
Keesokan harinya aku dan Davide pergi ke Negri Keyna
untuk menjaga benda pusaka yaitu Emerlad Stone yang mempunyai kekuatan untuk
mengendalikan tanah dan tumbuhan. Pada awalnya kami sepmat berfikir untuk aku
menjaga Negri Valaiva dan Davide menjaga Negri Keyna. Namun kami tidak
melakukan rencana tersebut karna bila kami berpisah, untuk melawan suatu Negri
akan lebih mudah, juga Negri Valaiva telah diberi pegawasan lebih, dan diberi
segel sehingga orang-orang tidak akan bisa masuk maupun keluar dari Negri
tersebut.
Saat kami sampai di Negri Keyna, kami disambut hangat
oleh satu-satunya Pangeran diNegri Keyna yaitu Syetna. “Sebuah kerhomatan bagi
kami untuk disambut oleh sang Putra Negri Keyna” Salam dari Davide yang begitu
formal untuk Pangeran Syetna. “Tidak perlu sungkan, seharusnya saya lah yang
berkata demikian, sebuah kehormatan Negri Keyna dijaga oleh Heroes” balas Sang
Pangeran. “Yang Mulia terlalu berendah hati” Ucapku untuk membalas ucapan
Pangeran Syetna, dan sudah dapa ditebak bahwa pembicaraan berikutnya sangatlah
formal. Beruntung aku sudah terbiasa dengan gaya bicara yang formal dikehidupan
sebelumnya.
Kami dibawa untuk pergi ke Istana utama tempat
beradanya ruangan pusakan juga tempat beradanya Emerlad Stone sang penguasa
tanah serta tumbuhan. Kamar yang akan kami singgahi juga berada didekat ruang
pusaka, biasanya kamar ini dipakai khusus untuk keluaga kerajaan yang berhasil
menggunakan kekuatan Emerlad Stone.
“Kalian bisa beristirahat terlebih dahulu, menggunaka
portal sejauh itu pasti sangat melelahkan.” Ucap Pangeran Syetna setelah
mengantar kami secara pribad kekamar kami masing-masing, setelah itu dia
berlalu pergi. “Deolinda, kemarilah ada yang harus kita diskusikan” Ucap Davide
setelah memastikan tidak ada orang lain diwilayah tersebut, aku hanya
mengiyakan lalu masuk kekamar Davide.
“Apa kamu menyadari ada sesuatu hal yang aneh?” baru
saja aku masuk kekamar tapi Davide sudah banyak ngomong. “Mungkin mereka panik
akan datangnya malapetaka” jawabku. “Tapi apa kamu sadar, ada gelombang
kekuatan yang aneh? Ini seperti kekuatan Emerlad Stone” \ “Aku merasakanya
juga, memang benar itu adalah Emerlad Stone” \ “Apa sudah ada yang
menyentuhnya?” \ “Menurutku ‘Sang Putra’ lah yang sudah menyentuhnya” \ “Ada
alasan khusus?” \ “Saat tadi aku besalaman denganya aku merasakan spiritnya
tidak stabil, dan sedikit terlihat dari baju yang serba panjang, terdapat bekas
luka sihir”
__ADS_1
\ “Jadi asumsimu dia gagal untuk menguasai Emerlad
Stone?” \ “Em, benar selain gagal dia mengaktifkan sedikit Emerlad Stone, itu
bisa memicu malapetaka juga” \ “Bukankah kita sudah memberitahu
sejelas-jelasnya bahwa jangan mengaktifkan pusaka negri masing-masing?” \ “Aku
juga tidak mengerti jalan pikiran pangeran Syetna, ku harap ini tidak menjadi
batu sandungan. Sudahlah aku lelah aku akan tidur dulu babay” setelah itu aku
pergi dari kamar Davide dan masuk kekamar disebrang yaitu kamarku untuk
beberapa saat.
Aku masih berfikir kenapa Pangeran Syetna nekat untuk
menguasai kekuata Emerlad Stone? Aku terus berfikir hingga aku tertidur. Dan
aku bertemu dengan ‘si’ pemilik tubuh ini, Deolinda. Sebenarnya aku sedikit
kesal bila harus bertemu denganya saat tidur. Karna saat aku bangun tubuhku
akan sangat letih dan seperti terjaga untuk semalam.
“Sebelum kamu ngomong, aku ingin ngomong dulu. Pertama
kenapa kita harus ketemu saat tidur? Kedua kenapa tubuh ini lemah banget?” saat
sadar akan bertemu Deolinda aku sedikit gegabah. “Hum? Ah haha maaf soal itu,
tapi kalau kita bertemu saat kamu terjaga akan meenguras lebih banyak energimu,
lalu kalau soal tubuhku lemah. Karna saat penyegalan kekuatan ada sedikit
kesalahan dan kenanya kefisik maafyah” ucap Deolinda sambil menggaruk-garuk
kepala yang terlihat tidak gatal.
tiba-tiba memanggilku?” \ “Kamu pasti sudah tau tentang malapetaka, aku
sedikit khawatir tentang itu” \ “Hello, memangnya aku enggak?” \ “Hehe, oh
iya soal Pangeran Syetna dia mencoba menguasainya bukan?” \ “Ya namun dia
gagal” \ “Citrinia, ada satu cara untuk kamu menghetikan malapetaka” \
“Kenapa gak ngasih tau dari dulu!? Buru katakan” \ “Menguasai ke-5 benda
pusaka” \ “Bodoh! Kamu kira aku gak punya otak apa, aku tau ituuuu” \ “Kenapa
kamu tidak mencoba untuk menguasainya dari pada menjaganya” \ “Aku ragu untuk
melakukanya” \ “Mengapa?” \ “Aku adalah orang baru di Crystal World” \ “Tapi
kamu adalah elected” \ “Aku tau, hanya saja aku tetap khawatir” \ “Coba
lakukan sudah-sudah ini sudah pagi dah” \ “Uda pagi aja!? Cepet banget aku
ingi istirahat tolong”
Dan permintaan aku tidak dikabulkan, aku terbangun dan
benar hari telah berganti. Aku bersiap-siap, dan dilanjutkan untuk sarapan.
Pelayan membawakan sarapan kali ini, sesudah sarapan aku keluar untuk
berbincang dengan Davide.
“Hei Davide sudah bangun beluuuuum” Aku tidak tahu
mengapa aku bisa begitu dekat dengan Davide padahal baru sebulan lebih, ini
__ADS_1
memang aneh. “Sudah, ada apa?” Davide membuka pintu kamarnya. “Hei, bagaimana
kalo aku menguasai benda pusakanya? Jadi tidak ada waktu yang terbuang dan setelah
menguasainya Luc tidak akan bisa mengambilnya” \ “Itu ide yang bagus, namun
apakah Negrinya akan mengizinkan? Juga
apakah pusakanya mau?” \ “Kenapa tidak dicoba dulu saja?” \ “hah, aku memang
tidak akan pernah bisa adu mulut denganmu, ayo kita minta izin” Setelah itu
kami pergi menemui Pangeran Syetna.
“Apa menguasainya terlebih dahulu? Aku tidak yakin
dengan rencana tersebut” Sudah kuduga mereka tidak akan mengizinkanya begitu
saja. “Lawan yang kita hadapi, bukanlah sesuatu yang mudah melainkan sangat
sulit, bila menguasainya terlebih dahulu bukankah akan lebih mudah melawan?
Kita harus satu langkah didepan” aku berusaha untuk meyakinkan Pangeran Syetna.
Dan terjadilah adu mulut diantara aku, Davide dan Pangeran Syetna.
Setelah hampir 2 jam berlalu, kami akhirnya mencapai
keputusan, yaitu aku diperbolehkan untuk berusaha menguasai kekuatan dari
Emerlad Stone. Dengan syarat yaitu, aku harus bisa menguasai Emerlad Stone
dalam tiga hari,dan bila aku belum menguasai Emerlad Stone dalam 3 hari, aku
tidak bisa mencoba untuk kedua kalinya. Dan bila Emerlad Stone berhasil dicuri,
aku barulah boleh untuk mencoba kembali. Jujur saja selama adu mulut, aku
memperhatikan Pangeran Syetna dengan gerak-gerik yang aneh. Dia gugup, takut,
juga berkeringat dingin. Luka ditubuhnya makin terlihat jelas.
Setelah aku dan Davide keluar dari ruangan Pangeran
Syetna dan kembali kedekat ruangan pusaka aku merasakan sesuatu. “Dia
mencobanya lagi” kataku kepada Davide. “Jadi itu sebabnya dia menolak kamu
untuk menguasai Emerlad Stone, dasar keras kepala” Aku curiga, dia ingin
menguasai Emerlad Stone agar terlihat kuat, pasti dia dimanja oleh Negrinya
karna dia satu-satunya Putra Negri ini. “Ngomong-ngomong, kenapa kamu mau
repot-repot untuk menjaga benda pusaka, kamu bisa saja untuk menolak karna ini
bukan tugas resmimu” dari dulu memang aku bingung kenapa Davide ingin
repot-repot melakukan ini semua.
“Karna, ada seseorang bagiku yang teramat penting.
Akan kelelahan atau bahkan mati bila kekuatan glasir dan spirit tidak seimbang”
Ternyata orang itu lagi ya, entah mengapa aku sedikit sedih mendengarnya,
padahal itu bukanlah urusanku. “Kalau begitu kita harus bekerja sama dengan
baik! Agar bisa mengembalikan keseimbangan, dan dia tidak akan kenapa-kenapa”
Walau sedih aku berusaha untuk terlihat baik-baik saja. “Terimakasih Deolinda”
entah mengapa Davide mengatakan Deolinda dengan tekanan yang mendalam. Kali ini
__ADS_1
aku tidak bisa memprediksi apa yang ada dipikirkanya.