
Kesokan
harinya, Davide, Deolinda dan Sam serta aku, berlatih bersama dan kami juga
mengalami peningkatan pelatihan. Semulanya Davide berada di tingkat pelatihan 6
akhir menjadi 7, Deolinda yang awalnya memiliki tingkat pelatihan 3 akhir
menjadi 4 akhir, Sam yang pelatihanya berada di 5 awal menjadi 5 akhir. Serta
aku yang semulanya berada di tingkat pelatihan 5 akhir menjadi 6 akhir. Dan
untuk saat ini Davide lah yang terkuat diantara kita.
Kami
tetap melanjutkan pelatihan kami, Deolinda dan Sam berlatih seperti biasanya
namun aku dan Davide berlatih untuk menguasai sisa jenis glasir lainya. Seperti
biasa aku menggunakan Blue Crystal dan Emerlad Stone dan Davide menggunakan
keunikanya sebagai Five Forces. “CITRINIAAAAA, APA KAMU PERCAYA YANG AKAN AKU
BERITAHU!?” tiba-tiba Davide berteriak sambil menghampiriku. “Apa, kamu saja
belum memberitahukanya padaku tapi sudah sehisteris itu” jawabku yang juga
datang menghampirinya. Davide memegang pundak-ku lalu menggoyang-goyangkan
badanku sampai-sampai aku menjadi pusing. “AKU BERHASIL MENAKLUKAN API, AKU
SUDAH MENGUASAI 4 KEKUATAN” Davide mencapai pecapaian yang sangat teramat
tinggi, sudah menguasai ke-4 bahkan 3 kekuatan adalah sesuatu yang memang patut
untuk dibanggakan. “Hey, aku juga sudah berhasil menggunakan Wind, Water, Soil
and Plant, serta sedikit mulai menguasai Fire” Dan berkat pelatihan selama
berhari-hari aku berhasil menguasai ke-4 kekuatan, namun masih dalam tahap
menyempurnaan.
“Benarkah,
bagus sekali aku sangat senang bila memang seperti itu. Dan aku sedikit ragu
untuk menguasai kegelapan” Davide pada awalnya bahagia, namun bila menguasai
kegelapan itu sedikit berbahaya baginya dan bagi orang lain. “Tidak apa bila
kamu tidak ingin menguasainya, sudah ke-4 kekuatan itu luar biasa tau.” Aku
memujinya karna memang hal itu pantas untuk dipuji.
“KAKAK
DEOLINDA AYO PERGI, ADA YANG SEDANG BERPACARAN KITA KAN JOMBLO JADI PERGI YUUU”
Dengan suara yang keras Sam mengatakan hal itu untuk memberi isyarat ‘jangan
berpacaran disini’. Davide tertawa kecil mendengarnya, “Istirahat yuk, aku
lelah” ajakku kepada Davide, sangat lelah melewati tingkat pelatihan serta
mendapatkan kekuatan. “Ya aku juga, ayo keluar” saat kami keluar, aku berharap
disambut oleh pemandangan yang indah karna memang sudah saatnya untuk matahari
beristirahat. Namun tidaklah demikian kami disambut oleh hujan yang sangat
deras, awan hitamlah yanng terlihat.
“Ini
__ADS_1
sangat parah bukan? Banyak sekali rakyat yang tersiksa, mereka juga banyak yang
sakit dan meninggal dunia. Karna mereka gagal panen semua, persedian istana
juga menipis.” Ucap penasehat kerajaan yang sedang melintasi lorong yang sama
dengan kami. “Ternyata sampai segitu parahnya, aku harus segera menyelesaikan
malapetaka ini” ucapku yang prihatin dengan kejadian yang sedang menimpa Crystal
World dan Bumi. Penasehat kerajaan itu pergi, karena saat ini pasti sedang
banyak tugas menumpuk.
“Jangan
berkata demikian lagi, karna itu bukan tugasmu saja, kita berdua sudah langsung
ditunjuk sebagai Heroes. Berati itu adalah tugas kita” Davide menggenggam
tanganku memberi semangat serta mengingatkanku, bahwa aku tidak berjuang
sendiri. “Kamu benar, aku tidak berjuang sendiri. Karena aku masih mempunyaimu,
Deolinda , Sam , Raja dan Ratu, sekaligus kedua orang tuaku yang sedang
berjuang dibumi” Benar, aku masih memiliki mereka yang tidak akan pernah
meninggalkanku sampai maut menjemput.
Davide
tersenyum dan mengelus rambut panjangku, lalu memeluk-ku. “Kamu tahu walau
beberapa hari ini aku tertekan tapi tidak sampai segininya juga!” \ “Aku tidak
memelukmu karna kamu tertekan tapi karena kamu pacarku” \ “Dasar bucin tingkat
akut” Davide sangat perhatian dalam hal-hal seperti ini, namun sepertinya aku
“Kak,
kamu mau aku ambilkan minum apa? Jus atau.... AYO BALIK MASIH ADA YANG PACARAN
DISINI” Dan kesekian kalinya, saat aku sedang berpelukan dengan Davide pasti
ada saja yang menggagu, kemarin Deolinda lalu Ratu sekarang Sam. Apakah kita
tidak boleh berpelukan hah? “Hey BOCAH pergi sana” Ucap Davide kepada Sam,
“Bukankah itu keterlaluan, lagi pula ini salah kamu yang memluk-ku tanpa izin,
ditempat dan waktu yang salah.” Ucapku ke Davide. “Huh bahkan kamu menyalahkan
ku” Davide melepaskan pelukanya dan menyilangkan tanganya seperti sedang marah
namun malah menjadi sangat menggemaskan. Aku tidak bisa lagi menahan tawa, dan
membiarkan tawaku lepas begitu saja. Dan wajah Davide menjadi sangat merah
seperti tomat matang.
“Udah
ah, aku ingin istirahat dikamar” Aku merasakan badan yang teramat lelah,
seluruh tubuhku sangat kelelahan namun aku tetap harus sehat dan bugar untuk
mempersiapkan diri untuk kedatangan Luc, suatu saat nanti.
Aku
sudah berada dikamar punyaku sendiri dan bukan lagi berada dikamar Deolinda.
“Citrinia, apa kamu sedang beristirahat?” Ada seseorang yang datang berkunjung
__ADS_1
kekamarku, dia adalah Ratu sekaligus bibiku. “Yang Mulia Ratu, silahkan masuk
dan duduklah” aku membuka pintu dan mempersilahkan Ratu untuk masuk. “Kamu kan
sudah kukasih tahu untuk memanggilku Bibi saja, aku tidak nyaman dipanggil ratu
oleh sanak keluarga” Ucapnya sambil berlalu untuk duduk.
“Maafkan
saya, lain kali saya akan memanggil anda bibi” \ “Baguslah, aku datang kemari
untuk bertanya tentang kemajuanmu” \ “Ah seperti itu, saya sudah menguasai
Angin dan sedikit Api bibi tidak perlu khawatir” \ “Emm no no, bukan pelatihan
mu, karna aku percaya akan kekuatanmu. Melainkan hubunganmu dengan Davide” \
“Apa, bibi mengatakan ini karna aku ketahuan berpelukan denganya?” \ “No, aku
mengatakanya karna aku penasaran saja” \ “Hmm, saya baik denganya, juga hubungan
kami tidak ada masalah” \ “Benarkah, aku terus berpikir tentang hubungan
kalian karena jadian di waktu malapetaka. Dan apakah akan menikah setelah
malapetaka usai?” \ “Tidak kok bi, kami jadian hanya kebetulan saja. Dan soal
menikah aku harus memohon kepada mama serta aku masih terlalu muda untuk
menikah” \ “Benar juga, habiskanlah masa mudamu dengan senang, bibi harus
pergi dah” | Jadi bibi yang satu ini datang hanya untuk menanyakan hubungan
asmara orang lain, seperti itu.
Aku
butuh istirahat yang cukup sehingga, aku tiduran dikasur dan menjadi sangat
malas untuk bergerak, sampai-sampai aku tertidur. “Aduh apa anak ini selalu
tidur pulas seperti ini?” Tanya seseorang “Tidak mungkin dia kelelahan” jawab
seseorang “Maafkan aku yah, sampai dia bisa datang kesini” Suasana makin ribut
dan aku terbangun “Ada apa........ MAMA!” benar mamaku, Milanda datang ke
Crystal World. “Kamu sudah bangun nak, sepertinya kamu kelelahan sekali ya” dan
untuk pertama kalinya kepalaku dielus oleh mamaku sendiri.
“Aku
akan pergi meninggalkan kalian kalau begitu. Sampai ketemu nanti kakak” Ucap
ratu yang ternyata berada dikamarku. “Apakah anak-ku ini merindukan mamanya?”
\ “Tentu saja, bagaimana tidak? Sudah 2 bulan kita tidak bertemu” \ “Bagimu
itu 2 bulan tapi bagi mama? Sudah 8 bulan karna selang waktu” \ “Benar, maaf
ya ma karna tidak memberi kabar. Karna aku juga bingung harus bagaimana. Papa
gimana, Bumi juga gimana?” \ “Papamu masih menjalankan tugasnya sebagai Elected,
dan bumi masih kacau. Mama kesini untuk membantu kalian semua” \ “Pasti kalian
lelah” \ “Jika bukan karenamu yang berhasil menguasai Blue Crystal, akan
terjadi banjir dan tsunami dimana-mana, lalu bila kamu tidak menguasai Emerlad
Stone, akan terjadi longsor, gempa dan masih banyak lagi. Terimakasih Citrinia”
| Pertama kalinya aku bisa mendengar kata terimakasih dari orang tuaku, dan aku
__ADS_1
bisa menangis melampiaskan segala kepenakanku pada orang tuaku.