Journey To Another World

Journey To Another World
#57 BONUS EPS 1


__ADS_3

BONUS EPISODE HEHE AUTHOR POV


Setelah hari dimana Citrinia dan Davide bertemu, mereka


kembali berkencan. Namun kini sedikit berbeda bila dulu hubungan mereka


dibumbui oleh sihir glasir dan peperangan. Kini hubungan mereka dibumbui oleh


kesibukan pekerjaan yang dimana dapat dilihat pasangan ini, memiliki perusahaan


besar yang berada digenggaman mereka.


Hubungan mereka kini semakin serius untuk menuju jenjang


pernikahan. Orang tua dari kebelah pihak juga menyetujui untuk mereka segera menikah.


Orang tua dari kebelah pihak melihat dari beberapa aspek tentunya yang terutama


adalah, sikap deawasa, dan kedua belah pihak juga sudah mapan diusia yang


tergolong muda tersebut.


Kini Davide sedang menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan


untuk melamar sang kekasih. Citrinia tidak mengetahui apa yang sedang Davide


lakukan dia hanya mengetahui bahwa kedua orang tua dari Davide dan dirinya


telah menyetujui akan dilangsungkan pernikahan.


--- Desember, 20—


“EI? Tidak ada jadwal sampai tanggal 30!?” tanya Citrinia


yang kebingungan saat melihat jadwal yang diberikan oleh Caneza.


“Tidak, anda perlu beristirahat. Ditambah anda juga tidak


pernah bertemu kedua orang tua anda secara tatap muka” ujar Caneza.


“Ouh, apakah aku akan ke CRYSTAL WORLD? Kapan?” tanya


Citrinia untuk kedua kalinya.


“Kami menyiapkan jadwal anda pada tanggal 23, anda bisa


bersiap. Tuan Davide juga akan ikut bersama dengan anda” balas Caneza.


Citrnia menganggukan kepalanya, dan menyerahkan I-Pad kembali


kepada Caneza, ia melambaikan tangannya sebagai isyarat ‘bila tidak ada


keperluan  lagi, bisa pergi dari ruangan’


Caneza membalas dengan anggukan pelan lalu pergi keluar dari

__ADS_1


ruangan tersebut.


Tepat pukul 12.00 HandPhone Citrinia berdering, dia mengangkatnya


dan terdengar suara kekasihnya itu.


“Sayang, aku akan menemani mu kembali ke Crystal World


tanggal 23 nanti” ujar Davide di sebrang sana.


“Iya, udah lama gak kesana. Aku berharap gak masuk ketubuh


orang lain lagi...”


“Hahahaha,itu tidak akan terjadi. Sudah jam makan siang,


makannlah nanti malam aku jemput kamu”


“OK, aku tunggu”


---


Citrinia keluar dari ruangannya dan bertemu dengan Ben dan


Caneza. “Kalian mau kemana??” tanya Citrinia penasaran.


“Saya mau keruangan anda, untuk menanyakan anda mau makan


apa untuk makan siang” jawab Ben.


“Ke kantin yuk, udah lama gak makan makanan kantin”


kami kosongkan saja kantinnya?” balas Ben yang terkejut dengan perkataan


nonanya itu.


“Gak usah, aku mau makan disana. Terkahir kali makan disana pas


umur 17 tahun sebelum menjelma menjadi Deolinda” Ujar Caneza sambil berjalan


melewati kedua orang itu dan menuju lift.


“KALIAN MAU MASUK GAK!? APA KALIAN MAU TURUN PAKE TANGGA? Lumayan


ada belasan lantai” teriak Citrinia kepada kedua orang yang membeku setelah


mendengar perkataanya.


“IYA kami naik lift, tunggu!” Ujar Caneza membalas, dia


berlari kecil menuju lift, diikuti oleh Ben yang menggelengkan kepalanya lalu berlari


menuju lift.


--- dikantin

__ADS_1


“Nona Citrinia!” semua orang terkejut akan kedatangan


Citrinia, mereka segera berhenti melakukan segala kegiatan dan berdiri dari


tempat duduk.


“Apa-apaan kalian ini? Ini seperti sedang melakukan drama saja.


Duduk lah” ujar Citrinia, lalu dia berjalan kearah tempat duduk kosong yang


tidak terlalu jauh dari para karyawan.


“Aku akan mengambilkan makanan anda” ujar Ben, dia pergi untuk


mengambil makanan diiukti oleh Caneza. Sedangkan, Citrinia yang bermain ponsel


sambil menunggu kembalinya Ben dan Caneza.


Para karyawan terlihat gugup dengan kehadiran Citrinia. Apa


lagi juru masak disana, dia terlihat sangat gugup saat melihat kehadiran


Citrinia.


“Makanlah dengan tenang, tidak perlu gugup aku hanya ingin


makan disini” ujar Citrinia, yang membuat beberapa karyawan berkeringat dingin.


Suasana dikantin juga menjadi sangat sunyi, “Hah, anggaplah


aku tidak ada disini, atau anggap kalo aku bukan pemegang kekuasaan di


perusahaan” ujarnya untuk kesekian kali.


Tidak lama kemudia Ben dan Caneza kembali membawa 3 porsi


makanan. Setelah Ben dan Caneza duduk didepan Citrinia, Caneza memainkan


ponselnya dengan senyum diwajahnya.


“Ah, apa kamu sedang chatan sama pacarmu? Aku benar-benar di


tinggal jomblo” ujar Ben, Citrinia menahan tawanya, sedangkan Caneza memukul


Ben.


“Sejak kapan kamu pacaran sama dokter itu” tanya Citrinia,


Caneza membalas dengan suara pelan “3 tahun hehe” Citrinia hanya tersenyum.


“Ah iya anda akan bertemu dengan orang tua anda” ujar Ben yang


terlihat sangat senang.


“Ben berhentilah memanggilku anda atau nona saat diluar

__ADS_1


pekerjaan, aku tidak nyaman dengan itu. kamu juga Caneza” ujar Citrinia, Ben


dan Caneza hanya mengangguk pelan.


__ADS_2