Journey To Another World

Journey To Another World
#54


__ADS_3

Kini dunia telah stabil tidak ada lagi mala petaka yang


terjadi. Dan untuk taman sihir yang membuat Davide kehilangan nyawanya


memang membutuhkan sebuah korban, namun korbannya tidak bisa sembarangan, si


korban harus memiliki kekuatan yang stabil didalam dirinya dan bukan pengguna


aura.


Keluarga Davide telah merelelakan Davide untuk pergi, bagi


mereka percuma saja berlarut-larut dalam kesedihan toh Davide tidak akan


hidup kembali. Keluarga Davide juga tidak menyalahkan Citrinia atas kepergian


Davide. Mereka percaya Davide yang memang ingin melakukan ini.


Bangsawan lain dan teman-teman Davide juga telah merelelakan


kepergian Davide. Mereka semua merasa sedih atas kematian Davide namun, pemikiran


mereka adalah ‘Kematian bukan kegagalan melainkan jalan akhir, karena setiap


orang akan mengalami kematian.’ Bagi mereka lebih baik Davide tiada dari pada


harus melihat dia sengsara dan merasakan kesakitan baru tiada.


Pada awalnya Citrinia larut dalam kesedihan, dalam beberapa


hari Citrinia tidak memiliki nafsu makan. Orang tua Citrinia, Ben dan Caneza


dapat mengerti hal itu. Davide telah mengorbankan nyawanya untuk kedua kali, agar


Citrinia tidak mati.


Setiap hari Citrinia terus menyalahkan dirinya atas yang

__ADS_1


terjadi pada Davide, dia merasa dia terlalu gegabah dalam mengambil keputusan,


merasa dirinya paling kuat.


Karena tekanan batin yang dialaminya membuat tubuh Citrinia


menjadi lemah, dan tidak dapat menampung ke-5 benda pusaka didalam dirinya.


Citrinia segera mengembalikan ke-5 benda pusaka kepada 5 kerajaan.


Citrinia juga memilih untuk melanjutkan kehidupannya di


bumi, dan kembali menjadi manusia normal.


Keadaan di Bumi sudah seperti sedia kalanya, perbedaanya


adalah banyak orang kini menjadi peduli akan lingkungan mereka hidup. Mereka


telah mengetahui selain sihir kegelapan monster itu juga mendapat konsumsi dari


dan ramah lingkungan.


Masyarakat Bumi juga mengetahui siapa yang telah membantu


mereka saat malapetaka terjadi. Setelah Citrinia kembali kebumi, begitu banyak


orang yang berkabung atas kepergian Davide. Mereka juga sangat berterimakasih


atas kemauan Citrinia untuk membantu bumi.


----


Citrinia POV


Hai, aku Citrinia, kini umurku telah beranjak 21 tahun. Kini


aku bukanlah manuisa terkuat, penyihit terkuat dan apapun itu. Aku sudah

__ADS_1


memutuskan untuk hidup menjadi manusia normal, aku merasa saat kehidupanku dipenuhi


oleh fantasi, begitu banyak yang harus kukorbankan. Aku tidak ingin lagi


melihat orang yang kusayangi dan kucintai mati atau semacamnya didepanku.


Sekarang aku berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik


lagi, aku ingin membuka diri untuk banyak orang dan membantu mereka. Oh iya,


kuliah yang sempat tertunda karena mala petaka kemarin telah dilanjutkan kembali,


kini aku seorang mahasiswi.


Aku juga memutuskan untuk melanjutkan bisnis orang tuaku,


papa dan mama lebih memilih untuk hidup di Crystal World. Sekarang mereka hidup


dibumi sampai aku lulus kuliah dan dapat mengurus perusahaan. Aku tidak sendiri


dalam petualangan baru ini, aku ditemani oleh Ben dan Caneza.


Aku juga telah merelakan kepergian Davide, namun masih ada


rasa penyesalan yang teramat dalam. Saat aku terpuruk dengan kepergian Davide


begitu banyak orang yang menyemangati ku. Kini aku mulai berpikir bila saat itu


Davide tidak menjadi perisai manusia dan aku tiada, penyesalan Davide mungkin


akan sama atau lebih dari yang aku alami. Aku juga menjadi lebih bersyukur,


karena dipertemukan oleh orang-orang yang menyangi aku apa adanya buka ada apanya.


Kelas selanjutnya sudah dimulai sampai jumpa lain waktu.


*belum tamat*

__ADS_1


__ADS_2