Journey To Another World

Journey To Another World
#15


__ADS_3

Keseokan harinya, waktu untuk aku beristirahat


sejenak. Jujur saja saat di Negri Caara, aku sama sekali tidak bisa tidur.


Entah apa yang aku takutkan disana, sehingga kali ini aku harus beristriahat


secara maksimal, namun aku yang sudah terbiasa bangun pukul 5.00 tidak bisa


tidur lagi setelah terbangun.


“Deolinda kau sudah bangun?” suara Davide dan disusul


dengan ketukan pintu. “Ya sudah, masuklah” Balasku yang berada dibalik pintu


kamar. “Oh, ini ada surat dari adikmu” Davide menyerahkan sepucuk surat dari


Sam. Aku membukanya dan tersenyum melihat tulisan yang sangat rapih tanpa ada


salah penulisan sedikitpun. Surat itu berisi,


    Hai kak! Apa kabar disana? Aku terus menjaga benda


    pusaka kita sesuai apa yang kakak minta. Disini sedikit terjadi ketidak seimbangan


    glasir, ada beberapa warga yang memiliki sedikit spirit air, merasa goncangan.


    Lalu sekarang orang-orang pemilik spirit tanah sangat panik. Selain itu


    bagaimana hubungan kakak dengan ‘dia’? Apa baik atau kalian terus saja


    bertengkar? Aku bercanda, kami sudah sangat merindukan kakak dirumah,


    kembalilah dengan selamat tanpa lecet sedikit pun ok! Tidak perlu membalas


    suratnya, aku tau kakak pasti lelah dan masih ada banyak kerjaan. Semangat!


“Apa isi surat tersebut, aku penasaran” Aku tidak


menyangka Davide adalah orang yang selalu ingi tahu. “Untuk apa kamu tau? Tidak


ada untungnya juga kan” Aku sedikit mempermainkanya sebenarnya tidak ada


ruginya untuk memberi tahu isi surat dari Sam. “Aku hanya penasaran, mengapa


sam mengirim surat biasa. Itu sangat ketinggalan zaman dan bukankah pelatihanya


sudah bisa mengirim surat atau pesan suara jarak jauh?” Davide pasti selalu


beralasan seperti itu. Dan pada akhirnya aku memberi tahu sedikit dari surat

__ADS_1


Sam.


“Itu masuk akal, Negri kristal adalah pusat Crystal


World, semua pemiliki spirit pasti bermimpi untuk kesana, bahkan tinggal


disana. Tapi untuk orang-orang yang terlahir memiliki kekuatan glasir, tidak


terlalu penting dimana mereka tinggal” Dilanjutkan dengan penjelasan yang


teramat tidak penting untuk kehidupanku. “Kapan kita akan pergi?” aku bertanya


untuk mengganti topik pembicaraa. “Pergi? Besok, bersiaplah pasti akan


melelahkan, hari ini jangan latihan dulu, biar besok badanmu fresh,


ngomong-ngomong bagaimana kalau kita jalan-jalan?” Davide mengajak ku untuk berjalan-jalan.


Pada awalnya aku kira hanya berjalan-jalan sekitar


kastel, namun ternyata tidak kami pergi kedesa terdekat dari istana.


Pemandangan orang-orang disini sangat hangat, setiap berpapasan dengan orang


lain, pasti bertegur sapa walau tidak saling kenal. Aku juga melihat hampir


sebagian kebiasaan penduduk Negri Kanaelt. Karna Negri ini adalah Negri


Dan lain-lain.


“Apa kamu pernah melihat pemandangan seperti ini di


Negri Kristal?” ditengan jalan-jalan tersebut Davide bertanya, aku menghentikan


langkah kakiku dan Davide juga menghentikanya. “Tidak pernah, aku selalu


sakit-sakitan terus, jadi tidak pernah keluar Kastel” Ucapku yang seingatku


Deolinda memang benar sama sekali tidak pernah keluar dari kastel, dikarenakan


tubuhnya yang lemah itu. “Bohong!” Aku tidak mengerti apa maksud dari Davide.


Karna bila aku adalah Deolinda, memang benar aku tidak pernah keluar dari


istana, tapi kalau aku menjadi Citrinia aku juga benar, karna dalam 19 tahun


aku pertama kalinya menginjakan kaki disini 1 bulan yang lalu. Aneh juga karna


aku bisa beradaptasi dengan cepat.

__ADS_1


“Ah, maaf aku hanya asal bicara. Karna melihatmu aku


teringat seorang gadis yang sangat penting bagiku. Eh maaf sudah kembali


keistan saja. Sudah cukup untuk hari ini” Entah mengapa saat dia mengatakan


teringat gadis yang penting baginya. Hatiku terasa tersayat, padahal aku yakin


tidak pernah merasakan cinta diantara kami.


Pada akhirnya kami kembali keKastel, dan berpisah lalu


mengerjakan tugas masing-masing. Sekaligus mepersiapkan diri untuk hari esok,


karna kita akan pergi keNegri Kanaelt.


Sebelum tidur aku melakukan panggilan sihir mungkin di


abad 21 dibumi kita menyebutnya ‘panggilan suara’ serta ‘Vidcall’. Kali ini aku


akan melakukan vidcall bersama Sam, sebelumya aku sempat teringat akan


Deolinda, seharusnya dialah yang merasakan semua ini dan bukan aku.


“eh Halo kak! Kan sudah ku bilang tidak usah membalas


surat ku” \ “Aku tidak membalas aku hanya mehubungimu, kenapa kamu tidak


menggunakan panggilan sihir?” \ “Aku takut kakak sedang sibuk dengan urusan


kakak sendiri” \ “Tidak apa, bila aku sempat aku akan menghubungimu atau


membalasmu mengerti?” \ “Hmmmm ok kak, oh iya, gimana kabar kakak?” \ “Aku


baik hanya sedikit lelah, kamu gimana Sam? Maaf yah aku serahin sebagian besar


pekerjaanku ketanganmu lagi” \ “Bukan masalah besar, tanggung jawab yang


sedang kakak pikul berkali-kali lebih besar dari pada ini” \ “Benarkah


mengapa?” \ “Karna kakak sekarang adalah Heroes” \ “Heroes? Bisa kamu


jelaskan?”|


Dan setengah malam aku terus mengobrol dengan Sam,


untung saja disini tidak ada jaringan jelek. Sampai aku tertidur barulah kami


berhenti mengobrol, dan aku bermimpi tentang rumahku, dimana ada Ben, papa,

__ADS_1


mama dan yang lainya. Tiba-tiba saja aku merindukan mereka.


__ADS_2