
Attetion!: Cerita ini hanya fiksi belaka bila ada kesamaan
nama dan nama tempat hanya kebetulan belaka!
(Cerita ini hanya cerita fiksi, bila ada kesamaan nama dan
nama tempat, hal itu tidak bisa dibuktikan didunia nyata!)
London, Inggris
Setelah menutup panggilan suara dengan Davide, Citrinia
langsung menghembuskan nafas panjang. “Caneza..... Aku tidak tahu harus percaya
atau tidak dengannya!” Guman Citrinia, Ben yang melihat itu berjalan menuju
Citrinia “Nona, Tuan Davide pasti bisa menjaga hatinya” Entah itu bujukan,
penyemangat atau sindiran.
“Hah, Caneza adalah wanita yang baik tapi juga kejam.
Pertama kalinya aku mendapat teman tapi diambil olehnya”
“Teman apa first love~?” Goda Ben, sepertinya dia tidak tahu
siapa sebenarnya cinta pertama nonanya itu.
“hemm, apa itu termasuk first love? Ben, bukannya Davide
first love aku ya?”
“Ish, itu beda kan anda lagi hilang ingatan, jadi Davide
tidak terhitung sebagai First Love!”
“Iyakah? Bukannya aku hanya tidak mengingat dia? Bukan
berati dia gak ada dihatiku kan?”
“APA? Apa anda beneran Citrinia? Kenapa tiba-tiba peduli
soal cinta?”
“Siapa bilang aku tidak peduli?”
“Sikap anda, yang dingin dan gak berperasaan di umur 19
tahun”
“Bukan tidak peduli tapi tidak tahu arti cinta yang
sebenarnya”
Citrinia berdiri dan
pergi meninggalkan Ben. Pikirannya menumpuk dan hanya ingin beristirahat untuk
hari ini. Namun, seperti biasa setiap dia ingin beristirahat selalu saja ada
panggilan untuknya melakukan petualangan baru.
Kini panggilan tersebut berbunyi karena monster misterius
yang hanya meninggalkan jejak kaki menampakan dirinya. Langsung saja Citrinia
dan Ben bergegas pergi menuju tempat kejadian. Sesaat kemudian mereka sampai di
__ADS_1
mana monster itu berada, dapat dilihat monster yang sangat besar tingginya saja
hampir melewati tinggi menara pencakar langit!
Monster itu sudah dikelilingi oleh helikopter tentara
angkatan udara dan tank dari tentara juga. “Kenapa monster itu tetap
diam,bukannya dia bisa saja menghancurkan helikopter?” guman Citrinia “Hemm,
mungkin dia takut terluka?” Balas Ben, Citrinia hanya bisa menatap heran Ben
temannya itu.
Saat Citrinia masih memperhatikan monster itu, tiba tiba
saja ada sinar terang dari monster tersebut dan dia menghilang begitu saja dari
pandangan mereka. “Apa-apaan ini!? Monster sebesar itu menghilang begitu saja?”
Ucap Ben yang terkejut, para tentara juga langsung berpencar mencari kemana
monster itu menghilang, kecuali Citrinia yang diam membantu matanya memang
kosong tapi pikirannya dipenuhi banyak hal.
Seketika Citrinia berlari menuju tempat dimana monster itu
terkahir kali dilihat, dia membungkukan badannya dan mencari sesuatu, ya dia
mencari monster itu. “Emm, nona apa yang anda lakukan?” Tanya Ben yang kebingungan melihat tingkah
Citrinia. “Apa lagi selain mencari monster itu, hannya ada 2 kemungkinan dia
bisa teleprotasi atau mengecilkan tubuhnya!” Ucap Citrinia.
Ben mengerti apa yang dimaksud oleh Citrinia dia juga segera
mereka.
Citrinia menghentikan langkahnya dan berkata “Disini rupanya
sibesar?” Ucapnya setelah melihat monster besar dalam ukuran kecil. Anehnya
monster itu seperti menangis, Citrinia memirinngkan kepalanya dan monster itu
menundukan kepalanya. Saat Citrinia menjulurkan tangannya monster itu malah
ketakutan bahkan saat Citrinia menyentuh
monster itu, dengan suara kecil monster itu berteriak “AAAAAAKH, aku minta maaf
jangan lukai aku kumohon”
“Ha? Kamu baik? Waw, tapi tetap saja mau tidak mau aku harus
menghancurkanmu monster kecil!”
“Aku tau itu, dan lebih baik bila aku cepat hilang dari sini”
“Ya benar, lagi pula kamu bukanlah sesuatu yang nyata
disini”
“Tapi aku takut hiks hiks huaaa”
“Hei jangan mengangis, takut apanya? Saat aku membacakan mantra
__ADS_1
untuk menghilangkanmu semuanya selesai tidak ada rasa sakit”
“Tapi...”
“Keluarlah agar aku bisa menghancurkanmu, oh ya harus dalam
ukuran asli loh”
Monster itu tidak menanggapi Citrinia selama beberapa saat,
tapi tiba-tiba dia berkata “Baiklah, kamu lebih baik pergi dari sini aku akan
menjadi besar!” Ucap monster itu, “ok aku tunggu” Balas Citrinia, Citrinia
pergi meninggalkan tempat itu serta memanggil Ben juga memberi tahu para
tentara untuk tidak berada didekat sana.
Dalam sekejap mata monster yang tiba tiba menghilang begitu
saja, berada didepan mata mereka lagi. “Aku sudah siap” Ucap monster itu, tapi
kali ini suaranya menggeledar “CKCK aku lebih suka suara manismu saat tubuhmu
kecil, baiklah ini tidak akan sakit” ucap Citrinia “Emm, para tentara bisa
permisi bila tidak mau mati? Oh ya kamu mau pakai apa? Wind, fire, water?”
Lanjut Citrinia.
“Water itu kelemahanku” Balas monster itu, Citrinia
mengangguk dia mengayunkan tangannya dan munculah The Strongest Heirloom bersama
Blue Crystal. Dengan tambahan mantra dan ayunan tangan terbentuklah lingkaran
sihir, dan setelah membacakan mantra kedua munculan gelora air dari tanah.
Sesaat kemudian monster itu lenyap kini dia benar benar lenyap.
“Baiklah tugasku dan Ben disini selesai sampai jumpa!” Ucap
Citrinia lalu dia dan Ben menghilang begitu saja seperti tertiup angin.
Termyata mereka kembali kekediaman mereka, Citrinia
menghempaskan badannya ke sofa dan menghela nafas panjang sangat nampa bahwa
dia kelelahan. “Nona, saya ingin tahu tadi anda membawa saya menjauh karna tau
dia akan membesar? Atau anda menemukanya lalu meminta dia membesar?” Tanya Ben
yang penasaran dengan apa yang terjadi.
Citrinia membenarkan posisi duduknya lalu mulai bercerita
tentang apa yang terjadi sebenarnya. “Kenapa anda percaya dengan perkataan
monster? Bagaimana bila dia menipu anda dan kabur?” Tanya Ben lagi, Citrinia
menatap wajah Ben lalu mengankat salah satu alisnya “Kekuatan kegelapanku
meningkat, jadi aku tahu bila ada yang berniat jahat atau tidak benar” Balas
Citrinia, Ben hanya meanggapi dengan wajah terkejut karena Citrinia menjadi
lebih kuat dalam waktu yang singkat.
__ADS_1
CERITA INI HANYALAH FIKSI BELAKA BILA ADA KESAMAAN NAMA DAN
NAMA TEMPAT HAL ITU TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN DIDUNIA NYATA.