir yang kuat juga asing. Dari


semple monster yang kalian berikan, saat kekuatan kristal dan semple didekatkan


terjadi reaksi, yaitu semple menjadi hancur dan hangus. Aku sudah melakukan


beberapa kali uji coba dan hasilnya terbilang memuaskan, silahkan dilihat” ujar


Ben, dan Caneza memberika iPad yang berisi rekam penelitian serta hasil


penelitian.


Setelah membaca dan memahami keseluruhan rekam penelitian


tersebut, Davide menanyakan suatu hal “Apakah kalian sudah melakukan uji


lainnya, seperti sihir itu tepatnya sihir apa dan berasal dari mana?”


“Kami sudah mencobanya, sayangnya kekuatan kita tidak bisa


mendeteksinya, lebih tepatnya pengguna sphaeram tidak bisa melakukannya,


kekuatan kami terlalu kecil” balas Caneza, Citrinia menatap Ben yang


mengisyaratkan ‘Benarkah?’ Ben yang menyadari hal tersebut mengangguk pelan.


Citrinia memalingkan pandangan kearah kristal tersebut, dia dapat melihat dan


merasakan sebuah gelombang energi antar kristal, dan perasaan yang tidak asing.


Citrinia mendekati kristal tersebut, dia menjulurkan


kotak kacanya!” perintah Citrinia kepada Ben, Ben menekan salah satu tombol


untuk membuka kotak kaca yang ada didepan Nonanya itu.


Citrinia menjulurkan tangannya dan menyentuh salah satu


kristal, secara tiba-tiba dia menutup matanya dan teringat perasaan saat dia


berhasil menguasai The Strongest Heirloom, saat dia keluar dari tubuh Deolinda,


dan saat dia berbincang secara langsung oleh Dewa. Kekuatan yang berada dalam


kristal itu adalah Sihir Suci.


Sihir Suci atau Santic Magiace adalah sebuah kekuatan yang


bahkan tidak dimiliki oleh seorang Elected, bahkan anggota keluarga kerajaan


yang terkuat saja tidak memilikinya. Di Bumi tidak ada yang memiliki kekutan


itu namun di Crystal World terdapat 3 orang yang memilikinya. 3 orang itu


adalah, Putri Eklesia dari negri Valaiva dan Penyihir Agung dari Negri Valaiva


juga, dan yang ketiga adalah Deolinda dari Negri Kristal.


“Ini adalah kekuatan suci! Aku yakin ini Santic Magiace!


Bagaimana bisa ada dimonster!?” ujar Citrinia, ucapannya membuat semua orang

__ADS_1


terkejut. “Apa kamu yakin Rina?” tanya Davide, dia bukannya tidak mau untuk


percaya, tapi perkataan Citrinia sangatlah tidak masuk akal. Bagaimana bisa


sebuah kristal berkekuatan suci berada didalam perut monster?


“Aku sangat yakin! Aku pernah merasakan kekuatannya saat


berada di Crystal World, mungkin saja ini terbentuk saat menjelang peringatan 1


tahun, karena selain kekuatan kegelapan dimulai, aku yang pergi tanpa tubuhku


adalah kekuatan suci, Deolinda yang memanggilku.” ujar Citrinia, dia sangat


yakin bahwa yang dirasakannya adalah kekuatan suci.


Sayangnya Davide, Ben dan Caneza tidak yakin oleh pendapat


Citrinia. Bagi mereka itu sangatlah tidak logis, “Mungkin Rina lelah, lebih


baik kamu beristirahat saja” ujar Davide, Citrinia tidak percaya dengan apa


yang dilihatnya, teamnya tidak percaya padanya dan ragu. Davide menarik tangan


Citrinia hingga kekamar Citrinia.


“Istirahatlah mungkin kamu kelelahan” ujar Davie, setelah


itu dia beranjak pergi “Rina, bukannya aku tidak mau percaya padamu tapi, itu


sangat tidak masuk akal, aku minta maaf” lanjut Davide, setelah mendengar


perkataann Davide, Citrinia tidak dapat memaksakan Davide untuk mempercayainya.


Citrinia memasuki kamarnya, dia tidak beristirahat dikamar


namun dia mencari bukti untuk membuat teamnnya percaya padanya. Sedangkan


Davide kembali kelaboratium, disana terdapat Ben dan Caneza yang meneliti


kristal-kristal tersebut.


“Apakah kalian percaya akan perkataan Citrinia?” tanya


Davide kepada 2 orang didepannya, kedua orang tersebut menghentikan


pekerjaannya, “Memang hal itu sangat tidak masuk akal, tapi Nona pernah


merasakan kekuatan suci dari Dewa langsung juga dari Putri Deolinda” ujar Ben


yang dilanjutkan oleh Caneza “Em, ditambah lagi bahwa sihir suci tidak dapat


dipalsukan”


“Lalu, bagaimana kristal tersebut berada didalam monster?


Apa dugaan Citrinia, kemungkinan benar?” tanya Davide untuk kedua kalinya.


“Untuk sementara, hanya dugaan itu yang bisa kita percaya


namun hal itu belum menjadi sebuah fakta” balas Ben, Davide menjadi semakin


pusing dengan hal yang dihadapinya, bila memang kristal itu adalah kristal yang


memiliki kekuatan suci, pasti sudah masuk dalam buku. “Tunggu dulu, mengapa

__ADS_1


kita tidak memanggil ahlinya? Putri Eklesia atau Penyihir Agung?” tanya Davide.


__ADS_2