Journey To Another World

Journey To Another World
#25


__ADS_3

Author’s POV (Point of View)


Luc menjadi tuan atas ke-5 benda pusaka, sekarang ia adalah


satu-satunya didunia yang tidak bisa dikalahkan. Dia mengankat kedua


lengan-nya, lalu dia membacakan mantra. Mantra untuk menghancurkan dunia, lalu


menguasainya. “Aku akan membuat dunia menjadi lebih baik lagi, dan aku akan menjadi


seorang yang paling kuat” Ucap Luc, dia tidak hanya berfikir tentang kepuasanya


namun terlintas masa lalunya bersama Citrinia, serta percakapan terakhir dengan


dirinya dan Citrinia.


Suara bergemuruh muncul disertai dengan menghitamnya awan dan


suasana yang semakin suram setiap detiknya. Tetesan air mata jatuh dari mata Luc,


“Akankah aku menyesal, atau aku akan senang?” Luc sempat ragu menjalankan rencana


awalnya. Tapi dia berfikir kembali tentang apa usaha yang dia lakukan serta


pengorbanan yang dia lakukan dan keraguan itu hilang begitu saja.


Lingkaran sihir terbentuk semakin luas dan luas, semua


rakyat yang selamat menjadi gentar mereka takut akhir dari segalanya adalah


waktu ini. “BERHENTI! HEI LUC APA KAMU KIRA KITA AKAN DIAM SAJA?” Suara yang


begitu besar hingga menggema, itu adalah suara dari Langit.


“Memangnya aku akan berhenti disini, atas semua yang aku


dapat dan semua yang aku korbankan? Tidak akan pernah aku berhenti” Dia


sangatlah keras kepala bahkan tidak gentar saat mendengar suara agung. “NAK,


AKU BERI KAMU 1 KALI KESEMPATAN LAGI” Balas sang Dewa yang masih mengasihani


anaknya.


Tetapi Luc tidak mempedulikan hal tersebut, dunia kini mulai


hancur satu persatu. Sekarang kalian hanya bisa mendengar suara teriakan, suara


tangisan kesengsaraan. Puncak dari malapetaka adalah sekarang ini, dan tidak


ada lagi yang bisa membantu untuk menghentikan malapetaka.


Saat semua awan menjadi gelap dan hitam, terdapat segelintir


cahaya yang semakin membesar. ‘Apa sihirku gagal?’ ucap Luc dalam hati yang


melihat adanya cahaya baru. Dari cahaya itu munculah tangga yang terbuat dari


awan, dan dari cahaya itu datanglah pegasus, unicorn dan hewan mistis


peliharaan para Dewa.


“APA KAMU TERKEJUT? SEKARANG ADALAH WAKTUNYA KAMI BERTINDAK”


Kata salah satu diantara mereka, dia adalah Dewa Kehidupan. Dengan muka yang


masam melihat dunia hancur, manusia yang sudah diberi kehidupan olehnya mati


mengenaskan sebelum takdirnya tiba.


“Kalian adalah Dewa, jadi kalian ingin menghukumku? Namun


sudah terlanjur semuanya sudah kuubah, dunia baru telah tiba!” Luc tertawa


dengan muka yang menyeramkan. Dewa-Dewa disana tetap diam melihat Luc tertawa


namun hati mereka yang tidak pernah bisa ditebak oleh siapapun juga, menjadi

__ADS_1


jengkel. Mereka kesal dengan Luc yang seenaknya mengubah jalan takdir orang.


“AKU KIRA KAMU BISA MENJADI MURIDKU, NAMUN AKU SALAH. KAMU


BERHAK MENDAPATKAN HUKUMAN” Ucap salah satu dari para Dewa, dia adalah Dewa Kegelapan.


“AKU SERAHKAN ANAK INI PADAMU, BIAR AKU DAN YANG LAINYA YANG URUS” Dewa Agung


berbicara, diamenyerahkan Luc ketangan Dewa Kegelapan.


Dewa Kegelapan hanya perlu mengibaskan tanganya dan semua


aura, spirit dan sihir yang mengandung kegelapan dihentikan penyebaranya serta


ditarik kembali. Tidak lupa dia membawa Luc untuk dijatuhi hukuman yang tidak


dapat kita bayangkan. Para Dewa yang lain juga hanya perlu mengibaskan tanganya


untuk mengembalikan semua yang telah dihancurkanoleh Luc.


“SEMUANYA TELAH KEMBALI NORMAL, HANYA SAJA DIBUMI SEDIKIT


KACAU” Kata Dewi Tumbuhan, yang melihat kehidupan di bumi masih sangat kacau. “AKU


AKAN MENUGASKANYA PADA DIA YANG BELUM SELESAI MELAKSANAKAN TUGASNYA, CITRINIA


DAN DAVIDE” Kata Dewa Agung yang memberi tugas untuk kedua kalinya kepada Davide


dan Citrinia.


Dewa Kehidupan mengibaskan tangan-Nya sambil membacakan kalimat


yang para manusia biasa tidak akan pernah mengerti. Kehidupan dimulai kembali,


semua orang yang telah gugur dapat hidup kembali, tapi mereka belum sadarkan


diri hanya Citrinia dan Davidelah yang sadar.


“Citrinia, bukankah mereka para Dewa-Dewi?” Davide yang


sadar dan mengetahui situasinya paling cepat dan segera membangunkan Citrinia.


menyentuh tanah, dan tidak berkata apapun.


“DAVIDE, CITRINIA BANGUNLAH AKU MENGIZINKAN KALIAN. KARNA


AKU AKAN MEMBERI TITAH PENTING UNTUK KALIAN SEKARANG JUGA” Kata Dewa Agung


sambil tersenyum, sangat jarang bagi-Nya untuk tersenyum saat memberi titah. Citrinia


dan Davide hanya bisa mengikuti apa yang diminta dari-Nya.


“AKU TAHU INI ADALAH TUGAS YANG BERAT. TAPI AKU SUDAH


PERCAYAKAN INI PADA KALIAN. WALAU BISA KALIAN LIHAT CRYSTAL WORLD SUDAH KEMBALI


SEPERTI SEMULA, NAMUN BUMI MASIH BERANTAKAN ADA BEGITU BANYAK MONSTER YANG


TIDAK DIINGINKAN MUNCUL DARI PERUT BUMI. SEHARUSNYA TUGAS INI DIBERIKAN PADA


PEMEGANG KEKUASAAN KEGELAPAN TAPI KAU TAHU TIDAK ADA LAGI YANG MEMEGANG


KEKUASAAN LAGI SELAIN KALIAN, DAN LUC SEDANG DIHUKUM OLEH DEWA KEGELAPAN” Titah


yang sangat panjang dari Dewa.


Citrinia dan Davide berkata secara berbarengan “Akan kami


lakukan sebaik mungkin menaruhkan nyawa kami”. Karena tidak ada alasan bagi


mereka untuk menolak titah yang diberi langsung tanpa perantara. Juga mereka


yakin bila sudah ditunjuk, mereka memang benar-benar bisa.


“TIDAK USAH KHAWATIR TENTANG APAPUN LAGI. KARENA KAMI TELAH


MENGKARUNIAI KALIAN. APA LAGI SOAL HUBUNGAN KALIAN ITU SUDAH AKU RESTUI DARI

__ADS_1


KALIAN MASIH DIJANIN LOH” Kata Dewi Cinta, yang membuat Citrinia dan Davide


malu. Apalagi mereka teringat kapan mereka menjadi sepasang kekasih.


Karena sudah tidak ada urusan penting lagi yang mengharuskan


para Dewa-Dewi berada di dunia, merekapun kembali kekerajaan yang berada diatas


Langit.


“Citrinia, apa kamu percaya yang baru saja kamu lihat tadi?”


Ucap Davide dengan tatapan kosong. “Sangat tidak percaya, karna bukankah kita


udah mati ya? Ini kehidupan setelah kematian kah?” Kata Citrinia yang masih


saja tidak percaya tentang apa yang dilihatnya.


Beberapa menit mereka berdiri dengan tatapan kosong namun


mental terguncang. Jika saja Lauren sadar dan tidak berteriak “APA YANG TERJADI


HEY!” Mungkin lamunan itu tidak akan ada habis-habisnya.


“Lauren, apa kamu percaya yang akan aku ceritakan?” Karena


masih syok, Citrinia tidak peduli lagi dengan apapun dan langsung menceritakan hal


fantastik yang terjadi padanya kepada Lauren.


“Jadi kamu dan Davide ditugaskan lagi seperti itu? Baguslah,


kekasih yang berpacaran diwaktu yang aneh” Sepertinya berita tentang mereka


yang berpacaran saat malapetaka tersebar hingga pelosok dunia.


“Tapi itu luar biasa, Dewa sendiri yang berbicara seperti


itu? Kamu sangat beruntung!” Dan lagi Lauren berbicara. “Hah, benar aku harus


percaya ini. Mungkin setelah mereka sadar semua baru aku akan kembali kebumi,


tapi apakah kita membiarkan mereka tergeletak ditanah semua seperti itu?” Kata


Citrinia yang sedikit khawatir dengan kondisi semua orang.


“Ya, biarkan saja mereka disana yang lebih penting sekarang apa


yang harus kita perbuat? Oh iya sebelum pergi tadi bukankah Dewa Agung


memberimu sesuatu?” Davide teringat apa yang diberikan oleh Dewa kepada Citrinia.


“Hmmm, entahlah eh tunggu ke-5 benda kristal udah ada


ditubuhku, aku kembali menjadi tuannya mereka!” Bila kekuatan 5 pusaka berada


ditubuh tanpa merasakan apapun menandakan bahwa sang tuan memiliki kekuatan


yang lebih dasyat dari hanya sekedar menguasai 5 pusaka.


Beberapa saat kemudian....


Semua orang yang awalnya sudah gugur kembali hidup dan


memang mereka syok mendengar penjelasan apa yang sudah terjadi, sekarang


semuanya kembali ketempatnya kecuali bumi. Davide dan Citrinia yang ditugaskanpun


menyiapkan diri mereka masing-masing.


Mama Citrinia sudah kembali kebumi, setidaknya dia


menghentikan penyebaran monster yang keluar dari perut bumi. Semua perwakilan,


Pangeran, Puteri dan para prajurit dipulangkan kembali ke Negrinya masing-masing.


Kehidupan rakyat di Crystal World, seiring waktu berangsur-angsur

__ADS_1


membaik, dan kesejahteraan mereka kembali.


TBC (To Be Continue)_JTAW S2


__ADS_2