Journey To Another World

Journey To Another World
#20


__ADS_3

Semakin hari Crystal World dan Bumi semakin hancur, terjadi


banyak hal yang tidak menyenangkan. Seperti, kebakaran hutan dan lahan bahkan


ada kebakaran dipemumkiman, lalu cuaca yang tidak pernah bersahabat setelah Luc


mengambil Ventum Stone, terkadang terjadi badai, hujan, dan panas terik. Banyak


rakyak yang mengeluh atas kejadia kali ini, sayangnya hanya sedikit yang bisa


kita lakukan.


Saat rapat untuk malapetaka, dan kesengsaraan rakyat yang


‘baru’ dimulai banyak hal yang kita bahas. Rapat itu yang berisikian anggota,


aku , Davide, Deolinda, Ratu dan Raja, Sam serta perwakilan dari 2 Negri


lainya. “Mengapa kalian tidak mencoba untuk mengambil setidaknya Ventum Stone”


Tanya perwakilan dari Valaiva. “Aku tahu kalian akan bertanya tentang hal ini,


namun banyak yang harus diperhitungkan. Bahkan kali ini saja kami tidak tahu


dimana Luc dan ayahnya berada” Jawab Davide. “Kalau begitu, Nona Citrinia sudah


menguasai 3 dari 5 benda pusaka. Bagaimana dengan Pangeran Davide, apakah sudah


membangkitkan ke-5 Five Forces?” tanya perwakilan dari Keyna.


“Saya belum bisa membangkitkan ke lima-limanya namun sudah


bangkit 3 yaitu air, tanah tumbuhan, dan angin” dan yang ke-4 belum dicapai


adalah api, dan kelima yang sangat jarang dikuasai adalah kegelapan. “Kita


tidak tahu kapan mereka akan datang, bila mereka cepat datang apakah kita sudah


siap? Dan bila mereka masih lama untuk datang apakah rakyat diluar sana tidak


akan kesakitan?” Kata baginda Ratu, ia benar kami harus mempertimbangkan banyak


hal untuk masalah ini. “Tambahan, diBumi kehidupan sudah tidak stabil banyak


monster yang keluar dari perut bumi, dan kekuatan glasir serta spirit sangat


tidak seimbang. Berarti kita tidak bisa mendatangkan Adam dan Milanda kesini”


Tambahan yang diberika Baginda Raja benar, pasti papa dan mama sedang sangat


kesusahan.


“Tapi bagaimana bisa seorang gadi yang baru kembali dari bumi


selama 12 tahun bisa langsung menguasai The Strongest Heirloom” Sebuah


kata-kata yang berusaha untuk memojokan ku. “Benar apa yang dikatakan


perwakilan dari Keyna, namun aku bisa melakukanya karna kemampuan dan karunia


dari Langit” Kalian tahu aku hanya mengatakan yang sejujurnya. “Jadi maksudmu,


kamu mendengar suara Dewa?” Aku tidak bermaksud mengatakan hal tersebut tapi


dia malah menduga seperti itu.


“Saya tidak bermaksud demikian, namun memang benar adanya

__ADS_1


saya mendengarnya” Dan aku hanya mengatakan hal yang terjadi. Anehnya


perwakilan dari Keyna menjadi marah, semua orang diruangan itu pasti bisa


melihatnya. Aku berpikir apakah karena Emerlad Stone?


Setelah itu suasana kembali normal dengan adanya percakapan,


apa yang harus segera kita lakukan untuk kedepan-nya. Setelah dalam kurung


waktu 1 ½ jam kami akhirnya menyudahi rapat tersebut. Aku keluar bersama dengan


Davide, dari semulanya raut wajah Davide yang datar, berubah menjadi sangat


marah dan cukup mengerikan. “Hey perhatikan raut wajamu itu, bisa-bisa orang


yang lemah jantung bisa mati gara-gara liat kamu” Aku mengatakan kata-kata yang


semakin membuatnya marah, aku menyesal.


“Apa kamu gak marah, melihat Perwakilan Keyna bersikap


seperti itu? Kamu kan berusaha untuk membantu, tapi dibalas dengan sikap yang


teramat menjengkelkan!” Ternyata Davide marah karena hal tersebut, yang bahkan


tidak aku pikirkan sama sekali. “Tidak ada gunanya kamu berpikir demikian, aku


memakluminya karna dengan lancangnya kita meminta benda pusaka mereka” \ “Kamu


itu polos atau bodoh sih?” \ “Aku bukan keduanya, aku hanya berpikir. Mungkin


mereka kesal karna aku meminta Emerlad Stone, dan bila mereka tidak mau


bekerjasama dengan kita. Bukankah mereka yang rugi?” \ “Hah... kamu ternyata


“Sekarang giliran kamu yang berubah bukan?” \ “Ya, dan aku ingin tahu sekarang


hubungan kita apa?” \ “Hah, menurutmu apa?” \ “Hubungan yang abu-abu, kamu


tahu teman tapi serasa lebih, bukan lebih tapi lebih dari teman. Akh aku jadi


malu ayo jalan”| Davide pergi dengan muka yang memerah, bahkan sampai lehernya


menjadi merah.


“Davide tunggu aku, hey jalan-nya pelan dikit dong” Aku


sedikit berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang. “Kalau begitu kita buat


hubungan yang abu-abu ini menjadi sungguhan” Aku semakin mempererat pelukanku,


dan Davide memegantanganku, aku melihat wajahnya yang semakin merah dan


merasakan jantungnya yang tidak berdetak tak karuan.


“Mulai sekarang Pangeran Davide dari Negri Kanaelt. Resmi


menjadi kekasih dari Citrinia. Sekarang tanggal....” Entah siapa yang melamar


untuk hal ini, tapi aku tidak peduli karena dia adalah cinta pertamaku. “Bodoh,


seharusnya aku yang menyatakanya dulu bukan kamu. Akh” Davide memutarkan


badanya dan membalas pelukanku, pelukanya sangat hangat.


“Jadi diterima gak nih, sebelum aku tarik kata-kata aku

__ADS_1


barusan” Aku selalu ingin menjaili Davide, dan akhirnya terwujud. “TERIMA AKU


TERIMA KOK, jadi mulai sekarang kita pacaran ya!” Dan pelukan itu semakin erat,


juga semakin hangat.


“Kakak sepupu, memangnya cocok jadian dihari-hari kek gini?


Nanti anak kakak nanya ‘ma kapan mama papa jadian’ terus kakak mau bilang ‘pas


malapetaka nak’ agak gimana gitu” Munculah seorang penggagu suasana, dia adalah


Deolinda. “Hey, yang bener aja dasar penggagu pergi sana hush” Aku tidak kesal


dengan kata-katanya karna memang itu benar, tapi waktu dia datangnyalah yang


sangat tidak benar. “Dasar, sana ngebucin apa daya aku yang jomblo sejak lahir,


baibai jangan lupa latihan hey” Ucap Deolinda sambil berlalu pergi.


“Benar yang dikatakanya, ayo pergi latihan mungkin kita bisa


membangkitkan kekuatan apimu. Dan aku juga harus berlatih terutama The Strongest


Heirloom yang teramat melelahkan” Aku melepaskan pelukanku, dan Davide juga


demikian dan sekarang kami akan berlatih bersama untuk meningkatkan kekuatan


masing-masig dari kami.


Sudah hampir ½ hari kami berlatih, namun tidak ada kemajuan


sama sekali. “Aku sangat lelah toloooooong, Davide aku udah gak kuat lagi” aku


terduduk lemas sambil memegangi The Strongest Heirloom. “Jangan bilang kamu


akan menyerah. Hey sadarlah kamu sudah ditunjuk oleh Dewa jangan malas-malasan


ah, ayo sekali lagi” Davide selalu menjadi penyemangat disaat-saat seperti ini.


“Oh iya Davide, waktu itu kamu bilang. Kamu repot-repot karna


aku yang bisa kewalahan dan bisa saja mati aku masih gak ngerti” Saat sedang


latihan aku teringat kata-katanya saat diNegri Keyna. “Kamu masih mengingatnya


toh, itu benar karna kamu saat itu datang hanya dengan jiwamu dan tanpa


badanmu, sehingga akan berkali-kali lebih lemah. Makanya kamu membutuhkan


kekuatan mereka agar bisa menyempurnakan jiwamu yang tidak sempurna, dan masih


panjang alasanya sih, tapi itu intinya” Aku terkejut mendengar hal itu, tak


kusangka memang pas sekali aku ditugaskan untuk hal ini.


“Kalau gitu gimana sekarang, aku kan udah punya jiwa yang


untuh badan aku juga balik kesini. Apa aku akan mati?” Aku tahu pertanyaanku


seperti orang yang tidak mau hidup lagi, tapi itu selalu menjadi tanda tanya


diotaku. “Tidak, tenanglah kamu sudah menjadi Citrinia yang kukenal dan


kucintai selama lebih dari 12 tahun” Apa-apaan ini, apa dia tidak tahu apa yang


akan terjadi bila dia mengatakan ‘mantra’ terhadap perempuan!?

__ADS_1


__ADS_2