
Citrinia dan Davide yang ditinggalkan berdua, hanya diam
termenung. Citrinia berjalan kearah pohon besar dan rimbun, lalu duduk dibawah
naungan pohon tersebut. Sedangkan Davide hanya berdiri disamping Citrinia,
dibawah naungan pohon.
“Aku tidak mengerti, rusa itu hanya monster tapi bisa
menggoyahkan hatiku!” Kesal Citrinia, sambil mengacak-acak rambutnya. Davide
hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Citrinia.
Didalam lubuk hati Davide, ada sebuah lentera harapan untuk
menyelamatkan manusia dan bumi tanpa adanya pertumpahan darah. Namun lentera
itu mati dan tidak bisa lagi menyala, dia tahu tidak bisa membiarkan bumi terus
seperti ini, namun disatu sisi dia ragu.
“Davide, apa memang tidak ada cara untuk menyelamatkan
mereka? Seperti membuat mereka hidup berdampingan dengan manusia. Mereka bisa
rukun satu sama lain!” Ujar Citrinia, rupanya lentera harapan dihatinya masih
menyala walau redup.
Davide mengubah posisinya yang semulanya berdiri menjadi
jongkok tepan didepan Citrinia.
“Rina, berpikirlah logis. Apakah para manusia bisa menerima
mereka yang ttelah menghancurkan semuanya? Dan apakah para monster bisa
menerima untuk tinggal dengan manusia?” Ujar Davide , tangan kanan Davide
memegang tangan mungil Citrinia dan tangan satunya lagi membelai lembut rambut
Citrinia.
“Kenapa gak kita coba? Bukanya semua hal itu mungkin saat
kita berusaha?” Tanya Citrinia, sisi keras kepala Citrinia muncul, ia ragu
untuk membunuh monster.
“Rina, aku tanya lagi ya, kamu bisa menghilangkan naluri
mereka? Sedikit saja merasakan aura jahat mereka bisa menghancurkan bumi lagi,
dan dilihat dari arietes mons, mereka tersiksa dengan keadaan mereka sekarang
ini. Sekarang tugas kita menghancurkan monster-moster lalu minimal membuat
dunia kembali kesedia kalanya, dan bila bisa menjadi lebih baik dari
sebelumnya” jelas Davide, dia tetap menenangkan Citrinia padahal hatinya
__ADS_1
sendiri sedang gusar.
Citrinia menundukan kepalanya, ia sadar telah keras kepala
dan tidak berpiki sampai sejauh itu. Namun dia tetap terdiam, dia ingin sekali
membuat para monster itu hidup lebih baik dengan menarik semua sihir hitam dari
mereka, dan membuat dunia lebih baik. Sayangnya takdir berkata lain, dia harus
meemilih untuk membunuh untuk menyelesaikan semuanya atau menarik sihir hitam
tetapi ada kemumgkinan untuk mereka kambuh.
“Baiklah, ayo kita harus menyelesaikan mereka walau akan
terjadi pertumpahan darah” Ujar Citrinia, dia berdiri dan mengeluarkan The Strongest
Heirloom. Davide berdiri dia menyiapkan five forcesnya.
Mereka berjalan menuju kawanan arietes mons, dan sebelum
membantai kawanan tersebut Citrinia mengucapkan kata-kata terakhirnya untuk
para rusa “Aku sungguh minta maaf tapi kami sudah memutuskan”.
Pemimpin Arietes Mons menengok kearah Citrinia dan Davide,
mukanya terlihat lega dan koloninya pun begitu. “Kamu memutuskan hal yang
benar. Gunakanlah kekuatan fire serta lingkaran sihir fire” Ujar pemimpin
arietes mons. Para rusa yang lain berkumpul disekeliling pemimpinnya dan siap
Davide membacakan mantra dan menyiapkan lingkaran sihir,
tempat dimana para rusa itu berpijak adalah berada didalam lingkaran sihir.
Sedangkan Citrinia berada dilingkaran sihir kedua yang berada didepan lingkaran
sihir untuk para rusa.
Citrina mengayunkan The Strongest Heirloom, lalu
menancapkanya ketanah dengan penuuh tenaga, aliran sihir yang nampak seperti
petir menyambar dari The Strongest Heirloom. Air mata jatuh dari mata Citrinia,
gerak mulut yang mengatakan maaf terlihat begitu jelas.
Davide menggerakan tangannya dan, secara bersamaan sihir
dari Citrinia dan Davide membuat api yang begitu besar dan membuat rusa-rusa
itu terbakar, rasa gusar di hati hilang menjadi rasa sedih yang baru.
“Padahal aku sudah berjanji pada kalian, untuk mengembalikan
kalian kehabitatnya maafkan aku” Ucap Citrinia yang tidak bisa menepati
janjinya.
__ADS_1
Setelah api sihir itu hilang karna sudah ditarik kembali
oleh Citrinia dan Davide. Begitu juga dengan rusa-rusa itu menghilang karena
mereka sudah mati.
“Rina, kita sudah selesai ayo pulang” Ujar Davide, tetapi
setelah menengok kearah kekasihnya dia melihat kekasihnya yang sedang terduduk
lemas. Tanpa berfikir panjang dia langsung berlari menghampiri Citrinia dan
memeluknya.
“Berhenti menangis, kamu juga menyakitiku” Ucap Davide, yang
juga menjadi ingin menangis setelah melihat kekasihnya menangis.
“Dav, kenapa tidak ada sisa dari rusa-rusa?” Tanya Citrinia
yang sadar tidak ada satupun sisa pembakaran.
Davide menengok, dan dia menghela nafasnya dia kembali
menengok kearah Citrinia. Davide memegang kedua pundaknya dan mulai berbicara
“Sekarang kita mengetahui satu hal baru, untuk monster yang berasal dari mahluk
hidup, pada dasarnya mereka telah mati karena tubuh mereka yang tidak bisa
menahan sihir hitam” jelas Davide.
“Kalau begitu walau kita menarik kembali sihir hitamnya,
sama saja percuma dan mereka akan mati?”
“Itu benar, atau bila mereka tidak mati, mereka dapat
sewaktu-waktu kambuh. Dan kamu udah menuhin janji kamu kepada mereka, karena
mereka mati dihabitatt asli mereka” Ucap Davide.
Perasaan Citrinia semakin membaik dan sekaranng mereka telah
kembali kerumah, dan ada satu hal yang harus mereka diskusikan.
“Kita harus berpencar, dunia akan semakin cepat untuk
kembali kesedia kalanya” Ucap Davide, yang teringat masih ada beberapa monster
yang harus ditangani.
“Iya, kita harus membagi tugas. Dan ingat untuk tetap
berkomunikasi selama tugas, bila dalam keadaan darurat harus segera menghubungi
satu sama lain” Balas Citrnia.
“Baik, ayo kebola infromasi, kita akan bagi tugas” Ucap
Davide, sambil berlalu menuju bola infromasi.
__ADS_1
TBC