
Beberapa hari kemudian, banyak sekali monster yang menyerang
kota tersebut, dan tidak ada monster yang menyerang wilayah bagian bumi
manapun. Mereka juga mendapat laporan
bahwa, banyak monster yang mati dan tergeletak begitu saja dijalan. “Menurut
ciri-ciri dari monster yang mati, mereka adalah monster kutub utara atau
selatan, banyak juga diantara mereka yang bukan dari benua ini” ujar Ben
setelah melakukan serangkai pengamatan “Ya, menurut kami, monster-monster
tersebut ingin melakukan penyerangan terhadap kita, namun karena perbedaan
iklim dan banyak hal membuat monster itu mati ditempat” ujar Caneza yang juga
membantu Ben dalam penyelidikan dan penelitian.
“Jadi, para monster yang mati, adalah monster yang tidak
kuat dengan perbedaan kondisi geografi. Namun, monster yang berhasil menyerang kita adalah monster yang
berhasil beradaptasi, seperti itu?” ujar Davide, dia tidak percaya bahwa
monster-monster yang mennyerang dan membantai secara habis-habisan sangat sulit
untuk berdaptasi. “Ya anda benar Tuan. Nona apa ada pertanyaan?” balas Ben
kepada Davide dan tanya Ben kepada Citrinia.
“Tidak ada. Tapi, aku khawatir satu hal, apakah dengan
begini mereka akan bermutasi dan menjadi kuat. Sekarang memang belum terjadi
dan para monster itu melemah saat menyerang kita, monster yang melemah saja
sangat susah ditangani apalagi monster yang bermutasi” ujar Citrinia, Citrinia
memang orang yang berpikir untuk kedepannya.
“Benar, hal itu memang patut untuk dikhawartirkan tapi ada
kabar baik yang kemungkinan besar bisa menyelamatkan dunia dari malapetaka ini”
ujar Ben, yang membuat semua orang bingung keculai Caneza, karena dia juga
membantu dalam penelitian ini.
Ben mengajak Davide dan Citrinia untuk menuju keruang
penelitiannya. Saat sampai yang pertama kali diucapkan oleh Citrinia adalah
“Tunggu dulu, sejak kapan kita punya laboratium didalam rumah? Bukannya cuman
ada di rumah besarku ya?” ujar Citrinia, dia bingung sejak kapan laboratium
kecil itu dibuat. “Ah, saat kalian pergi menangani monster-monster aku dan Caneza
menyiapkan laboratium, walau kecil dan perlatannya tidak lengkap” balas Ben,
saat melihat kearah Caneza dia hanya tersenyum, Citrinia menganggukan kepalanya
dan Davide tersenyum.
__ADS_1
“Kristal yang kalian dapatkan saat mengalahkan monster,
memiliki kekuatan sihir yang besar dan saat kristal-kristal itu didekatkan,
mereka akan membentuk sebuah gelombang energi sihir yang kuat juga asing. Dari
semple monster yang kalian berikan, saat kekuatan kristal dan semple didekatkan
terjadi reaksi, yaitu semple menjadi hancur dan hangus. Aku sudah melakukan
beberapa kali uji coba dan hasilnya terbilang memuaskan, silahkan dilihat” ujar
Ben, dan Caneza memberika iPad yang berisi rekam penelitian serta hasil
penelitian.
Setelah membaca dan memahami keseluruhan rekam penelitian
tersebut, Davide menanyakan suatu hal “Apakah kalian sudah melakukan uji
lainnya, seperti sihir itu tepatnya sihir apa dan berasal dari mana?”
“Kami sudah mencobanya, sayangnya kekuatan kita tidak bisa
mendeteksinya, lebih tepatnya pengguna sphaeram tidak bisa melakukannya,
kekuatan kami terlalu kecil” balas Caneza, Citrinia menatap Ben yang
mengisyaratkan ‘Benarkah?’ Ben yang menyadari hal tersebut mengangguk pelan.
Citrinia memalingkan pandangan kearah kristal tersebut, dia dapat melihat dan
merasakan sebuah gelombang energi antar kristal, dan perasaan yang tidak asing.
Citrinia mendekati kristal tersebut, dia menjulurkan
kotak kacanya!” perintah Citrinia kepada Ben, Ben menekan salah satu tombol
untuk membuka kotak kaca yang ada didepan Nonanya itu.
Citrinia menjulurkan tangannya dan menyentuh salah satu
kristal, secara tiba-tiba dia menutup matanya dan teringat perasaan saat dia
berhasil menguasai The Strongest Heirloom, saat dia keluar dari tubuh Deolinda,
dan saat dia berbincang secara langsung oleh Dewa. Kekuatan yang berada dalam
kristal itu adalah Sihir Suci.
Sihir Suci atau Santic Magiace adalah sebuah kekuatan yang
bahkan tidak dimiliki oleh seorang Elected, bahkan anggota keluarga kerajaan
yang terkuat saja tidak memilikinya. Di Bumi tidak ada yang memiliki kekutan
itu namun di Crystal World terdapat 3 orang yang memilikinya. 3 orang itu
adalah, Putri Eklesia dari negri Valaiva dan Penyihir Agung dari Negri Valaiva
juga, dan yang ketiga adalah Deolinda dari Negri Kristal.
“Ini adalah kekuatan suci! Aku yakin ini Santic Magiace!
Bagaimana bisa ada dimonster!?” ujar Citrinia, ucapannya membuat semua orang
__ADS_1
terkejut. “Apa kamu yakin Rina?” tanya Davide, dia bukannya tidak mau untuk
percaya, tapi perkataan Citrinia sangatlah tidak masuk akal. Bagaimana bisa
sebuah kristal berkekuatan suci berada didalam perut monster?
“Aku sangat yakin! Aku pernah merasakan kekuatannya saat
berada di Crystal World, mungkin saja ini terbentuk saat menjelang peringatan 1
tahun, karena selain kekuatan kegelapan dimulai, aku yang pergi tanpa tubuhku
adalah kekuatan suci, Deolinda yang memanggilku.” ujar Citrinia, dia sangat
yakin bahwa yang dirasakannya adalah kekuatan suci.
Sayangnya Davide, Ben dan Caneza tidak yakin oleh pendapat
Citrinia. Bagi mereka itu sangatlah tidak logis, “Mungkin Rina lelah, lebih
baik kamu beristirahat saja” ujar Davide, Citrinia tidak percaya dengan apa
yang dilihatnya, teamnya tidak percaya padanya dan ragu. Davide menarik tangan
Citrinia hingga kekamar Citrinia.
“Istirahatlah mungkin kamu kelelahan” ujar Davie, setelah
itu dia beranjak pergi “Rina, bukannya aku tidak mau percaya padamu tapi, itu
sangat tidak masuk akal, aku minta maaf” lanjut Davide, setelah mendengar
perkataann Davide, Citrinia tidak dapat memaksakan Davide untuk mempercayainya.
Citrinia memasuki kamarnya, dia tidak beristirahat dikamar
namun dia mencari bukti untuk membuat teamnnya percaya padanya. Sedangkan
Davide kembali kelaboratium, disana terdapat Ben dan Caneza yang meneliti
kristal-kristal tersebut.
“Apakah kalian percaya akan perkataan Citrinia?” tanya
Davide kepada 2 orang didepannya, kedua orang tersebut menghentikan
pekerjaannya, “Memang hal itu sangat tidak masuk akal, tapi Nona pernah
merasakan kekuatan suci dari Dewa langsung juga dari Putri Deolinda” ujar Ben
yang dilanjutkan oleh Caneza “Em, ditambah lagi bahwa sihir suci tidak dapat
dipalsukan”
“Lalu, bagaimana kristal tersebut berada didalam monster?
Apa dugaan Citrinia, kemungkinan benar?” tanya Davide untuk kedua kalinya.
“Untuk sementara, hanya dugaan itu yang bisa kita percaya
namun hal itu belum menjadi sebuah fakta” balas Ben, Davide menjadi semakin
pusing dengan hal yang dihadapinya, bila memang kristal itu adalah kristal yang
memiliki kekuatan suci, pasti sudah masuk dalam buku. “Tunggu dulu, mengapa
__ADS_1
kita tidak memanggil ahlinya? Putri Eklesia atau Penyihir Agung?” tanya Davide.