Journey To Another World

Journey To Another World
telat ?


__ADS_3

"dokter apakah saya sudah boleh pulang?"


"Sebentar saya lihat dulu"


Dokter meminta hasil test Elin ke perawat, kemudian membacanya dengan cermat.


"Hmmm, baiklah anda sudah boleh pulang nona Elin"


"Terimakasih dokter"


"Sama-sama nona, saya izin undur diri karna masih ada pasien yang harus saya tangani"


Zelin mengangguk sebagai balasan.


"Kak, kakak dah boleh pulang?" Alan menatap kakaknya dengan mata berbinar


"Iya, ayo pulang" Zelin lalu menautkan tangannya ke tangan Adeknya.





"Kak Elin beneran ngga inget apa-apa kak?" Alan Nampak khawatir terhadap kondisi kakaknya.


"Ngapapa kok, walaupun kak Elin ngga inget sama semuanya,tapi ka Elin akan selalu sayang dengan Alan" Zelin tersenyum menatap wajah adeknya


Alan langsung memeluk Elin erat, seakan-akan dirinya tidak membiarkan kakaknya pergi jauh dari dirinya.


Skip di rumah_


Owhh, jadi ini rumahnya si Elin? Gede bangettt, pasti dalemnya isinya mahal-mahal.


Zelin bengong melihat rumah mewah yang ada di depannya, dia tak menyangka mulai dari sekarang dia akan tinggal disini.


"Ka El?" Panggil Alan "kakak ngapapa? Atau masih ada yang sakit? Perlu ke rumah sakit lagi ka?"


Zelin menoleh, "emm," lalu menggeleng "aku baik-baik saja, Alan ga perlu khawatir" jawab Zelin lalu tersenyum.


"Yaudah, ku anter ke kamar kakak ya?" Tawar Alan, Zelin menangguk sebagai jawaban.


"Ini kamar kak El, kalo perlu sesuatu aku di kamar sebelah sini." Terang Alan.


"Makasih ya Al," ucap Zelin sambil tersenyum, "aku masuk dulu ya" ucap Zelin dan dibalas anggukan Alan.


Zelin masuk ke dalam kamar Elin, lalu melihat lihat isi kamar lumayan lah, gak norak norak. perpaduan warna biru laut dan putih.


Zelin membuka lemari pakaiannya, hmm, simple. Gue suka. Zelin melanjutkan meneliti seisi kamar, mengecek barang-barang peninggalan Elin.


"Hufftt... Cape banget, padahal cuma ngecek barang-barang aja. ini nih akibat kurang olahraga." Keluh Zelin.


Zelin merebahkan tubuhnya di atas kasur, lambat Laun karna merasa selah ia pun tertidur pulas.


                  ***

__ADS_1


"Ka El, kakk!" Teriak Alan dari luar kamar. Zelin tak menghiraukan teriakan Alan, ia masih saja tertidur pulas.


"Ka El!!!" Panggil Alan sekali lagi, tak ada jawaban Alan turun ke bawah untuk makan malam sendiri.


Keesokan harinya


"hoammm, jam berapa nih? Eh ko dah siang? Sial, kemaren malem gue ketiduran." Monolog Zelin.


Zelin merapikan tempat tidurnya, lalu ke kamar mandi membersihkan wajahnya. Lalu memakai seragam sekolahnya. Setelah selesai dia buru-buru turun ke bawah karna sudah kesiangan.


"Elin?" Ucap seseorang. Zelin menoleh ke arah suara.


Gavin? Kok dia bisa ada di sini batinnya.


Zelin diam saja, semua ingatan yang diberikan oleh Elin belum semua, ini semua menjadi teka-teki untuknya.


"Elin, are you okay?" Tanpa Zelin sadari laki-laki itu berada tepat di depannya.


"Eh, emm gapapa kok, gue pergi dulu." Ucap Zelin.


"Eh, tunggu-tunggu. Gue disini buat jemput Lo Lin." Ucap lelaki itu lagi.


"Lah? Alan kemana? Kok dia ninggalin gue sendiri?" Tanya Zelin.


"Alan tadi ada urusan mendadak, makanya dia minta tolong gue buat njemput lo," jelas lelaki itu, sedangkan Zelin hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"kata Alan Lo juga amnesia. jadi kenalin gue zafran, pacar lo." Ucapan lelaki itu membuat Zelin langsung tersedak.


"Hah? Pacar gue?" Zelin tak percaya. "Lo? Lo bohong kan?" Tanya Zelin.


"Eh, yaudah buruan ke sekolah sekarang, gue ga mau telat." Zelin menarik jaket milik zafran.


                         ***


"Buruan naik." Ucap zafran.


"Naik motor ini?" Matanya menatap tak percaya, motor yang digunakan oleh zafran adalah motor vespa tua.


"Iya lah. buruan, katanya ga mau telat." Ucap zafran.


Dengan berat hati Zelin mau tidak mau membonceng zafran, daripada dia terlambat gegara jalan kaki? Yaudah dia memilih untuk membonceng.


Skip dijalan


"Pak satpam bentar pak, jangan ditutup dulu pak!" Teriak Zelin.


"Woi Zaf, buruan keburu ditutup sama satpamnya." Ucap Zelin sembari mengeplak-ngeplak pundak Zafran.


"Sabar, ini dah paling cepet tauk" jawab zafran.


"Ini lama banget, Zafran."


"Lo bisa diem gak sih? Brisik tauk"


"Au ah. Pak satpam tungguu jangan ditutup pak, bentar lagi sampe pak"

__ADS_1


"Stt... Diem lo, malu maluin aja"


"Gue ga perduli, gue ga mau telat."


"Plis Lin, ini masih jam 06.45," zafran mulai emosi "gak bakal telat."


"Tetep aja, gue ga mau telat, buruaaannnnnn!"


"Kalo lo ga diem gue bakal turunin lo disini, biar Lo jalan kaki"


"Iya-iyaa, gue diem. Tapi cepetan gue ga mau telat"


"Lin, sejak kapan sih Lo jadi cerewet kaya gini?" Zafran heran dengan perubahan sikap Elin.


"Lo aja yang gak tau kalo gue sebenernya gue kek gini dari dulu" elak Zelin.


"Gue dah temenan sama lo sejak kecil ya Lin, jadi gue tau lo itu kaya gimana."


"Emm, gue gak tau lah, orang gue amnesia."


"Emang amnesia bisa mempengaruhi sikap orang?"


"Mana gue tauk, tanya aja noh sama dokter kulit."


Zafran akhirnya pasrah saja dengan jawaban absurd Elin, dia merasa Elin yang sekarang lebih ceria daripada Elin yang dulu.


                        ***


"Gak telat kan?" Ucap Zafran selagi memarkirkan motor vespanya.


"Hmmmm"


"Lo tau kelas lo ga?"


"Menurut lo?"


"Yaudah, ikut gue" Zafran berjalan dahulu, lalu diikuti dengan Zelin dibelakangnya.


"Ngapain lo jalan di belakang gue?"


"Lah? Lo yang nyuruh"


"Maksud gue tuh, ayok bareng ke kelas. Gitu Elin"


"Oooo, bilang kek dari tadi." Zelin langsung berdiri di sebelah Zafran.


Zafran hanya berdehem lalu berjalan menuju kedalam kelas mereka.


Gimana aneh ya? Gaje?


kan emang Zelin orangnya absurd, wkkwkwkw


Kalo suka jangan lupa like and coment yaaa


See you

__ADS_1


__ADS_2