Journey To Another World

Journey To Another World
#55


__ADS_3

Citrinia POV


Hai, kini umurku telah beranjak 25 tahun. Dan aku telah


lulus kuliah, kini aku dibantu oleh Ben dan Caneza mengurus perusahaan,


terkadang juga masih diawasi oleh orang tua.


“Nona, ini dokumen yang anda minta salin” ujar Ben yang


memasuki ruanganku setelah mengetuk pintu sebanyak 3 kali. “Terimakasih”


balasku sambil mengambil dokumen yang diberikan oleh Ben.


“Caneza dimana?” tanya ku kepada Ben yang tidak melihat


Caneza sedari tadi. “Dia sedang mengurus beberapa hal, apa perlu saya


panggilkan dia?” balas Ben, “Tidak perlu, terimakasih” balasku.


“Oh iya, apa ada jadwal malam ini?” tanyaku kepada Ben, Ben


membalasnya sambil membuka I-Pad dan menunjukannya pada ku, “Nona akan makan


malam dengan CEO Perusahaan...” jelas Ben. Aku melihat jadwal yang begitu padat


dibulan ini dan menemukan sesuatu yang aneh.


“Tanggal 27 ada pertemuan dengan siapa? Kenapa hanya ditulis


pertemuan kolega baru? Dan aku juga tidak mendapat berkas / dokumen apapun


tentang ini” ujarku yang bingung dengan jadwal pada tanggal 27, selain hanya


bertemu dengan kolega baru, tidak ada jadwal lainnya.


“Ah, itu anda akan mengerti saat tanggal 27” balas Ben


dengan senyuman, aku hanya mengangguk dengan pelan sambil kebingungan.


Aku kembali kepada monitor ku sambil membaca dokumen-dokumen


yang menumpuk dimejaku. Setelah kekuasaan perusahaan sepenuhnya ditanganku aku


menjadi sangat sibuk dan tidak memiliki ‘me time’.  Dari 4 tahun yang lalu aku tidak pernah lagi


berurusan dengan sihir, aku meninggalkan semuanya di Crystal World, walau


kekuatan sihir masih mengalir didalam tubuh ini.


Terkadang aku juga merindukan kehadiran Davide, yang selalu


membuatku tertawa dan tersenyum. Masih terasa begitu dalam rasa penyesalan dan


kesedihan atas kepergian Davide. Jujur aku tidak tahu bagaimana nasib kehidupan

__ADS_1


percintaan ku. Masalahnya adalah benang merahku saja sudah tiada. Kadang aku


juga berpikir apakah aku akan sendirian sampai aku tiada?


---


Tanggal 27, pukul 05.00


Aku terbangun saat mendengar suara dering ponsel, perlahan


aku mengusap mata dan melihat siapa yang menelefon. Dilihat Canezalah yang


menelefon ku, dengan malas aku mengangkatnya “Halo” ujarku. “Nona! Anda masih


tidur? Bangun sekarang, kita harus bersiap!” ujar Caneza dengan penuh penakanan.


“Ini baru jam 5” balasku dengan malas.


“Tetap saja! Bangun dan bersiap!” ujar Caneza lalu  menutup sambungan tersebut. Aku mengusap muka


kasar, ‘Sebenarnya siapa sih bosnya!?’ ujarku dalam hati.


Mungkin saja ada kejadian genting dikantor, sehingga aku


harus pergi pagi. Dengan malas aku pergi ke kamar mandi, dan membersihkan diri.


Mengambil pakaian dan mengenakannya, segera turun dan menemui Caneza yang sudah


siap dipekarangan rumah dengan sebuah mobil.


dengan tawa kecil. Aku memasuki mobil dan duduk dibangku belakang, sedangkan


Caneza berada di bangku penumpang depan, dan mobil dikendarai oleh supir


pribadi.


“Hem, baiklah jadwal anda...” sebelum Caneza menyelesaikan


pembicaraanya aku sudah memotongnya terlebih dahulu “EEEEEITS, kamu tahu aku


tidur jam berapa untuk melihat dokumen? Biarkan aku tidur nanti aja ngomongnya


di kantor” ujarku, Caneza mengangguk pelan dan menjawab “Baiklah”


Aku menutup mata dan perlahan terlelap menuju alam mimpi.


“Na, Nona? Bangun lah, ini sudah sampai di kantor” ujar


Caneza membangunkan ku, perlahan aku mengucek mata, dan mengumpulkan nyawa, “Tumben


kamu bangunin aku lembut gitu? Biasanya teriak teriak” ujar ku menggoda Caneza,


dia hanya tersenyum untuk membalasnya.


Aku keluar dari mobil, diikuti oleh caneza yang berada

__ADS_1


dibelakang ku. Saat memasuki perusahaan, aku disambut oleh para karyawan “Selamat


Pagi Bu” ujar mereka sambil menundukan kepala. “Pagi” balasku.


Aku berhenti di dekat resepsonis, lalu memutar badan “Jadwal”


ujarku singkat lalu melanjutkan perjalanan. Caneza yang mengerti maksudku,


langsung mengeluarkan sebuah Ipad dan menjelaskan jadwal untuk hari ini.


“Makan siang ada jadwal?” tanya ku kepada Caneza. “Ya ada,


anda akan makan siang bersama seseorang” balas Caneza. Aku mengingatnya, Ben


dan Caneza masih saja menyembunyikan hal tersebut, dan aku malas untuk mencari


tahu.


“Selamat pagi nona” ujar seseorang dengan nada girang, ya


dia Ben. Aku hanya membalas dengan mengangkat kedua alisku, saat menuju lift,


Ben dan Caneza juga masuk bersama di Lift Eksklusif.


“Kosongkan jadwal untuk lusa” ujarku memberi perintah,


Caneza hanya mengangguk sebagai jawaban. Pintu Lift sudah terbuka, aku keluar di


lantai 25, dan segera menuju ruangan ku. Ben dan Caneza memiliki ruangan dekat


dengan ruanganku.


“jam 6” gumanku, aku mulai fokus dengan pekerjaan ku dan terus


menerus melihat monitor. “Permisi, ini adalah dokumen yang harus anda tanda


tangan” ujar Ben yang memasuki ruangan ku, aku mengambil dokumen itu lalu


membacanya baru menandatangani nya.


“Ben, tolong belikan aku emm, smoothies mangga” ujarku, Ben


mengangguk lalu keluar dari ruangan. Aku kembali fokus kepada layar


monitor.


---


Waktu menunjukan pukul 11.00


Caneza memasuki ruangan ku dan memintaku untuk segera


bersiap. Bersiap utnuk makan malam dengan seseorang. Aku berangkat menuju


restoran sekitar pukul setengah 12 siang. Dan sampai kurang lebih jam 12 kurang

__ADS_1


10 menit.


__ADS_2