
"tadaa.....!!! Ini dia nih ramen ala-ala Zelin, sudah pasti lezat" zelin memerkan mie ayamnya tadi, yaa cuma di tambahi sosis aja sii.
"Kek gitu ramen?" Gavin menyengit heran
"Kan ini ramen ala gue, tck.." zelin menggerutu
"Nih, this is dorayakii!!"
"And this is sushi!!"
"L Lo? Sehat?" Gavin nampak tak percaya
"Itu mie ayam, roti,sama nasi putih, bukan ramen,dorayaki,sama sushi."
"Lo maa malah ngatain gue, ya terserah gue lah, yang makan juga gue,hidup juga punya gue, ngapain lu repot?!"
Lah kok malah gue yang jadi serba salah ya? Padahal seharusnya gue yang marah sama ni orang, main tarik-tarik aja,mana kaga kenal lagi...
Gerutu Gavin.
"Lo ngga mau makan?"
"Kaga, dah kenyang"
"Yaudah mending buat gue aja, daripada mubazir"
Zelin melanjutkan makamnya tanpa memperdulikan Gavin yang meatapnya dengan cengo.
Eeekkggg....
"Alhamdulillah, kenyang"
"Makasih ya makanannya, eh btw nama lu sapa?" Zelin mengulurkan tangannya
"Oh, gw Gavin" jawabannya tanpa memperdulikan uluran tangan zelin.
"Oh, kenalin gue zelin, zeline zakeisha"
"Oh, udah? Gw mau balik kelas" zelin mengangguk, Gavin beranjak meninggalkan kantin.
Sepeninggal Gavin zelin juga pamit undur diri dari kantin, dia kembali ke kelasnya.
*Rumah
__ADS_1
"MAAAKKK..... JELIN PULANGGGG..."
"orang masuk rumah itu salam, bukan teriak-teriak"
"Hehehe, assalamualaikum Mak, zelin pulang"
"Waalaikumsalam, nah gitu, yaudah sono siap-siap terus tidur"
"Lah? Ini emaknya zelin?"
"Bukan, Mak nya si jeno (ayam milik samping rumah) "
"Aelah emak, ada-ada Bae, kaga mungkin lah Mak,si jeno kan pitek"
"Nah tu tau, buruan Sono, brisik banget lu yee"
Zelin masuk ke kamarnya, dia heran dengan kelakuan emaknya hari ini, tak biasanya emaknya bersikap seperti itu kepadanya.
"Aishh,,, ntah laa. Mending baca Oren aja". Zelin membuka aplikasi kesukaannya itu, kadang dia di buat tertawa,nangis, seperti orang gila.
"Arghh.. ini cewe bikin gue emosi terus dah, kalo aja gue ada di dalam sini nih udah gue bully tu cewe,dah gue bongkar semua kelakuan" akhirnya Zelin melemparkannya HP-nya ke sembarang arah, lalu hpnya mengeluarkan bunyi-bunyian aneh
"Sss... Zeliiinnnnn..... oi kemarilah zeliiinnnn...."
"Kak elin, kaakkkkk.... Kak elin banguuunnnnn, kak eliinnn"
Samar-samar Zelin mendengar ada seorang anak lelaki yang memanggilnya,suaranya disertai dengan suara tangis, namun Zelin tidak tau siapa anak lelaki itu.
Zelin perlahan-lahan membuka matanya.
Eughh...
"Kak Elin? Kak elin dah sadar?" Anak lelaki itu mendekat ke arahku dan langsung memelukku erat
"K kamu siapa?" Tanyaku heran
Anak lelaki itu mengerjapkan matanya
"kak Elin ngga kenal
Alan?" Wajahnya mulai memerah, bulir-bulir air mulai turun ke pipinya.
"Hikss... Ini Alan kak, adeknya kak Elin, hiksss..."
__ADS_1
"Siapa Elin?"
"Kakak ngga tau nama kakak?"
"Arghh... Sakittt... Arghhhh..."
Potongan-potongan ingatan mulai masuk ke dalam pikiran Zelin, dia menahan rasa sakit yang teramat sangat.
"Kakk?! Kakak kenapa kak? DOKTERRRR!!"
Dokter masuk ke kamar pasien, lalu dokter itu mengecek keadaan zelin.
"Sepertinya kakakmu mengalami amnesia tuan Alan"
"Jadi kakak saya ngga inget sama saya dong dok?" Alan berusaha menahan air matanya supaya tidak menetes.
☆☆☆
"Eughhh... Ini gue ada di mana? Kenapa disini banyak sekali bunga-bunga indah? Kenapa disini indah dan nyaman? Sebenarnya ini tempat apaa?"
Zelin berjalan menelusuri Padang rumput yang sangat indah, dia melihat ada seorang gadis yang wajahnya mirip dengannya, bedanya dia lebih cantik.
"Selamat datang Zelin" ucap gadis itu dengan senyum yang menawan
"Ini dimana? dan siapa Lo? Kenapa muka Lo mirip sama gue?" Zelin mendekat ke arah gadis tersebut
"Kenalin nama gue Elin, Elinnata Widya Pratama, anak perempuan satu-satunya di keluarga Pratama,dan Lo yang akan ngejalani hidup gue"
"Hah? Maksud Lo, gue transmigrasi ke tubuh Lo gitu?"
"Yups, gue udah ntarsfer ingatan gue ke Lo, dan setelah Lo nutup mata lo, Lo akan kembali ke dunia nyata." Jelasnya
Zelin paham, dia sudah tau maksud dari pemilik tubuh asli, akhirnya Zelin menutup matanya dan kembali ke dunia nyata.
"Kak? Kak elin? Masih ada yang sakit kak?"
Alan tampak khawatir dengan kondisi kakaknya itu, Zelin menggeleng memberi jawaban.
Gue bakal balasin dendam pemilik tubuh ini, dan gue bakalan ngerebut kembali hak hak pemilik tubuh ini yang telah di ambil sama orang itu, gue janji!!! Batinnya
Gimana nih?
Kalo ada masukan bisa langsung coment ajaaa okeyyy
__ADS_1