Journey To Another World

Journey To Another World
#28


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka mendapat kabar bahwa, kota C yang berada dekat kota sebelah


barat atau Kota B, diserang oleh sekelompok Jelly Mons. Citrinia, Davide,


Milanda dan Adam segera meluncur pergi ke Kota C.


Kira-kira ½ jam berada dijalan akhirnya mereka sampai di Kota C. Kerusakan yang dibuat oleh


Jelly Mons bukan main. Hampir seluruh sudut kota terkena imbasnya. Padahal


Selama 8 bulan ini Jelly Mons tidak pernah berpindah kota dari kota B.


“Citrinia, mama percaya kamu bisa mengalahkan dia bersama Davide, mama dan papa akan


mengevakuasi warga sesegera mungkin!” Ujar Milanda sambil melihat keseluruh


penjuru kota dimana warga berada.


“Baik, serahkan pada kami, Ma tidak perlu terburu-buru, evakuasi secara tertib jangan


membuat keributan dan pergerakan yang terlalu banyak, usahakan lewat jalan


lain. Agar Jelly Mons tidak terpancing” Balas Citrinia kepada mamanya.


“Baik, kam mengerti dan ingat walau Jelly Mons yang satu ini belum bermutasi, mereka bisa


menyerap dan mengembalikan sihir yang dilontarkan kepadanya” Ujar Adam, ini


adalah pertama kalinya setelah 12 tahun Adam mengingatkan kepada Citrinia


tentang bahaya.


Setelah percakapan tersebut, mereka dibagi menjadi dua kelompok yang pertama adalah


kelompok Milanda dan Adam, mereka akan mengevakuasi korban yang selamat.


Kelompok kedua adalah Citrinia dan Davide, mereka akan bertarung dengan Jelly


Mons. Lalu mereka berpisah jalur, untuk mengerjakan tugas tiap kelompok.


“Citrinia, kemarin aku sudah menemukan kelemahanya” Ujar Davide sambil berlari dengan


Citrinia.


“Apa kelemahan dari Jelly Mons?”


“Kebersihan dan alam, itu unik bukan? Aku menemukanya saat tidak sengaja menjatuhkan


antiseptic ke tabung reaksi yang berisi Jelly-jelly hijau itu”


“Em, sangat menarik, kamu perhatikanlah pergerakan Jelly Mons, aku akan mencari antiseptic


dan pembersih lainya.”


“OK kita akan berkomunikasi lewat sihir!”


“Baik!”


Citrinia pergi mencari antiseptic dengan jumlah yang banyak dengan pergi kebeberapa toko


terdekat. Sedangkan Davide pergi ke wilayah tempat beradanya Jelly Mons, dan


memantau pergerakan yang akan dilakukan.


Citrinia pergi ketoko terdekat darinya, sayangnya hanya sedikit antiseptic yang ia


dapat. Agar praktis Citrinia membawa semua antiseptic yang ia dapat didalam


sihir, lalu pergi ketoko yang lebih besar.


Kira-kira sudah ada 5 toko besar yang ia datangi dan antiseptic yang ia dapat sudah


banyak. Segera dia menghubungi Davide menggunakan sihir, dia masih menggunakan


gelang pemberian Davide.


“Hey, aku akan segera kesana dengan teleport, bersiaplah” Ujarnya lalu memutuskan


panggilan suara sihir itu, dan segera pergi menuju tempat Davide berada.


Sesudah sampai menggunakan teleportasi, Citrinia berada tepat disebelah Davide. “Dia


tidak membuat kekacauan, warga yang diefakuasi juga tidak membuat keributan”


Ujar Davide.


“Em, lebih baik kita gunakan lingkaran sihir, kamu tau semacam perisai. Agar saat kita

__ADS_1


bertarung tidak ada yang terluka”


“Baik, apa yang perlu kita gunakan Water, Wind, Fire, Plant and Soil?”


Citrinia melihat kearah Davide sambil memiringkan kepalanya, seakan tidak percaya.


“Plant and Soil, karna kelemahanya adalah kebersihan dan ALAM” Ujar Citrinia dengan


menggunakan penekanan di kata ‘alam’.


“Ah lupa, padahal aku yang memberitahunya kepadamu” Balas Davide dengan sedikit tertawa.


“IDIOT” Ucap Citrinia dengan nada mengejek, sambil berlalu pergi mempersiapkan lingkaran


segel Plant and Soil. Davide juga mempersiapkan lingkaran segel.


Saat dirasa semuanya telah siap,  Davide mengacungkan


jempolnya. Setelah Citrinia melihatnya dan menganggukan kepala. Davide mulai


membacakan mantra, dan timbulah dari tempatnya berdiri sebuah pola yang


membentuk lingkaran, dan dari tepi lingkaran itu terdapat dinding yang


membentuk setengah bola.


Davide dan Citrinia yang berada didalam bersama dengan Jelly Mons bersiap menyerang.


“Jangan gunakan sihir untuk menyerangnnya, kita gunakan antiseptic dulu dan


membuatnya lemah baru gunakan sihir” Ujar Davide, sambil menjulurkan tanganya


meminta persidiaan antiseptic kepada Citrinia.


Citrinia memberikanya ½ dari yang dia punya, agar dapat menyerang juga bersama Davide.


Sama halnya dengan Citrinia, Davide menggunakan sihir untuk menyimpan


antiseptic.


Mereka telah bersiap untuk menyerang, secara bersamaan. Menggunakan sihir yang sederhana


mereka terbang mengitari Jelly Mons secara perlahan mengingat dia akan


menyerang sesuatu yang bergerak secara dominan.


menjadi tidak stabil Davide dan Citrinia segera mundur secara perlahan, dan


memastikan situasi aman atau tidak.


Dapat dilihat dan dirasakan bahwa Jelly Mons semakin melemah. Davide dan Citrinia


saling berpandangan dan tersenyum, mereka kembali terbang didekat Jelly Mons.


Dan secara bertahap menumpahkan antiseptic untuk Jelly Mons, saat kira-kira


persediaan antiseptic masing – masing mulai berkurang. Davide mulai menggunakan


kekuatan Plant and Soil, begitu juga dengan Citrinia yang menggunakan kekuatan


Emerlad Stone.


Jelly Mons mulai bereaksi tidak karuan, Davide dan Critinia semakin besar menggunakan


kekuatan masing-masing.


Saat benar-benar Jelly Mons lemah, Citrinia mulai beraksi ia terbang diantara


pepohonan yang tumbuh lebat karna Plant and Soil dan Emerlad Stone. Dia semakin


mendekat kearah Jelly Mons, dan menyerangnya menggunakan kekuatan dari tubuhnya


sendiri dan kekuatan dari Emerlad Stone serta ditambah dengan kekuatan The


Strongest Heirloom.


Saat sedang melawan Jelly Mons, Critinia memang mendapat beberapa perlawanan balik. Namun


Jelly Mons terlalu bodoh untuk menangkap Citrinia. Sehingga saat puncak dari


kelemahan Jelly Mons tiba, Critinia langsung menyerangnya secara bertubi-tubi.


Jelly Mons yang sudah tidak dapat bertahan lagi, membuat tubuhnya bergerak seakan dia


benar-benar Jelly yang digoyang-goyangkan, lalu Jelly Mons itu meledak.


Tubuhnya yang terdiri dari cairan yang menjijikan membuat lingkaran sihir itu

__ADS_1


tertutupi lendir serta cairan hijau yang teramat bau.


“YAIKS,AAAAA MENJIJIKAN! WATER FORM BLU CRYSTAL!” Teriak Citrinia, sambil mengeluarkan


air dari kekuatanya, dan menyemprotkanya pada badanya terlebih dahulu.


“HIK APAAAA SUNGGUH MENJIJIKAN YAIKS! WATERS!” Disisi lain Davide juga menggunakan


kekuatanya untuk mebersihkan tubuhnya.


Citrinia berteleportasi pergi kesebelah Davide. “Hey, ayo keluar aku tidak tahan dengan


ini” Ujar Citrinia sambil menepuk pundak Davide, Davide membacakan mantra lalu


mereka keluar dari tempat yang menjijikan itu.


“Kalian tidak akan meninggalkan lingkaran sihir begitu saja bukan?” Milanda datang


setelah selesai mengevakuasi.


“Baik tanten saya akan membereskanya” Balas Davide dan dilanjutkan dengan membacakan mantra,


lalu lingkaran sihir berserta isi-isinya menghilang begitu saja seperti ditelan


bumi.


“Bagus, ayo kalian lihat para warga mereka sedang sangat ketakutan Adam masih disana


sih”  Ajak Milanda untuk pergi ketempat


pengungsian yang cukup jauh dari Kota C dan Kota B.


Karena sihir yang bersekala besar telah digunakan portal bisa dibut dibumi, sehingga mereka


tidak perlu repot untuk berjalan atau menggunakan energi yang terlalu banyak.


Seketika mereka ber-3 telah sampai di pos pengungsian berkat portal.


“Hai, perkenalkan namaku Citrinia dan dia adalah Davide. Kalian tidak perlu khawatir


sekarang, disini sudah aman” Ujar Citrinia saat memasuki tenda terbesar disana.


Disana dia dapat melihat, begitu takutnya mereka dengan apa yang terjadi.


‘Peristiwa Traumatic, mungkin akan ada yang akan mengalami PTSD atau semacamnya’ Ucap Citrinia


dalam hati, memikirkan mental mereka yang tergoncang.


“Kalian sudah sampai? Davide cepat bantu aku, teknik sihir pengobatan dari Negrimu


mungkin bisa menyelamatkan salah satu korban” Ujar Adam, yang baru memasuki


tenda dari awalnya dia berada di tenda lainya, dan langsung menarik tangan


Davide.


Citrinia, hanya bisa menenangkan beberapa orang disana, dengan sihir penyembuhanya dia


menyembuhkan beberapa orang, namun sihirnya tidak sekuat Davide, karna teknik


pengobatan ini berasal dari Negri Kanaelt, dan Davide sudah menjadi master soal


ini.


“Apa kakak tidak lelah? Tadi aku sempat melihat kaka dari kejauhan sedang mencoba


bertarung dengan monster itu” Ujar salah satu anak yang baru saja diobati oleh


Citrinia.


“Itu tidak seberapa, karna kakak menggunakan sihir. Pasti kalian terkejut bukan? Sekarang


sudah tidak apa”


“Tapi, monster itu sudah membunuh papa”


“Kakak turut bersedih atas hal itu, tapi papamu masih ada dihati kamu, dan dia tidak mau


melihat kamu yang sedang bersedih seperti ini. Kamu mengerti? Dan ada ibu dan


adikmu yang harus kamu jaga sekarang”


“Ya, aku akan menjadi seperti kakak! Yang akan melindungi mama dan adik-ku” Mendengar


perkataan dari anak itu, selain membuat anak itu bahagia dan menjadi penuh


semangat. Memberi dukungan juga bagi Citrinia.

__ADS_1


__ADS_2