Journey To Another World

Journey To Another World
#58 BONUS EPISODE 2


__ADS_3

BONUS EPISODE 2


Author POV


--Desember, 23—


Sekitar pukul 7 pagi, Davide sudah selesai bersiap-siap. Dia


juga segera pergi kerumah kekasihnya, untuk pergi kembali ke Crystal World.


Kira-kira Davide sampai di rumah Citrinia pada puluk 7.30. Saat


memasuki rumah tersebut dilihat Citrinia yang sudah siap dengan pakaian rapi. “Kamu


sudah siap ya, udah sarapan?” tanya Davide.


“Belum hehe, ini mau sarapan” balas Citrinia dengan senyuman


kecil. Sebelum berangkat ke Crystal World mereka sarapan bersama terlebih


dahulu.


Jujur saja Citrinia sangat merindukan saat mereka makan


bersama dikala terjadi ketidak seimbangan dibumi. “Dav, aku takut. Aku takut


untuk kembali ke Crystal World. A-aku tau itu rumahku tapi...” ujar Citrinia


dengan tatapan lesu, Davide dapat mengerti mengapa Citrinia takut untuk


kembali.


Citrinia telah meninggalkan segala hal yang berbau glasir di


Crystal World. Citrinia juga merasa terbebani saat dia harus menjadi seorang


hero. Hal itu karna, sakit hati yang berbekas dihatinya saat melihat begitu


banyak orang yang dicintainya terluka atau bahkan mati tepat didepan matanya. Hal


itu karna keteledoran Citrinia sendiri.


Memang sudah 4 tahun berlalu saat harus merasakan masa-masa


tersebut. Namun Citrinia tetap menyimpan penyesalan tersebut, baginya bila dia


tidak teledor maupun ceroboh semua hal ini tidak akan terjadi.


“Semua yang terjadi bukan salah kamu. Rina jangan simpan


rasa bersalah itu sendiri. Kamu masih menyesal atas kematianku 4 tahun lalu


kan?” ujar Davide, tatapan lesu Citrinia berubah menjadi isak tangis, tanpa

__ADS_1


menjawab dengan kata-kata Davide dapat mengerti apa jawabanya.


Davide berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah


Citrinia, dia berada tepat disamping Citrinia. Dia menggeser kursi tempat Citrinia


duduk, juga dia berjongkok tepat dihadapan Citrinia, kini posisi Davide dapat


menghadap kearah Citrinia yang medudukan kepalanya.


“Ka-kamu bodoh! Dav kamu bodoh, kamu ngorbanin nyawa 2 kali


untuk nyelamatin aku! Itu kesalahanku...” ujar Citrinia dengan isakan.


“Rina... itu bukan kesalahan kamu, aku tidak apa terluka


saat menyelamatkan kamu. Tapi saat aku tidak menyelamatkan kamu padahal aku


bisa, dan kamu terluka itu lebih menyakitkan dari pada saat aku terluka” ujar


Davide sambil menyeka tetesan air mata yang dikeluarkan dari mata kekasihnya itu.


“Kamu mati bukan luka lagi!” ujar Citrinia nadanya sedikit


ditinggikan.


“Aku akan sangaaaaaat menyesal saat aku melihat kamu mati


saat itu. Aku akan menyesal tidak melindungi mu, aku akan menyalahkan diri bila


melihatmu terluka, melihat kamu kelelahan, aku tidak ingin kamu terluka” ujar


Davide.


“Dav, kenapa kamu mencintaiku?” tanya Citrinia, pertanyaan


itu membuat Davide tersenyum tipis. “Aku selalu merepotkanmu, aku tidak pernah


menjadi mandiri didekatmu, aku terus menerus membuatmu terluka...” lanjut Citrinia.


“Apakah cinta membutuhkan alasan? Kamu tidak pernah


merepotkan bagi ku, kamu mandiri. Tapi kita bersama untuk saling melengkapi,


untuk menjadi patner dalam kehidupan ini. Jangan merasa terus menerus kamu


selalu merepotkan ku, aku tidak merasa terepotkan. Bila gak ada kamu kita gak


bisa menang di pertempuran, begitu juga sebaliknya. Kita saling melengkapi


sayang...” ujar Davide, Citrinia mengangguk pelan, diikuti Davide yang


memeluknya dan mengelus kepala Citrinia secara lembut.

__ADS_1


Pukul 9.00, Davide telah menyiapkan portal untuk menuju


Crystal World. Mereka memasuki portal tersebut secara beriringan. Dalam sekejap


mereka sudah berada di Crystal World, negri Kristal. Kehadiran kedua orang


tersebut disambut hangat oleh keluarga dan para rakyat.


“KAKAK!” teriak seorang anak yang belari menuju Citrinia, ya


dia adalah Sam. “Aku merindukanmu...” ujar Sam sambil memeluk Citrinia dengan


sangat kencang.


“Kakak juga merindukan mu, putra mahkota” ujar Citrinia perkataannya


diakhir dengan tawa kecil.


“Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku putra


mahkota! Ayolah itu sangat tidak nyaman bagiku” ujar Sam dengan bibir yang


semakin kedepan. “Haha, iya iya” balas Citrinia.


“Mama sangat merindukanmu Nana” itu adalah suara dari Milanda,


ibu dari Citrinia. Dan panggilan ‘Nana’ itu mulai terdengar akrab saat Citrinia


dan kedua orang tuanya tidak bersikap dingin.


Citrinia memeluk ibunya, dan menepuk – nepuk punggung


ibunya. “Aku pulang” ujar Citrinia “Aku juga merindukan mama” lanjutnya.


Sedangkan Davide disambut oleh kakaknya, Pangeran Lence. “Kak”


sapa Davide, sambil menghampiri kakaknya tersebut. Pangeran Lence melambaikan


tangannya secara perlahan.


“Akhirnya kamu pulang, Ayahanda dan Ibunda merindukanmu.” Ujar


Pangeran Lence.


“Iya, maaf aku lama kembalinya. Bagaimana kabar kalian?”


“Sama seperti sebelumnya, aku dengar kamu akan menikahi


Citrinia?”


“Iya, ibunda dan ayahanda juga sudah menyetujui hal


tersebut. Nanti aku akan melamarnya” ujar Davide yang disertai anggukan pelan

__ADS_1


oleh Pangeran Lence.


__ADS_2