Journey To Another World

Journey To Another World
#21


__ADS_3

Kesokan


harinya, Davide, Deolinda dan Sam serta aku, berlatih bersama dan kami juga


mengalami peningkatan pelatihan. Semulanya Davide berada di tingkat pelatihan 6


akhir menjadi 7, Deolinda yang awalnya memiliki tingkat pelatihan 3 akhir


menjadi 4 akhir, Sam yang pelatihanya berada di 5 awal menjadi 5 akhir. Serta


aku yang semulanya berada di tingkat pelatihan 5 akhir menjadi 6 akhir. Dan


untuk saat ini Davide lah yang terkuat diantara kita.


Kami


tetap melanjutkan pelatihan kami, Deolinda dan Sam berlatih seperti biasanya


namun aku dan Davide berlatih untuk menguasai sisa jenis glasir lainya. Seperti


biasa aku menggunakan Blue Crystal dan Emerlad Stone dan Davide menggunakan


keunikanya sebagai Five Forces. “CITRINIAAAAA, APA KAMU PERCAYA YANG AKAN AKU


BERITAHU!?” tiba-tiba Davide berteriak sambil menghampiriku. “Apa, kamu saja


belum memberitahukanya padaku tapi sudah sehisteris itu” jawabku yang juga


datang menghampirinya. Davide memegang pundak-ku lalu menggoyang-goyangkan


badanku sampai-sampai aku menjadi pusing. “AKU BERHASIL MENAKLUKAN API, AKU


SUDAH MENGUASAI 4 KEKUATAN” Davide mencapai pecapaian yang sangat teramat


tinggi, sudah menguasai ke-4 bahkan 3 kekuatan adalah sesuatu yang memang patut


untuk dibanggakan. “Hey, aku juga sudah berhasil menggunakan Wind, Water, Soil


and Plant, serta sedikit mulai menguasai Fire” Dan berkat pelatihan selama


berhari-hari aku berhasil menguasai ke-4 kekuatan, namun masih dalam tahap


menyempurnaan.


“Benarkah,


bagus sekali aku sangat senang bila memang seperti itu. Dan aku sedikit ragu


untuk menguasai kegelapan” Davide pada awalnya bahagia, namun bila menguasai


kegelapan itu sedikit berbahaya baginya dan bagi orang lain. “Tidak apa bila


kamu tidak ingin menguasainya, sudah ke-4 kekuatan itu luar biasa tau.” Aku


memujinya karna memang hal itu pantas untuk dipuji.


“KAKAK


DEOLINDA AYO PERGI, ADA YANG SEDANG BERPACARAN KITA KAN JOMBLO JADI PERGI YUUU”


Dengan suara yang keras Sam mengatakan hal itu untuk memberi isyarat ‘jangan


berpacaran disini’. Davide tertawa kecil mendengarnya, “Istirahat yuk, aku


lelah” ajakku kepada Davide, sangat lelah melewati tingkat pelatihan serta


mendapatkan kekuatan. “Ya aku juga, ayo keluar” saat kami keluar, aku berharap


disambut oleh pemandangan yang indah karna memang sudah saatnya untuk matahari


beristirahat. Namun tidaklah demikian kami disambut oleh hujan yang sangat


deras, awan hitamlah yanng terlihat.


“Ini

__ADS_1


sangat parah bukan? Banyak sekali rakyat yang tersiksa, mereka juga banyak yang


sakit dan meninggal dunia. Karna mereka gagal panen semua, persedian istana


juga menipis.” Ucap penasehat kerajaan yang sedang melintasi lorong yang sama


dengan kami. “Ternyata sampai segitu parahnya, aku harus segera menyelesaikan


malapetaka ini” ucapku yang prihatin dengan kejadian yang sedang menimpa Crystal


World dan Bumi. Penasehat kerajaan itu pergi, karena saat ini pasti sedang


banyak tugas menumpuk.


“Jangan


berkata demikian lagi, karna itu bukan tugasmu saja, kita berdua sudah langsung


ditunjuk sebagai Heroes. Berati itu adalah tugas kita” Davide menggenggam


tanganku memberi semangat serta mengingatkanku, bahwa aku tidak berjuang


sendiri. “Kamu benar, aku tidak berjuang sendiri. Karena aku masih mempunyaimu,


Deolinda , Sam , Raja dan Ratu, sekaligus kedua orang tuaku yang sedang


berjuang dibumi” Benar, aku masih memiliki mereka yang tidak akan pernah


meninggalkanku sampai maut menjemput.


Davide


tersenyum dan mengelus rambut panjangku, lalu memeluk-ku. “Kamu tahu walau


beberapa hari ini aku tertekan tapi tidak sampai segininya juga!” \ “Aku tidak


memelukmu karna kamu tertekan tapi karena kamu pacarku” \ “Dasar bucin tingkat


akut” Davide sangat perhatian dalam hal-hal seperti ini, namun sepertinya aku


“Kak,


kamu mau aku ambilkan minum apa? Jus atau.... AYO BALIK MASIH ADA YANG PACARAN


DISINI” Dan kesekian kalinya, saat aku sedang berpelukan dengan Davide pasti


ada saja yang menggagu, kemarin Deolinda lalu Ratu sekarang Sam. Apakah kita


tidak boleh berpelukan hah? “Hey BOCAH pergi sana” Ucap Davide kepada Sam,


“Bukankah itu keterlaluan, lagi pula ini salah kamu yang memluk-ku tanpa izin,


ditempat dan waktu yang salah.” Ucapku ke Davide. “Huh bahkan kamu menyalahkan


ku” Davide melepaskan pelukanya dan menyilangkan tanganya seperti sedang marah


namun malah menjadi sangat menggemaskan. Aku tidak bisa lagi menahan tawa, dan


membiarkan tawaku lepas begitu saja. Dan wajah Davide menjadi sangat merah


seperti tomat matang.


“Udah


ah, aku ingin istirahat dikamar” Aku merasakan badan yang teramat lelah,


seluruh tubuhku sangat kelelahan namun aku tetap harus sehat dan bugar untuk


mempersiapkan diri untuk kedatangan Luc, suatu saat nanti.


Aku


sudah berada dikamar punyaku sendiri dan bukan lagi berada dikamar Deolinda.


“Citrinia, apa kamu sedang beristirahat?” Ada seseorang yang datang berkunjung

__ADS_1


kekamarku, dia adalah Ratu sekaligus bibiku. “Yang Mulia Ratu, silahkan masuk


dan duduklah” aku membuka pintu dan mempersilahkan Ratu untuk masuk. “Kamu kan


sudah kukasih tahu untuk memanggilku Bibi saja, aku tidak nyaman dipanggil ratu


oleh sanak keluarga” Ucapnya sambil berlalu untuk duduk.


“Maafkan


saya, lain kali saya akan memanggil anda bibi” \ “Baguslah, aku datang kemari


untuk bertanya tentang kemajuanmu” \ “Ah seperti itu, saya sudah menguasai


Angin dan sedikit Api bibi tidak perlu khawatir” \ “Emm no no, bukan pelatihan


mu, karna aku percaya akan kekuatanmu. Melainkan hubunganmu dengan Davide” \


“Apa, bibi mengatakan ini karna aku ketahuan berpelukan denganya?” \ “No, aku


mengatakanya karna aku penasaran saja” \ “Hmm, saya baik denganya, juga hubungan


kami tidak ada masalah” \ “Benarkah, aku terus berpikir tentang hubungan


kalian karena jadian di waktu malapetaka. Dan apakah akan menikah setelah


malapetaka usai?” \ “Tidak kok bi, kami jadian hanya kebetulan saja. Dan soal


menikah aku harus memohon kepada mama serta aku masih terlalu muda untuk


menikah” \ “Benar juga, habiskanlah masa mudamu dengan senang, bibi harus


pergi dah” | Jadi bibi yang satu ini datang hanya untuk menanyakan hubungan


asmara orang lain, seperti itu.


Aku


butuh istirahat yang cukup sehingga, aku tiduran dikasur dan menjadi sangat


malas untuk bergerak, sampai-sampai aku tertidur. “Aduh apa anak ini selalu


tidur pulas seperti ini?” Tanya seseorang “Tidak mungkin dia kelelahan” jawab


seseorang “Maafkan aku yah, sampai dia bisa datang kesini” Suasana makin ribut


dan aku terbangun “Ada apa........ MAMA!” benar mamaku, Milanda datang ke


Crystal World. “Kamu sudah bangun nak, sepertinya kamu kelelahan sekali ya” dan


untuk pertama kalinya kepalaku dielus oleh mamaku sendiri.


“Aku


akan pergi meninggalkan kalian kalau begitu. Sampai ketemu nanti kakak” Ucap


ratu yang ternyata berada dikamarku. “Apakah anak-ku ini merindukan mamanya?”


\ “Tentu saja, bagaimana tidak? Sudah 2 bulan kita tidak bertemu” \ “Bagimu


itu 2 bulan tapi bagi mama? Sudah 8 bulan karna selang waktu” \ “Benar, maaf


ya ma karna tidak memberi kabar. Karna aku juga bingung harus bagaimana. Papa


gimana, Bumi juga gimana?” \ “Papamu masih menjalankan tugasnya sebagai Elected,


dan bumi masih kacau. Mama kesini untuk membantu kalian semua” \ “Pasti kalian


lelah” \ “Jika bukan karenamu yang berhasil menguasai Blue Crystal, akan


terjadi banjir dan tsunami dimana-mana, lalu bila kamu tidak menguasai Emerlad


Stone, akan terjadi longsor, gempa dan masih banyak lagi. Terimakasih Citrinia”


| Pertama kalinya aku bisa mendengar kata terimakasih dari orang tuaku, dan aku

__ADS_1


bisa menangis melampiaskan segala kepenakanku pada orang tuaku.


__ADS_2