Journey To Another World

Journey To Another World
#22


__ADS_3

Hari berganti hari, kekacauan di Crystal World maupun


Bumi. Setiap hari selalu ada keluarga yang ditinggalkan, jumlah orang sakit


meningkat drastis. “Kita tidak bisa menuggu lagi! Kini malapetaka sudah


terjadi! Apa kita akan terus duduk diam disini?” Perwakilan dari Negri Valaiva,


mulai kesal dengan apa yang terjadi. “Bila berlanjut seperti ini tidak ada


gunanya Heroes dikehidupan!” Kesal Perwakitan dari Keyna. “Aku minta maaf, kami


akan melakukan yang lebih baik lagi” aku tidak bisa lagi meredam amarah dari


berbagai belah pihak. “Yang kamu katakan barusan hanya janji manis bukan?


Berikan kami  bukti bukan janji manis!” Kesal


yang semakin meledak-ledak dari perwakilan Keyna. “Kita harus cepat bertindak,


tidak bisa lagi kita santai terus menerus!” juga dari Perwakilan Valaiva.


“Daripada kamu terus-terus saja menolak rencana dan


mengeluh kejadian bukankah lebih baik bila memberi saran?” Datanglah seseorang


yang membuat seluruh ruangan menjadi kaget, Puteri yang kuat dari Negri


Valaiva. “Tuan Puteri, hormat saya pada anda. Saya mohon maaf atas ketidak


profesionalan saya” Dari yang blak-blakan berubah menjadi sopan dan penurut,


munafik sekali.


“Sebuah kehormatan bagi saya datang ke Negri Kristal


pusat dari Crystal World” Ucap sang puteri Eklesia.Dan kami melanjutkan rapat


dengan adanya Puteri Eklesia, dan sesaat kemudia datanglah Pangeran Syetna


berserta Kak Lenxo serta perwakilan dari keluarga Trabem. Sekarang kita lebih


kuat dari sebelumnya.


Rapat yang berisi tentang taktik perang nanti,


rencana-rencana serta masih banyak lagi. “Jadi kita memiliki beberapa rencana


serta taktik perang, lalu untuk pasukan dari Negri Kristal, Kanaelt, Keyna,


Valaiva bantuan dari Keluarga Trabem berjumlah?” Tanyaku untuk memastikan


seberapa banyak pasukan yang telah disiapkan. “Seluruhnya berjumlah 3.250.050


orang yang siap bertempur” Jawab Sam dengan tegas. Saat rapat selesai dan kami


semua ingin keluar dari ruangan ada seorang kesatri yang datang dengan


terburu-buru, aku memiliki firasat buruk.


“Maaf atas kelancangan dari orang rendah seperti saya.


Namun pertarungan akan segera dilaksanakan” Semua orang terkejut Luc datang


diwaktu-waktu seperti ini, semua orang langsung pergi kebagian penanggung


jawaban mereka. Aku dan Davide langsung berganti pakaian menggunakan sihir dan


sekarang kami menggunakan pakaian perang, kami langung saja pergi kemedan


perang menggunakan portal.


“Dasar Luc itu, membuat repot saja” Ucap Davide setelah

__ADS_1


sampai dan melihat Luc di Medan perang. Para pasukan sudah siap untuk


menyerang, aku menaiku Pegasus begitu juga dengan Davide. “Apa kamu siap?”


Tanya Davide padaku, karena aku belum pernah sekalipun pergi kemedan perang.


“Entahlah, tapi siap atau tidaknya, tetap saja tidak ada jalan lain” bukankah


yang kukatakan benar, karna siap atau tidak siapnya kita tidak akan mengubah


apapun.


“Apa semuanya sudah siap?” Tanyaku pada ketua pasukan.


“Sudah Nona, kami akan melakukan yang terbaik.” Balasnya dengan tegas. Aku


melihat keseliling, suasana yang begitu suram dan cuaca yang sedikit hujan,


sepertinya kami akan bertempur didalam badai.


“Citrinia! Aku akan melepaskan kalian semua bila kamu


memberiku ke-3 benda pusaka!” Kata Luc sambil berteriak disebrang sana, aku


tidak membalas dengan perkataan namun dengan gelengan kepala. Luc tampak geram,


ia menaikan tangan kirinya lalu menurunkanya dengan hentakan. Menandakan agar


pasukanya maju dan menyerang. Aku juga melakukan hal yang sama dan


mengisyaratkan agar seluruh pasukan maju dan menyerang.


Aku dan yang lainnya juga ikut untuk bertempur. Baru


beberapa saat setelah pertempuran dimulai, namun aku melihat apa yang


seharusnya tidak kulihat. Semuanya darah dan banyak hal lagi yang tidak


seharusnya aku katakan. Aku dan Davide saling memandang, Davide mengangguk


segera menggunakan kekuatan kami.


“Semuanya, kita akan sulit untuk menang apa bila


mengandalkan kekuatan fisik saja! Rencana A mulai!” Aku menggunaka sihir untuk


masuk kedalam pikiran mereka dan memberi tahu infromasi. Aku terbang semakin


tinggi bersama Davide. Dan mulai menyerang menggunakan sihir, Davide


menggunakan kekuatanya yaitu Five Forces dan aku menggunakan The Strongest


Heirloom berserta 2 benda pusaka yang berada ditubuhku sekarang.


Begitu juga yang lain menggunakan kekuatan glasir dan


spirit mereka masing-masing. Dan tidak ketinggalan Luc menggunaka Fire Crystal


untuk menyerang kami, dan Lauren yang berada dibelakangnya menggunaka Ventum


Stone, anehnya dia tidak mengeluarkan semaksimal mungkin kekuatanya.


Baru beberapa saat setelah kami menggunakan kekuatan


kami, namun seluruh pasukan dari pihak Kami dan Pihak Luc berubah menjadi


patung semua. Kecuali, aku, Davide, Sam, mamaku/ Milanda, Kak Lenxo, Lauren


serta Luc. “Luc, apa kamu gila menggunakan kekuatan Kegelapan!?” ternyata ini


adalah kekuatan Kegelapan, berarti Luc sepenuhnya berhasil menguasai Fire


Crystal entah bagaimana caranya.

__ADS_1


“Aku tidak gila, hanya malas saja pertarungannya menjadi


lama” Ucap Luc dengan santainya sekaan tidak ada yang terjadi. “Apa yang


sebenarnya ingin kamu lakukan dengan dunia ini?” Geram Davide yang tidak tahan


melihat semuanya terjadi. “Aku hanya ingin membuat dunia baru, yang tidak


menganggap remen kedudukan ku” hanya karna alasan sepele seperti itu dia rela


menghancurkan dunia yang selama ribuan tahun tercipta.


“Lauren apa yang kamu tunggu serang mereka dari jarak


dekat” Perintah Luc pada Lauren, Lauren mendekat kearah kami. Aku harap dia


tidak menipuku atas tingkah lakunaya kemarin. Saat sudah berada tepat didepan


kami, Lauren sedikit menundukan badanya, lalu menyerang Luc. Aku sangat kaget


dengan apa yang dilakukanya. “Aku tidak akan pernah melukai mereka Luc” Ucapnya


dengan mata setajam silet.


Luc yang geram tetap diam saja ditempat hanya saja aura


kegelapan mengikutinya. Lauren sekarang tepat berada disebelahku, dia


menjulurkan tanganya dan keluarlah Ventum Stone “Kamu membutuhkanya bukan?” aku


memang membutuhkanya namun Ventum Stone bukanlah milik-ku. Aku menengok kearah


Puteri Eklesia dan ia mengangguk, barulah aku berani untuk mengambil Ventum


Stone dan menyempurnakan kekuatan bagian Wind-ku.


“Luc sekarang kamu telah lihat bukan? Lebih baik kamu menyerah”


Ucap Davide pada Luc yang auranya semakin menjadi-jadi. “Kamu kira aku akan


menyerah begitu saja? Pertempuran yang sebenarnya barulah dimulai disaat ini”


Dan Luc pun menyerang menggunakan Fire Crystal dan Kekuatan kegelapanya.


Walau sudah menguasai ke-4 benda pusaka namun tetap saja


sangat susah melawan Luc dia sangat licik. Satu persatu dari kami gugur dalam


perang dan belum saja ¼ hari kami bertarung namun sekarang hanya tinggal aku,


Davide, Lauren, dan mamaku / Milanda. Pada akhirnya kami tahu dia sudah


menguasai ilmu kegelapan sekaligus terlarang.


“Aku ragu kita tidak bisa mempertahankan ini” Ucap


Lauren, bibirnya bergetar. “Jangan ragu, kamu belum kembali ke Keluarga Trabem”


Aku memberikan semangat padanya dengan mengingatkan-nya atas tujuan dia


sebenarnya.


Lauren nampak lebih bersemangat, “Kita tidak bisa


menyerangnya dalam jarak dekat, tapi bila jarak jauh tidak akan mempan!” Lauren


dapat membaca situasi dengan benar. “Kita harus apa bila tidak menyerangnya


sama saja bunuh diri!” Kata mamaku yang benar juga.


“HEY NAK, APA KAMU LUPA AKU MEMPERCAYAKAN BUMI DAN


CRYSTAL WORLD DITANGANMU? KAMI TIDAK BISA TURUN KEBAWAH SEKARANG, TAPI AKU AKAN

__ADS_1


MENGKARUNIAI KAMU DAN DAVIDE JADI SEKARANG PERGILAH DAN BERTARUN DARI JARAK


DEKAT” Suara yang sama seperti waktu itu, adalah seorang Dewa.


__ADS_2