
BONUS EPISODE
24 Desember, 8.00 PM
Davide dan Citrinia berbincang di taman istana negri
Kanaelt. “Rina, besok pagi bersiaplah. Kita akan pergi kebeberapa tempat” ujar
Davide. “Baiklah, tapi kemana?” balas Citrinia.
“Rahasia~ lagi pula mungkin kamu tidak ingat tempat tersebut~” balas Davide, namun hal tersebut
semakin membuat Citrinia penasaran, rasa penasaran tersebut dapat davide liat dari
tatapan Citrinia.
“Haha, kamu akan tau besok~”
--keesokan harinya—
Citrinia bangun cukup pagi, dan bersiap-siap sembari dibantu
oleh para pelayan. Kira-kira pukul 8.00 pagi Citrinia sudah siap, dia juga
sudah menyantap sarapannya.
Davide mengetuk pintu Citrinia sebanyak tiga kali, lalu
memasuki kamar tersebut. “Sudah siap?” tanya Davide, Davide sangat terkejut dia
melihat bidadari didepan matanya.
“Hum? Ah~ apa kamu terpesona?” goda Citrinia dengan senyum
manisnya diiukti oleh tawa kecilnya.
“Bagaimana tidak, ada bidadari loh!” balas Davide dengan
senyum lebarnya.
-Dia sangat cantik dengan gaya apapun, mulai dari seorang
putri, hero, bos besar, mahasiswi. Kecantikannya tidak ada yang menandingi!-
ujar Davide dalam hati, tanpa sadar wajahnya memerah.
“heeee? Pangeran Davide dari negri Kanaelt sepertinya terpesona
dengan kecantikanku” ucap Citrinia menggoda Davide. “Benar, aku memang terpesona
__ADS_1
denganmu! Ah sudahlah jangan membuang waktu ayo pergi” ujar Davide, dia
mengulurkan tangannya dan Citrinia memegang tangan tersebut.
Mereka melakukan Teleportasi menuju kesebuah pegunungan yang
sangat indah. Sesuai dengan rencana Davide, Citrinia terpesona dengan keindahan
yang di perlihatkan didepan matanya. Bagi Citrinia selain menyaksikan keindahan
alam yang luar biasa ini, dia ditemani oleh seseorang yang sangat penting
baginya.
Mereka pergi kebeberapa tempat di Negri Kanaelt, dan diakhiri
dengan pergi ke pantai. Kira-kira pukul 3 sore mereka menuju ke pantai. Perlahan cahaya mentari pergi untuk beristirahat
dan diiukti oleh cahaya rembulan yang memikat, serta cahaya bintang yang lembut
menyinari Negri Kanaelt saat itu.
“Sangat indah bukan? Dulu kita gak sempet ngeliat ini
bareng-bareng, malah malam yang mengerikan yang kita lalui bersama” ujar
melawan monster-monster. “Ya, sangat indah” ujar Citrinia.
Mereka duduk dipasir pantai, dapat mendengar merdunya suara ombak
dan hembusan angin. Hal itu juga membuat Citrinia seperti terhinoptis, perlahan
dia menyenderkan kepalanya dipundak Davide, serta menutup matanya.
Davide tersenyum melihat Citrinia yang terelap di pundaknya,
dia mengubah posisi Citrinia secara perlahan. Kini kepala Citrinia berada
dipaha Davide. Davide membelai perlahan rambut Citrinia, membuat tidur Citrinia
semakin terlelap.
Kira-kira jam 10 malam, Citrinia yang masih tertidur dan terlihat
sangat letih membuat Davide tidak tega untuk membangunkannya, seharian ini
mereka melakukan banyak hal yang membuat fisik menjadi letih.
Davide menggendong Citrinia, dan membuat portal langsung
__ADS_1
menuju depan kamar Citrinia. Dia membuka pintu perlahan, dan memasuki kamar
tersebut. Perlahan Davide menurunkan Citrinia di ranjang dan menyelimutinya dengan
selimut.
Sebelum meninggalkan ruangan tersebut dia kembali membelai
rambut Citrinia, dan menciumnya tepat dikening Citrnia. Setelah itu dia
langsung pergi dari kamar tersebut, dan memberi tahu pelayan apa yang harus
dilakukan.
Davide berjalan menuju kamarnya dan ingin beristirahat. “Ck-ck”
decak seseorang dari belakang Davide, dari suaranya dapat diketahui dia adalah
kakaknya Pangeran Lence. “Kak? Apa yang kamu lakukan selarut ini?” tanya Davide
pada kakaknya.
Pangeran Lence menyilangkan kedua tangannya didada bidangnya
dan berkata “Kakak sangat iri denganmu, bisa berlibur bersama gadismu” ujar Pangeran
Lence, perkataan Pangeran Lence mambuat Davide tertawa.
“Siapa suruh jadi jomblo dari lahir?” goda Davide yang
membuat kakaknya itu berdecak kesal. “Cih, kamu enak dari kecil ada waktu luang
main sama Nana, lah aku malah dikasih tugas tambahan sama ayahanda” curhat Pangeran
Lence kepada kakaknya itu.
“Ah sudah tidak usah dibahas, ujung ujungnya pernikahan
politik juga kan? Kamu nanti setelah menikah mau jadi pangeran atau apa?” ujar
Pangeran Lence, dia mengubah topik.
“Kami akan tinggal dibumi, eits tapi aku tetaplah Pangeran Kedua
dari Negri Kanaelt si Hero tersebut” ujar Davide menyombongkan dirinya, Pangeran
Lence hanya menggelengkan kepalanya, dia bingung harus bersikap seperti apa
didepan adiknya itu.
__ADS_1