Journey To Another World

Journey To Another World
#8


__ADS_3

Setelah sampai di kastel utama, raja dan ratu menyambutku


dengan hangat, mereka memeluk-ku, sambil menangis. Jujur saja hatiku tersayat,


aku berharap bukan aku disini namun Deolindalah yang menerima segala


kehangatan. Namun aku? Aku seharusnya yang mendapat sikap  dingin dari kedua orang tuaku, dan aku


seharusnya tahu bahwa aku adalah seorang Elected. Tidak! Aku tidak boleh


menggerutu seharusnya aku berterimakasih pada Deolinda karna semua yang telah


dia berikan kepada ku, semuanya. Sehhinga aku bisa merasakan apa artinya


keluarga, dan teman.


“ayah, ibu, ada yang harus aku bicarakan dengan kalian, ini


soal Luc dan...... kak Zayth” setelah aku berkata seperti itu, nampak wajah


terkejut mereka yang tidak bisa ditutupi dan sebentar seluruh ruangan menjadi


sunyi. Bahkan dayang dan penjaga seluruhnya menjadi diam seribu bahasa. “ Ayah,


ibu, sepertinya kita tidak bisa berbicara disini, Sam juga harus ikut” Raja


menghela nafas panjang. Lalu menuntun kami pergi keruangan kerjanya.


“Sekarang kamu bisa bicara bukan? Deolinda” Tanya Sang Raja.


Aku mulai mengumpulkan keberanian dan menceritakan hal yang sama seperti yang


aku beri tahu kepada Sam. Setelah selesai menceritakan tentang kejadian lalu,


aku mulai berbicara tentang hilangnya BLUE CRYSTAL. Dan untuk kesekian kalinya


orang tua dari Deolinda nampak terkejut. “Nak, apa kau yakin tentang apa yang


baru saja kamu bicarakan?” Tanya Sang Ratu, dia sedikit ragu untuk


mempercayaiku. Aku hanya bisa mengangguk dan berkata ya, untuk ketidak yakinan


Ratu.


“Ayah, aku akan pergi, aku akan pergi untuk melawan Luc” Sam


mengajukan diri untuk ikut serta digaris depan melawan Luc. “Tidak itu


berbahaya, Ayah biar aku saja yang melawanya digaris depan!” lebih baik aku


yang melawan Luc digaris depan dan Sam tetap menjaga diNegri Kristal, menjaga

__ADS_1


The Strongest Heirloom.


“Deolinda, ini bukan main-main nak” Raja juga meragukan


diriku, aku tidak tahu harus meyakinkan mereka seperti apa. “Ayah, segel ku


sudah terbuka, sekarang aku sudah ada di tahap 5 awal pelatihan, saat aku


melawan Luc pasti aku tidak sendiri, dan Davide juga pasti diiukut sertakan


bukan?” Raja mengehela nafas panjang, Ratu nampaksangat khawatir, namun mereka


tidak percaya saat aku berkata mencapai tahap 5 awal.


“Benar, ayah kakak sudah mencapai tahap 5 awal pelatihan,


ini saatnya dia menjalankan tugas sebagai elected” Benar yang dikatakan Sam,


aku Citrinia sebagai elected, harus menjalankan tugasku. “Ibu tetap khawatir


dengan kondisi tubuhmu, Baginda mengapa kita tidak memanggil mereka?” Ratu


bertanya pada Raja, mereka yang Ratu maksud sepertinya adalah keluargaku.


“Mereka disana juga sedang kesusahan, apa kau tahu keponakanku telah tiada?


Milanda dan Adam pasti sedang kesusahan, jangan menambah beban mereka” Aku


aku berusaha mencerna semuanya. “Apa!? Kak Citrinia saja belum mengingat kita,


namun dia sudah tiada! Ayah, apa disana juga terjadi ketidak seimbangan?”


Ternyata Sam sudah mengenaliku sebagai Citrinia.


“Sam benar, disana sedang banyak kejadian aneh dan ketidak


seimbangan glasir. Sepertinya kita hanya bisa berharap padamu Deolinda” Aku


masih tidak mengerti hubungan apa antar aku dengan Raja, yang kutahu sekarang


adalah, aku adalah keponakan sang raja. Aku harus bertanya kepada Deolinda


setelah ini.


“Aku akan pergi melawan Luc digaris depan, aku harap ayah


dan ibu tidak terlalu khawatir denganku, dan Sam, aku percaya kamu bisa menjaga


Negri kita, menjaga ayah-ibu, rakyat dan tentunya The Strongestt Heirloom” Aku


menempuk pundak Sam, memberinya rasa percaya diri, namun tanggung jawab yang

__ADS_1


bergitu besar harus ku  serahkan padanya.


Namun aku harus membalas dendam, dan melaksanakan misi. “Baik kak, aku akan


melakukannya dengan baik, kau percaya saja padaku. Tapi kenapa kakak tidak


menguasai kekuatan pusaka kita?” Mungkin banyak yang berfikir demikian. “Tidak


bisa, kekuatan benda pusaka adalah saling berambung dan memiliki pola, bila


menguasai dengan asal, bisa-bisa aku mati” Entah bagaimana aku mengetahui hal


tersebut dan bisa mengatakanya dengan lancar. “Benar apa yang dibicarakan


kakakmu Sam” Ternyata benar apa yang kubicarakan, apa ini karna aku elected?


Namun dengan perkataan Sam, bahwa aku belum mengingatnya, apakah aku amnesia?


Aku disuruh untuk beristirahat dan menyiapka diri untuk


petualangan yang sesungguhnya. Namun malam ini aku sama sekali tidak bisa


menutup mata. Aku teringat perkataan tetang papa dan mama, tentang aku adalah


keponakan sang Raja dan sepupu dari Sam. Susah untuk-ku mencerna semuanya, lalu


apakah aku dan Davide dulunya saling kenal? Kenapa kau tiba-tiba terpikirkan


dirinya!?


Kira-kira pukul 02,00 AM aku baru bisa tertidur, setelah


memikirkan semuanya. Seperti apa aku melupakan sesuatu tentang keluargaku?


Namun aku ingat sanak keluarga sudah tidak ada, hanya terisisa ‘paman’ palsu


diperusahaan waktu itu. Apakah aku pernah kesini sewaktu kecil? Tidak, aku


selalu sibuk dengan belajar, pertemuan dengan anak-anak lain seusia ku sewaktu


kecil, lalu belajar lagi. Dan tidak pernah liburan, bila liburan aku hanya ada


divila dan tidur.


Bagaimana bisa aku seorang elected sungguhan? Apa benar yang


dikatakan Davide waktu itu? Lalu masih banyak lagi. Ini sudah menjadi kebiasaan


merenungkan sesuatu yang tak ku mengerti sampai aku mengerti, namun kali ini


tidak seperti itu karna aku sudah megantuk dan kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2