Journey To Another World

Journey To Another World
#33


__ADS_3

Pagi harinya Davide bangun lebih awal untuk mempelajari dan


berpikir maksud dari perkataan Arietes Mons, yang mengatakan tentang kegelapan


dan cahaya. Pengetahuanya tentang hal ini hanya mengetahui bahwa kekuatan


kegelapan dan sihir hitam dan ke-5 kekuatan adalah sesuatau yang berbeda


seperti gelap dan cahaya.


Tiba-tiba saja terlintas tentang keluarga Tabrem dan


Tenebris, namun pemikiran itu terelakan karna mereka adalah keluarga bukan


sebuah kekuatan. Serta keluarga Tenebris, sudah lama tidak menggunakan kekuatan


sihir mereka hanya menjadi sebuah keluarga bangsawan di Negri Kristal.


Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 dan Citrinia juga sudah


bangun dari tidurnya. Mereka sarapan bersama namun kali ini sarapan itu


dibumbui oleh keseriusan tentang apa yang sedang mereka hadapi.


“Apa hari ini kita mau ketempat mereka lagi?” Tanya


Citrinia, dia menghentikan sarapannya.


“Entahlah, aku juga tidak tahu. Apa pendapatmu tentang


perkataan rusa kemarin?”


“Aku malah berpikir apakah dia menyuruh kita untuk


menghancurkan sihir hitam dan bukan menangkalnya”


“Kenapa kamu pikir seperti itu?”


“Hah, aku berpikir dengan kata kata selanjutnya yang


mengatakan dunia semakin hancur. Untuk mencari tahu penangkalan sihir hitam


butuh waktu yang lebih lama dari pada menghancurkannya. Dan secara logika pasti


ada yang tersisa dari kita mengembalikan sihir hitam, contohnya saja sayuran


yang sebagai bahan percobaan  menjadi


layu” Ucap Citrinia  sambil menujuk ke

__ADS_1


arah sayuran yang dijadikan bahan percobaan.


Sayuran tersebut menjadi layu, dan warna daunya mulai


menggelap menuju warna hitam.


“Kalau seperti itu lebih baik kita pergi ke rusa-rusa untuk


memastikannya saja. Mau ikut?”


“Tentu, aku akan mengganti baju dulu” Namun Citrinia tidak


pergi kekamar untuk mengganti baju melainkan dengan menjentikan jari, baju


piyama berubbah menjadi baju yang siap digunakan untuk sewaktu-waktu ada


pertempuran.


Davide menjetikan jarinya dan terbuka portal menuju kawanan


rusa, mereka memasukinya dan dalam hitungan detik saja mereka telah sampai


ditempat tujuan mereka, tempat dimana para rusa itu berkumpul mereka berkumpul


disebuah tanah lapanng yang ditutupi dedaunan dan ada beberapa pohon yang


“Rupanya kalian mengunjungi kita lagi.” Sapa salah satu dari


koloni rusa itu, bukan sang pemimpin namun rusa betina.


“Ya, dimana pemimpin kalian? Ada yang harus kami bicarakan


denganya” Ujar Davide, yang tidak menghiraukan sapaan dari rusa itu. Rusa itu


mengantarkan Citrinia dan Davide untuk menemui pemimpin koloni itu.  Ternyata pemimpin dari rusa-rusa itu berada


disebuah tempat dimana pohon paling besar berada disana, dia berteduh di bawah


pohon rindang itu.


Sesudah mereka bertatapan wajah, rusa betina itu pergi


meninggalkan mereka bertiga. “Apa kalian sudah memutuskannya?” Ucapnya saat


melihat Citrinia dan Davide, dengan wajah yang entah mengapa dilihat dari sisi


manapun, dia sedih.


“Kami disini untuk bertanya, apa ucapanmu saat ini dan

__ADS_1


kemarin. Memberi tahu kami untuk menghancurkanya dan bukan untuk


mengembalikanya?”  Tanya Citrinia, dia


menghembuskan nafas diakhir perkataanya, serta dia menyilangkan kedua tanganya.


“Kamu sangat pintar, jadi putuskanlah” Balas rusa tersebut,


dia memalingkan wajahnya, namun raut sedih yang terukir dimatanya tidak dapat


dielakan oleh siapapun.


“Kenapa tidak memberitahu pada kami dari awal dan memberi


kamu sepucuk harapan?” Tanya Davide yang sedih mendengar pernyataan dari rusa


yang berada didepannya.


“Nak, aku perlu untuk mengetes kalian, apakah kalian baik


atau sebaliknya”


“Tunggu dulu, lalu kenapa kamu tidak membiarkan manusia


lainnya melakukan hal ini? Dan malah marah kepada mereka yang sedikit saja


menyentuh kolonimu? Dan malah membiarkan kami yang sudah mempunyai harapan


untuk menyembuhkanmu, menjadi membunuhmu” Ujar Citrinia, entah mengapa berkat


monster yang berada didepannya perasaannya menjadi kacau balau.


Rusa itu menengok kearah Citrinia, melihat mata Citrinia


yang memerah dan genangan air terdapat disana.


“Kami para monster dapat merasakan yang namanya perasaan,


dan energi, aura postive atau negative. Dan disaat ada energi negative dan


kelakuan negative, kami akan bermutasi perlahan-lahan demi menghentikan


semuanya, aku dan koloniku menghancurka semua yang memiliki aura negative” Balas


rusa itu, dia melanjutkan perkataanya “Sekarang putuskanlah, aku tahu kamu akan


memutuskan yang terbaik bagi kamu, koloniku, aku dan para manusia” Ucapnya lalu


meninggalkan Davide dan Citrinia.

__ADS_1


__ADS_2