Journey To Another World

Journey To Another World
#14


__ADS_3

Setelah kejadian hari itu, Pangeran Lenxo dicabut


kebangsawanannya. Sehingga Kak Lenxo kembali ke Keluarga tenebris. Aku dan


Davide diusir dari Negri Caara, lagi pual tidak ada alasan bagi kami untuk


tetap berada di Negri Caara. Kami meninggalkan Caara menggunakan portal dan


kembali ke Negri Kanaelt.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk


sampai di Negri Kanaelt. Dan kami disambut oleh Pangeran Lence. “Kalian sudah


pulang rupanya, pasti melelahkan untuk menghadapi mereka. Beristirahatlah.


Deolinda, kamu sudah menguasainya bukan?” Sambut Pangeran Lence didepan istana.


“Benar Yang Mulia, saya akan menyerahkanya lagi pada Anda” Sepertinya tidak


sopan untuk mengambil Pusaka milik negara lain dan menguasainya. “TIDAK, aku


yakin akan terjadi hal lain setelah ini. Negri Kristal, Kanaelt, Keyna dan


Negri Valaiva sudah mempercayai kalian agar menjadi Heroes” Di bumi Heroes


adalah pahlawan namun di Crystal World artinya lebih kepada pahlawan saat


malapetaka.


“Apa akan terjadi malapetaka?” Tanya Davide pada


kakanya, dapat dilihat bahwa Davide tidak percaya akan terjadi malapetaka.


Pangeran Lence mengehela nafas panjang, “Aku juga tidak ingin ini terjadi,


sayangnya 10 peramal telah melihat masa depan. Dan malapetakan akan segera


terjadi”  10 peramal dari 4 Negri telah


berkumpul, selama lebih dari 2 abad, ramalan yang diberikan oleh keturunan 10


peramal selalu benar dan tepat. Dan aku tahu siapa penyebabnya, Luc.


“Kemungkinan malapetaka akan terjadi, tapi bagaimana


bila kita mencegah malapetaka tersebut?” Aku berbicara seakan-akan itu adalah


hal yang mudah, terdapat 3 pusaka yang harus dijaga. Dan kini tidak ada yang


tau Luc berada dimana dan apa rencananya. “Itu bukanlah sesuatu hal yang mudah.

__ADS_1


Dalangnya saja tidak tahu ada dimana” ada seseorang yang berbicara, dia adalah


penasehat keluarga kanaelt.


“Dalangnya ingin untuk menguasai ke-5 benda pusaka,


dan mendatangkan malapetaka. Apa kita tidak bisa mencoba untuk melindungi benda


pusaka? Dan lebih gampangnya lagi bila kita mengumpulkan benda pusaka disatu


tempat dan ke-4 negri akan menjaganya” Aku mengangkat pendapatku, dan aku tahu


presentase untuk melakukanya sangatlah sulit. “Putri Deolinda, bukankah kamu


sudah menguasai Blue Crystal? Apa kamu tahu bila diruangan pusaka terdapat


ukiran dan lukisan yang berubah-ubah seiring waktu? Hal itu menadakan ramalan


sebuah kejadian masa depan namun selama lebih dari 2 abad tidak ada yang bisa


mengartikanya....” maksud dari penasehat adalah, aku harus mencoba untuk


memecahkan ramalan kuno yang belum pernah ada seorang yang bisa memecahkanya.


“Aku akan mencobanya, bila diperbolehkan” setelah


melihat penasehat aku menengok kearah Pangeran Lence untuk mendapat izin. “Bawa


mulut Pangeran Lence. “Deolinda apa kamu yakin soal ini? 1 abad yang lalu raja


terdahulu mencobanya dan ia mati..” Davide sangat mengkhawatirkanku bahkan


pergelangan tanganku saja dipegang dengan begitu kuat. “Aku akan berusaha


semampuku dan tidak akan memaksakan diri!” aku mencoba untuk menenangkan


kekhawatiran Davide, setelah Davide tenang. Barulah kami pergi keruang pusaka


tersebut.


Setelah sampai didepan pintu megah ruang pusaka dan


terbukalah pintu tersebut. Aku memasuki ruangan pusaka, dan memang seluruh


ukiran berubah menjadi lebih memusingkan untuk dilihat. Aku berjalan kearah


altar Blue Crystal, membacakan mantra yang entah bagaimana aku ketahui.


Terlihat aksara kuno dan aksara sihir bergerak mengelilingi diriku, lingkaran


dan pola sihir terbentuk diruang pusaka. Tidak dapat dipungkiri kekuatan ku

__ADS_1


terkuras lebih dari ½ nya.


Setelah itu munculah cahaya yang sangat terang


menunjukan layar sihir atau kita kenal diabad 21 hologram. Layar tersebut


memunculkan sebuah potongan kejadian dimasa depan. Saat kita bertempur melawan


Luc dan juga saat kita berusaha mengamankan benda pusaka, namun kita tidak


mengetahui akhirnya.


“Ku ucapkan selamat pada Yang Mulia Tuan Puteri


Deolinda dari Negri kekuasan terbesar dan terlindungi oleh Dewa Agung, Negri


cahaya matahari slalu terkaruniai, Negri Kristal. Tuan Puteri sudah berhasil


memecahkan lamaran pusaka Blue Crystal, yang semulanya tidak ada yang bisa melakukanya.


Seorang jenius telah lahir” Sebuah ucapan selamat yang pernah kudengar


dikehidupan ini. “Deolinda, kita tidak bisa istirahat ada 3 Negri yang sedang


panik akan malapetaka.” Aku mengerti apa yang dipikirkan Davide.


“Ya, aku tidak terfikirkan kita harus kemana dulu


setelah ini. Bila mereka ke Negri Keyna seperti tidak ada gunanya....” belum


saja omongan ku selesai sudah terpotong oleh penasehat. “Tidak Puteri,


kemungkinan besar mereka akan tetap pergi keNegri Keyna. Apa anda lupa jalur


untuk menguasai pusaka?” Aku bahkan sampai lupa tentang hal yang kukatakan pada


Sam dulu. “Sebuah benda pusaka memiliki hubungan yang erat dengan benda pusaka


lainya dan harus sesuai dengan jalur yang sudah ditetapkan. Dari air yang


merupakan sumber kehidupan, terdapat tanah yang ditumbuhi tumbuhan, tumbuhan


yang menghasilkan udara, dan ada hal buruk yaitu terpiculah api. Lalu berubah


menjadi yang terkuat.” Penjelasan yang kukatakan menjadi bukti bahwa target


selanjutnya adalah Negri Keyna.


“Jangan sampai Luc satu langkah didepan kita, ayo


pergi” Davide benar, tidak ada waktu untuk kita beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2