
Keesokan harinya Citrinia, Davide, Ben dan Caneza pergi menuju kutub utara. Citrinia dan Davide pergi menggunakan sihir tingkat tinggi sehingga mereka bisa berpindah dari satu tempat ketempat lainnya seperti debu, sedangkan Ben dan Caneza menggunakan portal yang dibuat oleh Davide dengan teknik lingkaran sihir.
Sesampainya disana mereka disambut oleh Milanda, sedangkan Adam tetap berada dititik pusat kekuatan dibumi. “Aku tau kalian lelah tapi lebih baik kita segera ke tempat tersebut” ujar Milanda, “Em baiklah, aku dan Davide mungkin tidak lelah tapi, Caneza dan Ben?” balas Citrinia, dia tahu Caneza dan Ben menguras banyak energi untuk berpindah menggunakan portal yang Davide gunakan. Dari raut wajah Ben dan Caneza dapat dilihat mereka sangatlah lelah.
“Kalian berdua beristirahatlah, Rina dan Davide kalian bisa kan?” ujar Milanda, “Tentu saja kami tidak lelah” balas Davide. Ben dan Caneza diantar kerumah kecil yang tidak jauh dari desa disana. Rumah tersebut diggunakan untuk Milanda dan Adam beristirahat dan menghangatkan diri.
Davide dan Citrinia diantar oleh milanda untuk pergi ketitik dimana inti kekuatan sihir dibumi. Sesampainya disana, seseorang yang memiliki kekuatan sihir akan merasakan sesuatu yang tidak nyaman dan menganjal, itu adalah ketidak seimbangan sihir.
__ADS_1
“Kalian sudah sampai? Aku yakin tidak perlu menjelaskan lagi hal yang terjadi disini” ujar Adam, Davide dan Citrinia hanya mengganggukan kepalanya. “Kemarilah ada sesuatu yang harus kalian lihat” ujar Milanda, Davide dan Citrinia hanya mengikutinya dengan rasa penasaran.
“Aku yakin kalian merasakan sesuatu bukan? Dan aku serta Adam percaya kalian bisa membukanya” ujar Milanda. Awalnya Davide dan Citrinia hanya merasakan ketidaknyamanan. Namun saat mereka menutup mata dan lebih merasakan apa yang terjadi disekitar mereka, mereka merasakan hal yang lebih dari tidak nyaman.
Hal yang mereka rasakan adalah bentrokan antar elemen, mereka juga merasakan sihir yang mengalir di darahnya menjadi tidak seimbang. Namun ada dua kekuatan yang menutupi bentrokan elemen tersebut. Kekuatan tersebut adalah, kekuatan Sanctus dan kekuatan Tenebris.
Mereka menutup mata dan mencoba untuk merasakan pola dari ke-7 elemen, walau 30 menit Citrinia tidak mendapatkan apapun, sedangkan Davide menemukan sedikit dari pola sihir Tenebris. Perkembangan mereka sangatlah lambat, lewat dari 1 jam masih sama seperti sebelumnya. Bahkan saat Ben dan Caneza selesai beristirahat dan dapat menggunakan kekuatannya kembali, Davide dan Citrinia tidak berkembang.
__ADS_1
Milanda, Adam, Ben dan Caneza hanya dapat melihat dan tidak dapat membantu banyak. Mereka hanya bisa melindungi Davide dan Citrinia dari kejauhan setidaknya hal tersebut membantu Davide dan Citrinia untuk tetap fokus dan tidak perlu membagi fokusnya untuk melindungi dirinya dari serangan yang bisa saja terjadi kapanpun.
-----
Saat waktu sudah menunjukan pukul 17.00, Davide dan Citrinia masih tidak menunjukan pergerkan. Awalnya Milanda ingin menghentikan mereka dan meminta mereka untuk beristirahat, tetapi Adam menghentikannya, dalam hatinya dia percaya bahwa satu-satunya putrinya itu dapat melakukannya, bersama dengan calon menantunya.
Tiba-tiba Davide membuka mata dengan sangat senang dan penuh semangat, diikuti oleh Citrinia dengan selang waktu kurang dari 1 menit. “Aku menemukannya” ujar Citrinia dengan sangat bersemangat, dan Davide ikut bersemangat. Mereka langsung titik dimana pusat sihir kekuatan itu berada.
__ADS_1
Saat menemukannya mereka membuat sebuah lingkaran sihir dengan pola yang mereka temukan. Davide membuat lingkaran sihir untuk kekuatan Api, Tanah, Air dan Tenebris. Sedangkan Citrinia membentuk pola sihir untuk kekuatan Angin, Tumbuhan, dan kekuatan Sanctus. Dari ketujuh pola tersebut membentuk satu Lingkaran Sihir dengan pola yang sangat besar.