
Author’s POV (Point of View)
Luc menjadi tuan atas ke-5 benda pusaka, sekarang ia adalah
satu-satunya didunia yang tidak bisa dikalahkan. Dia mengankat kedua
lengan-nya, lalu dia membacakan mantra. Mantra untuk menghancurkan dunia, lalu
menguasainya. “Aku akan membuat dunia menjadi lebih baik lagi, dan aku akan menjadi
seorang yang paling kuat” Ucap Luc, dia tidak hanya berfikir tentang kepuasanya
namun terlintas masa lalunya bersama Citrinia, serta percakapan terakhir dengan
dirinya dan Citrinia.
Suara bergemuruh muncul disertai dengan menghitamnya awan dan
suasana yang semakin suram setiap detiknya. Tetesan air mata jatuh dari mata Luc,
“Akankah aku menyesal, atau aku akan senang?” Luc sempat ragu menjalankan rencana
awalnya. Tapi dia berfikir kembali tentang apa usaha yang dia lakukan serta
pengorbanan yang dia lakukan dan keraguan itu hilang begitu saja.
Lingkaran sihir terbentuk semakin luas dan luas, semua
rakyat yang selamat menjadi gentar mereka takut akhir dari segalanya adalah
waktu ini. “BERHENTI! HEI LUC APA KAMU KIRA KITA AKAN DIAM SAJA?” Suara yang
begitu besar hingga menggema, itu adalah suara dari Langit.
“Memangnya aku akan berhenti disini, atas semua yang aku
dapat dan semua yang aku korbankan? Tidak akan pernah aku berhenti” Dia
sangatlah keras kepala bahkan tidak gentar saat mendengar suara agung. “NAK,
AKU BERI KAMU 1 KALI KESEMPATAN LAGI” Balas sang Dewa yang masih mengasihani
anaknya.
Tetapi Luc tidak mempedulikan hal tersebut, dunia kini mulai
hancur satu persatu. Sekarang kalian hanya bisa mendengar suara teriakan, suara
tangisan kesengsaraan. Puncak dari malapetaka adalah sekarang ini, dan tidak
ada lagi yang bisa membantu untuk menghentikan malapetaka.
Saat semua awan menjadi gelap dan hitam, terdapat segelintir
cahaya yang semakin membesar. ‘Apa sihirku gagal?’ ucap Luc dalam hati yang
melihat adanya cahaya baru. Dari cahaya itu munculah tangga yang terbuat dari
awan, dan dari cahaya itu datanglah pegasus, unicorn dan hewan mistis
peliharaan para Dewa.
“APA KAMU TERKEJUT? SEKARANG ADALAH WAKTUNYA KAMI BERTINDAK”
Kata salah satu diantara mereka, dia adalah Dewa Kehidupan. Dengan muka yang
masam melihat dunia hancur, manusia yang sudah diberi kehidupan olehnya mati
mengenaskan sebelum takdirnya tiba.
“Kalian adalah Dewa, jadi kalian ingin menghukumku? Namun
sudah terlanjur semuanya sudah kuubah, dunia baru telah tiba!” Luc tertawa
dengan muka yang menyeramkan. Dewa-Dewa disana tetap diam melihat Luc tertawa
namun hati mereka yang tidak pernah bisa ditebak oleh siapapun juga, menjadi
__ADS_1
jengkel. Mereka kesal dengan Luc yang seenaknya mengubah jalan takdir orang.
“AKU KIRA KAMU BISA MENJADI MURIDKU, NAMUN AKU SALAH. KAMU
BERHAK MENDAPATKAN HUKUMAN” Ucap salah satu dari para Dewa, dia adalah Dewa Kegelapan.
“AKU SERAHKAN ANAK INI PADAMU, BIAR AKU DAN YANG LAINYA YANG URUS” Dewa Agung
berbicara, diamenyerahkan Luc ketangan Dewa Kegelapan.
Dewa Kegelapan hanya perlu mengibaskan tanganya dan semua
aura, spirit dan sihir yang mengandung kegelapan dihentikan penyebaranya serta
ditarik kembali. Tidak lupa dia membawa Luc untuk dijatuhi hukuman yang tidak
dapat kita bayangkan. Para Dewa yang lain juga hanya perlu mengibaskan tanganya
untuk mengembalikan semua yang telah dihancurkanoleh Luc.
“SEMUANYA TELAH KEMBALI NORMAL, HANYA SAJA DIBUMI SEDIKIT
KACAU” Kata Dewi Tumbuhan, yang melihat kehidupan di bumi masih sangat kacau. “AKU
AKAN MENUGASKANYA PADA DIA YANG BELUM SELESAI MELAKSANAKAN TUGASNYA, CITRINIA
DAN DAVIDE” Kata Dewa Agung yang memberi tugas untuk kedua kalinya kepada Davide
dan Citrinia.
Dewa Kehidupan mengibaskan tangan-Nya sambil membacakan kalimat
yang para manusia biasa tidak akan pernah mengerti. Kehidupan dimulai kembali,
semua orang yang telah gugur dapat hidup kembali, tapi mereka belum sadarkan
diri hanya Citrinia dan Davidelah yang sadar.
“Citrinia, bukankah mereka para Dewa-Dewi?” Davide yang
sadar dan mengetahui situasinya paling cepat dan segera membangunkan Citrinia.
menyentuh tanah, dan tidak berkata apapun.
“DAVIDE, CITRINIA BANGUNLAH AKU MENGIZINKAN KALIAN. KARNA
AKU AKAN MEMBERI TITAH PENTING UNTUK KALIAN SEKARANG JUGA” Kata Dewa Agung
sambil tersenyum, sangat jarang bagi-Nya untuk tersenyum saat memberi titah. Citrinia
dan Davide hanya bisa mengikuti apa yang diminta dari-Nya.
“AKU TAHU INI ADALAH TUGAS YANG BERAT. TAPI AKU SUDAH
PERCAYAKAN INI PADA KALIAN. WALAU BISA KALIAN LIHAT CRYSTAL WORLD SUDAH KEMBALI
SEPERTI SEMULA, NAMUN BUMI MASIH BERANTAKAN ADA BEGITU BANYAK MONSTER YANG
TIDAK DIINGINKAN MUNCUL DARI PERUT BUMI. SEHARUSNYA TUGAS INI DIBERIKAN PADA
PEMEGANG KEKUASAAN KEGELAPAN TAPI KAU TAHU TIDAK ADA LAGI YANG MEMEGANG
KEKUASAAN LAGI SELAIN KALIAN, DAN LUC SEDANG DIHUKUM OLEH DEWA KEGELAPAN” Titah
yang sangat panjang dari Dewa.
Citrinia dan Davide berkata secara berbarengan “Akan kami
lakukan sebaik mungkin menaruhkan nyawa kami”. Karena tidak ada alasan bagi
mereka untuk menolak titah yang diberi langsung tanpa perantara. Juga mereka
yakin bila sudah ditunjuk, mereka memang benar-benar bisa.
“TIDAK USAH KHAWATIR TENTANG APAPUN LAGI. KARENA KAMI TELAH
MENGKARUNIAI KALIAN. APA LAGI SOAL HUBUNGAN KALIAN ITU SUDAH AKU RESTUI DARI
__ADS_1
KALIAN MASIH DIJANIN LOH” Kata Dewi Cinta, yang membuat Citrinia dan Davide
malu. Apalagi mereka teringat kapan mereka menjadi sepasang kekasih.
Karena sudah tidak ada urusan penting lagi yang mengharuskan
para Dewa-Dewi berada di dunia, merekapun kembali kekerajaan yang berada diatas
Langit.
“Citrinia, apa kamu percaya yang baru saja kamu lihat tadi?”
Ucap Davide dengan tatapan kosong. “Sangat tidak percaya, karna bukankah kita
udah mati ya? Ini kehidupan setelah kematian kah?” Kata Citrinia yang masih
saja tidak percaya tentang apa yang dilihatnya.
Beberapa menit mereka berdiri dengan tatapan kosong namun
mental terguncang. Jika saja Lauren sadar dan tidak berteriak “APA YANG TERJADI
HEY!” Mungkin lamunan itu tidak akan ada habis-habisnya.
“Lauren, apa kamu percaya yang akan aku ceritakan?” Karena
masih syok, Citrinia tidak peduli lagi dengan apapun dan langsung menceritakan hal
fantastik yang terjadi padanya kepada Lauren.
“Jadi kamu dan Davide ditugaskan lagi seperti itu? Baguslah,
kekasih yang berpacaran diwaktu yang aneh” Sepertinya berita tentang mereka
yang berpacaran saat malapetaka tersebar hingga pelosok dunia.
“Tapi itu luar biasa, Dewa sendiri yang berbicara seperti
itu? Kamu sangat beruntung!” Dan lagi Lauren berbicara. “Hah, benar aku harus
percaya ini. Mungkin setelah mereka sadar semua baru aku akan kembali kebumi,
tapi apakah kita membiarkan mereka tergeletak ditanah semua seperti itu?” Kata
Citrinia yang sedikit khawatir dengan kondisi semua orang.
“Ya, biarkan saja mereka disana yang lebih penting sekarang apa
yang harus kita perbuat? Oh iya sebelum pergi tadi bukankah Dewa Agung
memberimu sesuatu?” Davide teringat apa yang diberikan oleh Dewa kepada Citrinia.
“Hmmm, entahlah eh tunggu ke-5 benda kristal udah ada
ditubuhku, aku kembali menjadi tuannya mereka!” Bila kekuatan 5 pusaka berada
ditubuh tanpa merasakan apapun menandakan bahwa sang tuan memiliki kekuatan
yang lebih dasyat dari hanya sekedar menguasai 5 pusaka.
Beberapa saat kemudian....
Semua orang yang awalnya sudah gugur kembali hidup dan
memang mereka syok mendengar penjelasan apa yang sudah terjadi, sekarang
semuanya kembali ketempatnya kecuali bumi. Davide dan Citrinia yang ditugaskanpun
menyiapkan diri mereka masing-masing.
Mama Citrinia sudah kembali kebumi, setidaknya dia
menghentikan penyebaran monster yang keluar dari perut bumi. Semua perwakilan,
Pangeran, Puteri dan para prajurit dipulangkan kembali ke Negrinya masing-masing.
Kehidupan rakyat di Crystal World, seiring waktu berangsur-angsur
__ADS_1
membaik, dan kesejahteraan mereka kembali.
TBC (To Be Continue)_JTAW S2