Journey To Another World

Journey To Another World
#59 BONUS EPISODE 3


__ADS_3

BONUS EPISODE


24 Desember, 8.00 PM


Davide dan Citrinia berbincang di taman istana negri


Kanaelt. “Rina, besok pagi bersiaplah. Kita akan pergi kebeberapa tempat” ujar


Davide. “Baiklah, tapi kemana?” balas Citrinia.


“Rahasia~ lagi pula mungkin kamu tidak ingat tempat  tersebut~” balas Davide, namun hal tersebut


semakin membuat Citrinia penasaran, rasa penasaran tersebut dapat davide liat dari


tatapan Citrinia.


“Haha, kamu akan tau besok~”


--keesokan harinya—


Citrinia bangun cukup pagi, dan bersiap-siap sembari dibantu


oleh para pelayan. Kira-kira pukul 8.00 pagi Citrinia sudah siap, dia juga


sudah menyantap sarapannya.


Davide mengetuk pintu Citrinia sebanyak tiga kali, lalu


memasuki kamar tersebut. “Sudah siap?” tanya Davide, Davide sangat terkejut dia


melihat bidadari didepan matanya.


“Hum? Ah~ apa kamu terpesona?” goda Citrinia dengan senyum


manisnya diiukti oleh tawa kecilnya.


“Bagaimana tidak, ada bidadari loh!” balas Davide dengan


senyum lebarnya.


-Dia sangat cantik dengan gaya apapun, mulai dari seorang


putri, hero, bos besar, mahasiswi. Kecantikannya tidak ada yang menandingi!-


ujar Davide dalam hati, tanpa sadar wajahnya memerah.


“heeee? Pangeran Davide dari negri Kanaelt sepertinya terpesona


dengan kecantikanku” ucap Citrinia menggoda Davide. “Benar, aku memang terpesona

__ADS_1


denganmu! Ah sudahlah jangan membuang waktu ayo pergi” ujar Davide, dia


mengulurkan tangannya dan Citrinia memegang tangan tersebut.


Mereka melakukan Teleportasi menuju kesebuah pegunungan yang


sangat indah. Sesuai dengan rencana Davide, Citrinia terpesona dengan keindahan


yang di perlihatkan didepan matanya. Bagi Citrinia selain menyaksikan keindahan


alam yang luar biasa ini, dia ditemani oleh seseorang yang sangat penting


baginya.


Mereka pergi kebeberapa tempat di Negri Kanaelt, dan diakhiri


dengan pergi ke pantai. Kira-kira pukul 3 sore mereka menuju ke pantai.  Perlahan cahaya mentari pergi untuk beristirahat


dan diiukti oleh cahaya rembulan yang memikat, serta cahaya bintang yang lembut


menyinari Negri Kanaelt saat itu.


“Sangat indah bukan? Dulu kita gak sempet ngeliat ini


bareng-bareng, malah malam yang mengerikan yang kita lalui bersama” ujar


melawan monster-monster. “Ya, sangat indah” ujar Citrinia.


Mereka duduk dipasir pantai, dapat mendengar merdunya suara ombak


dan hembusan angin. Hal itu juga membuat Citrinia seperti terhinoptis, perlahan


dia menyenderkan kepalanya dipundak Davide, serta menutup matanya.


Davide tersenyum melihat Citrinia yang terelap di pundaknya,


dia mengubah posisi Citrinia secara perlahan. Kini kepala Citrinia berada


dipaha Davide. Davide membelai perlahan rambut Citrinia, membuat tidur Citrinia


semakin terlelap.


Kira-kira jam 10 malam, Citrinia yang masih tertidur dan terlihat


sangat letih membuat Davide tidak tega untuk membangunkannya, seharian ini


mereka melakukan banyak hal yang membuat fisik menjadi letih.


Davide menggendong Citrinia, dan membuat portal langsung

__ADS_1


menuju depan kamar Citrinia. Dia membuka pintu perlahan, dan memasuki kamar


tersebut. Perlahan Davide menurunkan Citrinia di ranjang dan menyelimutinya dengan


selimut.


Sebelum meninggalkan ruangan tersebut dia kembali membelai


rambut Citrinia, dan menciumnya tepat dikening Citrnia. Setelah itu dia


langsung pergi dari kamar tersebut, dan memberi tahu pelayan apa yang harus


dilakukan.


Davide berjalan menuju kamarnya dan ingin beristirahat. “Ck-ck”


decak seseorang dari belakang Davide, dari suaranya dapat diketahui dia adalah


kakaknya Pangeran Lence. “Kak? Apa yang kamu lakukan selarut ini?” tanya Davide


pada kakaknya.


Pangeran Lence menyilangkan kedua tangannya didada bidangnya


dan berkata “Kakak sangat iri denganmu, bisa berlibur bersama gadismu” ujar Pangeran


Lence, perkataan Pangeran Lence mambuat Davide tertawa.


“Siapa suruh jadi jomblo dari lahir?” goda Davide yang


membuat kakaknya itu berdecak kesal. “Cih, kamu enak dari kecil ada waktu luang


main sama Nana, lah aku malah dikasih tugas tambahan sama ayahanda” curhat Pangeran


Lence kepada kakaknya itu.


“Ah sudah tidak usah dibahas, ujung ujungnya pernikahan


politik juga kan? Kamu nanti setelah menikah mau jadi pangeran atau apa?” ujar


Pangeran Lence, dia mengubah topik.


“Kami akan tinggal dibumi, eits tapi aku tetaplah Pangeran Kedua


dari Negri Kanaelt si Hero tersebut” ujar Davide menyombongkan dirinya, Pangeran


Lence hanya menggelengkan kepalanya, dia bingung harus bersikap seperti apa


didepan adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2