
Keesokan harinya, mereka mendapat kabar bahwa, kota C yang berada dekat kota sebelah
barat atau Kota B, diserang oleh sekelompok Jelly Mons. Citrinia, Davide,
Milanda dan Adam segera meluncur pergi ke Kota C.
Kira-kira ½ jam berada dijalan akhirnya mereka sampai di Kota C. Kerusakan yang dibuat oleh
Jelly Mons bukan main. Hampir seluruh sudut kota terkena imbasnya. Padahal
Selama 8 bulan ini Jelly Mons tidak pernah berpindah kota dari kota B.
“Citrinia, mama percaya kamu bisa mengalahkan dia bersama Davide, mama dan papa akan
mengevakuasi warga sesegera mungkin!” Ujar Milanda sambil melihat keseluruh
penjuru kota dimana warga berada.
“Baik, serahkan pada kami, Ma tidak perlu terburu-buru, evakuasi secara tertib jangan
membuat keributan dan pergerakan yang terlalu banyak, usahakan lewat jalan
lain. Agar Jelly Mons tidak terpancing” Balas Citrinia kepada mamanya.
“Baik, kam mengerti dan ingat walau Jelly Mons yang satu ini belum bermutasi, mereka bisa
menyerap dan mengembalikan sihir yang dilontarkan kepadanya” Ujar Adam, ini
adalah pertama kalinya setelah 12 tahun Adam mengingatkan kepada Citrinia
tentang bahaya.
Setelah percakapan tersebut, mereka dibagi menjadi dua kelompok yang pertama adalah
kelompok Milanda dan Adam, mereka akan mengevakuasi korban yang selamat.
Kelompok kedua adalah Citrinia dan Davide, mereka akan bertarung dengan Jelly
Mons. Lalu mereka berpisah jalur, untuk mengerjakan tugas tiap kelompok.
“Citrinia, kemarin aku sudah menemukan kelemahanya” Ujar Davide sambil berlari dengan
Citrinia.
“Apa kelemahan dari Jelly Mons?”
“Kebersihan dan alam, itu unik bukan? Aku menemukanya saat tidak sengaja menjatuhkan
antiseptic ke tabung reaksi yang berisi Jelly-jelly hijau itu”
“Em, sangat menarik, kamu perhatikanlah pergerakan Jelly Mons, aku akan mencari antiseptic
dan pembersih lainya.”
“OK kita akan berkomunikasi lewat sihir!”
“Baik!”
Citrinia pergi mencari antiseptic dengan jumlah yang banyak dengan pergi kebeberapa toko
terdekat. Sedangkan Davide pergi ke wilayah tempat beradanya Jelly Mons, dan
memantau pergerakan yang akan dilakukan.
Citrinia pergi ketoko terdekat darinya, sayangnya hanya sedikit antiseptic yang ia
dapat. Agar praktis Citrinia membawa semua antiseptic yang ia dapat didalam
sihir, lalu pergi ketoko yang lebih besar.
Kira-kira sudah ada 5 toko besar yang ia datangi dan antiseptic yang ia dapat sudah
banyak. Segera dia menghubungi Davide menggunakan sihir, dia masih menggunakan
gelang pemberian Davide.
“Hey, aku akan segera kesana dengan teleport, bersiaplah” Ujarnya lalu memutuskan
panggilan suara sihir itu, dan segera pergi menuju tempat Davide berada.
Sesudah sampai menggunakan teleportasi, Citrinia berada tepat disebelah Davide. “Dia
tidak membuat kekacauan, warga yang diefakuasi juga tidak membuat keributan”
Ujar Davide.
“Em, lebih baik kita gunakan lingkaran sihir, kamu tau semacam perisai. Agar saat kita
__ADS_1
bertarung tidak ada yang terluka”
“Baik, apa yang perlu kita gunakan Water, Wind, Fire, Plant and Soil?”
Citrinia melihat kearah Davide sambil memiringkan kepalanya, seakan tidak percaya.
“Plant and Soil, karna kelemahanya adalah kebersihan dan ALAM” Ujar Citrinia dengan
menggunakan penekanan di kata ‘alam’.
“Ah lupa, padahal aku yang memberitahunya kepadamu” Balas Davide dengan sedikit tertawa.
“IDIOT” Ucap Citrinia dengan nada mengejek, sambil berlalu pergi mempersiapkan lingkaran
segel Plant and Soil. Davide juga mempersiapkan lingkaran segel.
Saat dirasa semuanya telah siap, Davide mengacungkan
jempolnya. Setelah Citrinia melihatnya dan menganggukan kepala. Davide mulai
membacakan mantra, dan timbulah dari tempatnya berdiri sebuah pola yang
membentuk lingkaran, dan dari tepi lingkaran itu terdapat dinding yang
membentuk setengah bola.
Davide dan Citrinia yang berada didalam bersama dengan Jelly Mons bersiap menyerang.
“Jangan gunakan sihir untuk menyerangnnya, kita gunakan antiseptic dulu dan
membuatnya lemah baru gunakan sihir” Ujar Davide, sambil menjulurkan tanganya
meminta persidiaan antiseptic kepada Citrinia.
Citrinia memberikanya ½ dari yang dia punya, agar dapat menyerang juga bersama Davide.
Sama halnya dengan Citrinia, Davide menggunakan sihir untuk menyimpan
antiseptic.
Mereka telah bersiap untuk menyerang, secara bersamaan. Menggunakan sihir yang sederhana
mereka terbang mengitari Jelly Mons secara perlahan mengingat dia akan
menyerang sesuatu yang bergerak secara dominan.
menjadi tidak stabil Davide dan Citrinia segera mundur secara perlahan, dan
memastikan situasi aman atau tidak.
Dapat dilihat dan dirasakan bahwa Jelly Mons semakin melemah. Davide dan Citrinia
saling berpandangan dan tersenyum, mereka kembali terbang didekat Jelly Mons.
Dan secara bertahap menumpahkan antiseptic untuk Jelly Mons, saat kira-kira
persediaan antiseptic masing – masing mulai berkurang. Davide mulai menggunakan
kekuatan Plant and Soil, begitu juga dengan Citrinia yang menggunakan kekuatan
Emerlad Stone.
Jelly Mons mulai bereaksi tidak karuan, Davide dan Critinia semakin besar menggunakan
kekuatan masing-masing.
Saat benar-benar Jelly Mons lemah, Citrinia mulai beraksi ia terbang diantara
pepohonan yang tumbuh lebat karna Plant and Soil dan Emerlad Stone. Dia semakin
mendekat kearah Jelly Mons, dan menyerangnya menggunakan kekuatan dari tubuhnya
sendiri dan kekuatan dari Emerlad Stone serta ditambah dengan kekuatan The
Strongest Heirloom.
Saat sedang melawan Jelly Mons, Critinia memang mendapat beberapa perlawanan balik. Namun
Jelly Mons terlalu bodoh untuk menangkap Citrinia. Sehingga saat puncak dari
kelemahan Jelly Mons tiba, Critinia langsung menyerangnya secara bertubi-tubi.
Jelly Mons yang sudah tidak dapat bertahan lagi, membuat tubuhnya bergerak seakan dia
benar-benar Jelly yang digoyang-goyangkan, lalu Jelly Mons itu meledak.
Tubuhnya yang terdiri dari cairan yang menjijikan membuat lingkaran sihir itu
__ADS_1
tertutupi lendir serta cairan hijau yang teramat bau.
“YAIKS,AAAAA MENJIJIKAN! WATER FORM BLU CRYSTAL!” Teriak Citrinia, sambil mengeluarkan
air dari kekuatanya, dan menyemprotkanya pada badanya terlebih dahulu.
“HIK APAAAA SUNGGUH MENJIJIKAN YAIKS! WATERS!” Disisi lain Davide juga menggunakan
kekuatanya untuk mebersihkan tubuhnya.
Citrinia berteleportasi pergi kesebelah Davide. “Hey, ayo keluar aku tidak tahan dengan
ini” Ujar Citrinia sambil menepuk pundak Davide, Davide membacakan mantra lalu
mereka keluar dari tempat yang menjijikan itu.
“Kalian tidak akan meninggalkan lingkaran sihir begitu saja bukan?” Milanda datang
setelah selesai mengevakuasi.
“Baik tanten saya akan membereskanya” Balas Davide dan dilanjutkan dengan membacakan mantra,
lalu lingkaran sihir berserta isi-isinya menghilang begitu saja seperti ditelan
bumi.
“Bagus, ayo kalian lihat para warga mereka sedang sangat ketakutan Adam masih disana
sih” Ajak Milanda untuk pergi ketempat
pengungsian yang cukup jauh dari Kota C dan Kota B.
Karena sihir yang bersekala besar telah digunakan portal bisa dibut dibumi, sehingga mereka
tidak perlu repot untuk berjalan atau menggunakan energi yang terlalu banyak.
Seketika mereka ber-3 telah sampai di pos pengungsian berkat portal.
“Hai, perkenalkan namaku Citrinia dan dia adalah Davide. Kalian tidak perlu khawatir
sekarang, disini sudah aman” Ujar Citrinia saat memasuki tenda terbesar disana.
Disana dia dapat melihat, begitu takutnya mereka dengan apa yang terjadi.
‘Peristiwa Traumatic, mungkin akan ada yang akan mengalami PTSD atau semacamnya’ Ucap Citrinia
dalam hati, memikirkan mental mereka yang tergoncang.
“Kalian sudah sampai? Davide cepat bantu aku, teknik sihir pengobatan dari Negrimu
mungkin bisa menyelamatkan salah satu korban” Ujar Adam, yang baru memasuki
tenda dari awalnya dia berada di tenda lainya, dan langsung menarik tangan
Davide.
Citrinia, hanya bisa menenangkan beberapa orang disana, dengan sihir penyembuhanya dia
menyembuhkan beberapa orang, namun sihirnya tidak sekuat Davide, karna teknik
pengobatan ini berasal dari Negri Kanaelt, dan Davide sudah menjadi master soal
ini.
“Apa kakak tidak lelah? Tadi aku sempat melihat kaka dari kejauhan sedang mencoba
bertarung dengan monster itu” Ujar salah satu anak yang baru saja diobati oleh
Citrinia.
“Itu tidak seberapa, karna kakak menggunakan sihir. Pasti kalian terkejut bukan? Sekarang
sudah tidak apa”
“Tapi, monster itu sudah membunuh papa”
“Kakak turut bersedih atas hal itu, tapi papamu masih ada dihati kamu, dan dia tidak mau
melihat kamu yang sedang bersedih seperti ini. Kamu mengerti? Dan ada ibu dan
adikmu yang harus kamu jaga sekarang”
“Ya, aku akan menjadi seperti kakak! Yang akan melindungi mama dan adik-ku” Mendengar
perkataan dari anak itu, selain membuat anak itu bahagia dan menjadi penuh
semangat. Memberi dukungan juga bagi Citrinia.
__ADS_1