
Matahari sudah menampakan dirinya di langit, dan Citrinia
sudah membuka matanya. “Ben, kemarin malam gak ada monsterkan?” tanya Citrinia
kepada Ben yang sudah ada disebelahnya saat dia terbangun “Tidak ada kok,
bukankah itu bagus? Anda dapat beristirahat dengan sangat nyenyak” balas Ben
dengan senyum berseri diwajahnya.
“Hem, akhirnya aku beristirahat dengan tenang dan damai” balas
Citrinia sambil merenggakan badannya.
“Sepertinya bila ada kegaduhanpun anda tidak akan terbangun!”
balas Ben dengan disusul oleh tawa. Citrinia hanya membalas Ben dengan tatapan yang
seolah mengatakan ‘Berhenti tertawa dasar bodoh!’
Dari pagi hingga matahari terbenam tidak ada satupun monster
di kota London maupun dinegara tersebut. Awalnya Citrinia menginginkan untuk berbincang
dengan Davide, tapi dia takut mengganggu Davide. Nyatanya kekhawatiran itu tidak
terjadi, Davide menghubungi Citrinia terlebih dahulu menggunakan panggilan video.
“Rina? Aku denger dari Ben disana lagi gak ada penyerangan
ya?” tanya Davide dari sebrang sana.
“Ya disini sama sekali tidak ada penyerangan bahkan saat
ditinjau kembali wilayah bagian barat bumi sama sekali tidak ada penyerangan!”
“Aneh, dibagian timur juga sama sekali tidak ada
penyerangan, apa hari ini ada sesuatu yang spesial?”
Suasana diantara Davide dan Citrinia menjadi sunyi, mereka
tenggelam dalam pikirang masing-masing. “Tunggu dulu, bukankah hari ini
__ADS_1
peringatan Nona pergi ke dimensi Crystal World?” ujar Ben yang menghancurkan
segala pikiran.
“Ah, benar! Ini peringatan kematian sekaligus kedatangan kamu
ke Crystal World!” ujar Davide, entah mengapa mata Davide berbinar.
“Hey! Apakah harus menggunakan kata kematian?” Citrinia
sedikit sensitif terhadap kata kematian. Bagaimanapun juga Citrinia sudah
mengalami lebih dari 2 kali kematian dan hidup kembali. “Oh ya, aku ingin
protes! Hubungan kita hanya kolega atau juga sepasang kekasih?” lanjut
Citrinia, tidak dapat dipungkiri lagi nada bicaranya menjadi tinggi.
“Ada apa sih? Tentunya kekasih, kan kita saling mencintai” balas
Davide, Ben yang merasakan akan terjadi pertempuran rumah tangga ini segera keluar
dari ruangan.
dan tidak pernah hal lain! Hah aku merasa seperti kolega saja!” kesal Citrinia,
bibirnya membentuk mulut bebek itu adalah ekspresi yang tidak pernah ditunjukan
kepada siapapun. Davide sangat terkejut melihat wajah wanita didepannya, dia
tidak pernah menyangka ekspresi itu akan ditunjukan kepadanya.
“Baiklah aku minta maaf okey? Em, kali ini kita akab
bicarakan yang lain okey?” bujuk Davide dengan senyum yang berseri diwajahnya.
Senyuman itu bisa membius wanita, bagi wanita yang tahan dengan senyumannya itu
sangatlah pantas diberi penghargaan.
Bahkan Citrinia saja tidak tahan dengan pesona yang
dipancarkan oleh kekasihnya itu. Hari itu memang benar sama sekali tidak ada
__ADS_1
penyerangan. Satu-satunya yang mereka yakini sekarang, mengapa para monster
tidak menyerang. Karena hari ini adalah peringatan 1 tahun Citrinia kembali ke
Crystal World dan peringatan awal dari perjalanan rencana jahat dari Luc.
Hari itu juga Citrinia dan Davide menjadi semakin dekat,
mereka merasa tidak masalah walau hanya bertatapan lewat layar hologram dan
tidak bisa menyapa secara fisik. Bagi mereka hal itu bukanlah sebuah masalah
namun sebuah ujian untuk tetap saling mencintai dan mempercayai.
“Hari ini cukup sampai sini ya! Disana sudah malam kan? Istirahatlah
byebye!” ujar Citrinia, mereka juga harus menghadapi perbedaan zona waktu dan
harus mengerti satu sama lain.
“Ya, byebye! Aku titip kamu ke Ben yak!” balas Davide dengan
senyum gembira, energinya telah terisi saat berbincang dengan kekasihnya.
Saat panggilan terputus dan mereka mulai menjalani keseharian
masing-masing. Citrinia yang kembali bekerja dan Davide yang beristirahat.
“Nona! Lihatlah ini, monster-monster berlevel rendah menjadi
batu!” teriak Ben yang baru memasuki ruangan dia memberikan i-pad kepada Citrinia.
Citrinia mengambil itu dengan tampang yang kembali serius dari awalnya berseri-seri.
“Aneh, kenapa mereka membatu? Ben, bersiaplah malam ini kita
harus berjaga mungkin saja saat matahari menampakan dirinya, mereka akan
kembali bangun dan bertambah kuat!” ujar Citrinia dengan nada dan wajah yang
sangat serius, Ben membalas dengan anggukan lalu keluar dari ruangan dan
menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk pertarungan besar.
__ADS_1