Journey To Another World

Journey To Another World
#40


__ADS_3

Matahari sudah menampakan dirinya di langit, dan Citrinia


sudah membuka matanya. “Ben, kemarin malam gak ada monsterkan?” tanya Citrinia


kepada Ben yang sudah ada disebelahnya saat dia terbangun “Tidak ada kok,


bukankah itu bagus? Anda dapat beristirahat dengan sangat nyenyak” balas Ben


dengan senyum berseri diwajahnya.


“Hem, akhirnya aku beristirahat dengan tenang dan damai” balas


Citrinia sambil merenggakan badannya.


“Sepertinya bila ada kegaduhanpun anda tidak akan terbangun!”


balas Ben dengan disusul oleh tawa. Citrinia hanya membalas Ben dengan tatapan yang


seolah mengatakan ‘Berhenti tertawa dasar bodoh!’


Dari pagi hingga matahari terbenam tidak ada satupun monster


di kota London maupun dinegara tersebut. Awalnya Citrinia menginginkan untuk berbincang


dengan Davide, tapi dia takut mengganggu Davide. Nyatanya kekhawatiran itu tidak


terjadi, Davide menghubungi Citrinia terlebih dahulu menggunakan panggilan video.


“Rina? Aku denger dari Ben disana lagi gak ada penyerangan


ya?” tanya Davide dari sebrang sana.


“Ya disini sama sekali tidak ada penyerangan bahkan saat


ditinjau kembali wilayah bagian barat bumi sama sekali tidak ada penyerangan!”


“Aneh, dibagian timur juga sama sekali tidak ada


penyerangan, apa hari ini ada sesuatu yang spesial?”


Suasana diantara Davide dan Citrinia menjadi sunyi, mereka


tenggelam dalam pikirang masing-masing. “Tunggu dulu, bukankah hari ini

__ADS_1


peringatan Nona pergi ke dimensi Crystal World?” ujar Ben yang menghancurkan


segala pikiran.


“Ah, benar! Ini peringatan kematian sekaligus kedatangan kamu


ke Crystal World!” ujar Davide, entah mengapa mata Davide berbinar.


“Hey! Apakah harus menggunakan kata kematian?” Citrinia


sedikit sensitif terhadap kata kematian. Bagaimanapun juga Citrinia sudah


mengalami lebih dari 2 kali kematian dan hidup kembali. “Oh ya, aku ingin


protes! Hubungan kita hanya kolega atau juga sepasang kekasih?” lanjut


Citrinia, tidak dapat dipungkiri lagi nada bicaranya menjadi tinggi.


“Ada apa sih? Tentunya kekasih, kan kita saling mencintai” balas


Davide, Ben yang merasakan akan terjadi pertempuran rumah tangga ini segera keluar


dari ruangan.


dan tidak pernah hal lain! Hah aku merasa seperti kolega saja!” kesal Citrinia,


bibirnya membentuk mulut bebek itu adalah ekspresi yang tidak pernah ditunjukan


kepada siapapun. Davide sangat terkejut melihat wajah wanita didepannya, dia


tidak pernah menyangka ekspresi itu akan ditunjukan kepadanya.


“Baiklah aku minta maaf okey? Em, kali ini kita akab


bicarakan yang lain okey?” bujuk Davide dengan senyum yang berseri diwajahnya.


Senyuman itu bisa membius wanita, bagi wanita yang tahan dengan senyumannya itu


sangatlah pantas diberi penghargaan.


Bahkan Citrinia saja tidak tahan dengan pesona yang


dipancarkan oleh kekasihnya itu. Hari itu memang benar sama sekali tidak ada

__ADS_1


penyerangan. Satu-satunya yang mereka yakini sekarang, mengapa para monster


tidak menyerang. Karena hari ini adalah peringatan 1 tahun Citrinia kembali ke


Crystal World dan peringatan awal dari perjalanan rencana jahat dari Luc.


Hari itu juga Citrinia dan Davide menjadi semakin dekat,


mereka merasa tidak masalah walau hanya bertatapan lewat layar hologram dan


tidak bisa menyapa secara fisik. Bagi mereka hal itu bukanlah sebuah masalah


namun sebuah ujian untuk tetap saling mencintai dan mempercayai.


“Hari ini cukup sampai sini ya! Disana sudah malam kan? Istirahatlah


byebye!” ujar Citrinia, mereka juga harus menghadapi perbedaan zona waktu dan


harus mengerti satu sama lain.


“Ya, byebye! Aku titip kamu ke Ben yak!” balas Davide dengan


senyum gembira, energinya telah terisi saat berbincang dengan kekasihnya.


Saat panggilan terputus dan mereka mulai menjalani keseharian


masing-masing. Citrinia yang kembali bekerja dan Davide yang beristirahat.


“Nona! Lihatlah ini, monster-monster berlevel rendah menjadi


batu!” teriak Ben yang baru memasuki ruangan dia memberikan i-pad kepada Citrinia.


Citrinia mengambil itu dengan tampang yang kembali serius dari awalnya berseri-seri.


“Aneh, kenapa mereka membatu? Ben, bersiaplah malam ini kita


harus berjaga mungkin saja saat matahari menampakan dirinya, mereka akan


kembali bangun dan bertambah kuat!” ujar Citrinia dengan nada dan wajah yang


sangat serius, Ben membalas dengan anggukan lalu keluar dari ruangan dan


menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk pertarungan besar.

__ADS_1


__ADS_2