Journey To Another World

Journey To Another World
#63


__ADS_3

Ini bukanlah awal dari perjalanan mereka, bahkan tidak bisa


dibilang bahwa ini langkah pertama mereka.


Hari pertama dari 1 bulan latihan.


“Ini tidak akan terlalu sulit untuk kalian yang sudah di


latih dari kecil, tapi mohon untuk tetap serius” ujar Ben diruang latihan


tersebut, hari pertama ini Kiara dan Nicholas diajar oleh Ben dan Caneza.


Ben dan Caneza memang tidak bisa mengajarkan mereka


mengendalikan kekuatan Elected dan 5 Forces. Namun, mereka bisa membantu untuk


mengajarkan mereka agar bisa mengendalikan kekuatan disegela situasi, serta


tetap tenang.


--


“Aku ingat waktu itu bukannya latihan kita berantem beneran”


bisik Caneza dengan tawa kecil, setelah melihat Kiara dan Nicholas berlatih.


“Ya, ngomong-ngomong sebenarnya kegelapan ini berasal dari mana?” balas Ben.


“Aku masih tidak yakin, tapi dari perbincangan bersama


Nyonya dan Tuan, kemungkinan untuk saat ini adalah dunia ke-3” balas Caneza,


Ben yang mendengar perkataan Caneza terkejut.


“Dunia ke-3 bagaimana? Crystal World dan bumi tidak ada


hubungannya dengan dunia tersebut, bumi juga...” ujar Ben dengan penekanan


dibeberapa kata.


“Aku juga tidak bisa mengerti, tapi jika itu benar...


bagaimana dengan mereka?” balas Caneza, kata ‘mereka’ merujuk pada Nicholas dan


Kiara.


Caneza dan Ben tidak menyadari bahwa Nicholas dan Kiara


menguping pembicarran mereka.

__ADS_1


--


Malam harinya sekitar pukul 11 malam, rumah tersebut seperti


tidak berpenghuni. Kiara keluar dari kamarnya dan menuju kamar kakak


laki-lakinya. “Kak” ujarnya sambil memasuki kamar kakaknya.


“Udah dateng?” balas singkat Nicholas, Kiara berjalan dan duduk


disebuah sofa dekat dengan meja kerja kakaknya.


“Soal tadi siang kakak nemu sesuatu?” ujar Kiara, Nicholas


menyenderkan badannya di meja kerjannya dan menghela nafas kasar.


“Ck, sama sekali tidak ada apapun tentang dunia ke-3, masa


dunia pararel baru? Tidak itu tidak mungkin” guman Nicholas.


“Sepertinya semua infromasi di blok, gimana kalau cari di


perpustakaan keluarga?” ujar Kiara, Nicholas menatap adiknya dan menaikan salah


satu alisnya.


“Mencari satu satu diantara seribu buku? Hah....” balas


semakin menatap adiknya.


“Kamu tahu sesuatu?” ujar Nicholas dengan nada mengitrogasi.


Kiara membalas dengan gelengan kepala.


Dan Kiara mulai berbicara....


“Dengar ini, kita tahu bahwa papa dan mama menyembunyikan sesuatu


dari kita, selain dunia ketiga ini ada yang selalu ingin ku ketahui. Dimana papa


dan mama menyembunyikan benda benda glasir?”


“Jangan jawab di Crystal World, karna yang aku maksud adalah


benda glasir yang diamankan, dan benda tersebut memang berasal dari bumi. Kita juga


tahu kalau ada yang namanya bola infromasi, dan memang bisa menggunakannya,


tapi bola infromasi tersebut memiliki beberapa infromasi yang disegel. Semua teknologi

__ADS_1


didunia berasal dari selembar kertas yang ditulis dengan pemikiran luar biasa. Bagaimana


memang ada tempat seperti itu dirumah ini?” ujar Kiara.


Nicholas dapat mengerti dengan jalan pikiran adiknya, “Tapi


kenapa di perpustakaan?” tanya Nicholas.


“Ruangan itu pernah digunakan oleh Paman Ben dalam


penelitiannya, dan digunakan oleh Bibi Caneza dalam penelitannya juga. Mama dan


Papa sangat sering memasuki perpustakaan apa lagi saat ada sedikit kebocoran sihir.


Kakak juga merasakan kalo di perpustakan kekuatan nya lebih kuat? Saat kita


masih kecil kekuatan itu terasa seperti menekan kita dan membuat kita sesak”  ujar Kiara menjelaskan.


“Kamu emang lebih cerdik dari kakak, yaudah ayo” ujar


Nicholas, dia berdiri dan beranjak pergi dari kamarnya diikuti oleh Kiara.


--


Perputaskaan keluarga yang mereka bicarkan adalah


perpustakaan yang dibangun bersamaan dengan rumah tempat mereka dibangun. Perpustakaan


itu dibangun oleh Citrinia dan Davide dan dibantu oleh Caneza serta Ben. Guna


perpustakaan ini menyimpan buku-buku yang berbau sihir agar tidak disalah


gunakan. Perpustakaan ini juga tidak bisa sembarang orang masuk, dengan segel


sihir yang dibuat oleh Davide dan terus di upgrade membuat perpustakaan ini


menjadi tempat paling ‘misterius’ di rumah tersebut.


Nicholas membuka pintu perpustakaan perlahan. “O.K dengar


ini terus berada disampingku mengerti?” ujar Nicholas kepada adiknya, disertai


dengan anggukan adiknya.


Mereka mulai menyusuri perpustakaan tersebut, sekalian


melihat-lihat beberapa buku disana. Namun ada sesuatu yang aneh dengan pojok


perpustakaan tersebut. Buku-bukunya memiliki pelindung sihir yang lebih kuat

__ADS_1


dengan buku lainnya.


__ADS_2