
BONUS EPISODE HEHE AUTHOR POV
Setelah hari dimana Citrinia dan Davide bertemu, mereka
kembali berkencan. Namun kini sedikit berbeda bila dulu hubungan mereka
dibumbui oleh sihir glasir dan peperangan. Kini hubungan mereka dibumbui oleh
kesibukan pekerjaan yang dimana dapat dilihat pasangan ini, memiliki perusahaan
besar yang berada digenggaman mereka.
Hubungan mereka kini semakin serius untuk menuju jenjang
pernikahan. Orang tua dari kebelah pihak juga menyetujui untuk mereka segera menikah.
Orang tua dari kebelah pihak melihat dari beberapa aspek tentunya yang terutama
adalah, sikap deawasa, dan kedua belah pihak juga sudah mapan diusia yang
tergolong muda tersebut.
Kini Davide sedang menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan
untuk melamar sang kekasih. Citrinia tidak mengetahui apa yang sedang Davide
lakukan dia hanya mengetahui bahwa kedua orang tua dari Davide dan dirinya
telah menyetujui akan dilangsungkan pernikahan.
--- Desember, 20—
“EI? Tidak ada jadwal sampai tanggal 30!?” tanya Citrinia
yang kebingungan saat melihat jadwal yang diberikan oleh Caneza.
“Tidak, anda perlu beristirahat. Ditambah anda juga tidak
pernah bertemu kedua orang tua anda secara tatap muka” ujar Caneza.
“Ouh, apakah aku akan ke CRYSTAL WORLD? Kapan?” tanya
Citrinia untuk kedua kalinya.
“Kami menyiapkan jadwal anda pada tanggal 23, anda bisa
bersiap. Tuan Davide juga akan ikut bersama dengan anda” balas Caneza.
Citrnia menganggukan kepalanya, dan menyerahkan I-Pad kembali
kepada Caneza, ia melambaikan tangannya sebagai isyarat ‘bila tidak ada
keperluan lagi, bisa pergi dari ruangan’
Caneza membalas dengan anggukan pelan lalu pergi keluar dari
__ADS_1
ruangan tersebut.
Tepat pukul 12.00 HandPhone Citrinia berdering, dia mengangkatnya
dan terdengar suara kekasihnya itu.
“Sayang, aku akan menemani mu kembali ke Crystal World
tanggal 23 nanti” ujar Davide di sebrang sana.
“Iya, udah lama gak kesana. Aku berharap gak masuk ketubuh
orang lain lagi...”
“Hahahaha,itu tidak akan terjadi. Sudah jam makan siang,
makannlah nanti malam aku jemput kamu”
“OK, aku tunggu”
---
Citrinia keluar dari ruangannya dan bertemu dengan Ben dan
Caneza. “Kalian mau kemana??” tanya Citrinia penasaran.
“Saya mau keruangan anda, untuk menanyakan anda mau makan
apa untuk makan siang” jawab Ben.
“Ke kantin yuk, udah lama gak makan makanan kantin”
kami kosongkan saja kantinnya?” balas Ben yang terkejut dengan perkataan
nonanya itu.
“Gak usah, aku mau makan disana. Terkahir kali makan disana pas
umur 17 tahun sebelum menjelma menjadi Deolinda” Ujar Caneza sambil berjalan
melewati kedua orang itu dan menuju lift.
“KALIAN MAU MASUK GAK!? APA KALIAN MAU TURUN PAKE TANGGA? Lumayan
ada belasan lantai” teriak Citrinia kepada kedua orang yang membeku setelah
mendengar perkataanya.
“IYA kami naik lift, tunggu!” Ujar Caneza membalas, dia
berlari kecil menuju lift, diikuti oleh Ben yang menggelengkan kepalanya lalu berlari
menuju lift.
--- dikantin
__ADS_1
“Nona Citrinia!” semua orang terkejut akan kedatangan
Citrinia, mereka segera berhenti melakukan segala kegiatan dan berdiri dari
tempat duduk.
“Apa-apaan kalian ini? Ini seperti sedang melakukan drama saja.
Duduk lah” ujar Citrinia, lalu dia berjalan kearah tempat duduk kosong yang
tidak terlalu jauh dari para karyawan.
“Aku akan mengambilkan makanan anda” ujar Ben, dia pergi untuk
mengambil makanan diiukti oleh Caneza. Sedangkan, Citrinia yang bermain ponsel
sambil menunggu kembalinya Ben dan Caneza.
Para karyawan terlihat gugup dengan kehadiran Citrinia. Apa
lagi juru masak disana, dia terlihat sangat gugup saat melihat kehadiran
Citrinia.
“Makanlah dengan tenang, tidak perlu gugup aku hanya ingin
makan disini” ujar Citrinia, yang membuat beberapa karyawan berkeringat dingin.
Suasana dikantin juga menjadi sangat sunyi, “Hah, anggaplah
aku tidak ada disini, atau anggap kalo aku bukan pemegang kekuasaan di
perusahaan” ujarnya untuk kesekian kali.
Tidak lama kemudia Ben dan Caneza kembali membawa 3 porsi
makanan. Setelah Ben dan Caneza duduk didepan Citrinia, Caneza memainkan
ponselnya dengan senyum diwajahnya.
“Ah, apa kamu sedang chatan sama pacarmu? Aku benar-benar di
tinggal jomblo” ujar Ben, Citrinia menahan tawanya, sedangkan Caneza memukul
Ben.
“Sejak kapan kamu pacaran sama dokter itu” tanya Citrinia,
Caneza membalas dengan suara pelan “3 tahun hehe” Citrinia hanya tersenyum.
“Ah iya anda akan bertemu dengan orang tua anda” ujar Ben yang
terlihat sangat senang.
“Ben berhentilah memanggilku anda atau nona saat diluar
__ADS_1
pekerjaan, aku tidak nyaman dengan itu. kamu juga Caneza” ujar Citrinia, Ben
dan Caneza hanya mengangguk pelan.