
Hari berganti hari, kekacauan di Crystal World maupun
Bumi. Setiap hari selalu ada keluarga yang ditinggalkan, jumlah orang sakit
meningkat drastis. “Kita tidak bisa menuggu lagi! Kini malapetaka sudah
terjadi! Apa kita akan terus duduk diam disini?” Perwakilan dari Negri Valaiva,
mulai kesal dengan apa yang terjadi. “Bila berlanjut seperti ini tidak ada
gunanya Heroes dikehidupan!” Kesal Perwakitan dari Keyna. “Aku minta maaf, kami
akan melakukan yang lebih baik lagi” aku tidak bisa lagi meredam amarah dari
berbagai belah pihak. “Yang kamu katakan barusan hanya janji manis bukan?
Berikan kami bukti bukan janji manis!” Kesal
yang semakin meledak-ledak dari perwakilan Keyna. “Kita harus cepat bertindak,
tidak bisa lagi kita santai terus menerus!” juga dari Perwakilan Valaiva.
“Daripada kamu terus-terus saja menolak rencana dan
mengeluh kejadian bukankah lebih baik bila memberi saran?” Datanglah seseorang
yang membuat seluruh ruangan menjadi kaget, Puteri yang kuat dari Negri
Valaiva. “Tuan Puteri, hormat saya pada anda. Saya mohon maaf atas ketidak
profesionalan saya” Dari yang blak-blakan berubah menjadi sopan dan penurut,
munafik sekali.
“Sebuah kehormatan bagi saya datang ke Negri Kristal
pusat dari Crystal World” Ucap sang puteri Eklesia.Dan kami melanjutkan rapat
dengan adanya Puteri Eklesia, dan sesaat kemudia datanglah Pangeran Syetna
berserta Kak Lenxo serta perwakilan dari keluarga Trabem. Sekarang kita lebih
kuat dari sebelumnya.
Rapat yang berisi tentang taktik perang nanti,
rencana-rencana serta masih banyak lagi. “Jadi kita memiliki beberapa rencana
serta taktik perang, lalu untuk pasukan dari Negri Kristal, Kanaelt, Keyna,
Valaiva bantuan dari Keluarga Trabem berjumlah?” Tanyaku untuk memastikan
seberapa banyak pasukan yang telah disiapkan. “Seluruhnya berjumlah 3.250.050
orang yang siap bertempur” Jawab Sam dengan tegas. Saat rapat selesai dan kami
semua ingin keluar dari ruangan ada seorang kesatri yang datang dengan
terburu-buru, aku memiliki firasat buruk.
“Maaf atas kelancangan dari orang rendah seperti saya.
Namun pertarungan akan segera dilaksanakan” Semua orang terkejut Luc datang
diwaktu-waktu seperti ini, semua orang langsung pergi kebagian penanggung
jawaban mereka. Aku dan Davide langsung berganti pakaian menggunakan sihir dan
sekarang kami menggunakan pakaian perang, kami langung saja pergi kemedan
perang menggunakan portal.
“Dasar Luc itu, membuat repot saja” Ucap Davide setelah
__ADS_1
sampai dan melihat Luc di Medan perang. Para pasukan sudah siap untuk
menyerang, aku menaiku Pegasus begitu juga dengan Davide. “Apa kamu siap?”
Tanya Davide padaku, karena aku belum pernah sekalipun pergi kemedan perang.
“Entahlah, tapi siap atau tidaknya, tetap saja tidak ada jalan lain” bukankah
yang kukatakan benar, karna siap atau tidak siapnya kita tidak akan mengubah
apapun.
“Apa semuanya sudah siap?” Tanyaku pada ketua pasukan.
“Sudah Nona, kami akan melakukan yang terbaik.” Balasnya dengan tegas. Aku
melihat keseliling, suasana yang begitu suram dan cuaca yang sedikit hujan,
sepertinya kami akan bertempur didalam badai.
“Citrinia! Aku akan melepaskan kalian semua bila kamu
memberiku ke-3 benda pusaka!” Kata Luc sambil berteriak disebrang sana, aku
tidak membalas dengan perkataan namun dengan gelengan kepala. Luc tampak geram,
ia menaikan tangan kirinya lalu menurunkanya dengan hentakan. Menandakan agar
pasukanya maju dan menyerang. Aku juga melakukan hal yang sama dan
mengisyaratkan agar seluruh pasukan maju dan menyerang.
Aku dan yang lainnya juga ikut untuk bertempur. Baru
beberapa saat setelah pertempuran dimulai, namun aku melihat apa yang
seharusnya tidak kulihat. Semuanya darah dan banyak hal lagi yang tidak
seharusnya aku katakan. Aku dan Davide saling memandang, Davide mengangguk
segera menggunakan kekuatan kami.
“Semuanya, kita akan sulit untuk menang apa bila
mengandalkan kekuatan fisik saja! Rencana A mulai!” Aku menggunaka sihir untuk
masuk kedalam pikiran mereka dan memberi tahu infromasi. Aku terbang semakin
tinggi bersama Davide. Dan mulai menyerang menggunakan sihir, Davide
menggunakan kekuatanya yaitu Five Forces dan aku menggunakan The Strongest
Heirloom berserta 2 benda pusaka yang berada ditubuhku sekarang.
Begitu juga yang lain menggunakan kekuatan glasir dan
spirit mereka masing-masing. Dan tidak ketinggalan Luc menggunaka Fire Crystal
untuk menyerang kami, dan Lauren yang berada dibelakangnya menggunaka Ventum
Stone, anehnya dia tidak mengeluarkan semaksimal mungkin kekuatanya.
Baru beberapa saat setelah kami menggunakan kekuatan
kami, namun seluruh pasukan dari pihak Kami dan Pihak Luc berubah menjadi
patung semua. Kecuali, aku, Davide, Sam, mamaku/ Milanda, Kak Lenxo, Lauren
serta Luc. “Luc, apa kamu gila menggunakan kekuatan Kegelapan!?” ternyata ini
adalah kekuatan Kegelapan, berarti Luc sepenuhnya berhasil menguasai Fire
Crystal entah bagaimana caranya.
__ADS_1
“Aku tidak gila, hanya malas saja pertarungannya menjadi
lama” Ucap Luc dengan santainya sekaan tidak ada yang terjadi. “Apa yang
sebenarnya ingin kamu lakukan dengan dunia ini?” Geram Davide yang tidak tahan
melihat semuanya terjadi. “Aku hanya ingin membuat dunia baru, yang tidak
menganggap remen kedudukan ku” hanya karna alasan sepele seperti itu dia rela
menghancurkan dunia yang selama ribuan tahun tercipta.
“Lauren apa yang kamu tunggu serang mereka dari jarak
dekat” Perintah Luc pada Lauren, Lauren mendekat kearah kami. Aku harap dia
tidak menipuku atas tingkah lakunaya kemarin. Saat sudah berada tepat didepan
kami, Lauren sedikit menundukan badanya, lalu menyerang Luc. Aku sangat kaget
dengan apa yang dilakukanya. “Aku tidak akan pernah melukai mereka Luc” Ucapnya
dengan mata setajam silet.
Luc yang geram tetap diam saja ditempat hanya saja aura
kegelapan mengikutinya. Lauren sekarang tepat berada disebelahku, dia
menjulurkan tanganya dan keluarlah Ventum Stone “Kamu membutuhkanya bukan?” aku
memang membutuhkanya namun Ventum Stone bukanlah milik-ku. Aku menengok kearah
Puteri Eklesia dan ia mengangguk, barulah aku berani untuk mengambil Ventum
Stone dan menyempurnakan kekuatan bagian Wind-ku.
“Luc sekarang kamu telah lihat bukan? Lebih baik kamu menyerah”
Ucap Davide pada Luc yang auranya semakin menjadi-jadi. “Kamu kira aku akan
menyerah begitu saja? Pertempuran yang sebenarnya barulah dimulai disaat ini”
Dan Luc pun menyerang menggunakan Fire Crystal dan Kekuatan kegelapanya.
Walau sudah menguasai ke-4 benda pusaka namun tetap saja
sangat susah melawan Luc dia sangat licik. Satu persatu dari kami gugur dalam
perang dan belum saja ¼ hari kami bertarung namun sekarang hanya tinggal aku,
Davide, Lauren, dan mamaku / Milanda. Pada akhirnya kami tahu dia sudah
menguasai ilmu kegelapan sekaligus terlarang.
“Aku ragu kita tidak bisa mempertahankan ini” Ucap
Lauren, bibirnya bergetar. “Jangan ragu, kamu belum kembali ke Keluarga Trabem”
Aku memberikan semangat padanya dengan mengingatkan-nya atas tujuan dia
sebenarnya.
Lauren nampak lebih bersemangat, “Kita tidak bisa
menyerangnya dalam jarak dekat, tapi bila jarak jauh tidak akan mempan!” Lauren
dapat membaca situasi dengan benar. “Kita harus apa bila tidak menyerangnya
sama saja bunuh diri!” Kata mamaku yang benar juga.
“HEY NAK, APA KAMU LUPA AKU MEMPERCAYAKAN BUMI DAN
CRYSTAL WORLD DITANGANMU? KAMI TIDAK BISA TURUN KEBAWAH SEKARANG, TAPI AKU AKAN
__ADS_1
MENGKARUNIAI KAMU DAN DAVIDE JADI SEKARANG PERGILAH DAN BERTARUN DARI JARAK
DEKAT” Suara yang sama seperti waktu itu, adalah seorang Dewa.