
Semakin hari Crystal World dan Bumi semakin hancur, terjadi
banyak hal yang tidak menyenangkan. Seperti, kebakaran hutan dan lahan bahkan
ada kebakaran dipemumkiman, lalu cuaca yang tidak pernah bersahabat setelah Luc
mengambil Ventum Stone, terkadang terjadi badai, hujan, dan panas terik. Banyak
rakyak yang mengeluh atas kejadia kali ini, sayangnya hanya sedikit yang bisa
kita lakukan.
Saat rapat untuk malapetaka, dan kesengsaraan rakyat yang
‘baru’ dimulai banyak hal yang kita bahas. Rapat itu yang berisikian anggota,
aku , Davide, Deolinda, Ratu dan Raja, Sam serta perwakilan dari 2 Negri
lainya. “Mengapa kalian tidak mencoba untuk mengambil setidaknya Ventum Stone”
Tanya perwakilan dari Valaiva. “Aku tahu kalian akan bertanya tentang hal ini,
namun banyak yang harus diperhitungkan. Bahkan kali ini saja kami tidak tahu
dimana Luc dan ayahnya berada” Jawab Davide. “Kalau begitu, Nona Citrinia sudah
menguasai 3 dari 5 benda pusaka. Bagaimana dengan Pangeran Davide, apakah sudah
membangkitkan ke-5 Five Forces?” tanya perwakilan dari Keyna.
“Saya belum bisa membangkitkan ke lima-limanya namun sudah
bangkit 3 yaitu air, tanah tumbuhan, dan angin” dan yang ke-4 belum dicapai
adalah api, dan kelima yang sangat jarang dikuasai adalah kegelapan. “Kita
tidak tahu kapan mereka akan datang, bila mereka cepat datang apakah kita sudah
siap? Dan bila mereka masih lama untuk datang apakah rakyat diluar sana tidak
akan kesakitan?” Kata baginda Ratu, ia benar kami harus mempertimbangkan banyak
hal untuk masalah ini. “Tambahan, diBumi kehidupan sudah tidak stabil banyak
monster yang keluar dari perut bumi, dan kekuatan glasir serta spirit sangat
tidak seimbang. Berarti kita tidak bisa mendatangkan Adam dan Milanda kesini”
Tambahan yang diberika Baginda Raja benar, pasti papa dan mama sedang sangat
kesusahan.
“Tapi bagaimana bisa seorang gadi yang baru kembali dari bumi
selama 12 tahun bisa langsung menguasai The Strongest Heirloom” Sebuah
kata-kata yang berusaha untuk memojokan ku. “Benar apa yang dikatakan
perwakilan dari Keyna, namun aku bisa melakukanya karna kemampuan dan karunia
dari Langit” Kalian tahu aku hanya mengatakan yang sejujurnya. “Jadi maksudmu,
kamu mendengar suara Dewa?” Aku tidak bermaksud mengatakan hal tersebut tapi
dia malah menduga seperti itu.
“Saya tidak bermaksud demikian, namun memang benar adanya
__ADS_1
saya mendengarnya” Dan aku hanya mengatakan hal yang terjadi. Anehnya
perwakilan dari Keyna menjadi marah, semua orang diruangan itu pasti bisa
melihatnya. Aku berpikir apakah karena Emerlad Stone?
Setelah itu suasana kembali normal dengan adanya percakapan,
apa yang harus segera kita lakukan untuk kedepan-nya. Setelah dalam kurung
waktu 1 ½ jam kami akhirnya menyudahi rapat tersebut. Aku keluar bersama dengan
Davide, dari semulanya raut wajah Davide yang datar, berubah menjadi sangat
marah dan cukup mengerikan. “Hey perhatikan raut wajamu itu, bisa-bisa orang
yang lemah jantung bisa mati gara-gara liat kamu” Aku mengatakan kata-kata yang
semakin membuatnya marah, aku menyesal.
“Apa kamu gak marah, melihat Perwakilan Keyna bersikap
seperti itu? Kamu kan berusaha untuk membantu, tapi dibalas dengan sikap yang
teramat menjengkelkan!” Ternyata Davide marah karena hal tersebut, yang bahkan
tidak aku pikirkan sama sekali. “Tidak ada gunanya kamu berpikir demikian, aku
memakluminya karna dengan lancangnya kita meminta benda pusaka mereka” \ “Kamu
itu polos atau bodoh sih?” \ “Aku bukan keduanya, aku hanya berpikir. Mungkin
mereka kesal karna aku meminta Emerlad Stone, dan bila mereka tidak mau
bekerjasama dengan kita. Bukankah mereka yang rugi?” \ “Hah... kamu ternyata
“Sekarang giliran kamu yang berubah bukan?” \ “Ya, dan aku ingin tahu sekarang
hubungan kita apa?” \ “Hah, menurutmu apa?” \ “Hubungan yang abu-abu, kamu
tahu teman tapi serasa lebih, bukan lebih tapi lebih dari teman. Akh aku jadi
malu ayo jalan”| Davide pergi dengan muka yang memerah, bahkan sampai lehernya
menjadi merah.
“Davide tunggu aku, hey jalan-nya pelan dikit dong” Aku
sedikit berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang. “Kalau begitu kita buat
hubungan yang abu-abu ini menjadi sungguhan” Aku semakin mempererat pelukanku,
dan Davide memegantanganku, aku melihat wajahnya yang semakin merah dan
merasakan jantungnya yang tidak berdetak tak karuan.
“Mulai sekarang Pangeran Davide dari Negri Kanaelt. Resmi
menjadi kekasih dari Citrinia. Sekarang tanggal....” Entah siapa yang melamar
untuk hal ini, tapi aku tidak peduli karena dia adalah cinta pertamaku. “Bodoh,
seharusnya aku yang menyatakanya dulu bukan kamu. Akh” Davide memutarkan
badanya dan membalas pelukanku, pelukanya sangat hangat.
“Jadi diterima gak nih, sebelum aku tarik kata-kata aku
__ADS_1
barusan” Aku selalu ingin menjaili Davide, dan akhirnya terwujud. “TERIMA AKU
TERIMA KOK, jadi mulai sekarang kita pacaran ya!” Dan pelukan itu semakin erat,
juga semakin hangat.
“Kakak sepupu, memangnya cocok jadian dihari-hari kek gini?
Nanti anak kakak nanya ‘ma kapan mama papa jadian’ terus kakak mau bilang ‘pas
malapetaka nak’ agak gimana gitu” Munculah seorang penggagu suasana, dia adalah
Deolinda. “Hey, yang bener aja dasar penggagu pergi sana hush” Aku tidak kesal
dengan kata-katanya karna memang itu benar, tapi waktu dia datangnyalah yang
sangat tidak benar. “Dasar, sana ngebucin apa daya aku yang jomblo sejak lahir,
baibai jangan lupa latihan hey” Ucap Deolinda sambil berlalu pergi.
“Benar yang dikatakanya, ayo pergi latihan mungkin kita bisa
membangkitkan kekuatan apimu. Dan aku juga harus berlatih terutama The Strongest
Heirloom yang teramat melelahkan” Aku melepaskan pelukanku, dan Davide juga
demikian dan sekarang kami akan berlatih bersama untuk meningkatkan kekuatan
masing-masig dari kami.
Sudah hampir ½ hari kami berlatih, namun tidak ada kemajuan
sama sekali. “Aku sangat lelah toloooooong, Davide aku udah gak kuat lagi” aku
terduduk lemas sambil memegangi The Strongest Heirloom. “Jangan bilang kamu
akan menyerah. Hey sadarlah kamu sudah ditunjuk oleh Dewa jangan malas-malasan
ah, ayo sekali lagi” Davide selalu menjadi penyemangat disaat-saat seperti ini.
“Oh iya Davide, waktu itu kamu bilang. Kamu repot-repot karna
aku yang bisa kewalahan dan bisa saja mati aku masih gak ngerti” Saat sedang
latihan aku teringat kata-katanya saat diNegri Keyna. “Kamu masih mengingatnya
toh, itu benar karna kamu saat itu datang hanya dengan jiwamu dan tanpa
badanmu, sehingga akan berkali-kali lebih lemah. Makanya kamu membutuhkan
kekuatan mereka agar bisa menyempurnakan jiwamu yang tidak sempurna, dan masih
panjang alasanya sih, tapi itu intinya” Aku terkejut mendengar hal itu, tak
kusangka memang pas sekali aku ditugaskan untuk hal ini.
“Kalau gitu gimana sekarang, aku kan udah punya jiwa yang
untuh badan aku juga balik kesini. Apa aku akan mati?” Aku tahu pertanyaanku
seperti orang yang tidak mau hidup lagi, tapi itu selalu menjadi tanda tanya
diotaku. “Tidak, tenanglah kamu sudah menjadi Citrinia yang kukenal dan
kucintai selama lebih dari 12 tahun” Apa-apaan ini, apa dia tidak tahu apa yang
akan terjadi bila dia mengatakan ‘mantra’ terhadap perempuan!?
__ADS_1