Journey To Another World

Journey To Another World
#62


__ADS_3

Kiara dan Nicholas berada di satu ruangan di perusahaan.


Tiba tiba saja langit cerah berubah menjadi sangat gelap.


“Hem? Bukannya ramalan cuaca bilang hari ini cerah?” ujar


Nicholas, dia membuka HandPhone nya dan mengechek kembali ramalan cuaca.


“Ck, Ramalan cuaca akhir akhir ini gak bisa dipercaya.” balas


Kiara, dia kembali fokus kepada dokumen yang berada ditangannya.


Langit yang gelap perlahan meneteskan air, air itu menjadi


deras. “Hujannya sangat deras” ujar Kiara yang berada didepan jendela, perasaan


Nicholas mulai terganggu, ini bukan persaan negatif saja namun ada sebuah


perasaan yang sulit dijelaskan.


“Lebih baik kita pulang” ujar Nicholas, dia berfikir


kejanggalan di dalam dirinya dapat di konsultasikan kepada orang tuanya. Kiara


mengangguk menyetujui.


Sesampainya dirumah...


“Kalian sudah pulang?” ujar Davide di depan pintu. “Pa? Papa


ngapain coba diluar rumah gini? Diusir mama?” ujar Kiara, dengan nada mengejek.


“Dasar kamu, papa hanya ingin diluar saja, sana masuk mama


udah nunggu hus pergi sana hus” balas Davide sambil melambaikan tangannya,


Kiara hanya tertawa dan masuk kedalam rumah.


Sedangkan Nicholas, dia sempat membuat ‘eye contac**t’ dengan ayahnya


itu. Tatapan mata satu sama lain terasa aneh seperti menyiaratkan sesuatu yang


besar akan terjadi.


Kiara dan Nicholas memasuki rumah tersebut dan diikuti oleh


ayahnya, dapat dilihat Citrinia yang sedang membaca buku dengan serius. “Ma? Baca


apa?” tanya Kiara penasaran, Citrinia refleks langsung menutup buku tersebut


dan berkata “Kalian sudah pulang? Ah mama senang sekali akhirnya kalian pulang


cepat, mama baca apa? Cuman baca resep masak doang”


Kiara hanya mengangguk namun dia baru merasa ada yang


janggal, sedangkan Nicholas semakin pusing dengan apa yang terjadi di tengah


keluarga kecil ini.


Kiara dan Nicholas disuruh untuk beristirahat dan kembali saat


makan malam telah tiba.


--


Citrinia yang berada di kamarnya menghubungi Ben melalu

__ADS_1


sambungan telephone.


“Ben? Kamu merasakannya?” ujar Citrinia tanpa basa basi.


“Ya Nyonya, saya merasakannya, Caneza juga merasakannya”


balas Ben disebrang sana.


“Apa yang terjadi sebenarnya...” guman Citrinia. Ben yang


dapat mendengar gumanan itu menjawab “Nona apa mungkin ini sama seperti yang


waktu itu?” ujar Ben, dia merujuk kepada masa dimana malapetaka terjadi di


zaman Citrinia menjadi hero.


“Tidak, ini berbeda. Ini bukan kegelapan yang berada di


Crystal World juga Bumi...” ujar Citrinia.


 


Nicholas yang berada di depan pintu kamar orang tuanya


tercengan mendengar hal tersebut. Awalnya Nicholas ingin memberikan beberapa


dokumen perusahaan untuk ditandatani oleh Citrinia, namun apa yang didengarnya


menjelaskan sedikit dari rasa janggalnya.


Nicholas mengetuk pintu sebanyak tiga kali, dan memasuki


kamar orang tuanya tersebut. “Ma, ada beberapa dokumen yang harus mama tanda


tangani” ujar Nicholas sambil meletakan dokumen tersebut di meja kerja ibunya.


senyuman itu seperti tidak ada yang terjadi.


“Hujannya masih sangat deras” ujar Nicholas mencari bahan


perbincangan. “Hem, oh iya, sama derasnya dengan tadi sore. Hanya ini dokumennya?”


ujar Citrinia yang selesai membaca dokumen yang diberikan oleh anaknya itu.


“Iya hanya itu, ma..” perkataan Nicholas mengantung, saat


dia berfikir kembali apakah harus membicarakannya sekarang atau tidak.


“Kenapa Nic?” tanya Citrinia dengan wajah kebingungannya. “Nicholas


seorang elected kan?” tanya Nicholas kepada ibunya. “Iya” balas Citrinia.


“Jadi hal wajar kalo Nicholas bisa menggunakan sihir dan


merasakan hal yang janggal?” tanya Nicholas lagi. Citrinia mengerutkan


keningnya dia tahu arah perbincangan ini kemana.


“Itu benar, tapi untuk saat ini yang terbaik bagi kamu adalah


diam dan pura pura tidak mengetahuinya” ujar Citrinia.


“Ke-kenapa? Nicholas dan Kiara sudah besar dan....”


“Nic, mama tau kamu ingin menolong, kamu mendengar


perbincangan mama dan Ben kan?” Nicholas terdiam setelah mendengar perkataan ibunya

__ADS_1


itu.


“Dengan Nic, kali ini mungkin memang akan terjadi mala


petaka baru, tapi kekuatan kegelapan kali ini berbeda. Mama akan memanggil mu dan


kiara saat sudah waktunya. Sebagai seorang Elected dan 5 forces mama yakin kamu


dan Kiara dapat mengerti.” Ujar Citrinia.


“1 Bulan, 1 bulan kamu jangan urus pekerjaan kantor serahkan


dulu kepada sekretarismu. Latihlah kekuatannmu itu bersama Caneza atau Ben atau


papa, bersama Kiara. Kamu butuh persiapan sebelum terjun ke medan perang, sekarang


ayo makan malam” lanjut Citrinia, setelah menyelesaikan perkataannya dia menarik


baju putranya untuk pergi makan malam.


--


“Kak?” Kiara memasuki kamar Nicholas tanpa mengetuk pintu


ataupun meminta izin. “Udah malem kenapa masih bangun?” balas Nicholas tanpa


menatap mata adiknya itu.


“Akan terjadi malapetaka baru?” ujar adiknya yang langsung kepada


intinya, membuat Nicholas tidak dapat berkata – kata, Nicholas berusaha tetap


tenan didepan adik perempuannya itu.


“Jaga perkataanmu, mungkin ini hanya kekuatan kegelepan yang


bocor” ujar Nicholas sambil memandang jendela, dapat dilihat hujan memang sudah


berhenti namun awan awan masih sangat gelap dan mencengkam.


“Bocor? Heh! Sampai kapan kakak akan membohongi ku? Aku dapat


merasakannya ini bukan kekuatan kegelapan dari Crystal World maupun bumi” ujar


Kiara sambil mengangkat alisnya dan meninggikan nada bicaranya.


“Kamu tau dari mana?” tidak sengaja Nicholas mengatakan hal


tersebut yang secara tidak langsung perkataan adiknya benar.


“Aku seorang 5 Forces” balas Kiara.


“Kekuatan mu bukan di kegelapan!” ujar Nicholas.


Kiara mengangkat bahunya dan salah satu alisnya “Memang


benar kekuatan utama ku bukan disitu tapi, 5 FORCES salah satunya ada kegelapan...


aku pernah latihan sekali sama papa soal kegelapan”


Nicholas terdiam sesaat, “Hah baiklah, dengar kata mama kita


harus berlatih selama 1 bulan, berarti dalam 1 bulan kita harus meningkat


secara pesat O.K? Kita bisa melindungi dua dunia, aku sebagai elected generasi


terakhir juga kamu sebagai 5 forces” ujar Nicholas, dan diikuti oleh anggukan

__ADS_1


pelan dari Kiara.


__ADS_2