
Sudah setengah bulan mereka berlatih, setiap hari kekuatan
Nicholas dan Kiara terus bertambah dan semakin kuat. Terkadang mereka dilatih
oleh Caneza dan Ben, juga dilatih oleh Citrinia dan Davide. Namun, masih ada
hal janggal dipikiran Nicholas dan Kiara, karena mereka belum juga di beri tahu
tentang dunia pararel ke-3.
Kira-kira pukul 01.00 pagi, Kiara dan Nicholas sudah
berjanji untuk bertemu di kamar Nicholas. “Gimana udah ketemu clue?” ujar Kiara
yang baru saja memasuki kamar Nicholas. “Belumlah, selain ruang rahasia di
perpustakaan gak ada hal lain” balas Nicholas dengan decakan kesal diakhir
perbincangan.
“Kalau gitu mau coba lagi buka pintu ruang rahasia?” tanya
Kiara pada Nicholas, Nicholas membutuhkan waktu untuk berfikir. Dia tau
kekuatan mereka mungkin sudah cukup untuk membuka segel dan pintu ruang rahasia
tersebut. Namun, apakah kekuatan mereka cukup kuat untuk menerima tekanan dari
benda-benda sihir yang berada di balik ruangan tersebut?
“Heee, apa lagi yang kakak pikirkan? Ya atau tidak!?” ujar
Kiara yang membuyarkan lamunan Nicholas. “Kamu tau kan, kita tidak tau apa yang
akan terjadi kalau kita membuka ruang rahasia!?” balas Nicholas. “Hem? Ya
memang kita tidak akan tau sebelum mencobanya....” balas Kiara dengan
memiringkan wajahnya dan menatap kakaknya itu.
Nicholas mengusap kasar wajahnya juga menghembuskan nafas
__ADS_1
kasar. “Baiklah ayo, tp kamu harus berada selalu di belakangku mengerti!?” ujar
Nicholas yang dibalas dengan anggukan adiknya.
--
Saat mereka sampai didepan pintu ruang rahasia, mereka dapat
merasakan kekuatan yang mencengkam. “Baiklah! Mari kita mulai!” ujar Kiara yang
tetap bersemangat. Mereka mulai untuk membuat lingkaran sihir dan berusaha
membuka segel pintu tersebut.
Perlahan-lahan segel mulai hancur dan pintu perlahan-lahan
juga membuka. Apa yang dikhawatirkan oleh Nicholas terjadi, saat pintu baru setengah
terbuka kekuatannya sudah terasa hingga menusuk jantung. “Sedikit lagi
bertahanlah sebentar lagi!” teriak Nicholas pada adiknya yang terlihat sangat
kelelahan.
terang yang sangat menyilaukan. “Sudah terbuka!” ujar Kiara dengan sangat riang.
Sedangkan Nicholas hanya tersenyum tipis. “Kiara, orang rumah pasti merasakannya
bukan? Aura kekuatan yang begitu mencengkam dan cahaya yang sangat menyilaukan?”
ujar Nicholas sambil melihat sekeliling dengan penuh hati-hati.
“Ayolah kak, jangan dipikirin dulu kenapa?” balas Kiara, dia
menggenggam tangan kakaknnya dan menarik Nicholas masuk kedalam ruang rahasia
tersebut. Nicholas hanya menghembuskan nafasnya perlahan dan berjalan disamping
adiknya.
--
“Woaaaah, perlatan sihir dan benda-benda magis yang sangat
__ADS_1
indah!” ujar Kiara yang sangat senang melihat semua benda-benda yang terpajang
di ruangan tersebut. “Kiara! Jangan menyentuh apapun, kita hanya mencari bola
infromasi dan catatan tentang dunia ke-3” ujar Nicholas, walau sebenarnya dia
senang melihat mata adiknya yang memancarkan kesenangan, namun dia juga
khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk.
Ck! Firasatku tidak enak dengan ruangan ini. Tenangnlah
Nicholas, kamu hanya merasa tertekan dengan aura dari benda-benda sihir ini. Tapi
perasaan ini berbeda, aku merasakan akan ada sesuatu yang buruk terjadi! – ujar
batin Nicholas.
“Kak, ini bola infromasi kan?” ujar Kiara yang menunjuk bola
besar disudut ruangan. Nicholas hanya mengangguk dan mengatakan bahwa benar itu
adalah bola infromasi. “Kakak saja yang coba, aku liat-liat yang lain dulu”
ujar Kiara meninggalkan Nicholas. Nicholas takut akan terjadi sesuatu pada
adiknya saat dia berpisah dengannya. Tapi keiinginan tahuannya membuat Nicholas
memilih untuk mencoba bola infromasi tersebut.
--
Nicholas menginjakan kakinya kedalam bola infromasi dan
mencoba menjalakan benda sihir tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk Nicholas
menghidupkan bola infromas. Saat bola infromasi menyala, munculah 3 layar yang
mengelilinginya serta muncul juga semacam keyboard.
Jadi ini semacam komputer namun dikendalikan atau ditenagai
oleh sihir? Tapi semua isinya mengenai sihir dan dunia pararel [Crystal World].
__ADS_1
Baiklah mari kita coba berbagai macam keywords! – ujar batin Nicholas.