Journey To Another World

Journey To Another World
#16


__ADS_3

Keesokan harinya aku dan Davide pergi ke Negri Keyna


untuk menjaga benda pusaka yaitu Emerlad Stone yang mempunyai kekuatan untuk


mengendalikan tanah dan tumbuhan. Pada awalnya kami sepmat berfikir untuk aku


menjaga Negri Valaiva dan Davide menjaga Negri Keyna. Namun kami tidak


melakukan rencana tersebut karna bila kami berpisah, untuk melawan suatu Negri


akan lebih mudah, juga Negri Valaiva telah diberi pegawasan lebih, dan diberi


segel sehingga orang-orang tidak akan bisa masuk maupun keluar dari Negri


tersebut.


Saat kami sampai di Negri Keyna, kami disambut hangat


oleh satu-satunya Pangeran diNegri Keyna yaitu Syetna. “Sebuah kerhomatan bagi


kami untuk disambut oleh sang Putra Negri Keyna” Salam dari Davide yang begitu


formal untuk Pangeran Syetna. “Tidak perlu sungkan, seharusnya saya lah yang


berkata demikian, sebuah kehormatan Negri Keyna dijaga oleh Heroes” balas Sang


Pangeran. “Yang Mulia terlalu berendah hati” Ucapku untuk membalas ucapan


Pangeran Syetna, dan sudah dapa ditebak bahwa pembicaraan berikutnya sangatlah


formal. Beruntung aku sudah terbiasa dengan gaya bicara yang formal dikehidupan


sebelumnya.


Kami dibawa untuk pergi ke Istana utama tempat


beradanya ruangan pusakan juga tempat beradanya Emerlad Stone sang penguasa


tanah serta tumbuhan. Kamar yang akan kami singgahi juga berada didekat ruang


pusaka, biasanya kamar ini dipakai khusus untuk keluaga kerajaan yang berhasil


menggunakan kekuatan Emerlad Stone.


“Kalian bisa beristirahat terlebih dahulu, menggunaka


portal sejauh itu pasti sangat melelahkan.” Ucap Pangeran Syetna setelah


mengantar kami secara pribad kekamar kami masing-masing, setelah itu dia


berlalu pergi. “Deolinda, kemarilah ada yang harus kita diskusikan” Ucap Davide


setelah memastikan tidak ada orang lain diwilayah tersebut, aku hanya


mengiyakan lalu masuk kekamar Davide.


“Apa kamu menyadari ada sesuatu hal yang aneh?” baru


saja aku masuk kekamar tapi Davide sudah banyak ngomong. “Mungkin mereka panik


akan datangnya malapetaka” jawabku. “Tapi apa kamu sadar, ada gelombang


kekuatan yang aneh? Ini seperti kekuatan Emerlad Stone” \ “Aku merasakanya


juga, memang benar itu adalah Emerlad Stone” \ “Apa sudah ada yang


menyentuhnya?” \ “Menurutku ‘Sang Putra’ lah yang sudah menyentuhnya” \ “Ada


alasan khusus?” \ “Saat tadi aku besalaman denganya aku merasakan spiritnya


tidak stabil, dan sedikit terlihat dari baju yang serba panjang, terdapat bekas


luka sihir”

__ADS_1


\ “Jadi asumsimu dia gagal untuk menguasai Emerlad


Stone?” \ “Em, benar selain gagal dia mengaktifkan sedikit Emerlad Stone, itu


bisa memicu malapetaka juga” \ “Bukankah kita sudah memberitahu


sejelas-jelasnya bahwa jangan mengaktifkan pusaka negri masing-masing?” \ “Aku


juga tidak mengerti jalan pikiran pangeran Syetna, ku harap ini tidak menjadi


batu sandungan. Sudahlah aku lelah aku akan tidur dulu babay” setelah itu aku


pergi dari kamar Davide dan masuk kekamar disebrang yaitu kamarku untuk


beberapa saat.


Aku masih berfikir kenapa Pangeran Syetna nekat untuk


menguasai kekuata Emerlad Stone? Aku terus berfikir hingga aku tertidur. Dan


aku bertemu dengan ‘si’ pemilik tubuh ini, Deolinda. Sebenarnya aku sedikit


kesal bila harus bertemu denganya saat tidur. Karna saat aku bangun tubuhku


akan sangat letih dan seperti terjaga untuk semalam.


“Sebelum kamu ngomong, aku ingin ngomong dulu. Pertama


kenapa kita harus ketemu saat tidur? Kedua kenapa tubuh ini lemah banget?” saat


sadar akan bertemu Deolinda aku sedikit gegabah. “Hum? Ah haha maaf soal itu,


tapi kalau kita bertemu saat kamu terjaga akan meenguras lebih banyak energimu,


lalu kalau soal tubuhku lemah. Karna saat penyegalan kekuatan ada sedikit


kesalahan dan kenanya kefisik maafyah” ucap Deolinda sambil menggaruk-garuk


kepala yang terlihat tidak gatal.


tiba-tiba memanggilku?” \ “Kamu pasti sudah tau tentang malapetaka, aku


sedikit khawatir tentang itu” \ “Hello, memangnya aku enggak?” \ “Hehe, oh


iya soal Pangeran Syetna dia mencoba menguasainya bukan?” \ “Ya namun dia


gagal” \ “Citrinia, ada satu cara untuk kamu menghetikan malapetaka” \


“Kenapa gak ngasih tau dari dulu!? Buru katakan” \ “Menguasai ke-5 benda


pusaka” \ “Bodoh! Kamu kira aku gak punya otak apa, aku tau ituuuu” \ “Kenapa


kamu tidak mencoba untuk menguasainya dari pada menjaganya” \ “Aku ragu untuk


melakukanya” \ “Mengapa?” \ “Aku adalah orang baru di Crystal World” \ “Tapi


kamu adalah elected” \ “Aku tau, hanya saja aku tetap khawatir” \ “Coba


lakukan sudah-sudah ini sudah pagi dah” \ “Uda pagi aja!? Cepet banget aku


ingi istirahat tolong”


Dan permintaan aku tidak dikabulkan, aku terbangun dan


benar hari telah berganti. Aku bersiap-siap, dan dilanjutkan untuk sarapan.


Pelayan membawakan sarapan kali ini, sesudah sarapan aku keluar untuk


berbincang dengan Davide.


“Hei Davide sudah bangun beluuuuum” Aku tidak tahu


mengapa aku bisa begitu dekat dengan Davide padahal baru sebulan lebih, ini

__ADS_1


memang aneh. “Sudah, ada apa?” Davide membuka pintu kamarnya. “Hei, bagaimana


kalo aku menguasai benda pusakanya? Jadi tidak ada waktu yang terbuang dan setelah


menguasainya Luc tidak akan bisa mengambilnya” \ “Itu ide yang bagus, namun


apakah Negrinya akan mengizinkan?  Juga


apakah pusakanya mau?” \ “Kenapa tidak dicoba dulu saja?” \ “hah, aku memang


tidak akan pernah bisa adu mulut denganmu, ayo kita minta izin” Setelah itu


kami pergi menemui Pangeran Syetna.


“Apa menguasainya terlebih dahulu? Aku tidak yakin


dengan rencana tersebut” Sudah kuduga mereka tidak akan mengizinkanya begitu


saja. “Lawan yang kita hadapi, bukanlah sesuatu yang mudah melainkan sangat


sulit, bila menguasainya terlebih dahulu bukankah akan lebih mudah melawan?


Kita harus satu langkah didepan” aku berusaha untuk meyakinkan Pangeran Syetna.


Dan terjadilah adu mulut diantara aku, Davide dan Pangeran Syetna.


Setelah hampir 2 jam berlalu, kami akhirnya mencapai


keputusan, yaitu aku diperbolehkan untuk berusaha menguasai kekuatan dari


Emerlad Stone. Dengan syarat yaitu, aku harus bisa menguasai Emerlad Stone


dalam tiga hari,dan bila aku belum menguasai Emerlad Stone dalam 3 hari, aku


tidak bisa mencoba untuk kedua kalinya. Dan bila Emerlad Stone berhasil dicuri,


aku barulah boleh untuk mencoba kembali. Jujur saja selama adu mulut, aku


memperhatikan Pangeran Syetna dengan gerak-gerik yang aneh. Dia gugup, takut,


juga berkeringat dingin. Luka ditubuhnya makin terlihat jelas.


Setelah aku dan Davide keluar dari ruangan Pangeran


Syetna dan kembali kedekat ruangan pusaka aku merasakan sesuatu. “Dia


mencobanya lagi” kataku kepada Davide. “Jadi itu sebabnya dia menolak kamu


untuk menguasai Emerlad Stone, dasar keras kepala” Aku curiga, dia ingin


menguasai Emerlad Stone agar terlihat kuat, pasti dia dimanja oleh Negrinya


karna dia satu-satunya Putra Negri ini. “Ngomong-ngomong, kenapa kamu mau


repot-repot untuk menjaga benda pusaka, kamu bisa saja untuk menolak karna ini


bukan tugas resmimu” dari dulu memang aku bingung kenapa Davide ingin


repot-repot melakukan ini semua.


“Karna, ada seseorang bagiku yang teramat penting.


Akan kelelahan atau bahkan mati bila kekuatan glasir dan spirit tidak seimbang”


Ternyata orang itu lagi ya, entah mengapa aku sedikit sedih mendengarnya,


padahal itu bukanlah urusanku. “Kalau begitu kita harus bekerja sama dengan


baik! Agar bisa mengembalikan keseimbangan, dan dia tidak akan kenapa-kenapa”


Walau sedih aku berusaha untuk terlihat baik-baik saja. “Terimakasih Deolinda”


entah mengapa Davide mengatakan Deolinda dengan tekanan yang mendalam. Kali ini

__ADS_1


aku tidak bisa memprediksi apa yang ada dipikirkanya.


__ADS_2